Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

UPAYA PREVENTIF KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH MELALUI EDUKASI DINI TENTANG PENGENALAN BATASAN TUBUH PRIBADI DI TK TUNAS ISLAM BANTUL Hutasoit, Masta; Rukmi, Dwi Kartika; Purnamaningsih, Nur' Aini
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34351

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kekerasan seksual terhadap anak merupakan permasalahan serius yang berdampak negatif pada perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Data menunjukkan peningkatan kasus kekerasan seksual pada anak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang efektif untuk melindungi anak-anak dari ancaman tersebut. Salah satu metode yang telah terbukti efektif adalah melakukan edukasi secara dini tentang batasan tubuh pribadi pada anak. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pemahaman anak usia sekolah tentang pencegahan kekerasan seksual dengan mengajarkan tentang batasan tubuh pribadi di TK Tunas Islam Bantuk. Mitra pada pelaksanaan pengabdian ini adalah Taman Kanak-kanak Tunas Islam Bantul, yang berjumlah 52 anak dengan rentang usai 5-7 tahun. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahapan tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap persiapan meliputi pengurusan surat izin, persiapan materi edukasi, persiapan ruangan dan peserta. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu melakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan video animasi untuk meningkatkan retensi pemahaman anak usia prasekolah. Setelah menonton video dilanjutkan dengan penjelasan materi. Kemudian anak usia pra sekolah diajarkan lagu tentang ”sentuhan boleh, dan sentuhan tidak boleh” dinyanyikan secara berulang-ulang. Tahap evaluasi adalah melakukan evaluasi kepada anak-anak terkait pengetahuan kekerasan seksual yang sudah mereka dapatkan saat penyuluhan. Pada tahap ini juga dilakukan penyusunan laporan hasil pendidikan kesehatan yang diberikan kepada anak usia prasekolah. Hasil pengabdian ditemukan 82,7% peserta berumur 6 tahun, dan 53,8% berjenis kelamin laki-laki. Terdapat peningkatan pengetahuan anak usia pra sekolah terhadap batasan tubuh pribadi, area tubuh yang boleh disentuh atau tidak boleh disentuh. Kesimpulan dari kegiatan ini ada peningkatan pemahaman anak tentang pencegahan kekerasan seksual dibuktikan dengan anak usia pra sekolah mampu menjawab setiap pertanyaan dari pengabdi.Kata kunci: kekerasan seksual; batasan tubuh; anak usia pra sekolah  ABSTRACTChild sexual abuse is a serious problem that negatively affects the physical, psychological, and social development of children. Data shows an increase in cases of child sexual abuse in various countries, including Indonesia. Therefore, effective prevention efforts are needed to protect children from this threat. One method that has been proven effective is educating children about their personal body boundaries at an early age. The purpose of this service is to increase school-age children's understanding of sexual violence prevention by teaching about personal body boundaries. The partner institution for implementing this program is Tunas Islam Kindergarten in Bantul, which involves a total of 52 children aged between 5 and 7 years. The implementation of this activity was carried out in 3 stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage includes obtaining permission letters, preparing educational materials, and preparing rooms and participants. The implementation stage of the activity is to conduct health education using animated videos to increase the retention of preschool children's understanding. After watching the video, followed by an explanation of the educational material. Then, preschool children are taught a song about “touch is allowed, and touch is not allowed” sung repeatedly. The evaluation stage is to evaluate the children regarding the knowledge of sexual violence that they have obtained during counseling. At this stage, a report on the results of health education. The service results found that 82.7% of participants were 6 years old, and 53.8% were male. There is an increase in pre-school children's knowledge of personal body boundaries, areas of the body that can or should not be touched. This activity concludes that there is an increase in children's understanding of the prevention of sexual violence as evidenced by pre-school children being able to answer every question from the research.Keywords: sexual violence; body boundaries; preschool children
EFEKTIVITAS EDUKASI AUDIOVISUAL DAN DEMONSTRASI DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PADA ANAK PRASEKOLAH Susanti, Dwi; Yati, Dwi; Utami, Khristina Dias; Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36706

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Usia prasekolah merupakan masa kritis pembentukan kebiasaan dan perilaku. Pada fase ini, anak активно mengeksplorasi lingkungan, seperti bermain, berbagi mainan, dan memasukkan tangan ke mulut, sehingga meningkatkan risiko paparan kuman penyebab infeksi. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui perilaku cuci tangan. Edukasi menggunakan media audiovisual dan demonstrasi merupakan metode efektif untuk meningkatkan perilaku cuci tangan pada anak usia prasekolah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan kesehatan dan membangun kebiasaan baik yaitu perilaku cuci tangan yang benar. Kegiatan ini dilaksanakan di TK Tunas Islam dengan responden siswa-siswi kelas B sejumlah 50 anak. Kegiatan pengadian ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, pengkajian siswa-siswi, pengurusan surat, persiapan materi, media edukasi dan lokasi pelaksanaan kegiatan. Tahap pelaksanaan kegiatan yaitu melakukan edukasi tentang cuci tangan dengan menggunakan media power point dan video kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi cuci tangan menggunakan sabun. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi yaitu melakukan evaluasi kegiatan, dan menyusun laporan kegiatan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah data demografi responden berdasarkan jenis kelamin yaitu sama antara laki-laki dan Perempuan (50%), sedangkan berdasarkan usia mayoritas berusia  6 tahun sebanyak  82%. Secara observasi, setelah dilakukan demonstrasi cuci tangan, antusiasme siswa meningkat dan mereka mampu meniru gerakan dengan tepat setelah demonstrasi. Terdapat peningkatan perilaku cuci tangan dengan benar pada saat siswa-siswi melakukan demonstrasi cuci tangan. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi cuci tangan dengan menggunakan media audio visual dan demonstrasi efektif untuk meningkatkan perilaku cuci tangan yang benar pada anak usia prasekolah.Kata kunci: Cuci Tangan; Prasekolah; Demonstrasi; Health Education; Audiovisual. ABSTRACTPreschool age is a critical period for the formation of habits, values, and behavior. During this period, children are in a very active phase of exploration, touching various objects, playing in open environments, sharing toys, and unconsciously putting their hands in their mouths. All of these activities are part of a child's natural learning process, but at the same time increase the risk of exposure to germs that can cause infectious diseases. Therefore, efforts to prevent this need to be made, one of which is by washing hands. One effective method to improve hand washing behavior in preschoolers is through education using audiovisual media and demonstrations. The purpose of this activity is to provide health education and build good habits, namely proper hand washing behavior. This activity was carried out at Tunas Islam Kindergarten with 50 students from class B as respondents. his activity consisted of three stages, namely the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The preparation stage included coordination with the school, assessment of students, letter management, preparation of materials, educational media, and the location for the activity. The implementation stage involved educating students about hand washing using PowerPoint and video presentations, followed by a demonstration of hand washing with soap. The third stage was the evaluation stage, which involved evaluating the activity and compiling a report. The results of this community service activity are demographic data on respondents based on gender, which is equal between males and females (50%), while based on age, the majority are 6 years old, accounting for 82%. There was an increase in proper handwashing behavior when the students demonstrated handwashing. The conclusion of this activity is that handwashing education using audio-visual media and demonstrations is effective in improving proper handwashing behavior in preschool-aged children.Keywords: Handwashing; Kindergarten; Demonstration; Health Education; Audiovisual.