Articles
Analisis Kinerja Simpang Empat Staggered Kleco dan Simpang Tiga Faroka Kota Surakarta Menggunakan Perangkat Lunak PTV Vistro
Nugroho, Faradila Setyo;
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.64443
Pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat setiap tahunnya menyebabkan tingginya kebutuhan akan pergerakan manusia. Hal ini mendorong munculnya permasalahan transportasi di Kota Surakarta. Oleh karena itu, perlunya diadakan analisis kinerja lalu lintas secara berkala dan salah satu unsur transportasi yang perlu dianalisis adalah simpang. Simpang merupakan titik konflik lalu lintas akibat pertemuan dua ruas jalan atau lebih. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja simpang bersinyal menggunakan permodelan PTV Vistro dengan skenario kondisi eksisting dan skenario optimasi. Analisis kinerja simpang menggunakan parameter derajat kejenuhan (degree of saturation) dan tundaan (delay).
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA JALUR FLYOVER PURWOSARI KOTA SURAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PTV VISTRO
Nurraman, Muhammad Fajar;
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.64445
Simpang Tiga Kerten dan Simpang Empat Purwosari merupakan dua simpang bersinyal yang terletak Jl. Slamet Riyadi Kota Surakarta dimana diantara simpang tersebut terdapat Flyover Purwosari. Di simpang Tiga Kerten merupakan simpang dengan tingkat kepadatan volume lalu lintas yang cukup tinggi terutama dari arah barat dan timur.Sedangkan di Simpang Empat Purwosari terdapat beberapa hotel dan banyak aktivitas masyarakat di simpang tersebut. Untuk mengatasi volume lalu lintas yang cukup tinggi tersebut maka perlu dilakukan analisis kinerja simpang bersinyal secara tunggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja simpang yang ada di Simpang Tiga Kerten dan Simpang Empat Purwosari dan melakukan optimasi simpang secara tunggal berdasarkan parameter derajat kejenuhan dan tundaan. Analisis kinrja simpang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak PTV Vistro dengan metode HCM 2010.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Nonongan Menggunakan Program Simulasi PTV VISSIM
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono;
Alissaditamtya, Fatin
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.53318
Simpang bersinyal Nonongan merupakan simpang yang terpengatuh oleh sistem contra flow bus lane di Jalan Slamet Riyadi. Melihat kenyataan tersebut maka penelitian ini diperlukan untuk mengetahui kinerja transportasi dimana mengingat kondisi jalan tersebut adalah jalan utama dan memiliki volume arus lalu lintasnya cukup tinggi. Untuk mereplikasi agar sesuai kondisi di lapangan digunakannya program simulasi PTV VISSIM. Survei yang dibutuhkan adalah traffic counting yang berupa data volume, distribusi pergerakan, dan komposisi jenis kendaraan. Tahap kalibrasi dan validasi dilakukan dengan maksud agar model mendekati kenyataan di lapangan. Kalibrasi dilakukan dengan uji statistik GEH terhadap arus lalu lintas di pendekat simpang untuk mengetahui mengetahui apakah model tersebut sudah terkalibrasi. Sementara, validasi dilakukan dengan uji T-Student yang mengunakan parameter panjang antrian maksimum tiap interval 10 menit dan uji perbedaan relatif terhadap waktu perjalanan light vehicle untuk mengetahui apakah model telah tervalidasi.
Analisis Kinerja Simpang Empat Nonongan Dengan Penggunaan Waktu Sinyal Double Cycle Pada Penerapan Contra Flow Bus Lane
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono;
Alissaditamtya, Fatin
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1799.438 KB)
|
DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.54774
Kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di jalan perkotaan merupakan tantangan bagi pemerintah kota dalam melakukan upaya manajemen dan rekayasa lalu lintas. Simpang merupakan titik pertemuan dari berbagai pergerakan lalu lintas dari masing-masing pendekat simpang yang berpotensi terhadap kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Salah satu upaya manajemen dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surakarta yaitu dengan menyediakan pelayanan angkutan umum Batik Solo Trans dalam melayani pergerakan perjalanan masyarakat. Penerapan contra flow bus lane di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Kota Surakarta merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam menyediakan sistem angkutan umum yang handal. Namun demikian, penerapan contra flow bus lane berdampak pada kinerja simpang bersinyal di sepanjang Jalan Brigjen Slamet Riyadi, salah satunya yaitu Simpang Empat Nonongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengefektifitaskan pengaturan waktu sinyal APILL dengan menggunakan double cycle di Simpang Empat Nonongan. Evaluasi kinerja simpang menggunakan pendekatan pemodelan simulasi dengan program simulasi VISSIM. Hasil kinerja output Base model simulasi VISSIM dengan waktu sinyal eksisting dibandingkan dengan Skenario model simulasi VISSIM dengan menggunakan waktu sinyal double cycle. Penggunaan waktu sinyal double cycle menunjukkan kinerja simpang lebih efektif dari pada menggunakan waktu sinyal eksisting. Tundaan simpang turun sebesar 13,6% untuk jam sibuk pagi dan 18,8% untuk jam sibuk sore.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Pada Simpang Empat Tugu Wisnu dan Simpang Empat Girimulyo Kota Surakarta Dengan Menggunakan Perangkat Lunak PTV Vistro
Thahir, Afief Burhany;
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.64483
Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu jalan di Kota Surakarta dengan arus volume lalu lintas kendaraan yang relatif padat. Ruas Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu ruas jalan yang menerima arah pergerakan dari ruas Jalan Adi Sucipto, Jalan Slamet Riyadi, serta ruas Jalan Kolonel Sutarto dengan bangkitan dan tarikan arus lalu lintas yang tinggi. Salah satu titik kemacetan pada ruas Jalan Ahmad Yani adalah Simpang Empat Tugu Wisnu serta Simpang Empat Girimulyo. Dalam mengatasi masalah tersebut, diperlukan analisis kinerja simpang bersinyal pada Simpang Empat Tugu Wisnu dan Simpang Empat Girimulyo. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis kinerja simpang bersinyal Simpang Empat Tugu Wisnu dan Simpang Empat Girimulyo berdasarkan perangkat lunak PTV Vistro dengan metode HCM 2010, serta melakukan pemodelan dan perbandingan dengan skenario kondisi eksisting dan skenario optimasi berdasarkan parameter tundaan (delay) dan derajat kejenuhan (degree of saturation). Hasil analisis menunjukkan kinerja simpang bersinyal dengan perangkat lunak PTV Vistro mengalami peningkatan kinerja pada skenario optimasi bila dibandingkan dengan kondisi eksisting berdasarkan parameter tundaan (delay) dan derajat kejenuhan (degree of saturation). Perbandingan hasil analisis antara skenario kondisi eksisting dan skenario optimasi menghasilkan nilai terbaik pada kondisi skenario optimasi tunggal dengan fungsi Minimize Critical Movement Delay (Split and Cycle Time) bila dilihat pada parameter tundaan dan derajat kejenuhan.
ANALISIS POTENSI DEMAND, ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) BATIK SOLO TRANS (BST) KORIDOR 6 PADA SEKOLAH
Yulianto, Budi;
Mahmudah, Amirotul Musthofiah Hidayah;
Mardi G.R.S., Wennya Ajeng
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.70171
Transportasi umum merupakan transportasi yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat pada suatu kota dengan dikenakannya tarif untuk menggunakan transportasi umum, oleh karena itu, pada penelitian ini kami melakukan penelitian terhadap potensi demand, Ability to Pay (ATP) atau kemampuan untuk membayar tarif, dan Willingness to Pay (WTP) atau kesediaan untuk membayar tarif pada bus Batik Solo Trans (BST) pada rute pelayanan koridor 6 di kota Surakarta, yang bertujuan untuk mengetahui potensi permintaan penumpang BST koridor 6 dan juga desain tarif yang sesuai pada penumpang dan calon penumpang BST koridor 6. Penelitian ini menggunakan metode survei terhadap pelajar yang dilakukan di sekolahsekolah yang dilalui oleh BST koridor 6. Hasil analisis dari survei yang dilakukan didapatkan nilai potensi demand dari BST koridor 6 sebesar 3067 orang yang merupakan 64% dari total populasi pelajar sekolah pada rute BST koridor 6. Nilai ATP dan WTP yang diperoleh dari analisis berdasarkan hasil survei berturut-turut sebesar Rp 466,57 dan Rp 2.384,00.
Analisis Tarif Dan Load Factor Bus Batik Solo Trans Koridor 3 Pada Masa Pandemi COVID-19
Azzahra, Ivonne Fresha;
Yulianto, Budi;
Musthofiah H. M., Amirotul
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 4 (2022): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v10i4.63667
Dua tahun sudah Indonesia dihadapkan dengan pandemi COVID-19, banyak perubahan tatanan kehidupan di sektor transportasi dan ekonomi. Moda transportasi dianggap sebagai sarana pergerakan manusia yang berpotensi cukup besar dalam penyebaran COVID-19. Hal tersebut mempengaruhi pola pikir masyarakat yang lebih memilih kendaraan pribadi daripada kendaraan umum. Perubahan ekonomi yang terjadi berpengaruh pada pendapatan masyarakat serta harga komponen biaya operasional kendaraan umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain tarif bus BST koridor 3 berdasarkan ATP, WTP dan BOK. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode slovin. Data diperoleh dari survei wawancara kepada penumpang dan PT. BST. Analisis ATP dilakukan berdasarkan pendapatan, alokasi biaya transportasi dan frekuensi perjalanan dalam 1 bulan. Sedangkan analisis WTP berdasarkan kemauan membayar masyarakat terhadap pelayanan bus BST saat ini. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini didapatkan bahwa hasil ATP umum lebih besar dari pada WTP umum. Nilai ATP umum yaitu sebesar Rp4.372,93 dan nilai WTP umum yaitu sebesar Rp3.625,34. Sedangkan untuk nilai ATP mahasiswa/pelajar yaitu sebesar Rp1.809,29 lebih kecil dari pada nilai WTP mahasiswa/pelajar yaitu sebesar Rp2.482,14. Untuk nilai tarif BOK berdasarkan metode Departemen Perhubungan 2002 didapatkan sebesar Rp10.573,60/penumpang/rit dengan load factor sebesar 117,80%.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA PUSAT PERDAGANGAN KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PTV VISTRO (STUDI KASUS SIMPANG EMPAT GEMBLEGAN DAN SIMPANG EMPAT SRATEN KOTA SURAKARTA)
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono;
Fajar, Benedictus Alfian Karunia
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64881
Simpang Gemblegan dan Sraten terletak di tengah keramaian Kota Surakarta, dan dikelilingi oleh berbagai macam pertokoan, dua sekolah dasar dan satu pasar yang cukup terkenal di Kota Surakarta, yaitu Pasar Gemblegan. Keramaian ini mengakibatkan resiko terjadinya kemacetan dan keccelakaan. Kedua Simpang ini memerlukan Optimalisasi Kinerja, agar didapatkan kinerja simpang terbaik guna mengurangi resiko-resiko yang ada di kedua simpang tersebut. Analisis kedua simpang tersebut menggunakan pernagkat Lunak PTV Vistro dengan metode Highway Capacity Method (HCM) 2010 dengan parameter Derajat Kejenuhan (DS) dan tundaan (D). Proses validasi dilakukan untuk memperoleh hasil yang represntatif dengan parameter Panjang antrian (m) dan perangkat lunak SPSS. Analisis Kinerja simpang dilakukan dalam tiga skenario yaitu eksisting, optimasi tunggal, dan terkoordinasi. Optimasi yang menghasilkan kinerja terbaik untuk kedua simpang adalah skenario optimasi tunggal dengan fungsi objektif Minimze Critical Movement Delay (Split and Split Cycle Time) dan skenario optimasi terkoordinasi dengan fungsi objektif Split and Cycle Time.
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Pada Pusat Perdagangan Kota Surakarta Menggunakan Perangkat Lunak PTV Vistro
Yulianto, Budi;
Setiono, Setiono;
Jaisyurrahman, Muhammad Luthfi
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i1.64636
Simpang Gading dan Simpang Baturono merupakan simpang dengan arus lalu lintas yang cukup padat. Kedua simpang ini terletak pada titik pertemuan kegiatan masyarakat yang berupa perdagangan dan salah satu jalur menuju pusat kota Surakarta sehingga memiliki risiko terjadi kemacetan pada jam sibuk. Dalam kinerja simpang bersinyal memerlukan analisis secara berkala agar dilakukan langkah optimasi guna mendapatkan hasil kinerja simpang yang terbaik. Simpang Gading dan Baturono dianalisis menggunakan perangkat lunak PTV Vistro dengan metode HCM 2010 berdasarkan parameter derajat kejenuhan (DS), dan tundaan (D). Kemudian dilakukan validasi dengan parameter panjang antrean (m) agar menghasilkan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Analisis dilakukan dengan tiga scenario, yaitu kondisi eksisting, optimalisasi tunggal dan optimalisasi terkoordinasi. Berdasarkan hasil analisis, scenario optimalisasi tunggal Minimize Critical Delay (Split & Cycle Time) menunjukkan kinerja yang paling baik pada kedua simpang tersebut. Pada Simpang Empat Gading menghasilkan nilai DS = 0,5 dan D = 49,5 det/smp di pagi hari serta nilai DS = 0,6 dan D = 58 det/smp di sore hari. Sedangkan pada Simpang Empat Baturono menghasilkan nilai DS = 0,5 dan D = 33,5 det/smp di pagi hari serta nilai DS = 0,6 dan D = 44 det/smp di sore hari.
Analisis Potensi Demand, Ability to Pay (ATP), dan Willingness to Pay (WTP) Batik Solo Trans (BST) Koridor 6 pada Sektor Instansi Swasta
Yulianto, Budi;
Mahmudah, Amirotul Musthofiah Hidayah;
Ryshaldo, Marthalena Poetra
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/mateksi.v11i2.66572
Kota Surakarta termasuk salah satu kota yang sedang gencar mengembangkan sektor transportasi umum demi menunjang perpindahan masyarakat. Batik Solo Trans (BST) menjadi alternatif Pemerintah Kota Surakarta dalam penyediaan layanan angkutan umum bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah potensi demand, nilai ATP dan WTP, serta desain tarif dari BST koridor 6 pada sektor instansi swasta. Penelitian ini menggunakan data berupa data primer dan sekunder. Data primer berasal dari hasil survei kuesioner yang dibagikan kepada pegawai instansi swasta. Data sekunder berasal dari beberapa sumber yang telah tersedia, seperti jadwal dan rute operasional BST dari PT BST dan TGM Kota Surakarta, serta jumlah populasi pegawai dari tiap instansi swasta yang disurvei. Total jumlah populasi pegawai instansi swasta yang diperoleh selama penelitian adalah sebanyak 714 orang. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh jumlah potensi demand sebanyak 514 orang dengan distribusi 150 orang sudah menggunakan BST dan 364 orang akan menggunakan BST. Selain itu, diperoleh nilai ATP sebesar Rp6.868.67 dan nilai WTP sebesar Rp2.996,94. Desain tarif yang diperoleh memiliki nilai ATP yang lebih dari tarif sebelumnya dan nilai WTP sehingga dapat dikatakan pegawai swasta masih memiliki kemampuan untuk membayar tarif BST sebelumnya.