Claim Missing Document
Check
Articles

Empowering Grandmothers through Educational Media: A Quasi-Experimental Study on Stunting Prevention in Yogyakarta, Indonesia Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Woro Ispandiyah
Caring: Indonesian Journal of Nursing Science Vol. 7 No. 2 (2025): Vol 7 No 2 2025 Caring: Indonesia Journal of Nursing
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijns.v7i2.22963

Abstract

Stunting remains a major public health issue in Indonesia, with multifactorial causes. Grandmothers play a central role in childcare and decision-making within families. Effective educational media are needed to improve knowledge and caregiving practices in family settings. This study aimed to examine the effectiveness of educational modules and videos in improving grandmothers’ knowledge and skills in providing health education for stunting prevention. A one-group pretest–posttest quasi-experimental design was conducted among 25 grandmothers who lived with or near their grandchildren. The educational media (module and video) were first validated by experts. The materials included comprehensive information on the definition, causes, signs, symptoms, impacts, and prevention of stunting, as well as methods and techniques for delivering effective health education. Data were collected using knowledge and skill assessment tools, and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test due to non-normal data distribution. The results showed that mean knowledge score of grandmothers significantly increased from 69.6 (pretest) to 94.4 (posttest), with a mean difference of 24.8, Z-score = -4.391, p-value = 0.000 (p < 0.001). Similarly, the mean skill score in delivering health education improved from 50.20 (pretest) to 84.80 (posttest), with a mean difference of 34.6, Z-score = -4.298, p value = 0.000 (p < 0.001). Educational modules and videos are effective in improving grandmothers’ knowledge and skills in providing health education for stunting prevention. Integrating family-centered educational tools into community health programs may strengthen family support and contribute to reducing stunting prevalence. Keyword: Stunting, Grandmother, Health education, Educational module, Video
Kecerdasan spiritual dan perilaku bullying pada remaja: studi korelasional : Spiritual intelligence and bullying behavior in adolescents: a correlational study Suniarti Sunny; Eka Oktavianto; Endar Timiyatun
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 1, Mei 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.v1i.32

Abstract

Latar Belakang: Pada saat ini, kejadian bullying masih banyak dialami remaja. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik maupun kesehatan psikologis anak. Faktor internal yang diduga berhubungan dengan bullying adalah kondisi spiritualitas seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritualitas dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja korban bullying di SMP Islam Al-Irsyad Tawangmangu yang berjumlah 47 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dan kuesioner Olweus Bully. Uji korelasional menggunakan Kendall’s Tau dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% (nilai α=0,05). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki kecerdasan spiritual dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 31 responden (66,0%) dan sebagian besar responden tidak memiliki perilaku bullying yakni sebanyak 39 anak (82,9%). Remaja yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi akan cenderung untuk tidak memiliki perilaku bullying yaitu sebanyak 31 anak (83 %). Sebaliknya, remaja yang memiliki kecerdasan spiritual rendah akan cenderung memiliki perilaku bullying yakni sebanyak 8 anak (17%). Hasil korelasi Kendall’s tau didapatkan nilai p value = 0,000 (nilai p < 0,05). Nilai koefisien korelasi atau nilai r sebesar 0,673. Kesimpulan: Kesimpulanya adalah terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku bullying pada remaja.
Pengaruh edukasi penanganan awal diare terhadap pengetahuan ibu tentang diare pada balita: The effect of early diarrhea management education on mothers' knowledge about diarrhea in toddlers Sri Handayani; Eka Oktavianto; Suryati; Endar Timiyatun
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.40

Abstract

Latar Belakang: Diare sampai saat ini masih banyak dialami oleh balita di negara berkembang. Pengetahuan ibu yang kurang baik terhadap suatu penyakit sering kali menyebabkan kesalahan dalam penanganan sehingga penyakit semakin bertambah parah. Sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang penanganan diare pada balita. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan dengan pemberian edukasi pada ibu agar dapat melakukan penanganan diare pada anak secara tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi penanganan awal diare terhadap pengetahuan ibu tentang diare pada balita di Posyandu Guyangan wilayah kerja Puskesmas Pleret Bantul Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group prepost test design without control. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 ibu balita di Posyandu Guyangan wilayah kerja Puskesmas Pleret Bantul Yogyakarta dan teknik sampling yang digunakan total sampling sehingga berjumalah 30 ibu balita. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner penanganan awal diare. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat perubahan skor pengetahuan diare sebelum dan sesudah diberikan edukasi penanganan awal diare. Skor rata –rata pengetahuan sebelum diberikan edukasi penanganan awal diare sebesar 59,66 menjadi 83,50 setelah diberikan edukasi penanganan diare. Perubahan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah adalah 23,84. Nilai p=0,000, artinya p<0,05 sehingga hipotesis diterima. Simpulan: Ada pengaruh edukasi penanganan awal diare terhadap pengetahuan ibu tentang diare pada balita di Posyandu Guyangan wilayah kerja Puskesmas Pleret Bantul Yogyakarta.
Hubungan religiusitas dengan tingkat kecemasan akan kematian pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di ruang kemoterapi RSUD Panembahan Senopati Bantul: The relationship between religiosity and anxiety levels death in cancer patients undergoing chemotherapy in the chemotherapy room at the Regional Hospital Panembahan Senopati Bantul Teti Maharani; Pipin Nurhayati; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.42

Abstract

Latar Belakang: Kemoterapi bisa menimbulkan dampak fisiologis maupun psikologis bagi pasien yang menjalaninya, dampak psikologis yang sering timbul adalah kecemasan akan kematian. Hal utama yang mampu mempengaruhi kecemasan akan kematian yang terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi adalah religiusitas. Religiusitas yang tinggi akan memungkinkan pasien lebih kecil mengalami kecemasan akan kematian karena kedekatan serta keyakinan nya terhadap Allah SWT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan tingkat kecemasan akan kematian pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di ruang kemoterapi RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan metode consecutive sampling yang memenuhi kriteria yaitu pasien kanker yang menjalani kemoterapi, beragama islam, dan berusia >18 tahun yakni sebanyak 60 responden. Penelitian ini menggunakan 2 kuesioner yaitu kuesioner religiusitas dan kuesioner tingkat kecemasan akan kematian (death anxiety). Teknik analisis data menggunakan uji kendall tau. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat religiusitas pasien kanker yang menjalani kemoterapi di ruang kemoterapi RSUD memiliki tingakt religiuistas tinggi sebanyak 36 responden (60%) dan pasien cenderung memiliki kecemasan ringan sebanyak 36 responden (60%). Hasil uji kendall tau didapatkan nilai p = 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan tingkat kecemasan akan kematian pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di ruang kemoterapi RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan sarapan pada anak usia sekolah dasar: The influence of health education using animated videos on knowledge of breakfast in elementary school children Abel Adellia Salsabila; Eka Oktavianto; Suryati; Endar Timiyatun
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.100

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sarapan banyak dialami oleh anak usia sekolah. Kebiasaan sarapan yang buruk akan berdampak pada status nutrisi anak. Perlu dilakukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuaan tentang sarapan pada anak usia sekolah. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan tentang sarapan pada anak usia sekolah. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan rancangan one-group pre-post test design. Responden pada penelitian ini yaitu siswa kelas 4 dan 5 di SD Negeri Wonolelo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri Wonolelo yang berjumlah 41 siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling dengan jumlah 36 responden. Intervensi yang dilakukan adalah pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video animasi. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner. Uji yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video animasi sebesar 70,83. Rata-rata skor pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan video animasi sebesar 99,44. Terjadi peningkatan skor pengetahuan sebesar 28,61. Nilai p dari uji Wilcoxon = 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan video animasi terhadap pengetahuan tentang sarapan pada anak usia sekolah (nilai p<0,05).
Efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan asi pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan: studi pra-eksperimental di Queen Baby Spa Sleman: Effectiveness of oxytocin massage on breast milk adequacy among breastfeeding mothers of infants aged 0–6 months: a pre-experimental study at Queen Baby Spa Sleman Annisa Ulfa; Dian Nur Adkhana Sari; Endar Timiyatun; Andri Setyorini
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.102

Abstract

Latar Belakang: Banyak ibu menyusui mengalami kendala dalam kecukupan ASI, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya stimulasi hormon oksitosin. Pijat oksitosin merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang bertujuan merangsang pelepasan hormon oksitosin agar kecukupan ASI pada ibu menyusui tercukupi. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test. Sampel terdiri dari 20 ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Intervensi yang diberikan yaitu pijat oksitosin yang berdurasi 10-15 menit selama 3 hari berturut-turut. Pengukuran kecukupan ASI dilakukan menggunakan kuesioner kecukupan ASI yang terdiri dari 8 butir pertanyaan. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil:  Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 4,80 dan nilai rata-rata posttest sebesar 7,65. Selisih antara keduanya menunjukkan peningkatan sebesar 2,85. Dari hasil analisis dengan Wilcoxon didapatkan hasil nilai p= 0,000 (nilai p<0,05) yang artinya terdapat perbedaan skor kecukupan ASI sebelum dan sesudah pemberian intervensi berupa pijat oksitosin. Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan dari pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu menyusui usia 0-6 bulan.
Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan: The influence of health education with educational video media on adolescent knowledge about premarital sex at SMP Negeri 3 Banguntapan Melan Wulandari; Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.119

Abstract

Latar Belakang: Seksual pranikah pada remaja menjadi masalah serius yang memicu berbagai dampak, seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, dan gangguan psikologis. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sering kali menjadi penyebab utama perilaku ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang efektif, salah satunya melalui pendidikan kesehatan berbasis media video. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang seksual pranikah. Metode: Penelitian ini berjenis pra eksperiment dengan rancangan one-group pre-post test design. Responden pada penelitian ini yaitu siswa yang usia 13-14 tahun di SMP Negeri 3 Banguntapan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Banguntapan berjumlah 224 siswa, sehingga peneliti mengambil sampel 70 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling.. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahua seksual pranikah. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan pada siswa SMP Negeri 3 Banguntapan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi adalah 66,69. Rata-rata skor pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi sebesar 91,26. Terjadi kenaikan skor pengetahuan sebesar 24,57 setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi. Hasil uji Wilcoxon didapatkan Nilai p = 0.000 (nilai p< 0,005). Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan (nilai p<0,05).
Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan: The influence of health education with educational video media on adolescent attitudes about premarital sex at SMP Negeri 3 Banguntapan. Habibatul Anisa; Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Dian Nur Adkhana Sari
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.120

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi seksual pranikah di kalangan remaja menunjukkan perlunya perhatian serius mengingat dampak negatifnya seperti kehamilan tidak diinginkan, risiko penyakit menular seksual, dan gangguan psikologis. Perlu dilakukan pendekatan yang mampu meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif remaja, salah satunya melalui pendidikan kesehatan dengan media video edukasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah. Metode: Penelitian ini berjenis pra eksperiment dengan rancangan one-group pre-post test design. Responden pada penelitian ini yaitu siswa yang usia 13-14 tahun di SMP Negeri 3 Banguntapan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Banguntapan berjumlah 224 siswa, sehingga peneliti mengambil sampel 70 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2024. Instrumen yang digunakan adalah koesioner sikap dan uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor sikap pada siswa SMP Negeri 3 Banguntapan sebelum diberikan pendidkan kesehatan dengan media video edukasi adalah 62,90. Rata-rata skor sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi sebesar 93,47. Terjadi kenaikan skor sikap sebesar 30,57 setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video edukasi. Hasil uji Wilcoxon didapatkan Nilai p = 0.000 (nilai p < 0,005). Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video edukasi terhadap sikap remaja tentang seksual pranikah di SMP Negeri 3 Banguntapan.
Pengaruh breathing exercise disertai dengan dzikir Asmaul Husna terhadap nyeri dismenorea pada remaja: The effect of breathing exercises accompanied by the recitation of Asmaul Husna on dysmenorrhea pain in adolescents Suniarti Sunny; Eka Oktavianto; Endar Timiyatun
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.139

Abstract

Latar Belakang: Nyeri yang dirasakan remaja selama dismenorea beragam mulai dari yang ringan sampai tingkat nyeri berat. Beberapa di antara mereka yang tergangggu aktifitas sehari-harinya akibat hel tersebut. Oleh karena itu perlu adanya tindakan yang efektif dilakukan dalam rangka mengatasi nyeri dismenorea. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh breathing exercise dengan dzikir Asmaul Husna terhadap nyeri dismenorea pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah praeksperimental dengan rancangan onegroup pretest-postest. Intervensi yang dilakukan yakni melakukan tindakan breathing exercise yang disertai dzikir Asmaul Husna kepada remaja yang sedang mengalami dismenorea. Lama pelaksanaan intervensi adalah 20 menit. Jumlah responden sebanyak 25 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Numeric Rating Scale. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor nyeri haid pada responden sebelum melakukan breathing exercise dengan dzikir Asmaul Husna adalah 6,03 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata setelahnya yakni  2,08. Terjadi penurunan skor nyeri sebesar 3,95 setelah diberikan breathing exercise yang disertai dzikir Asmaul Husna. Nilai p hasil uji Wilcoxon = 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: Ada pengaruh intervensi breathing exercise dengan dzikir Asmaul Husna terhadap nyeri dismenorea pada remaja (nilai p<0,05).