Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Impact of Gamification on Creating Fun and Interactive Learning Processes Andromeda Valentino Sinaga; Rimma Sianipar
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.805

Abstract

This study aims to examine the impact of implementing gamification on creating fun and interactive learning processes among students at Universitas Negeri Makassar. The research employed a one-group pretest–posttest design involving 42 students. Data were collected through tests, Likert-scale questionnaires, and observation sheets. The results indicate an improvement in students’ average scores, increasing from 64.3 in the pretest to 81.6 in the posttest. In addition, 95.2% of the students reported that gamification-based learning was engaging, while observational data revealed higher levels of active participation, enthusiasm, and interaction throughout the learning process. These findings suggest that gamification has the potential to enhance the quality of learning by fostering a more interactive and meaningful learning environment in higher education.
Sharing Session: Transformasi Pengelolaan Organisasi Masyarakat Dalam Era Digital Andromeda Valentino Sinaga; Rimma Sianipar; Yulita Sirinti Pongtambing; Jonris Tampubolon; Eliyah Acantha Manapa Sampetoding
Open Community Service Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v4i2.145

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan teknologi digital menuntut organisasi berbasis komunitas (OBK) untuk terus beradaptasi, khususnya dalam bidang administrasi, komunikasi, dan transparansi. Namun, masih terdapat berbagai tantangan, termasuk rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta kekurangan sumber daya manusia yang terampil, yang semuanya menghambat proses transformasi.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas digital para pengelola organisasi berbasis komunitas (OBK) agar mereka dapat secara efektif mengintegrasikan teknologi ke dalam manajemen organisasi mereka.Metode: Melalui program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas digital para pengelola OBK. Program ini disusun dalam bentuk sesi berbagi interaktif yang mencakup topik utama seperti manajemen organisasi digital, komunikasi melalui platform daring, dan keamanan data.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya digitalisasi, yang tercermin dari meningkatnya minat peserta dalam mengadopsi teknologi untuk keperluan manajemen administrasi dan keuangan. Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan, antara lain keterbatasan akses terhadap perangkat teknologi dan kurangnya pelatihan teknis berkelanjutan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi OBK. Pelatihan yang berkesinambungan dan peningkatan akses terhadap teknologi merupakan faktor kunci dalam mempercepat adaptasi mereka di era digital.
Membangun Harmoni Sosial : Penguatan Sikap Toleransi Dalam Masyarakat Multikultural Andromeda Valentino Sinaga; Rimma Sianipar; Kartini; Ulfah Widyastuti Arsal; Liston Sihombing
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 5 No. 1 (2026): Januari, 2026
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v5i1.628

Abstract

Masyarakat multikultural hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya, dan nilai-nilai sosial yang menjadi kekayaan bersama, namun juga berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak dikelola secara bijak. Dalam konteks tersebut, toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan sosial, meskipun dalam praktiknya masih dihadapkan pada tantangan berupa stereotip, prasangka, diskriminasi, serta pengaruh negatif media sosial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan sikap toleransi masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat yang multikultural. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode edukasi dan sosialisasi, yang mencakup penyampaian materi kontekstual, diskusi interaktif, serta refleksi bersama terkait pentingnya sikap saling menghormati di tengah perbedaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai makna dan urgensi toleransi, meningkatnya partisipasi aktif dalam proses kegiatan, serta munculnya perubahan sikap yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan dalam interaksi sosial sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam memperkuat harmoni sosial dan mempererat persatuan masyarakat multikultural. Kata Kunci : Harmoni Sosial; Masyarakat Multikultural; Toleransi