Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi pemahaman masyarakat tentang depresi postpartum pada masyarakat di Perum Pondok Indah Banguntapan: Educate the public's understanding of postpartum depression in the community at Perum Pondok Indah Banguntapan Dian Nur Adkhana Sari; Suryati; Niken Setyaningrum; Sri Nur Hartiningsih; Ardhian Indra Darmawan; Endar Timiyatun
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.27

Abstract

Latar Belakang: Postpartum blues merupakan masalah yang paling sering terjadi dalam bidang obstetric. Kejadian postpartum blues merupakan salah satu masalah kegawatdaruratan yang sering terjadi pada ibu postpartum. Postpartum blues adalah sindrom gangguan mental ringan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan. Pencegahan yang dilakukan melalui pendidikan kesehatan pada masyarakat. Tujuan: melakukan upaya pencegahan depresi postpartum di Perum Pondok Indah Banguntapan Metode: Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang depresi postpartum. Sebelum konseling dilakukan pretest dan diakhiri dengan postest. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 21 peserta  (60%) dan skor pengetahuan seteha dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 35 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, sebagian besar warga mengalami kenaikan pengetahuan tentang depresi postpartum. Oleh karena itu diharapkan melalui kegiatan abdimas ini kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat.  
Edukasi tentang bahaya seks bebas pada remaja jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta: Education about the dangers of free sex among street teenagers at the Yogyakarta Dream House Foundation Endar Timiyatun Timiyatun; Mira Rahmiati; Eka Oktavianto
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.28

Abstract

Latar belakang: Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi remaja jalanan adalah bahaya seks bebas. Rata-rata remaja jalanan sudah aktif secara seksual sejak dini, memiliki pasangan seksual lebih dari satu, menganggap kekerasan seksual dan seks komersial adalah hal yang biasa. Untuk mencegah dampak negatif dan memberikan dasar yang kuat bagi remaja dalam mengambil keputusan, maka perlu diberikan pendidikan kesehatan tentang bahaya seks bebas kepada remaja jalanan sejak usia dini. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja jalanan terkait bahaya seks bebas. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan menggunakan video animasi tentang bahaya seks bebas sebagai media pendidikan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta dengan melibatkan pengurus yayasan dan mahasiswa. Untuk mengukur tingkat pengetahuan digunakan kuesioner pengetahuan bahaya seks bebas. Jumlah responden pada kegiatan pengabdian ini sebanyak 20 remaja jalanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan menilai pengetahuan anak tentang bahaya seks bebas sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab dan media video selama 60 menit. Setelah itu dilakukan penilaian pengetahuan kembali (posttest). Hasil: Rata-rata skor pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest) sebesar 56,75 dan sesudahnya (posttest) meningkat menjadi 75,50. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifkansi 2 arah (p-value) = 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang bahaya seks bebas dengan menggunakan video animasi efektif meningkatkan pengetahuan remaja jalanan di Yayasan Rumah Impian Yogyakarta.
Pendidikan kesehatan pada anak usia sekolah menggunakan media audio-visual tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata di MI Al-Khairiyah Wonolelo: Health education for school-aged children uses audio-visual media about the dangers of gadgets for eye health at MI Al-Khairiyah Wonolelo Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Aris Setyawan; Izza Fikriyatul Musdalifah
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.41

Abstract

Latar Belakang: Perilaku penggunaan gadget dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan. Kurangnya pemahaman tentang dampak penggunaan gadget menjadikan anak – anak berperilaku menggunakan gadget secara berlebihan. Dalam upaya meningkatkan pengetahuan anak-anak, peneliti melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata di MI Al-Khoiriyah Wonolelo. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatanya adalah pemberian pendidikan kesehatan mengenai gadget pada anak sekolah di MI Al-Khoiriyah Wonolelo. Instrument yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang bahaya gadget. Jumlah responden dalam kegiatan pengabdian ini sejumlah 29 anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan menilai pengetahuan anak tentang bahaya gadget sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melakukan kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah tanya jawab dan media video selama 60 menit. Setelahnya dilakukan penilaian pengetahuan kembali (postest). Hasil: Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 72,69 dan nilai rata-rata posttest 89,38. Terjadi kenaikan rata-rata skor pengetahuan sebanyak 16,69. Dari hasil uji komparasi dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai p=0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang bahaya gadget bagi kesehatan mata.
Pencegahan penularan HIV/AIDS pada remaja melalui upaya pendidikan kesehatan menggunakan media video: Prevention 0f HIV/AIDS transmission in aldolescents through health education efforts using video media Sri Nur Hartiningsih Hartiningsih; Endar Timiyatun; Andri Setyorini; Yeni Isnaeni
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.118

Abstract

Latar Belakang: Penyakit HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalh global yang dihadapi dunia termasuk Indonesia. Remaja merupakan kelompok paling rentan tertular HIV karena kecenderungan mengalami dorongan seksual yang tinggi karena belum stabilnya horman dalam tubuh remaja, sehingga meningkatnya remaja melakukan hubungan seksual di usia dini. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penularan HIV/AIDS pada remaja di MA Mafaza, Bantul, Yogyakarta.   Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development)  yang diikuti oleh 27 remaja MA Mafaza. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka di Aula Pondok Pesantren MA Mafaza, selama 100 menit, yang dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama persiapan, tahap dua adalah edukasi dengan menampilkan video, ceramah dan diskusi. Tahap ke tiga melakukan posttes. Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dilakukan pretes dan diakhir dilakukan postes. Instrumen pada kegiatan pengabdian ini kuesioner pengetahuan pencegahan HIV/AIDS. Hasil: setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan HIV/AIDS terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja di MA Mafaza menggunakan media video, dalam kategori baik 27 remaja (100%).  Simpulan: Kegiatan pengadian pada masyarakat yang dilakukan dengan Pendidikan Kesehatan dengan menggunakan media video dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan HIV/AIDS.
Pentingnya edukasi kesehatan dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur di Dukuh Balong Lor Potorono Banguntapan Bantul: The importance of health education and breast self-examination (SADARI) for women of childbearing age in Dukuh Balong Lor Potorono Banguntapan Bantul. Endar Timiyatun; Eka Oktavianto
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.133

Abstract

Latar belakang: Salah satu permasalahan kesehatan reproduksi perempuan adalah kanker payudara. Kanker payudara adalah kanker terbanyak yang dialami oleh perempuan termasuk di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat kanker payudara adalah melalui deteksi dini guna menemukan kanker sejak dini. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan wanita dalam melakukan SADARI di Dukuh Balong Lor, Potorono, Baguntapan, Bantul. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan menggunakan power point, dan pantom payudara sebagai media pendidikan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di balai pertemuan warga Balong Lor. Untuk mengukur ketrampilan SADARI digunakan lembar observasi SADARI. Jumlah responden pada kegiatan pengabdian ini sebanyak 30 wanita usia subur di Dukuh Balong Lor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan menilai ketrampilan SADARI sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah tanya jawab dan simulasi atau demonstrasi selama 100 menit. Setelah itu dilakukan penilaian ketrampilan SADARI kembali (posttest). Hasil: Rata-rata skor ketrampilan SADARI sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest) sebesar 40,15 dan sesudahnya (posttest) meningkat menjadi 86,50. Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai signifkansi 2 arah (p-value)= 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang SADARI efektif meningkatkan ketrampilan wanita dalam melakukan SADARI di Dukuh Balong Lor, Potorono, Baguntapan, Bantul.
Penggunaan terapi akupresur untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja di Pondok Pesantren Al-Jauhar Semin Gunungkidul Yogyakarta: The use of acupressure therapy to overcome dysmenorrhea pain in adolescents at the Al-Jauhar Semin Islamic Boarding School, Gunungkidul, Yogyakarta Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Sri Nur Hartiningsih; Supriyadi
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.362

Abstract

Latar belakang: Dismenorea sangat berdampak pada remaja wanita, karena menyebabkan terganggu aktifitas sehari-hari, semangat menurun hingga sulit konsentrasi pada saat proses belajar sehingga pada akhirnya menyebabkan materi pembelajaran yang disampaikan tidak dapat diterima bahkan terdapat remaja yang memilih untuk tidak masuk sekolah. Permasalahan tersebut perlu untuk diatasi sehingga tidak menyebabkan terganggunya aktivitas remaja terutama aktifitas saat belajar. Salah satu tindakanya adalah dengan mengenalkan terapi nonfarmakologi dengan menggunakan terapi akupresur. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan dan mempraktekan tindakan akupresur sebagai terapi komplementer untuk mengatasi nyeri dismenorea pada remaja. Metode: Pengabdian kali ini berjenis CBR (Community Based Research), yang dilakukan dengan melakukan pendidikan kesehatan mengenai akupresur. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan mempraktekanya secara langsung terapi nonfarmakologi akupresur (metode ceramah, diskusi, demonstrasi & redemonstrasi). Akupresur dilakukan pada titik hegu dan titik SP 6. Masing-masing titik diulang 5 kali. Total durasi akupresur untuk masing-masing titik selama 10 menit. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah remaja yang mengalami dismenorea di Pondok Pesantren Al-Jauhar, Semin, Gunungkidul. Instrumen yang digunakan antara lain: LCD, Soundsistem, dan PPT. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan posttest. Hasil: Hasil evaluasi menunjukan peningkatan kategori pengetahuan dari awalnya mayoritas kategori “kurang” menjadi kategori “baik” selain itu juga saat dipraktekan terjadi penurunan rata-rata skor nyeri dismenorea dari 6,05 menjadi 2,30. Hasil uji komparasi menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,000 (nilai p < 0,05). Simpulan: Tindakan pengabdian masyarakat berupa edukasi penanganan nyeri dismenorea dengan meggunakan akupresur efektif meningkatkan pengetahuan remaja serta menurunkan nyeri dismenorea pada remaja.
Pendidikan kesehatan tentang diare menggunakan permainan ular tangga pada anak usia sekolah di SD Negeri Wonolelo Yogyakarta: Health education about diarrhea using the snakes and ladders game for school-age children at Wonolelo State Elementary School, Yogyakarta. Eka Oktavianto; Endar Timiyatun; Nurnaningsih
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.364

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan penyakit yang sering ditemui pada anak usia sekolah karena pada masa pertumbuhan dan perkembangan ini, imunitas tubuh anak belum berkembang secara sempurna. Diare dapat berdampak pada dehidrasi, gangguan gizi, kesakitan, dan kematian. Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan peningkatan pengetahuan tentang diare pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan tentang diare pada siswa di SDN Wonolelo Yogyakarta. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Kegiatanya adalah pemberian pendidikan kesehatan mengenai diare pada anak sekolah di SDN Wonolelo dengan menggunakan metode permainan ular tangga. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang diare. Jumlah peserta dalam kegiatan pengabdian ini sejumlah 30 siswa kelas IV dan V. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan menilai pengetahuan anak tentang diare sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest). Kemudian melakukan kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ular tangga selama 90 menit. Setelahnya dilakukan penilaian pengetahuan kembali (postest). Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan siswa sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media permainan ular tangga. Pengetahuan siswa sebelum dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan mayoritas dalam kategori kurang yakni sejumlah 18 siswa (60%). Pengetahuan siswa sesudah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan mayoritas dalam kategori baik yakni sejumlah 24 siswa (80%). Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media permainan ular tangga efektif untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang diare.
Pendidikan kesehatan menggunakan video edukasi sebagai upaya meningkatkan sikap kader dalam pencegahan kanker serviks di Desa Wijimulyo Nanggulan: Health education using educational videos as an effort to improve the attitudes of cadres in preventing cervical cancer in Wijimulyo Nanggulan Village Endar Timiyatun; Eka Oktavianto; Sri Nur Hartiningsih; Andri Setyorini
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.462

Abstract

Latar Belakang: upaya untuk meningkatkan pencegahan kanker serviks dengan memberikan pendidikan kesehatan merupakan bentuk promosi kesehatan yang sederhana dan dapat menjangkau berbagai sasaran. Pendidikan kesehatan memberikan dan meningkatkan pengetahuan yang pada gilirannya dapat meningkatkan sikap untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat seperti upaya pencegahan kanker serviks. Perubahan sikap dipengaruhi oleh pengetahuan dan informasi yang dapat diperoleh dari mana saja, salah satunya dari penyuluhan atau pendidikan kesehatan. Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan sikap kader dalam pencegahan kanker serviks. Metode: Pengabdian ini berjenis CBR (Community   Based   Research), yang dilakukan   dengan   melakukan pendidikan   kesehatan mengenai   pencegahan kanker serviks. Kegiatan pengabdian yang dilakukan   adalah   dengan   memberikan edukasi dengan media video animasi kanker serviks (definisi, tanda gejala, pencegahan, pemeriksaan dini kanker serviks). Video diputar sebanyak 2 kali dengan durasi 20 menit. Total kegiatan edukasi selama 90 menit. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kader di wilayah Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo. Mitra dari kegiatan ini adalah Puskesmas Nanggulan 1. Pesertanya adalah kader kesehatan sebanyak 25 orang. Intrumen yang digunakan anatara lain: LCD, Soundsistem, dan Video Edukasi Kanker Serviks. Metode evaluasi dengan menggunakan pre dan posttest. Instrumen penilaian sikap menggunakan kuesioner sikap. Hasil: hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata sikap dari 70,72 menjadi 91,04. Hasil uji komparasi menggunakan uji Paired T-test didapatkan nilai Asymp. Sig (2-tailed) adalah 0,000 (nilai p<0,05). Simpulan: Tindakan pengabdian masyarakat berupa edukasi dengan video edukasi sangat efektif meningkatkan sikap kader dalam pencegahan kanker serviks.
Efektifitas permainan ular tangga sebagai media pendidikan kesehatan tentang diare pada anak : The effectiveness of the snakes and ladders game as an health educational medium about diarrhea in children Eka Oktavianto; Nurnaningsih; Endar Timiyatun
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 1 Nomor 2, November 2024
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.503

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak usia sekolah karena pada masa pertumbuhan dan perkembangan, sistem imun anak belum berkembang secara sempurna. Diare dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti dehidrasi, gangguan status gizi, nyeri, bahkan kematian. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dasar mengenai diare melalui pemberian pendidikan kesehatan menggunakan metode permainan ular tangga tentang diare pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode permainan ular tangga terhadap tingkat pengetahuan tentang diare pada anak usia sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling pada siswa kelas IV dan V SD Negeri Wonolelo Yogyakarta dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Intervensi yang diberikan berupa pendidikan kesehatan tentang diare menggunakan media permainan ular tangga selama 60 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan paired t-test (dependent t-test). Hasil: Rata-rata skor pengetahuan tentang diare sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 50,67, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan meningkat menjadi 81,60. Terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan tentang diare sebesar 30,94 poin. Hasil analisis menggunakan paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan metode permainan ular tangga tentang diare efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah dasar mengenai diare.