Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Hipertensi dan Kepatuhan Diet pada Penderita Hipertensi Rawat Jalan RSUD dr Rubini Mempawah Devanti, Tania Putri; Ginting, Martinus; Desi, Desi; Dahliansyah, Dahliansyah; Hariyadi, Didik; Puspita, Widyana Lakshmi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1057

Abstract

Hipertensi  merupakan penyakit yang tidak dapat dianggap remeh, dan sering dijuluki sebagai penyakit silent disseas karena tanda dan gejala yang tidak terlihat dari penderitanya. Jumlah penderita hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Pengetahuan tentang hipertensi memiliki pengaruh sangat penting. Prevalensi orang yang memiliki pengetahuan baik mengenai hipertensi mempunyai peluang 45 kali melaksanakan diet dan terhindar dari penyakit hipertensi. Beberapa faktor-faktor resiko yang dapat mempengaruhi hipertensi adalah pengetahuan, usia, genetic/keturunan, jenis kelamin, tingkat pendidikan, obesitas, asupan makan dan pola makan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan hipertensi dan kepatuhan diet pada penderita hipertensi rawat jalan di RSUD dr Rubini Mempawah.Jenis penelitian ini menggunakan observasional dengan metode survey melalui pendekatan cross sectional untuk mempelajari gambaran antara pengetahuan hipertensi dan kepatuhan diet di RSUD dr Rubini Mempawah.Penderita hipertensi rawat jalan di RSUD dr Rubini Mempawah memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 18 orang (64,3%) dan kepatuhan diet yang tidak patuh sebanyak 18 orang (64,3%).                Disarankan agar peningkatan pengetahuan responden difokuskan pada penyebab hipertensi dan makanan yang harus dihindariKata Kunci : Hipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan Diet
Daya Terima Kaldu Blok Ikan Gabus (Channa Striata) dengan Penambahan Tepung Jamur Grigit (Schizophyllum Commune) Sebagai Alternatif Penyedap Rasa: Acceptability of Cork Fish (Channa Striata) Blok Broth with the Addition of Grigit Mushroom Flour (Schizophyllum Commune) as an Alternative Flavoring Agent Dahliansyah, Dahliansyah; Tia, Firasti; Ginting, Martinus
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9722

Abstract

Kaldu merupakan produk olahan sebagai penyedap rasa, produk kaldu yang beredar dipasaran banyak terbuat dari olahan daging ayam atau daging sapi dalam bentuk kaldu bubuk dan kaldu blok. Adapun bahan lain yaitu ikan gabus dijadikan sebagai bahan utama pembuatan kaldu blok alami makanan. Kelebihan 100 gr ikan gabus mengandung 6,2% albumin dan 0,001741% Zn. Kaldu dapat juga dapat ditambahkan dengan bahan pangan lokal seperti jamur. Bubuk kaldu jamur merupakan salah satu produk olahan jamur. Pembuatan bubuk kaldu jamur umumnya dilakukan dengan metode spray drying. Salah satu jamur yang dapat dijadikan sebagai bubuk kaldu adalah jamur grigit. Zat – zat yang terkandung dalam jamur grigit adalah lemak, karbohidrat, enzim, vitamin, dan mineral, dengan adanya produk kaldu ini diharapkan dapat menambah lama daya simpan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui daya terima kaldu blok ikan gabus dengan penambahan tepung jamur grigit (ikabusja) sebagai alternatif penyedap rasa. Metode penelitian: Jenis penelitian yaitu penelitian eksperimen yang berupa uji coba untuk mengetahui daya terima kaldu blok ikan gabus dengan penambahan tepung jamur grigit dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu 10%, 20%, 30% dan 40%. Dilakukan di Dusun Asong, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Hasil penelitian: Berdasarkan uji tingkat kesukaan masyarakat yang dilakukan pada panelis hasil tertinggi terdapat pada perlakuan 1 dengan konsentrasi 10% untuk kategori warna 48%, aroma 36%, rasa 48% dan tekstur 36%. Hasil analisis proksimat terhadap kaldu blok ikan gabus dengan penambahan tepung jamur grigit menunjukkan bahwa kadar abu pada kaldu blok yaitu sebesar 11,20%, energi dari lemak 33,39 kcal/100 g, lemak total 3,71%, kadar air 22,42%, energi total 284,07 kcal/100 g, karbohidrat 29,61% dan protein 33,06%.
The Effect of Flip Sheet Media on Knowledge of Dysmenorrhea, Calcium Intake, Eating Pattern, and Nutritional Status of Female Adolescents Lestari, Lidia Dwi; Hariyadi, Didik; Dahliansyah, Dahliansyah
MEDICA (International Medical Scientific Journal) Vol. 5 No. 2 (2023): MEDICA (Internasional Medical Scientific Journal)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/medica.v5i2.498

Abstract

Adolescents experience rapid growth, and dysmenorrhea can interfere with activities and concentration in studying. The WHO recorded in 2017 that 90% of female adolescents experience dysmenorrhea, with 10–16% experiencing severe dysmenorrhea. The incidence rate in Indonesia is also relatively high. One of the effective nutrition education media to address dysmenorrhea related to eating patterns is the flip sheet, as it can convey information visually and gradually. This study aims to analyze the effect of flip sheet media on the knowledge of dysmenorrhea, calcium intake, eating pattern, and nutritional status of female adolescents in Limbung Village, Sungai Raya Subdistrict. This study is a pre-experimental research with a pre-and-posttest group design. The research subjects are female adolescents from Limbung Village, Sungai Raya Subdistrict. A sample of 35 respondents was taken using purposive sampling. Based on the research results, there was no significant increase in the variables of knowledge, eating patterns, and nutritional status before and after receiving nutrition education, with a p-value >0.05, but there was a significant increase in the calcium intake variable before and after receiving nutrition education, with a p-value <0.05. There is an effect of flip sheet media on the knowledge of dysmenorrhea, calcium intake, eating pattern, and nutritional status.  
Pengaruh Flashcard Terhadap Pengetahuan Gizi Dan Kecukupan Asupan Energi Pada Anak Remaja di Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLTP) Kota Pontianak Dahliansyah, Dahliansyah; Karunia, Wiga; Gambir, Jurianto
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v8i1.739

Abstract

Background: Adolescents are the next generation of the nation in the future, adolescents make up the majority of the world's population of 1.2 billion young people, nearly 90% of whom are in developing countries. The causes of nutritional problems in adolescence are direct factors such as food intake and infectious diseases. In addition, low knowledge of nutrition can lead to nutritional problems in adolescents, especially anemia and chronic undernutrition. Knowledge is the understanding of information about a particular topic, as well as the ability to receive, retain and use information. One of the media that can increase knowledge is flashcards, as one of the developments of visual media in the form of alternating cards that will be carried out by playing. Aim this research is to determine the effect of nutrition education through flashcards media on nutritional knowledge and adequacy of energy intake in Adolescent Children in Pontianak City Junior High School (SLTP). Methods: This study used quasy-experiment with pretest-posttest control group design. The subjects of this study were adolescents of MTsN 1 and SMPN 12 Pontianak. The population in this study were all adolescent IX students totaling 189 people at MTsN 1 Pontianak, the number of samples was 44 people consisting of 22 experimental samples and 22 control samples, which were selected using purposive sampling method. Data collection techniques with direct interviews. The treatment was conducted for 8 meetings within 1 month. Results: The results of the average nutritional knowledge score between before and after being given nutrition education in both groups showed a significant increase, namely p-value <0.05. While the average result of energy intake between before and after being given nutrition education in both groups is 0.05 which means there is no significant increase. Conclusion: Providing nutrition education using flashcards can improve nutritional knowledge.
Pengaruh Pemberian Sari Kurma (Phoenix Dactylifera) dan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averhoa Blimbi L.) Terhadap Kadar Hemoglobin Darah (HB) Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya: The Effect of Administration of Date Juice (Phoenix dactylifera) and Belimbing Wuluh Extract (Averhoa Blimbi L.) on Blood Hemoglobin (HB) in Pregnant Women in the Working Area of the Puskesmas Rasau Jaya Dahliansyah, Dahliansyah; Ginting, Martinus; Hariyadi, Didik
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v9i3.6522

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan serius yang memerlukan perhatian khusus karena dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu serta dapat mempengaruhi pregnancy outcome. Penyebab utama anemia yaitu kekurangan zat besi yang disertai dengan zat gizi lainnya seperti asam folat, vitamin B12 dan vitamin A. Masalah anemia di indonesia tahun 2013 sebesar 37,1%, dan meningkat menjadi 48,9% tahun 2018. Upaya yang diberikan sudah banyak, salah satunya dengan suplementasi tablet besi (Fe) kepada ibu hamil sebanyak 90 tablet selama kehamila. Namun angka anemia masih tetap tinggi, sehingga perlu diberikan alternatif dalam pencegahannya, salah satunya dengan memberikan sari kurma dan ekstrak belimbing wuluh yang akan dibuat menjadi formula, diberikan kepada ibu hamil untuk dikonsumsi. Kurma (Phoenix Dactylifera), memliki kelebihan mengandung karbohidrat tinggi dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Sedangkan belimbing wuluh (Averhoa Blimbi L), yang dilengkapi dengan Vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, kalsium dan kalium dapat dikombinasikan dengan sari kurma, untuk memepercepat penyerapan zat besi. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh pemberian Sari Kurma dan Ekstrak Belimbing Wuluh Terhadap Kadar Hemoglobin Darah (Hb) dan Kalium Ibu Hamil di wilayah Kerja Puskesmas Rasau Jaya. Jenis Penelitian ini adalah Quasi-Eksperimen dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Populasi dalam penelitian adalah ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas rasau Jaya. Sedangkan sampel dalam penelitia ini adalah ibu hamil terpilih, dihitung menggunakan rumus Lameshow didapat sebanyak 30 sampel. Analisis statistik yang akan dilakukan meliputi analisis univariabel, bivariabel dengan paired t tes. Hasil penelitian didapat diperoleh peningkatan sebesar 0,39 dengan nilai p-value sebesar 0,000. Rata-rata nilai kadar hemoglobin darah pada sampel mengalami peningkatan sesudah diberikan sari kurma dan ekstrak belimbing wuluh. Kesimpulan. Ada pengaruh peningkatan kadar hemoglobin darah ibu hamil dengan pemberian sari kurma dan ekstrak belimbing wuluh.
Daya Terima Kaldu Blok Ikan Gabus (Channa Striata) dengan Penambahan Tepung Jamur Grigit (Schizophyllum Commune) Sebaga Alternatif Penyedap Rasa: Acceptabilyty of Cork Fish (Channa Striata) Block Broth with the Addition of Grigit Mushroom Flour (Schizophyllum Commune) as an Alternative Flavoring Agent Dahliansyah, Dahliansyah; Tia, Firasti; Ginting, Martinus; Desi, Desi; Hermansyah, Agus
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8938

Abstract

Kaldu merupakan produk olahan sebagai penyedap rasa, produk kaldu yang beredar dipasaran banyak terbuat dari olahan daging ayam atau daging sapi dalam bentuk kaldu bubuk dan kaldu blok. Adapun bahan lain yaitu ikan gabus dijadikan sebagai bahan utama pembuatan kaldu blok alami makanan. Kelebihan 100 gr ikan gabus mengandung 6,2% albumin dan 0,001741% Zn. Kaldu dapat juga dapat ditambahkan dengan bahan pangan lokal seperti jamur. Bubuk kaldu jamur merupakan salah satu produk olahan jamur. Pembuatan bubuk kaldu jamur umumnya dilakukan dengan metode spray drying. Salah satu jamur yang dapat dijadikan sebagai bubuk kaldu adalah jamur grigit. Zat – zat yang terkandung dalam jamur grigit adalah lemak, karbohidrat, enzim, vitamin, dan mineral, dengan adanya produk kaldu ini diharapkan dapat menambah lama daya simpan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui daya terima kaldu blok ikan gabus dengan penambahan tepung jamur grigit (ikabusja) sebagai alternatif penyedap rasa. Metode penelitian: Jenis penelitian yaitu penelitian eksperimen yang berupa uji coba untuk mengetahui daya terima kaldu blok ikan gabus dengan penambahan tepung jamur grigit dengan menggunakan 4 perlakuan yaitu 10%, 20%, 30% dan 40%. Dilakukan di Dusun Asong, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Hasil penelitian : Berdasarkan uji tingkat kesukaan masyarakat yang dilakukan pada panelis hasil tertinggi terdapat pada perlakuan 1 dengan konsentrasi 10% untuk kategori warna 48%, aroma 36%, rasa 48% dan tekstur 36%. Hasil analisis proksimat terhadap kaldu blok ikan gabus dengan penambahan tepung jamur grigit menunjukkan bahwa kadar abu pada kaldu blok yaitu sebesar 11,20%, energi dari lemak 33,39 kcal/100 g, lemak total 3,71%, kadar air 22,42%, energi total 284,07 kcal/100 g, karbohidrat 29,61% dan protein 33,06%. Kesimpulan: Daya terima panelis terhadap warna, aroma, tekstur rasa kaldu blok ikan gabus dengan penambahan tepung jamur grigit terdapat pada perlakuan P1 dengan konsentrasi 10%.
Efektivitas alat pengontrol porsi makan dalam menurunkan asupan energi dan lemak pada remaja obesitas sentral Putra, Egy Sunanda; Irfan, Ary; Al Rahmad, Agus; Dahliansyah, Dahliansyah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2025): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i3.2837

Abstract

Background: Central obesity is one of the major risk factors for degenerative diseases. A health transition is currently occurring, in which central obesity continues to increase in developing countries such as Indonesia. Among adolescents aged >15 years, the prevalence of central obesity rose from 31% in 2018 to 36,8%. Adolescents with central obesity have an 80% likelihood of becoming obese in adulthood and a 75% increased risk of developing diabetes mellitus. The rising prevalence of central obesity in adolescents reflects a dietary shift from traditional diets rich in fruits, vegetables, and whole grains to energy-dense diets high in added sugars, refined carbohydrates, saturated fats, fast foods, and low fiber intake.Objectives: This study aimed to examine the effectiveness of a portion size control on energy and fat intake among adolescents with central obesity.Methods: This study employed a true experimental design with a pre-posttest control group. The study subjects were adolescents aged 16–18 years from senior high schools that provided lunch programs. Participants were selected based on inclusion and exclusion criteria. A total of 106 students were recruited and randomly assigned to either the intervention group (n = 53) or the control group (n = 53). The independent variable was the portion control tool, and the dependent variables were dietary energy and fat intake. Bivariate data analysis was performed using paired t-test for within-group comparisons and independent t-test for between-group comparisons to evaluate the intervention effects.Results: In the intervention group, the portion control tool was effective in reducing energy intake (p = 0,004) and fat intake (p = 0,024). When compared to the control group, the intervention group showed a greater reduction in energy and fat intake (p = 0,028; p = 0,004, respectively).Conclusion: The use of a portion control tool improved energy and fat intake among adolescents with central obesity.