Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Community Empowerment in Social Capital Perspective (Study on Kalianget Salt Farmer Group in Sumenep Regency) Yuliastina, Roos; Isyanto, Isyanto; Setiani, Puspita Pebri
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i3.803

Abstract

Community empowerment is an alternative development paradigm that aims to empower society and foster independence. From the perspective of social capital development, it can increase community empowerment. Social capital can increase a sense of ownership and trust within the community. A sense of trust and ownership among community members can ensure sustainable development. The research method used qualitative methods. Data collection techniques used observation and interviews. There were seven informants: four coastal residents from Karanganyar village and four from Pinggirpapas village, Kalianget subdistrict, Sumenep Regency. The results of the research showed that three dimensions of social capital, including (1) Networks or ties, (2) Trust, and (3) Values and Norms. The explanation of the three elements of social capital includes (1) Social Network, a pattern of exchange interactions based on the principle of benefit or advantage; (2) Community Trust, communities or groups unite and contribute to each other; (3) Values and Norms: general standards regarding individual behavior and attitudes related to social life in society. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 11: Sustainable Cities and CommunitiesSDG 17: Partnership for the Goals
Peningkatan Kualitas Pelayanan Kader Kesehatan TBC Desa Grujugan Melalui Pembuatan Aplikasi Lapor TBC Yuliastina, Roos; Ahmaniyah, Ahmaniyah; Liyanto, Liyanto
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 3 (2022): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i3.17041

Abstract

Indonesia ranks 3rd as the country with the most tuberculosis (TB or TB) sufferers in the world, after India and China. To support international programs and reduce the number of TB spreads in Indonesia, one of the areas designated as TB Alert village since 2021 is Grujugan Village, Gapura District, Sumenep Regency. Based on data from the Gapura Health Center in 2020, the Gapura Community Health Center contributed 3.5% of the total TB patients in Sumenep Regency, the main locus of TB patients in Gapura sub-district is Grujugan village. After being designated as a TB Alert village, the local village government formed 25 TB health cadres. In the process of screening, mentoring and supervising taking ODTB (People with TB) drugs in Grujugan village, several main problems were found; (1) The village government as the leading sector of TB eradication in Grujugan village does not have access to obtain the latest data regarding the total number and who the local population has screened for TB. (2) The village government receives data on the results of screening and TB suspects in the form of paper forms, so that the data received is only in the form of paper reports that are archived in a modest manner. (3) Supervision of taking medication for residents who are tested positive for TB is carried out manually, such as visiting ODTB's (People With TB) homes or reminding them via telephone. (4) There are still residents who are declared as ODTB stop taking medication, this is because ODTB experience anxiety, cold sweats, feel pain in several parts of the body after taking TB medication. (5) The community of Grujugan village is saturated with TB socialization activities carried out by TB health cadres, this is also because the health cadres have not received training in communication skills and self-healing to reduce anxiety for ODTB. This PKM implementation method is divided into four stages; (1) planning, (2) implementation: making the TB Report application as well as training & mentoring in communication skills, (4) activity evaluation and (5) PKM results reporting. The output of this service activity is to improve the service quality of TB health cadres in monitoring the spread of TB to be more effective up to 70% through the use of the TB Report application and improving communication skills for TB health cadres.
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Lapor TBC Pada Kader Kesehatan TBC Desa Grujugan Kabupaten Sumenep Roos Yuliastina; Isyanto .; Liyanto .; Ahmaniyah .
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2023): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v1i1.2423

Abstract

Abstrak Aplikasi Lapor TBC adalah aplikasi berbasis android yang di ciptakan oleh tim pengabdian untuk meningkatkan kualitas pelayanan kader kesehatan TBC di desa Grujugan. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka penderita TBC di desa tersebut, data terkahir tahun 2020 dari Puskesmas Desa Grujugan menunjukkan bahwa Berdasarkan data puskesmas Gapura bahwa kecamatan Gapura menyumbangkan 3,5% dari total penderita TBC di Kabupaten Sumenep,lokus utama penderita TBC di kecamatan Gapura adalah desa Grujugan.Secara garis besar aplikasi Lapor TBC ini terdapat empat menu utama yaitu; Data Screening, Rekap Warga desa Grujugan, Rekap hasil Screening, dan pengaturan aplikasi Lapor TBC. Dalam aplikasi ini terdapat data penduduk warga desa Grujugan berdasarkan NIK, sehingga identitas warga yang belum atau telah melakukan screening TBC, dan yang berstatus ODTB dapat terekam melalui aplikasi ini.
Pelatihan Sosial Media Marketing dan Personal Branding pada Komunitas Perempuan Hebat Sumenep Roos Yuliastina; Anita ,; Liyanto ,; Anita Dewi; Satrawi Febri Yanto; Siti Nor Aiysah; Luthfia Ulfa; Widrus Sajarah
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v1i2.3059

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian ini memberikan Pelatihan sosial media marketing dan personal brandingkepada anggota Komunitas Perempuan Hebat Sumenep (KPHS). Mitra pengabdian seluruhnyaadalah anggota dari KPHS, dimana seluruh anggota KPHS merupakan perempuan denganstatus janda. Anggota KPHS memiliki beragam potensi diantaranya; merias, catering, merajut,menjahit, membuat makanan dan minuman ringan. Beragam jasa dan produk mereka belum dipasarkan secara online, sehingga peluang pemasaran masih sangat terbatas. Pelatihan danpendampingan Sosial Media melalui platform Shopee di pilih karena pemasaran melalui mediasosial memiliki kelebihan, yaitu memperluas jangkauan pemasaran karena dapat melampauibatas geografi dan zona waktu sehingga peluang pemasaran dan penjualan lebih besar.Kegiatan pengabdian yang ke dua yaitu pelatihan dan pendampingan personal branding bagianggota KPHS. Pelatihan dan pendampingan personal branding ini dipilih salah satunya untukmenekan dampak Post Traumatic Stress Divorce Syndrome (syndrome pasca perceraian danstigma negatif status janda) dengan menciptakan atau membingkai diri yang berisi muatankarakteristik positif secara kepribadian, keahlian, dan konsistensi yang memberikan manfaatpada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri, nilai diri dan komptensianggota KPHS meski dengan status janda.Kata Kunci: Sosial Media Marketing dan Personal Branding
Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah “Aku Menulis Maka Aku Ada” Bersama PMII Rayon Sospol Kabupaten Sumenep Roos Yuliastina; Siti Nor Aiysah; Shoumi Shafira; Purnama Violita Dewi; Sofia Nadia Elkafi; Lutfia Ulfa
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2024): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v2i1.3468

Abstract

Menulis Karya Tulis Ilmiah bagi mahasiswa dianggap sebagai aktifitas yang sulit dan membosankan. Nyatanya penulisan karya tulis ilmiah menjadi salah satu elemen penting bagi mahasiswa dalam proses pembelajaran di kampus. Penulisan karya tulis ilmiah dianggap sebagai momok karena di dalam penulisan karya ilmiah tidak lepas dari elemen – elemen penting yang harus di perhatikan dan dimuat dalam setiap karya tulis yang mereka buat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini diantaranya; (1) meningkatkan wawasan pengetahuan bagi mahasiswa yang tergabung dalam PMII Rayon Sospol Kabupaten Sumenep tentang pentingnya menulis karya tulis ilmiah; (2) meningkatkan wawasan kemampuan bagi mahasiswa tentang penyusunan dan tatacara menulis karya ilmiah; (3) memberikan wawasan pengetahuan bagi mahasiswa tentang penyusunan tinjauan pustaka; (4) meningkatkan pengetahuan bagaimana mendapatkan situs-situs yang bisa digunakan untuk mencari referensi berupa jurnal dan buku online secara gratis; (5) Melakukan kegiatan Review naskah tulisan dari peserta. Ucapan Terimakasih ini dikhsuskan kepada panitia dan seluruh anggota PMII Rayon Sospol Kabupaten Sumenep yang telah bersedia menjadi mitra dari kegiatan pengabdian. Bersedia terlibat secara pemikiran, tenaga dan biaya dalam mendukung kegiatan pengabdian yang bertemakan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah “ Aku Menulis Maka Aku Ada”, yang dapat diselanggarakan dengan lancar. Kata Kunci: Pelatihan dan Karya Tulis Ilmiah
Peningkatan Kreativitas Bernilai Ekonomi Pada Komunitas Perempuan Hebat Sumenep Melalui Pelatihan Kerajinan Tangan Merajut Isyanto ,; Roos Yuliastina; Imam Hidayat
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2024): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v2i2.3977

Abstract

Mitra PKM ini adalah Komunitas Perempuan Hebat Sumenep atau disingkat dengan istilah KPHS. Komunitas ini terbentuk pada tahun 2021, dan pada tanggal 04 April tahun 2022 telah resmi menjadi lembaga swadaya masyarakat legal berdasarkan akta notaris Naghfir, S.Hi, S.H, M.H. Jumlah Anggota KPHS sampai saat ini sebanyak 75 orang, dimana seluruh anggota yang bergabung dalam KPHS adalah perempuan dengan status janda. Peran sebagai single parent atau perempuan kepala keluarga memberi beban tersendiri bagi perempuan pasca perceraian. Posisi sebagai perempuan kepala keluarga menuntut perempuan – perempuan pacsa perceraian menanggung peran ganda, yaitu sebagai kepala keluarga dan sekaligus sebagai ibu rumah tangga. Hal ini terjadi karena baik perempuan janda cerai atau ditinggal mati dituntut mampu mengkombinasikan secara baik antara pekerjaan domestik dan publik, seperti harus mencari uang untuk menafkahi keluarganya dan juga harus memenuhi kebutuhan kasih sayang keluarganya (anak-anaknya). Fenomen ini yang menjadi dasar kegiatan PKM ini dilakukan, tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan peluang bagi komunitas perempuan (status janda) untuk dapat meningkatkan kreativitas sehingga membuka peluang usaha rumah tangga untuk meningkatkan pendapatan melalui pelatihan kerajinan tangan merajut. Luaran kegiatan ini dibagi menjadi tiga aspek, (1) luaran secara akademik berupa publikasi jurnal PKM ber ESSN, (2) poster kegiatan PKM dan video kegiatan PKM, dan yang terakhir tercapainya target keterampilan mitra PKM melalui kegiatan merajut
Efektivitas Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry) Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa MTs Mambaul Hikmah Rubaru Sumenep Isyanto Isyanto; Roos Yuliastina; Faizah Ulumi Firdausi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.21

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh metode pembelajaran yang masih bertumpu pada guru, proses pembelajaran yang masih belum menggunakan kemampuan berpikir kritis, belum mengaitkan materi dengan kondisi seharian dan bertumpu pada buku dengan harapan menggunakan inkuiri terbimbing ini siswa bisa meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi era global dengan rumusan masalah yaitu bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran inkuiri terbimbing (quided inquiry) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di MTs Mambaul Hikmah Banasare Rubaru Sumenep. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode eksperimen yang melibatkan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII MTs Mambaul Hikmah Banasare Rubaru Sumenep. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Intrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran dan hasil kemampuan berpikir kritis (pretes dan postes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan pembelajaran melalui inkuiri terbimbing (guided inquiry) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen pada pretes sebesar 11,53 meningkat menjadi 14,08 pada postes. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas kontrol pada pretes sebesar 10,96 sedangkan pada postes sebesar 12,53. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui Inkuiri Terbimbing (guided inquiry) secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di MTs.Mambaul Hikmah Banasare Rubaru Sumenep.
Literasi Media Digital untuk Guru Pembimbing dan Anak Pekerja Migran Indonesia di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Malaysia Kurli, Anis; Haris, Rillia Aisyah; Yuliastina, Roos; Arifin, Syamsul; ,, Hidayat; Putra, Deny Fardiansyah
Abhakte Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): ABHAKTE
Publisher : Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/abhakte.v3i2.4760

Abstract

In its journey, digital media has given rise to important issues that need to be considered in its development. The knowledge skills in using and utilizing digital media (digital literacy) of PMI children at SB At-Tanzil Malaysia do not yet have sufficient knowledge to access digital media. The purpose of carrying out international community service activities at the At-Tanzil Malaysia Guidance Center is to increase the creativity of mentor teachers in providing teaching to PMI children at SB At-Tanzil and as a provision for Indonesian migrant workers' children in operating digital media in a healthy and appropriate manner, so that they do not make mistakes in accessing various kinds of information at the age of children. The methods used are Adult Training: this involves a more structured and formal approach, often with a focus on developing specific skills, Introduction to Digital Literacy: this includes teaching children about the positive and negative impacts of digital devices and appropriate digital usage behavior, Utilization of Learning Media: Using digital tools such as laptops or tablets as learning media, and Digital Literacy Training as a Moral Education Media. The benefits of this activity are changes in the behavior of teachers and PMI children in Malaysia who attend SB At-Tanzil towards a more creative and productive understanding of digital media. The results of this activity are being able to think critically, creatively and innovatively in learning activities, especially for supervising teachers to educate children with more enthusiasm and improve their psychomotor skills so that learning is better and easier to understand, and easy to solve problems that occur in learning.