Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jantra

PSYCHOHISTORY GAYATRI RAJAPATNI SEBAGAI ROH PANCASILAIS Robit Nurul Jamil; Hermanu Joebagio
Jantra. Vol 13 No 2 (2018): Solidaritas Nasional sebagai Upaya Penguatan NKRI
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.783 KB)

Abstract

Pendekatan psychohistory merupakan studi motivasi dan juga dapat dikembangkan menjadi konsep psikologi sosial (sociopsychological) untuk menjelaskan perilaku individu, kelompok, dan anggota masyarakat. Psychohistory akan memberikan sebuah nilai self-esteem yang mampu diserap oleh generasi selanjutnya, Psychohistory dalam tulisan ini bertugas mencari nilai sejarah. Sosok Gayatri sebagai bikshuni menempatkan dewi kebijaksanaan ini menjadi guru besar dalam kerohanian kerajaan. Di sisi lain, sumber sejarah mengatakan Gayatri adalah sosok pembina serta pembimbing raja-raja Majapahit. Kehidupan Gayatri ketika ditelisik melalui studi motivasi atau psychohistory, memiliki perjalanan yang panjang akan warisan nilai. Kehadiran nilai-nilai kejuangan tersebut lahir untuk kemaslahatan masyarakat pada waktu itu. Roh progresif merupakan pondasi bagi generasi mendatang. Roh progresif Pancasila adalah nilai yang dimiliki oleh Gayatri Rajapatni sebagai pelaku sejarah yang memiliki warisan nilai Pancasila dalam praktek. Tujuan dari penulisan ini memberikan gambaran sejarah dalam praktik nilai-nilai Pancasila, maksudnya adalah memberikan asumsi nilai-nilai Pancasila yang pernah dialami Gayatri Rajapatni sebagai perempuan di balik kejayaan Majapahit.
BUDAYA AGRARIA INDONESIA Robit Nurul Jamil
Jantra. Vol 14 No 1 (2019): Budaya Agraris
Publisher : Balai Pelestarian Nilai budaya Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.046 KB) | DOI: 10.52829/jantra.v14i1.88

Abstract

The Basic Agrarian Law which has been effective after the Indonesian Revolution in 1945, should have provided an access to land ownership and a fair return to the farmers. However, at every important point in the history of modern Indonesia, land ownership and access to it have become important issues which create a strong tension between the elites and the common people, between the interest of the local and that of the central government, and between local and international businesses. “Land for the people” is a common revolution idiom that is often used. In Indonesia, the response to the territorialisation by the government is sometimes harsh with ruthless actions. These confrontations indicate that the issues of fundamental rights cannot be solved. To find the solution, ideas from Zonder ‘Exploitation De L‘Homme Par L‘Homme’ and ‘Exploitation De Nation Par Nation’ are needed. Using descriptive analysis method, this qualitative research focused on the examination on 1) Revitalization of Agraria and 2) the principles of Zonder ‘Exploitation De L‘Homme Par L‘Homme’ and ‘Exploitation De Nation Par Nation’. The result of this research is all agrarian confrontation have to prioritize the orientation of Zonder ‘Exploitation De L‘Homme Par L‘Homme’ and ‘Exploitation De Nation Par Nation’ as a means to create a just and prosperous society.