Simpang Gading dan Simpang Baturono merupakan simpang dengan arus lalu lintas yang cukup padat. Kedua simpang ini terletak pada titik pertemuan kegiatan masyarakat yang berupa perdagangan dan salah satu jalur menuju pusat kota Surakarta sehingga memiliki risiko terjadi kemacetan pada jam sibuk. Dalam kinerja simpang bersinyal memerlukan analisis secara berkala agar dilakukan langkah optimasi guna mendapatkan hasil kinerja simpang yang terbaik. Simpang Gading dan Baturono dianalisis menggunakan perangkat lunak PTV Vistro dengan metode HCM 2010 berdasarkan parameter derajat kejenuhan (DS), dan tundaan (D). Kemudian dilakukan validasi dengan parameter panjang antrean (m) agar menghasilkan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Analisis dilakukan dengan tiga scenario, yaitu kondisi eksisting, optimalisasi tunggal dan optimalisasi terkoordinasi. Berdasarkan hasil analisis, scenario optimalisasi tunggal Minimize Critical Delay (Split & Cycle Time) menunjukkan kinerja yang paling baik pada kedua simpang tersebut. Pada Simpang Empat Gading menghasilkan nilai DS = 0,5 dan D = 49,5 det/smp di pagi hari serta nilai DS = 0,6 dan D = 58 det/smp di sore hari. Sedangkan pada Simpang Empat Baturono menghasilkan nilai DS = 0,5 dan D = 33,5 det/smp di pagi hari serta nilai DS = 0,6 dan D = 44 det/smp di sore hari.