Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Interpretive Structural Modeling-Based Decision Support System for Marine Tourism Strategy Kartini; Kartika Maulida Hindrayani; Endang Tri Wahyurini; Aang Kisnu Darmawan; Hilya Zada Mardhatilla Al Haadiy; Maudi Adella; Rizky Fatkhur Rohman
Jurnal Informasi dan Teknologi 2025, Vol. 7, No. 3
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60083/jidt.vi0.649

Abstract

Marine tourism in Madura has great potential for economic growth, but its unsustainable management threatens the ecosystem and community welfare. A development strategy is needed that balances economic, social, and environmental aspects. The main challenge is the complexity of sustainable marine tourism development, where various factors are interrelated and require a holistic approach. Previous studies have identified factors that influence marine tourism, but have been lacking in integrating them into a comprehensive decision-making framework. This study aims to fill this gap by developing a Decision Support System (DSS) to help stakeholders formulate sustainable marine tourism development strategies. The main objective of this study is to develop a DSS based on Interpretive Structural Modeling (ISM) to map the relationships between key variables and provide strategy recommendations. The ISM approach is used to identify, analyze, and interpret the relationships between key variables. Data were collected through expert interviews, surveys, and literature studies. The study produced a hierarchical model that describes the influence and relationships between variables, as well as a DSS that is able to provide development strategy recommendations based on priorities and objectives. This study contributes to providing a structured and evidence-based decision-making tool for sustainable marine tourism development in Madura. The originality of this study lies in the integration of ISM into DSS for sustainable marine tourism, offering a new perspective in strategic decision-making.
Pemberdayaan Poklahsar Berkah Tiga Dermaga Branta Pamekasan Menuju Akselerasi Peningkatan Omzet Penjualan melalui Pemasaran Digital serta Pengelolaan Manajemen Keuangan Zakhra, Aminatus; Anwari, Anwari; Wahyurini, Endang Tri
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 02 (2025): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2025.6.02.350-358

Abstract

Poklahsar Berkah Tiga Dermaga Pamekasan merupakan kelompok usaha khusus untuk pengolahan dan pemasaran ikan, Kelompok terdari dari 11 anggota dan hasil produksinya sudah cukup banyak, akan tetapi potensi untuk meningkatkan penjualan produk belum cukup memadai dikarenakan minimnya akses pemasaran, sehingga diperlukan akses lebih luas untuk memasarkan produknya selain itu juga didalam pengelolaan keuangan dalam usaha tersebut masih kurang efektif. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan omzet penjualan dan meningkatkan pemahaman akan pengelolaan manajemen keuangan. Metode yang digunakan yakni pretest, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi serta Posttest. Hasil menunjukkan bahwa 100% Anggota tergabung dalam komunitas bisnis online atau bermitra dengan platform e-commerce sosial serta memiliki Website Poklahsar dan 81,81% Peserta bisa membuat laporan keuangan sederhana (arus kas, labarugi) dalam post-post secara manual maupun digital. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan Poklahsar ini bisa menuju AKselarasi Peningkatan omzet penjualan.
Peran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Melalui World Clean-Up Day Indonesian (WCDI) Di Pantai Talang Siring, Kabupaten Pamekasan Wahyurini, Endang Tri; Hidayat M, Taufiq; E, Yenni Arista Cipta; Nurmalasari, Yanti; Nazizah, Fitrotin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1974

Abstract

Abstrak Sampah menjadi masalah kultural karena berdampak pada berbagai sisi kehidupan. Menurut beberapa pemerhati lingkungan dan persampahan, Indonesia belum memiliki data persampahan yang akurat dan valid baik volume maupun komposisinya. Sehingga hal ini berimplikasi pada penyusunan dan pengambilan keputusan yang belum tepat dalam menangani persoalan sampah secara nasional, provinsi, maupun kota kabupaten. WCD (World Clean-up Day) adalah kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan secara serentak di seluruh dunia, melibatkan 191 negara atau sekitar 13 juta penduduk atau 5 persen populasi di dunia, termasuk Indonesia. Menurut (Kamumu, 2021), hari bersih-bersih sedunia atau World Clean-up Day (WCD) adalah aksi sosial global tahunan yang mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk turut membersihkan dan menjaga kebersihan bumi yang bertujuan untuk mengurangi masalah limbah padat dan sampah laut. Tujuan dari WCD yaitu lahirnya momentum yang mempersatukan masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang baik agama, suku, budaya, antar golongan maupun bahasa yang berbeda melalui World Clean-up Day untuk meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah di Indonesia. Menjadi gerakan massif untuk membut Indonesia yang bersih dari sampah serta mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan cinta lingkungan yang berkelanjutan. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil olah data kegiatan WCD di Pantai Talang Siring yaitu peserta terbanyak berdasarkan kategori umur adalah peserta dengan jenjang umur 15-30 tahun sebesar 81,3% yang berasal dari pelajar, mahasiswa, instansi dan komunitas sedangkan pesrta yang paling sedikit terdapat pada jenjang umur 51-60 sebesar 4,2%. Hal tersebut berarti paling banyak usia remaja yang ditemukan memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan WCD. Selain itu,berdasarkan olah data ditemukan peserta perempuan lebih banyak yaitu sebesar 58,3% dari pada peserta laki-laki yaitu sebesar 41,7% KataKunci : Sampah, WCD,Pantai talang siring.
Strategi Pemasaran Madu Mangrove di Desa Lembung Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan Hidayat, Mohammad Taufiq; Wahyurini, Endang Tri; Sugiono, Sugiono
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.12660

Abstract

Ekosistem mangrove (bakau) adalah ekosistem yang berada di daerah tepi pantai yang di pengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga lantainya selalu tergenang air. Keberadaan Madu Mangrove di Desa Lembung, kecamatan Galis, kabupaten Pamekasan awalnya digagas Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sabuk Hijau, warga setempat. Selain produksi madu mangrove sebagai usaha prioritas, KUB Sabuk Hijau juga mengembangkan berbagai jenis usaha lain. Di antaranya Kopi Mangrove, Teh Mangrove. Lebah Madu Mangrove yang ada di Desa Lembung Galis Pamekasan biasanya hinggap di kayu buta buta Excoecaria agallocha. Menurut hasil wawancara, yang saya lakukan dengan pembudidaya. Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survey digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiyah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuesioner, wawancara terstruktur dan Analisa SWOT. KUB sabuk hijau menjual madu mangrove dengan dengan nama merek lebah madu pesisir. Harga madu berkisar antara dalam produksi ini ada 3 kemasan produk yang bisa beli diantarainya dari Rp.75.000-300.000perhitungan dari nilai ranting dan bobot faktor internal dan faktor eksternal strategi pemasaran madu mangrove di “KUB Sabuk Hijau’’ di peroleh nilai akhir faktor internal 1,30 dan faktor eksternal 1,35. Dan berada pada kuadran II dimana pada posisi ini sebuah usaha maupun industri memiliki peluang pasar yang besar, tetapi dilain pihak menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal seperti produksi terbatas dan kurangnya promosi.
Farmer Group Members' Absorption of Agricultural Extension with Demonstration Methods and Lectures (Case Study in Gunungrejo Village, Kedungpring District, Lamongan Regency) Hamidah, Emmy; Wahyurini, Endang Tri; Setyarini, Agung; Elida, Septina
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7000

Abstract

The development of food crop agriculture helps the role of agricultural extension workers, maintains the stability of food self-sufficiency, increases people's income, and improves nutritional conditions through diversification of food types. Research objectives: to determine the absorption of members of the Berkah Tani I and Berkah Tani II farmer groups to counseling using demonstration methods and lectures; to determine differences in the absorption of members of Berkah Tani I and Berkah Tani II farmer groups to counseling using demonstration methods and lectures from various age strata. Hypotheses proposed: there are differences in the absorption of Berkah Tani I and Berkah Tani II farmer groups towards counseling using demonstration methods and lectures in each group; there are differences in absorption at each age level towards the use of demonstration methods and lecture methods. Data analysis methods using tabulation, scored and to determine the absorption at various age levels used the F test. The conclusions of the study are as follows: the use of demonstration method and lecture method in extension activities carried out alone - alone can improve the knowledge of farmers, among others: in Berkah Tani I farmer group that uses the demonstration method from the criteria enough (average value - average 27.52) to good (average value - average 40.78); in Berkah Tani II farmer group.
Utilization of Banana Stem Waste as Liquid Organic Fertilizer (POC) and Compost to Increase the Income of PKK Women in Rombasan Village, Pragaan District, Sumenep Regency Wahyurini, Endang Tri; Sustiyana, Sustiyana; Nazizah, Fitrotin; Nurmalasari, Yanti
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12827

Abstract

Background: Desa Rombasan yang berada Di Kecamatan Pragaan-Kabupaten Sumenep merupakan desa penghasil buah pisang. Namun, pohon pisang di daerah tersebut terserang virus yang membuat buahnya rusak, tidak dapat dimakan maka masyarakat akan menebang pohon pisang untuk diganti dengan tanaman hortikultura (sayuran), sedangkan pohon pisang yang ditebang hanya dibuang begitu saja. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan pohon pisang (khususnya batang pisang) sebagai pupuk cair organik (POC) dan pupuk kompos. Metode: Mitra adalah masyarakat Desa Rombasan Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep. Penyuluhan dihadiri sebanyak 35 orang peserta. Beberapa rangkaian dalam kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan penyuluhan tentang pemanfaataan batang pisang sebagai pupuk cair organik (POC) dan pupuk kompos, demo pembuatan pupuk, melakukan monitoring dan evaluasi dari kegiatan pengabdian. Hasil: Masyarakat antusias dalam mengajukan pertanyaan di forum diskusi setelah tahapan ceramah edukasi oleh tim. Anggota kelompok masyarakat menyampaikan keluhan tentang pohon pisang yang terkena virus/bakteri. Sehingga ada masyarakat yang mengharapkan adanya pelatihan lanjutan tentang cara menanganinya. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian mampu meningkatkan pengetahuan terhadap masyarakat Desa Rombasan dan mampu meningkatkan hasil panen.
Pelatihan Penanaman dan Teknologi Budidaya Durian (Durio zibethinus L.) di Desa Lebbek, Pamekasan, Madura Kristiana, Lia; Cipta Ekalaturrahmah, Yenni Arista; Tri Wahyurini, Endang; Taufiq Shidqi, Mohammad; Holifah, Siti; Ardila, Rahmawati; Shoimus Sholeh, Mohammad; Nazizah, Fitrotin; Garfansa, Marchel Putra
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.487-495

Abstract

Lebbek Village is located in Pakong Sub-District, Pamekasan Regency, Madura, where the majority of the residents work as farmers. The village has an agricultural area of approximately 35,708 hectares. The cultivation of trees or perennial crops has become the preferred choice among the local community, as it not only creates a greener environment but also provides additional sources of income. One promising tree species for development in this area is durian. However, durian cultivation in Lebbek Village has generally been carried out without proper consideration of planting seasons, planting hole preparation, or sufficient knowledge of durian cultivation techniques. This program aimed to provide the local community with knowledge and understanding of best practices for planting and maintaining durian trees. The community engagement activities included educational sessions and hands-on training, followed by the distribution of questionnaires to assess the effectiveness of the outreach and training programs. Based on observations, the training activities were proven to deliver benefits and increase participants' knowledge. Questionnaire analysis showed a 55% improvement in participants' understanding compared to their initial knowledge before the training. Additionally, 67.5% of participants expressed agreement and satisfaction with the activities provided, with more than 15 individuals actively engaged in discussions and practical sessions on durian planting techniques. Collaboration with educational institutions and research organizations is recommended to provide advanced training and continuous innovation in durian cultivation as part of a sustainable development effort.