Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Extensive Reading Materials for Second-Semester English Students at Pattimura University Makaruku, Hendrik; Lekawael, Rosina F. J.; Ferdinandus, Marcy; Salakory, Dince
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1377

Abstract

Penelitian ini dilakukan selama lebih dari dua tahun. Tahun pertama difokuskan pada analisis kebutuhan bahan bacaan ekstensif. Peneliti ingin mengeksplorasi analisis kebutuhan bahan bacaan ekstensif untuk mahasiswa semester kedua di program studi Bahasa Inggris Universitas Pattimura sebagai bentuk penelitian dan pengembangan. Penelitian ini dimulai dengan mencatat kebutuhan mahasiswa terhadap bahan bacaan ekstensif sebelum merancang modul untuk kegiatan pembelajaran di kelas. Tahun kedua dilakukan uji coba modul bacaan dalam kelompok kecil dan besar untuk mahasiswa semester kedua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pattimura. Setelah itu, data dianalisis dan hasil dari bahan bacaan ekstensif didiskusikan. Setelah menyelesaikan semua tahap penelitian dan pengembangan, peneliti akan membuat artikel untuk dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Akhirnya, peneliti mendaftarkan hasil penelitian dan bahan bacaan ekstensif ke Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).
Students’ Perception on Incorporating Local Wisdom into Creative Writing Class: Impressions and Facts Lekawael, Rosina; Que, Stella Rose; Aritonang, Parjolo; Ngadjen, Syahdania Aini
MATAI: International Journal of Language Education Vol 6 No 1 (2025): MATAI: International Journal of Language Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Kabupaten Kepulauan Aru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/matail.v6i1.23211

Abstract

This study investigates students' perceptions of integrating local wisdom into creative writing, focusing on poetry in the Indonesian educational context. The research employs a mixed-method approach, combining quantitative data from surveys and qualitative insights from interviews, to explore students’ experiences, engagement, and challenges in writing poetry that reflects their cultural heritage. Findings reveal that while students generally perceive local wisdom integration positively, enhancing both cultural connection and creative expression, they also face notable challenges, particularly related to language translation and personal relevance. The study underscores the need for culturally responsive pedagogy that balances local content with creative freedom, fostering deeper engagement in creative writing education.
Board Games dan Ice Breaking: Keterlibatan dan Kepercayaan Diri dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Jusak Patty; Rosina F. J. Lekawael; Ayu Aprilya Sari Abdullah; Jeny Lekatompessy; Rachmi Retno Nursanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/th6sg021

Abstract

Keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris masih menjadi tantangan di banyak sekolah, terutama ketika pembelajaran didominasi oleh penjelasan guru dan latihan tertulis. Kondisi ini juga ditemukan di SMP Negeri 49 Maluku Tengah, di mana siswa cenderung pasif dan ragu menggunakan bahasa Inggris dalam interaksi kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan siswa melalui penggunaan board games dan aktivitas ice breaking sebagai bagian dari pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 10 November 2025 melibatkan 80 siswa kelas VIII melalui tahap pengenalan, aktivitas ice breaking, dan board games dalam kelompok kecil. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap partisipasi, interaksi, dan penggunaan bahasa Inggris siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa berkembang secara bertahap. Pada awal kegiatan, sebagian besar siswa masih ragu untuk berpartisipasi, namun setelah mengikuti aktivitas interaktif, siswa mulai lebih aktif berinteraksi dan menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sederhana. Aktivitas permainan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih terbuka dan mendorong siswa untuk berpartisipasi tanpa tekanan. Temuan ini menunjukkan bahwa board games dan ice breaking dapat mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang lebih partisipatif dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi. Guru disarankan mengintegrasikan aktivitas serupa sebagai bagian dari strategi pembelajaran interaktif di kelas bahasa Inggris.
Pelatihan Bahasa Inggris Dasar bagi Pemuda Desa Wisata di Tiakur dan Sekitarnya: Pengabdian Yulina Tiwery; Rosina F.J. Lekawael; Jeny Lekatompessy; Lukas Tiataliu; Julen Lerrick
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4622

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi komunikasi pemuda desa wisata di Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, melalui pelatihan English for Tourism berbasis konteks lokal. Kabupaten MBD memiliki potensi wisata bahari dan budaya Kalwedo yang besar, namun belum diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya dalam keterampilan berbahasa Inggris. Melalui pendekatan English for Specific Purposes (ESP), kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan komunikasi lintas budaya sekaligus memperkuat identitas lokal peserta. Pelatihan melibatkan 15 pemuda anggota organisasi Angkatan Muda Ranting Teodosia, dengan empat sesi utama: Bahasa Inggris dasar, simulasi percakapan wisata (role play), kosakata atau istilah lokal dalam lintas budaya Kalwedo, dan desain brosur promosi digital menggunakan Canva. Metode participatory workshop dan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis lokalitas digunakan agar peserta terlibat aktif dan mampu menerapkan langsung materi dalam konteks pelayanan wisata. Media sederhana seperti flashcard, booklet dua bahasa, dan video tutorial digunakan untuk membantu memperkuat kemampuan Bahasa Inggris. Hasil observasi dan kuesioner menunjukkan respons positif dari seluruh peserta (100%) begitu juga dengan tingkat kepuasaan mengikuti kegiatan mencakup peningkatan motivasi belajar, kepercayaan diri berbicara, literasi digital, serta kesadaran terhadap potensi budaya lokal. Hal ini menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam aspek akademik dan sosial. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa sinergi antara metode partisipatif, pendekatan kontekstual, dan integrasi teknologi mampu menciptakan model pelatihan ESP berbasis lokalitas yang efektif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di desa-desa wisata lain di wilayah Maluku Barat Daya.