Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PELATIHAN MASSAGE OLAHRAGA BAGI PELATIH PPLD DI KABUPATEN INDRAMAYU JAWA BARAT Ari Subarkah; Ika Novitaria Marani; Heni Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The problems that occur in Indramayu Regency, especially in sports coaching such as in PPLD, athletes often experience injuries during sports. Injuries that occur during training are certainly worrying for athletes and coaches because during training there are no medical personnel on guard in case of injury. So, the solution is that coaches must be given knowledge about sports massage as one of the first aid efforts for sports injuries. Therefore, the purpose of community service activities is so that the target audience has knowledge about sports massage both in theory and practice. The training location is carried out in the faculty's fostered area, namely Indramayu Regency. The implementation time was in May 2024 in the BJB Indramayu bank hall. The method used in this training activity is the lecture method to deliver material and examples of doing massage. This training will be held for 2 years, where in the second year the first year training participants practice sports massage. The results of the study showed that there was an increase in the understanding of the training participants on how to do sports massage, so it is hoped that it can improve the handling of injuries during sports both during training and during matches. Keywords: Training, massage, sports, trainer Abstrak Permasalahan yang terjadi di Kabupaten Indramayu terutama pada pembinaan olahraga seperti di PPLD seringkali atlet mengalami cidera saat olahraga. Cidera yang terjadi saat Latihan tentu mengkhawatirkan bagi si atlet maupun pelatih karena pada saat Latihan tidak ada tenaga medis yang berjaga-jaga apabila terjadi cidera. Sehingga, solusinya adalah para pelatih harus diberikan pengetahuan tentang massage olahraga sebagai salah satu Upaya penanganan pertama pada cidera olahraga. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat adalah agar khalayak sasaran memiliki pengetahuan tentang massage olahraga baik secara teori maupun praktek. Tempat pelatihan dilakukan di wilayah binaan fakultas yaitu Kabupaten Indramayu. Waktu pelaksanaan dilakukan pada bulan Mei 2024 di aula bank BJB Indramayu. Metode yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah untuk menyampaikan materi dan contoh-contoh melakukan massage. Pelatihan ini akan diadakan selama 2 tahun, dimana pada tahun kedua para peserta pelatihan tahun pertama melakukan praktek massage olahraga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman para peserta pelatihan terhadap cara melakukan massage olahraga, sehingga diharapkan dapat meningkatkan penanganan cidera saat olahraga baik saat latihan maupun saat pertandingan. Kata Kunci: Pelatihan, massage, olahraga, pelatih
Hubungan Koordinasi Mata-Tangan-Kaki Dan Frekuensi Kayuhan Lengan Terhadap Hasil Renang 50 Meter Gaya Bebas Azrial azhar; Marani, Ika Novitaria; Wardoyo, Hendro; Fitranto, Nur
Jurnal Ilmiah Sport Coaching and Education Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah: Sport Coaching And Education
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JSCE.09102

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan koordinasi mata-tangan-kaki dan frekuensi kayuhan lengan terhadap hasil renang 50 meter gaya bebas. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Januari 2021 sampai Juni 2021. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni 2021 pada atlet renang klub Indonesia Star Aquatics (ISA). Adapun populasi dalam penelitian ini adalah atlet renang klub Indonesia Star Aquatics (ISA) yang berjumlah 60 orang. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sehingga, sampel yang digunakan berjumlah 30 orang atlet renang klub Indonesia Star Aquatics (ISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Terdapat Hubungan koordinasi mata-tangan-kaki terhadap hasil renang 50 meter gaya bebas. Hal ini dapat dilihat dari hasil thitung = 2.95 > ttabel = 1.70 Kontribusi koordinasi mata-tangan-kaki (X1) sebesar 24% terhadap hasil renang 50 meter gaya bebas. 2) Terdapat hubungan frekuensi kayuhan lengan terhadap hasil renang 50 meter gaya bebas. Hal ini dapat dilihat dari hasil thitung = 3.41 > ttabel = 1.70 dengan kontribusi frekuensi kayuhan lengan (X2) sebesar 29% terhadap hasil renang 50 meter gaya bebas3) Terdapat Hubungan koordinasi mata-tangan-kaki dan frekuensi kayuhan lengan secara bersama-sama terhadap hasil renang 50 meter gaya bebas. Hal ini dapat dilihat dari hasil Fhitung = 9.51 > Ftabel = 3.34 dengan kontribusi koordinasi mata-tangan-kaki (X1) dan frekuensi kayuhan lengan (X2) secara bersama-sama sebesar 41% terhadap hasil renang 50 meter gaya bebas, dan sisanya 59% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Kata Kunci: Koordinasi mata tangan kaki, Frekuensi Kayuhan Lengan, Renang gaya bebas 50 meter  ABSTRACT This study aims to determine the relationship between eye-hand-foot coordination and arm stroke frequency with the results of 50-meter freestyle swimming. This study was conducted from January 2021 to June 2021. Data collection was carried out in June 2021 on swimming athletes from the Indonesia Star Aquatics (ISA) club. The population in this study were 60 swimming athletes from the Indonesia Star Aquatics (ISA) club. Meanwhile, the sampling technique used was a purposive sampling technique. Thus, the sample used was 30 swimming athletes from the Indonesia Star Aquatics (ISA) club. The results of the study show that: 1). There is a relationship between eye-hand-foot coordination and the results of 50-meter freestyle swimming. This can be seen from the results of t count = 2.95 > t table = 1.70 The contribution of eye-hand-foot coordination (X1) is 24% to the results of 50-meter freestyle swimming. 2) There is a relationship between arm stroke frequency and the results of 50-meter freestyle swimming. This can be seen from the calculated t = 3.41 > t = 1.70, with the arm stroke frequency (X2) contributing 29% to the 50-meter freestyle swimming results. 3) There is a relationship between eye-hand-foot coordination and arm stroke frequency simultaneously on the 50-meter freestyle swimming results. This can be seen from the calculated F = 9.51 > F = 3.34, with the eye-hand-foot coordination (X1) and arm stroke frequency (X2) contributing 41% to the 50-meter freestyle swimming results, with the remaining 59% influenced by other factors.  Keyword: eye-hand-foot coordination, arm stroke frequency, 50-meter freestyle swimming
PELATIHAN PERWASITAN RENANG Ika Novitaria Marani; Heni Widyaningsih; Ari Subarkah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perwasitan renang adalah salah satu teknik penjurian agar pertandingan renang yang dilakukan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Tugas dan wewenang dari wasit juri renang adalah sebagai pengadil serta memutuskan hasil waktu yang diperoleh oleh atlet pada saat mereka bertanding, hal ini bertujuan untuk memberikan hasil laporan resmi dari pencapaian masing-masing limit waktu renang yang diperoleh oleh atlet tersebut. Wasit memiliki peran yang penting dalam suatu perlombaan renang, karena wasit merupakan ujung tombak untuk mensukseskan perlombaan tersebut. Sebagai seorang wasit harus dapat bersikap netral untuk bisa menerapkan peraturan perlombaan yang berlaku.Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan perwasitan renang. Kegiatan ini perlu dilakukan karena mengingat daerah kota Bekasi memiliki banyak klub renang dan mulai memiliki kalender perlombaan yang banyak sehingga memerlukan wasit dan juri untuk memimpin perlombaan renang. Tempat pelatihan dilakukan di wilayah binaan Universitas yaitu di Kota Bekasi Jawa Barat. Waktu kegiatan dilakukan selama kurang lebih 8 bulan yaitu dimulai dari bulan Maret – September 2025, yang dimulai dari pembuatan proposal, koordinasi terkait pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan pembuatan laporan hingga tagihan luaran yang diperlukan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Gedung aula arena centre Vida, Bekasi. Adapun peserta dari pelatihan ini Adalah para pelatih renang dan guru olahraga Metode yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah metode ceramah dan diskusi saat menyampaikan materi tentang peraturan perlombaan renang. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang peraturan perlombaan renang, sehingga diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan saat menjadi wasit dalam perlombaan renang. Abstract  Swimming refereeing is one of the judging techniques so that the swimming matches carried out can run safely and smoothly. The duties and authorities of the swimming referee are as referees and decide the results of the time obtained by the athletes at the time of their competition, this aims to provide official reports of the achievement of each swimming time limit obtained by the athlete. Referees have an important role in a swimming competition, because referees are the spearhead to make the competition a success. As a referee, you must be able to be neutral to be able to apply the applicable competition rules. This activity aims to provide swimming referee training. This activity needs to be carried out because considering that the Bekasi city area has many swimming clubs and begins to have a large competition calendar so that it requires referees and judges to lead swimming competitions. The training place was carried out in the University's assisted area, namely in Bekasi City, West Java. The activity time is carried out for approximately 8 months, starting from March – September 2025, which starts from making proposals, coordination related to the implementation of activities, implementing activities and making reports to the necessary output bills. The implementation of the activity was carried out at the Vida arena center hall building, Bekasi. The participants of this training are swimming coaches and sports teachers The method used in this socialization is the method of lectures and discussions when delivering material about the rules of swimming competitions. The results of the service activities showed that there was an increase in knowledge about the rules of the swimming competition, so it is hoped that the participants can apply it when becoming referees in swimming competitions.