Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MINIMASI SAMPAH PLASTIK DENGAN METODE “ECOBRICK” DI DESA KEMANG, LEMBAK, MUARA ENIM: MINIMIZING PLASTIC WASTE WITH THE “ECOBRICK” MODEL IN KEMANG VILLAGE, LEMBAK, MUARA ENIM Purba, Imelda Gernauli; Putri, Dini Arista; Munawarah, Siti Halimatul; Chendra, Rudy
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i3.2034

Abstract

Masyarakat Desa Kemang menghadapi permasalahan sanitasi utama, yaitu pengelolaan sampah yang kurang optimal terutama sampah plastik. Ketidaksediaan wadah sampah di dalam dan luar rumah serta ketiadaan tempat penampungan sementara menyebabkan sampah berserakan di lingkungan sekitar. Sampah plastik yang berserakan  mengakibatkan pencemaran yang  dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat sekitar. Bertolak dari permasalahan ini, perlu dilakukan pengabdian yang bertujuan mengatasi masalah sampah plastik di Desa Kemang Kecamatan lembak melalui model  Ecobrick. Metode kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan/peragaan yang terdiri dari penyuluhan tentang pencemaran sampah plastik dan hubungannya dengan kesehatan serta penyuluhan tentang daur ulang sampah menggunakan metode Ecobrick. Khayalak sasaran pada pengabdian ini adalah masyarakat Desa Kemang yang berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah bahwa penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sampah, serta pembuatan model Ecobrick. Perlu adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah setempat untuk    memotivasi masyarakat menggunakan model Ecobrick di Desa Kemang. Selain itu, masyarakat dihimbau untuk senantiasa melakukan pengelolaan sampah melalui minimasi yaitu reduce, reuse, dan recycle.
Evaluasi Program Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resisten Obat Dalam Mencapai Keberhasilan Pengobatan di Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya Kota Palembang Putri, Adisty Maharani; Munawarah, Siti Halimatul; Budi, Iwan Stia; Palingga, Indah Fasha
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.3911

Abstract

Tuberkulosis Resisten Obat (TB RO) menjadi tantangan besar dalam pengendalian TB di Indonesia. Kota Palembang mencatat kasus TB RO tertinggi di Sumatera Selatan pada 2023 dengan 96 kasus dan tingkat keberhasilan pengobatan hanya 58,97%. Berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2021, komunitas memiliki peran penting dalam penanggulangan TB. Penelitian ini mengevaluasi program pendampingan pasien TB RO oleh Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya melalui variabel efektifitas dan efisiensi menggunakan model William Dunn dengan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan informan dari dinas kesehatan, pengelola program, pendamping pasien, dan pasien TB RO. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas program untuk cakupan investigasi kontak dan pendampingan telah mencapai 100%. Namun, hasil telaah dokumen menunjukkan bahwa tidak terdapat lampiran data yang dapat memastikan bahwa seluruh pasien telah diinvestigasi. Dari segi efisiensi, pemanfaatan SDM, dana, dan sarana sudah berjalan baik, meskipun jarak tempuh menjadi kendala. Layanan menjangkau daerah terpencil, namun hambatan geografis masih ada. Akses layanan sudah cukup merata, tetapi pasien monoresisten masih menghadapi kesenjangan. Responsivitas program dinilai baik, namun koordinasi dengan dinas kesehatan perlu ditingkatkan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi lintas sektor, perluasan akses layanan di wilayah terpencil, serta edukasi berbasis komunitas yang melibatkan penyintas untuk mengurangi stigma TB.
Lansia Sehat Bersama Prolanis: Peningkatan Status Kesehatan Pasien Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Klinik Azzahra Palembang Syakurah, Rizma Adlia; Munawarah, Siti Halimatul; Ningsih, Windi Indah Fajar; Tuzzuhro, Siti Nuraziza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17107

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu permasalahan kesehatan. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) sebagai salah satu upaya promotif preventif dari BPJS Kesehatan untuk menanggulangi akibat PTM, khususnya yang berkaitan dengan penyakit hipertensi dan diabetes mellitus tipe II. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 45 orang peserta prolanis, aktivitas dalam Prolanis tersebut berupa senam prolanis, edukasi kelompok, pemeriksaan kesehatan (seperti berat badan dan tinggi badan untuk mengetahui status IMT, ukur tekanan darah, cek kolesterol, asam urat, dan gula darah), serta konseling gizi sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan. Melalui kegiatan Prolanis tersebut, diharapkan peserta prolanis dapat rutin berkunjung ke layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap dirinya agar dapat mencapai kualitas hidup yang optimal. Kata Kunci: PTM, Prolanis, BPJS Kesehatan  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are one of the health problems. The Chronic Disease Management Program (Prolanis) is one of the preventive promotive efforts of BPJS Health to tackle the consequences of NCDs, especially those related to hypertension and type II diabetes mellitus. This community service activity was attended by 45 prolanis participants, the activities in Prolanis were in the form of prolanis exercises, group education, health checks (such as weight and height to determine BMI status, measure blood pressure, check cholesterol, uric acid, and blood sugar), and nutritional counseling as a follow-up to the examination results. Through these Prolanis activities, it is hoped that prolanis participants can routinely visit health services to conduct health checks on themselves in order to achieve optimal quality of life.  Keywords: NCD, Prolanis, BPJS Health
Analisis Mekanisme Penanganan Pengaduan di Puskesmas Makrayu Kota Palembang Sakinah, Ambar Sahnanta; Munawarah, Siti Halimatul; Safriantini, Dian; Syakurah, Rizma Adlia
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2140

Abstract

Peningkatan kualitas layanan puskesmas menjadi prioritas penting dalam upaya memenuhi harapan masyarakat dan meningkatkan kepuasan pasien. Puskesmas Makrayu memiliki jumlah kunjungan tertinggi di Kota Palembang pada Juni–Agustus 2024 sebanyak 16.947 kunjungan, yang berpotensi menimbulkan banyak keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penanganan pengaduan di Puskesmas Makrayu, termasuk respons dan umpan balik terhadap keluhan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan tujuh informan, terdiri dari Kepala Puskesmas, dua tim penanganan pengaduan, staf BPJS Kesehatan, dan tiga pasien, serta diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas telah membangun jalur komunikasi dengan BPJS Kesehatan dan pasien, namun masih terdapat kendala berupa strategi komunikasi yang belum konsisten, keterbatasan akses informasi bagi kelompok rentan digital, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan keluhan. Jumlah staf memadai, tetapi pelatihan dan sistem dokumentasi perlu ditingkatkan, sementara SOP pengaduan belum diperbarui. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme pengaduan belum terlaksana secara optimal. Penelitian ini berkontribusi terhadap penguatan kebijakan pelayanan publik di sektor kesehatan, khususnya dalam pengembangan sistem penanganan pengaduan yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan pasien.
Kapasitasi Kader Kesehatan tentang Posyandu Integrasi Layanan Primer berbasis Aplikasi SIPADU-ILP di Desa Talang Aur, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir Siti, Siti Halimatul Munawarah; Budi, Iwan Stia; Najmah, Najmah; Tari, Putri Inrian
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Posyandu cadres play a crucial role in supporting the implementation of the Integrated Primary Care (ILP) program as part of the transformation of community-based health services. However, limited knowledge and digital literacy among cadres have hindered the optimal implementation of Posyandu activities. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres in Talang Aur Village, Indralaya District, Ogan Ilir Regency through education, simulation, and mentoring using an information technology–based approach. Methods: The implementation consisted of three main stages: education, simulation, and mentoring, involving 50 Posyandu cadres as participants. Evaluation instruments included a pre–posttest to measure knowledge improvement and an application evaluation questionnaire to assess ease of use, usefulness, and user satisfaction. The activity was conducted on October 27, 2025, at the Talang Aur Village Hall. Results: The results showed a significant increase in the average knowledge score of cadres from 65.60 to 96.40 (p < 0.05), along with a high level of satisfaction regarding the ease of use and usefulness of the SIPADU-ILP (Integrated Posyandu Recording System for Primary Care Integration) application. Conclusion: This community service program proved effective in strengthening the competencies of Posyandu cadres, enhancing the efficiency of digital-based recording and reporting, and supporting the acceleration of community-based and information technology–driven primary health care transformation.
Optimization of Infrastructure and Medical Equipment Application (ASPAK) at Bumi Arjo Health Center Using the HOT-Fit Model Setria Nur Afifah; Siti Halimatul Munawarah Siti; Iwan Stia Budi; Indah Fasha Palingga
Gaster Vol 24 No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v24i1.2089

Abstract

Background: Technology is vital in improving healthcare quality through effective management of facilities, infrastructure, and medical equipment via the ASPAK system. At Bumi Arjo Health Center, ASPAK performance reached only 41.52%, far below the national target of 60%, indicating the need for optimization. Objective: This study analyzed the optimization of ASPAK implementation at Bumi Arjo Health Center using the HOT-Fit framework (Human, Organization, Technology, and Environment). Method: A qualitative descriptive approach was applied to explore factors influencing ASPAK implementation. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and document review with six informants. Credibility was ensured through triangulation of sources, methods, and data. Analysis used content analysis aligned with HOT-Fit dimensions. Result: ASPAK optimization was influenced by several interrelated factors. In the human aspect, limited technical understanding and workload hindered data consistency. Organizationally, leadership supervision and role clarity were essential, though inter-unit coordination remained weak. Technological barriers included system errors, unstable networks, and limited supporting devices. Environmentally, weak cross-sector collaboration and inadequate external support constrained resources. Nevertheless, ASPAK improved documentation quality, data accuracy, and evidence-based planning. Conclusion: ASPAK optimization relies on leadership commitment, inter-sectoral collaboration, and strengthened digital capacity among users. Theoretically, this study refines the HOT-Fit model by highlighting environmental and policy dimensions, while practically providing recommendations to enhance digital health governance in Indonesia’s primary healthcare system.
Analisis Spasial dan Perhitungan Epidemiologi Kejadian Hipertensi di Kota Palembang Tahun 2024 Nurul Rahma; Siti Halimatul Munawarah; Najmah Najmah; Iche Andriyani Liberty; Rahmatillah Razak; Najmah Maulaya; Nafisah Shakira Putri Yarna; Tarisha Kahla Sabitha; Yudhi Setiawan; Dedi Sandra; Ratna Dewi
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 11, No 2: Mei 2026
Publisher : Master of Epidemiology, Faculty of Public Health, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v11i2.31487

Abstract

Background: Hypertension is one of the most prevalent and impactful non-communicable diseases in Indonesia, including in Palembang City, contributing to a substantial health and economic burden. Spatial analysis is needed to understand the distribution of cases and support more effective interventions.Methods: This study employed a quantitative descriptive observational design using secondary data from the Non-Communicable Disease surveillance system and Minimum Service Standards reports of the Palembang City Health Office in 2024, with sub-districts as the unit of analysis. Two indicators were applied, estimated prevalence based on SPM assumptions and case detection rate, calculated as the proportion of detected cases among the at-risk population. Descriptive analysis was conducted using Google Sheets, and descriptive spatial mapping was performed using QGIS 3.40 with a quantile classification approach.Result: Among 1,313,535 residents aged over 15 years, an estimated 409,823 people (31.2%) were living with hypertension based on the national SPM reference. Sukarami sub-district had the highest number of cases (46,253), while Bukit Kecil had the lowest (9,221). Surveillance data reported 89,548 detected cases, with Gandus highest burden area (9,663 cases). Hypertension-related deaths totaled 57 (2.2% of total mortality), with uneven distribution across sub-districts.Conclusion : A difference between estimated and detected hypertension cases was observed, with spatial variation across sub-districts. Estimated prevalence was based on SPM references, while detected cases reflect surveillance findings (case detection rate). This gap indicates differences between expected burden and identified cases. Strengthening early detection and area-based interventions is needed.
Analisis Pelaksanaan Investigasi Kontak Tuberkulosis dengan Pendekatan 5M di Komunitas Masyarakat Sehat Sriwijaya Kota Palembang Dea Aulia Handayani; Siti Halimatul Munawarah; Rudy Chendra
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jumantik.v10i2.25235

Abstract

Tuberculosis is a serious health problem that needs to be resolved immediately. Palembang City has the highest TB case finding rate in South Sumatra at 7,379 cases, which is equivalent to 31.73% of the total cases in South Sumatra. Contact investigation is the main strategy in detecting new cases and breaking the chain of transmission. The Healthy Sriwijaya Community in Palembang City is an important and integral part of the implementation of contact investigations. This study aims to analyze the implementation of contact investigation using a qualitative approach, employing in-depth interviews with twelve informants using Herrington Emerson's 5M (Man, Money, Materials, Method, Machines) theory. The results showed that the implementation of TB contact investigation was not optimal. The distribution of the cadre index has not been evenly distributed due to regional constraints, difficult access and distance, sufficient funds but untimely disbursement, logistical distribution obstacles, technical reporting constraints, and rejection due to community stigma. Strengthening education and active participation of various parties are needed to increase the coverage of contact investigations.Keywords: Community, Contact Investigation, Management, Tuberculosis