Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Ners

Pengaruh Supportive Care Interventions Terhadap Kecemasan dan Nyeri pada pasien Praoperasi Fraktur Tulang Panjang Ria Apriliani Waruwu; Dudut Tanjung; Siti Saidah Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47664

Abstract

Fraktur tulang panjang merupakan kondisi medis yang sering terjadi akibat trauma atau kondisi patologis, yang dapat menimbulkan nyeri intens dan kecemasan, terutama menjelang prosedur operasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Supportive Care Interventions (SCI) terhadap tingkat kecemasan dan nyeri pada pasien praoperasi fraktur tulang panjang. Desain penelitian menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT) dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelompok intervensi yang menerima SCI dan kelompok kontrol yang menerima perawatan rutin, masing-masing terdiri dari 32 responden. Tingkat kecemasan diukur menggunakan State-Trait Anxiety Inventory (STAI), sedangkan nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji t berpasangan dan t independen. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada tingkat kecemasan dan nyeri di kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,00). Rerata kecemasan pada kelompok intervensi tercatat sebesar Mean = 20,125; SD = 3,290, sedangkan pada kelompok kontrol Mean = 0,906; SD = 3,888. Rerata nyeri pada kelompok intervensi sebesar Mean = 1,969; SD = 0,695, sementara pada kelompok kontrol Mean = 0,125; SD = 0,871. Kesimpulannya, Supportive Care Interventions terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan dan nyeri pada pasien praoperasi fraktur tulang panjang. Kata kunci: fraktur tulang panjang, kecemasan, nyeri, supportive care interventions, praoperasi, RCT
Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Kinerja Perawat di RSU. Mitra Medika Amplas Septiani Arista Wahyuni; Siti Saidah Nasution; Farida Linda Sari Siregar
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.47734

Abstract

Latar Belakang: Kinerja perawat merupakan salah satu faktor krusial dalam menunjang kualitas pelayanan kesehatan. Lingkungan kerja dan motivasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Lingkungan kerja yang mendukung dan motivasi yang tinggi diyakini mampu mendorong perawat untuk bekerja secara optimal dan profesional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian berjumlah 73 perawat yang bekerja di ruang rawat inap RSU Mitra Medika Amplas. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji pearson dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki persepsi baik terhadap lingkungan kerja sebanyak 53 orang (72,6%), cukup baik sebanyak 19 orang (26%), dan kurang sebanyak 1 orang (1,4%). Kinerja perawat diketahui mayoritas berada dalam kategori baik sebanyak 43 orang (58,9%), cukup baik sebanyak 30 orang (41,1%). Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan kinerja perawat di RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0,002). Kesimpulan:Lingkungan kerja memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat. Lingkungan kerja yang baik dapat meningkatkan kinerja perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, pihak rumah sakit diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung bagi perawat untuk meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Motivasi, Kinerja Perawat Abstract Background:Nurses' performance is a crucial factor in determining the quality of health services in hospitals. A conducive work environment, both physically and non-physically, can affect nurses' performance in carrying out their duties. RSU Mitra Medika Amplas has experienced an increase in Bed Occupancy Rate (BOR) above the ideal standard and a high turnover rate among nurses, requiring attention to environmental factors that may affect their performance. Objective:This study aimed to analyze the relationship between the work environment and nurses' performance at RSU Mitra Medika Amplas. Method: This study used a quantitative correlational design. The sample of the study was 73 nurses working in the inpatient ward of RSU Mitra Medika Amplas. Data collection used a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out univariately, bivariate using the Pearson test with a confidence level of 95%. Results: The results of the analysis showed that most nurses had a good perception of the work environment as many as 53 people (72.6%), quite good as many as 19 people (26%), and less as many as 1 person (1.4%). The performance of nurses was known to be mostly in the good category as many as 43 people (58.9%), quite good as many as 30 people (41.1%). The results of the correlation test showed that there was a significant relationship between the work environment and the performance of nurses at RSU Mitra Medika Amplas (p-value = 0.002). Conclusion:There is a significant relationship between the work environment and nurses' performance. A supportive, safe, and comfortable work environment can improve nurses' productivity and the quality of nursing care services in hospitals. Keywords: Work Environment, Nurses' Performance  
Hubungan Stres Kerja dengan Turnover Intention di RSU Mitra Medika Amplas Nikmal Hasanah Nasution; Siti Saidah Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48750

Abstract

Stres kerja perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingginya tuntutan pekerjaan, jam kerja yang panjang, beban tanggung jawab yang besar, serta keterbatasan waktu istirahat. Stres kerja yang dialami perawat akibat tekanan dan tuntutan di lingkungan kerja berkontribusi terhadap meningkatnya turnover intention. Turnover intention adalah niat perawat untuk berhenti dari pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres kerja dengan turnover intention perawat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, dilakukan di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Amplas pada bulan Januari- April 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di Rawat Inap berjumlah 74 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 73 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner expended nursing stress scale dan turnover intention scale yang dimodifikasi oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji korelasi product moment perason. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas stres kerja perawat berada pada tingkat sedang sebanyak 37 orang (50,7%) dan turnover intention berada pada tingkat sedang sebanyak 57 orang (78,1%). Ada hubungan stres kerja dengan turnover intention perawat di RSU Mitra Medika Amplas dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan stres kerja dengan turnover intention dengan faktor yang lebih spesifik.
Hubungan Implementasi Model Asuhan Keperawatan Profesional (Makp ) Tim dan Kinerja Perawat di RSUD Kota Padangsidimpuan Putri Pameliyah Harahap; Farida Linda Sari Siregar; Siti Saidah Nasution
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49012

Abstract

Latar Belakang: Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) Tim merupakan metode pelayanan keperawatan yang menekankan kerja sama tim secara terstruktur dan terorganisasi. Di RSUD Kota Padangsidimpuan, penerapan MAKP Tim masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakseimbangan pembagian tugas, rendahnya koordinasi, serta kurangnya pemahaman tentang peran masing-masing anggota tim. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kinerja perawat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 perawat ruang rawat inap yang dipilih dengan teknik  sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga bagian: implementasi MAKP Tim, kepuasan kerja, dan kinerja perawat. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar perawat memiliki tingkat implementasi MAKP tim dalam kategori tidak baik sebanyak 46 orang (71,9%) dan baik sebanyak 18 orang (28.1%). Kinerja perawat diketahui mayoritas berada pada ketegori cukup baik sebanyak 29 orang (45,3%), tidak baik sebanyak 24 orang (37,5 %). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara implementasi MAKP Tim dengan kinerja perawat di RSUD Kota Padangsidimpuan 0.001 (p< 0.005)  Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara implementasi MAKP Tim dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSUD Kota Padangsidimpuan.
Pengaruh Self-leadership Terhadap Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Rini Apriliani Siregar; Siti Saidah Nasution; Diah Arruum
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50837

Abstract

Abstrak Kepuasan kerja perawat merupakan salah satu capaian mutu dalam pelayanan keperawatan di rumah sakit yang harus ditingkatkan. Namun, masih ditemukan ketidakpuasan kerja perawat yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mampu bekerja mandiri, mengambil keputusan cepat, serta menjaga mutu pelayanan. Cara yang dapat membantu dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat diantaranya adalah self-leadership perawat yang mencakup behavior focused strategies, natural reward strategies, constructive thougt strategies. Penelitian ini bertujuan untuk mneganalisis pengaruh self-leadership terhadap kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional yang dilakukan pada seluruh perawat yang bekerja di ruang rawat inap pada bulan Januari-April 2025. Teknik sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 80 orang. Data dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian pada uji korelasi ditemukan ada pengaruh self-leadership terhadap kepuasan kera perawat dengan p-value 0,000. Kata Kunci : Self-leadership, Kepuasan Kerja, Perawat Abstract Nurse job satisfaction is one of the quality achievements in nursing services in hospitals that must be improved. However, nurse job dissatisfaction is still found due to the demands of being able to work independently, make quick decisions, and maintain service quality. Methods that can help in improving nurse job satisfaction include nurse self-leadership which includes behavior-focused strategies, natural reward strategies, constructive thought strategies. This study aims to analyze the effect of self-leadership on nurse job satisfaction at Malahayati Islamic Hospital, Medan. This type of quantitative research with a correlational approach was conducted on all nurses working in the inpatient ward from January to April 2025. The sampling technique used a total sampling with a total of 80 people. Data were analyzed using a correlation test. The results of the correlation test found that self-leadership had an effect on nurse job satisfaction with a p-value of 0.000. Keywords: Self-leadership, Job satisfaction, Nurse
Motivasi dan Self-Efficacy Terhadap Kinerja Perawat dalam Resusitasi Jantung Paru (Rjp) di Instalasi Gawat Erlinda Sari Pasaribu; Diah Arruum; Siti Saidah Nasution; Farida Linda Sari Siregar; Isti Ilmiati Fujiati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53045

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan bagian dari kinerja perawat dalam pencegahan kecacatan dan kematian untuk menjaga keselamatan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kinerja perawat dalam RJP berkaitan dengan motivasi dan Self-Efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan motivasi dan self-efficacy terhadap kinerja perawat dalam pelaksanaan RJP di IGD Rumah Sakit di Medan. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 73 perawat yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner motivasi, self-efficacy, dan kinerja perawat yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji pearson dan regresi linier berganda dengan p-value 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki motivasi tinggi 93,2%, self-efficacy tinggi 97,3%, dan kinerja perawat seluruhnya baik. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi dengan kinerja (p=0,000; r=0,425) serta antara self-efficacy dengan kinerja (p=0,000; r=0,401), yang berarti semakin tinggi motivasi dan self-efficacy maka semakin baik kinerja perawat. Analisis regresi menunjukkan bahwa kedua variabel berpengaruh signifikan dengan motivasi sebagai faktor dominan (β=0,350; p=0,001) . Kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara motivasi dan self-efficacy dalam meningkatkan kinerja perawat pada pelaksanaan RJP. Manajer keperawatan perlu mengoptimalkan pelatihan berbasis simulasi klinis dan supervisi guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan gawat darurat.