Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)

PEMBELAJARAN MATERI LETAK ASTRONOMIS PADA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN METODE MIND MAPPING BERBANTUAN MEDIA GLOBE DAN ATLAS. Senny Nadya Permatasari; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research has three objectives, (1) Knowing the scenario and implementation of learning material in astronomical location using the Mind Mapping method approach assisted by Globe and Atlas media; (2) Knowing the response of teachers and students to learning; (3) Finding the difficulties experienced by students in completing the assigned task. This approach uses a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using observation, interviews, documentation, and questionnaires. Data research procedures, namely, (1) preparation; (2) Planning; (3) Observation / data collection; (4) Implementation; (5) Data analysis. The data were processed using Microsoft Excel to calculate the questionnaire data. The results showed the implementation of learning took place as planned in the scenario. Teachers and students give good responses to learning. The difficulties the students found were (a) the students ran out of time (b) the students had difficulty finding keys (c) some students did not like drawing.
PEMBELAJARAN PECAHAN SENILAI MELALUI TEORI DIENES DI KELAS IV SDN 195 ISOLA KOTA BANDUNG Atikah Atikah; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan, yaitu (1) mengetahui skenario dan implementasi pembelajaran pecahan senilai; (2) mengetahui respon guru dan siswa dalam pembelajaran pecahan senilai melalui teori  belajar Dienes; (3)menganalisis kesulitan- kesulitan guru dalam pembelajaran pecahan senilai melalui teori DienesPenelitian ini menggunakan  pendekatan kualitatif  dengan metode studi kasus. Partisipan penelitian ini ialah siswa, guru, dan  kepala sekolah. Teknik pengumpulan  data menggunakan, observasi, wawancara, dan  soal test. Analiisis data dalam penelitian ini yaitu bersifat kualitatif yang bersifat uraian kalimat  yang tidak dapat diubah dalam bentuk angka-angka. Hasil penelitian menunjukkan siswa mampu berinteraktif denganguru dan rekannya, mereka lebih mandiri, aktif,interaktif, dan siswa terlihat senang dan gembira selama proses pembelajaran, Guru dan siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran   dengan teori Dienes, Upaya guru dalam pengembangan  teori Dienes harus membiasakan siswa dapat bekerjasana dengan temannya  tanpa membeda-bedakan kemampuan temannya supaya terjalin kerjasama dan  rasa saling menolong dan menghargai teman dalam berkelompok. Guru  dalam pembelajaran ini  harus lebih bisamenenetukan kesamaan sifat dari siswa yang memiliki    karakter yang berbeda. Jadi pada dasarnya pembelajaran pecahan senilai melalui teori Dienes  dapat diterapkan meskipun banyak kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi.
PEMBELAJARAN IPA MATERI SUMBER ENERGI DAN KEGUNAANNYA PADA SISWA SD KELAS III DENGAN MENGGUNAKAN METODE CTL Endah Nurzaenah; Deri Fadly Pratama; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v4i4.5509

Abstract

Tujuan penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa dalam pembelajaran Ipa dalam materi sumber energi dan kegunananya dengan metode (Contextual  Teaching  and  Learning ) CTl. Pembelajaran yang melibatkan siswa agar mendapat pengalaman secara langsung dan siswa tidak hanya menerima pembelajaran yang diberikan oleh guru, tetapi siswa mencari atau menemukan sendiri dalam pembelajaran dan siswa dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata. Dengan subjek dalam penelitian ini adalah siswa SDN Selakuning  Kelas III di salah satu SD  Negeri di Cikalongwetan jumlah siswa 25 orang. Siswa terdiri dari beberapa 13 siswa perempuan dan 12 siswa laki– laki. Intrumen dalam penelitian menggunakan tes soal dengan 10 soal pg keapsahan soal digunakan teknik validitas dan realibitas .soal intrumen  yaitu soal pretes dan pos test dan  lembar wawancara guru dan lembar  wawancara siswa. Jenis Penelitian menggunakan  deskriptif kualitatif dengan tes yang bertujuan untuk menggambarkan upaya yang dilakukan oleh guru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran IPA. Pengelolaan data menggunakan Excel.
PEMBELAJARAN ONLINE MATERI SUMBER ENERGI DAN KEGUNAANNYA DALAM MASA PANDEMI COVID-19 Nia Yunita; Anugrah Ramadhan Firdaus; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i1.5750

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu disiplin ilmu yang berhubungan dengan cara mencari tau tentangalam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan, kumpulan pengetahuan fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja. Tapi pada kenyataannya sampai saat ini dalam pembelajaran IPA siswa hanya bisa menghafal konsep yang dipelajarinya, tetapi siswa kurang mampu untuk menghubungkan antara apa yang  mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya dengan membimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang diajarkan.  Sebagai suatu proses, IPA merupakan proses yang dipeergunakan untuk mempelajari objek studi, menemukan dan mengembangkan produk-produk sains, dan sebagai aplikasi, teori-teori IPA akan melahirkan teknologi yang dapat melahirkan kemudahan bagi kehidupan. Berdasarkan penelitian, ketuntasan belajar pada materi sumber energi akan mengalami kesukaran aPabila dalam pembelajarannya hanya menggunakan buku dan belum adanya inovasi dalam pembelajaran, guru lebih banyak menjelaskan dam belum memanfaatkan media pembelajaran yang bervariasi serta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktifitas dalam proses belajar sehingga kegiatan pembelajaran kurang begitu efektif.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA SD KELAS IV MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH Andri Setiawan; Rusyani N Kusmawanti; Deri Fadly Pratama; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v3i1.3794

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan mendasar, dalam hal ini Pendidikan Formal, mempunyai peran strategis dalam sebuah proses pembinaan, warga negara yang memiliki pemahaman dan kesadaran akan pelestarian nilai sosial sudah  tentu memiliki ketangguhan,keuletan untuk mempertahankan integritas, kelangsungan hidup bangsa, untuk mencapai tujuan nasionalnya. Agar Memiliki  pemahaman,,kesadaran serta integritas kebangsaan maka sebagai wujudnya  dituangkan dalam  sebuah bentuk   konsep IPS.Saat ini ada kecenderungan wawasan pemahaman kebangsaan semakin menurun apalagi dengan lahirnya  era globalisasi,  teknologi yang semakin maju menciptakan kecenderungan hidup individualis, dibutuhkan sebuah pembaharuan, tak terkecuali di bidang pendidikan, dengan menjalankan perkembangan model-model baru  bidang pendidikan.Upaya tersebut di praktikan dalam sebuah penelitian. Penelitian dengan menggunakan metode  Quasi Eksperimen atau Eksperimen semu. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri  ABDI NEGARA. Populasi penelitian ini sebanyak 60 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tentang hasil belajar. Teknik analisis statistik data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan membandingkan rerata kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian eksperimen (Quasi Eksperimental) merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan cara memberikan perlakuan terhadap obyek penelitian dan  kontrol terhadap variabel tertentu. Ada atau tidaknya pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif tipe make a match  terhadap hasil belajar. Hasil uji statistik menunjukan peningkatan hasil belajar seluruh  siswa subjek  penelitian. Kata Kunci : Hasil Belajar, Quasi Eksperimen, Model kooperatif tipe make a match,
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SD MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL BERUPA MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN IPA Rohaetul Aen; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v3i3.4273

Abstract

Penelitian ini bertujuan buat: (1) mengenal penggunaan media visual berupa media gambar pada pelajaran IPA kelas IV SDN Angsanamekar, (2) mengenal media visual berupa media gambar dapat menaikkan pemahaman konsep IPA pada pelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah PTK yang dijalankan dalam 2 siklus, yakni masing-masing siklus terdiri dari: tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini diperbandingkan dengan output yang didapat berdasarkan prasiklus, siklus I, & siklus II berdasarkan segi peningkatan pemahaman konsep IPA siswa pada pembelajaran IPA materi struktur bunga & fungsinya. Materi ini berhubungan menerapkan kondisi alam yang ada disekitar SDN Angsanamekar, tampak menurut kondisi sebelum media visual berupa media gambar atau prasiklus berdasarkan 42 siswa yang memiliki kelompok tinggi 9 siswa, kelompok sedang 23 siswa, & kelompok rendah 10 siswa. Sesudah menerapkan media visual berupa gambar atau siklus II berdasarkan 42 siswa yang memiliki kelompok tinggi 15 siswa, kelompok sedang 22 siswa, & kelompok rendah 5 siswa. Adapun rata-rata pemahaman konsep IPA pada kelas prasiklus 1,71. Sesudah dilaksanakan tindakan II atau siklus II menjadi 1,81. Angka ini menunjukan peningkatan rata-rata pemahaman konsep IPA kelas IV sebelum tindakan dan sesudah tindakan atau prasiklus ke siklus II sebanyak 0,1.
PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPS MATERI PEMANFAATAN KEKAYAAN ALAM DI INDONESIA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV Deti Daswati; Deden Herdiana Altaftazani; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v4i1.4806

Abstract

Hasil dari penelitian dilihat dari test evaluasi belajar mengalami peningkatan dari test kemampuan awal (Pretest) dengan nilai rata-rata 35,82 menjadi 80,30 dengan enam kali pertemuan melalui test yang dilakukan di tiap akhir pertemuan yang bertujuan untuk mengetahui keberhasilan proses pembelajaran. Kemampuan sikap meningkat melalui sikap lebih mandiri dan dewasa, sanggup memberikan aspirasi dan dapat mendapatkan anggapan dari orang lain, serta memiliki sikap sosial yang positif dengan teman sekelasnya. Kemampuan keterampilan meningkat dengan ditandai oleh siswa mampu untuk mengidentifikasi, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan bersama kelompoknya tentang masalah pemanfaatan kekayaan alam yang ada di lingkungan sekitar (kota, kabupaten, dan provinsi). Peningkatan tersebut diperoleh dari tindakan menerapkan capa pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran IPS melalui lima tahapan, yakni siswa menemukan pemanfaatan kekayaan alam di Indonesia lewat media massa ( surat kabar, internet, atau televisi ); siswa membentuk kelompok belajar; melalui diskusi kelompok siswa melakukan penyidikan dengan mengidentifikasi pemanfaatan kekayaan alam yang ada di lingkungan sekitar; siswa membuat laporan dengan menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang tertera pada Lembar Kerja Siswa; siswa mempresentasikan hasil diskusi; dan siswa membuat kesimpulan. Kesulitan yang ditemukan pada saat proses belajar mengajar dengan cara pembelajaran berbasis masalah yakni diantaranya :Dalam suatu kelas setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, sehingga apabila dalam kelompok itu terdapat anak yang kemampuannya lebih tinggi membuat anak yang kemampuannya kurang menjadi santai atau tidak ikut dalam memecahkan masalah.Adakalanya siswa tak mempunyai ketertarikan atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa persoalan yang dipelajari susah untuk diselesaikan, maka mereka akan merasa tidak mau untuk mencoba.Keberhasilan taktik pembelajaran lewat model Problem Based Learning membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
PEMBELAJARAN PERUBAHAN ENERGI MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN PREZI PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 001 MERDEKA BANDUNG Pribadi Akhdiat Putra; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 4 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v4i4.5088

Abstract

This research aims to (1) identify the use of Prezi learning media as a teacher's aid during teaching and learning activities (2) to analyze the responses of teachers and students during teaching and learning activities through Prezi learning media; (3) Analyze the difficulties experienced by teachers and students during teaching and learning activities through Prezi learning media. The research method used is a qualitative descriptive method with the lecture method. Participants in this study were teachers and students. The instruments used in this study used interview, observation and documentation instruments. The stages of data analysis in this study were (1) lesson planning using Prezi learning media; (2) making Prezi learning media; (3) the use of prezi learning media when teaching and learning activities take place. The results show that the prezi learning media is very helpful for teachers in explaining the subject matter of energy changes, student learning motivation through prezi learning media has increased compared to learning using conventional methods. The difficulties experienced by the teacher, namely; 1) the process of making Prezi media takes a long time 2) the teacher's ability to operate the software as well as the internet; 3) The use of prezi media depends on the creativity of each teacher. As for the difficulties faced by students, the prezi display did not attract the attention of students, so that students began to get bored in the middle of teaching and learning activities taking place.
PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA SISWA KELAS V SDN 004 CISARANTEN KULON KOTA BANDUNG Yuliyanti Astuti; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 6 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v5i6.5600

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya kemampuan berfikir kritis siswa SDN 004 Cisaranten Kulon sehingga diperlukan model pembelajaran untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui skenario, implementasi pembelajaran IPA melalui model Project Based Learning (PjBL), respon guru dan siswa serta kesulitan setelah melaksanakan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V SDN 004 Cisaranten Kulon Bandung berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggambarkan skenario dan implementasi pembelajaran, respon guru dan siswa terhadap pembelajaran, dan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA menggunakan melalui model PjBL. Tahapan pembelajaran siswa diberikan pemahaman tentang siklus air, penentuan proyek, perancangan proyek, penyusunan jadwal, penyelesaian proyek, penyampaian hasil, evaluasi. Kesimpulan hasil penelitian, respon siswa dan guru terhadap pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran PjBL sangat baik, siswa lebih percaya diri, aktif, tanggung jawab, pembelajaran lebih menyenangkan, dan efektif. Dalam penerapannya masih terdapat kekurangan siswa terkendala masalah alokasi waktu, biaya dan kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil produk masih kurang optimal.
IMPLEMENTASI MODEL CIRC DENGAN MEDIA POWER POINT TERHADAP KETERAMPILAN MENEMUKAN IDE POKOK PARAGRAF PADA SISWA KELAS VI Vina Anggia Nastitie Ariawan; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i3.17653

Abstract

Salah satu tujuan membaca intensif yaitu untuk mempermudah siswa dalam menemukan ide pokok suatu paragraf. Namun, keterampilan menemukan ide pokok masih menjadi permasalahan yang muncul dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menemukan ide pokok siswa kelas VI melalui model CIRC dengan media power point. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan desain Kemmis dan Taggart yang terdiri dari langkah pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Partisipan penelitian ialah siswa kelas VI yang berjumlah 33. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Kemudian analisis data menggunakan triangulasi sedangkan analisis data mengadaptasi analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, verifikasi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menemukan ide pokok siswa kelas VI yang dibuktikan melalui peningkatan rata-rata per siklus yang meliputi 70,75; 80,55; dan 85,57. Berdasrkan hasil penelitian, maka peneliti menyimpulkan bahwa implementasi model CIRC dengan media power point dalam meningkatkan keterampilan menemukan ide pokok siswa kelas VI.