Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Petani Tambak Garam melalui Edukasi Pemenuhan Gizi Keluarga di Desa Bulu Cindea Yani, Fitri Indah; Rahmi, Rahmi; Ibrahim, Juliani; Syarif, Asriyanti; Susanty, Nurbiah Eka; Salam, Nur Insana; Wahyu, Farhanah; Anwar, Andi Rahayu; Saleh, Syaiful
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20391

Abstract

Latar Belakang: Wilayah pesisir rentan terhadap masalah kesehatan lingkungan dan gizi keluarga akibat keterbatasan akses sanitasi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal. Desa Bulu Cindea menghadapi prevalensi stunting 28% dan 40% rumah tangga tanpa sanitasi layak. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani garam melalui edukasi partisipatif tentang sanitasi dan gizi keluarga berbasis potensi lokal. Metode: Kegiatan berlangsung selama enam minggu (Mei–Juni 2025) dengan frekuensi pertemuan mingguan. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat, pelatihan, dan difusi ipteks. Partisipan terdiri dari 32 orang (12 ibu rumah tangga, 10 petani tambak garam, 5 kader kesehatan, 5 tokoh masyarakat). Mahasiswa berperan sebagai enumerator kuesioner, fasilitator diskusi, dan dokumentator kegiatan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta wawancara semi-terstruktur dengan 10 responden (direkam audio). Hasil: Skor pengetahuan meningkat dari rata-rata 45,6 menjadi 83,2. Sebanyak 75% responden mulai memilah limbah domestik, 60% tidak lagi membuang limbah ke laut, dan 68% keluarga mulai mengonsumsi ikan, rumput laut, serta sayuran lokal minimal tiga kali seminggu. Kesimpulan: Edukasi berbasis praktik partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi sanitasi dan gizi masyarakat pesisir. Model ini fleksibel untuk direplikasi di desa pesisir lain dengan penyesuaian konteks lokal.
Analisis Hubungan Usia, Pekerjaan, dan Berat Badan terhadap Disfungsi Ereksi pada Pekerja Pemerintah dan Swasta Muallima, Nur; Ibrahim, Juliani; Aras, Daraugi; Ruchban, Batrisyia Az-zahra; Bahtiar, Rolly Riksanto
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 10 No 01 (2026): Qanun Medika Vol 10 No 01 January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v10i01.25998

Abstract

Erectile Dysfunction (ED) is a condition that affects quality of life and is often associated with cardiovascular disease. By 2025, global ED cases are expected to reach 322 million, with strong links to depression and reduced well-being. This study aimed to analyze the relationships between age and body weight and ED among government and private-sector workers. This observational analytic study involved 64 participants selected via purposive random sampling in Makassar from June to July 2024. ). ED was measured using the International Index of Erectile Function-5 (IIEF-5), a validated questionnaire for assessing erectile function. Data were analyzed using univariate and bivariate methods (Chi-Square test). Most respondents were aged 31–40 years (34.38%), overweight (37.5%), and had normal erectile function (56.25%). A significant association was found between BMI and erectile function (p = 0.024), where normal and overweight individuals reported better erectile function. No significant associations were found between erectile function and age (p = 0.922), medical history (p = 0.304), medication use (p = 0.508), or frequency of sexual intercourse (p = 0.318). In conclusion, BMI was significantly related to erectile function, while age, disease, medication use, and sexual frequency were not.