Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis Of Marketing Mix And Development Strategy Of Decorative Plant Business In Cv Minaqu Indonesia Rahmawati, Febi; Yoesdiarti, Arti; Masithoh, Siti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v11i1.14032

Abstract

The purpose of this research is to determine the marketing mix of CV Minaqu Indonesia in consumer perception, identify internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) that influence the company, and determine appropriate alternative strategies to implement in developing the ornamental plant business at CV Minaqu Indonesia . Data analysis uses descriptive and business development strategies. Marketing mix respondents were selected using purposive sampling by the company, and business development strategies were also carried out using purposive sampling, namely expert judgment. The number of marketing mix respondents were 14 CV Minaqu Indonesia consumers and the number of business development strategy respondents was 4 people from CV Minaqu Indonesia parties. Consumer perception of the marketing mix with the lowest percentage is the place factor with an average score of 72.6% and the lowest score variable is 68%, namely ease of location access and distance affordability. The highest percentage is in the process factor with an average score of 84.2% and the highest score variable is 89%, namely the ease of paying online. The IFE matrix score was 3.095 and the EFE matrix was 2.774. The appropriate strategy to use is based on the company's position (in cell IV-grow/develop), namely intensive and integrative strategies, based on the SWOT matrix there are 7 alternative options. As a company that aims to increase sales, CV Minaqu Indonesia should maximize the development of the domestic market and explore further regarding digital creative marketing so that it can continue to adapt to the development of the digital era in marketing strategies.
Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Produk Penyedap Rasa Masako dan Royco di Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug Kabupaten Bogor Arjuna Rimba Asmara; Arfan Nur; Yoesdiarti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi ibu rumah tangga terhadap dua merek bumbu penyedap rasa, yaitu Masako dan Royco. Responden dipilih secara sengaja dengan jumlah 30 orang responden yang merupakan ibu rumah tangga di Kampung Sirnabakti RT 02 RW 06, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Analisis dilakukan menggunakan Model Multiatribut Fishbein untuk mengevaluasi atribut utama yang memengaruhi preferensi konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai produk Masako dibandingkan Royco, terutama dalam hal memiliki cita rasa yang tinggi, kemudahan mendapatkan produk, dan kualitas rasa. Faktor yang menjadi pertimbangan utama bagi para responden dalam memilih produk penyedap rasa adalah kemudahan mendapatkan produk, memiliki cita rasa yang tinggi, serta harga terjangkau.
Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen Kopi Peramu di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor Romdhoni, Muhamad Haddad; Alghifari, Suhendi; Yoesdiarti, Arti; Mubarokah, Syaima Lailatul
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21820

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menganalisis kepuasan konsumen di Kopi Peramu yang berlokasi di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. Strategi bauran pemasaran (7P) digunakan sebagai strategi analisis atribut-atribut. Metode analisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Responden yang diambil sebanyak 30 orang dipilih berdasarkan accidental sampling yaitu konsumen yang sedang berkunjung ke Kopi Peramu. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa atribut kerapian karyawan, akses jalan yang mudah dan promosi merupakan prioritas perbaikan utama masuk ke kuadran 1, sehingga memerlukan prioritas perbaikan kinerja. Kemudahan metode pembayaran, variasi produk, ketepatan pesanan, keramahan karyawan, kesesuaian harga dan ukuran yang pas, upaya promosi melalui poster dan akurasi informasi karyawan menjadi atribut yang harus dipertahankan (kuadran II). Atribut yang merupakan prioritas rendah (kuadran III) adalah rasa yang konsisten, fasilitas fisik, diskon, harga terjangkau, dan produk yang khas. Atribut dengan kinerja yang berlebihan namun tidak terlalu penting adalah pelayanan yang cepat (kuadran IV). Nilai Customers Satisfaction Index (CSI) 80,19% menunjukkan konsumen merasa sangat puas terhadap kinerja dari atribut-atribut Kopi Peramu. Kata Kunci: Customer Satisfaction Index, Important Performance Analysis, Kedai kopi, Kepuasan pelanggan, Kopi Peramu
Analysis of The Added Value of Gastric Healthy Yellow Honey and Deternimation of Cost of Goods Produced With Full Costing Method as a Basis For Determaning Selling Prices Nirmalasari, Suci; Miftah, Himmatul; Yoesdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v11i2.15856

Abstract

The study's goals are to(1) determine the value of gastric healthy yellow honey as a raw material for herbal medicine in CV Herbattaubah,(2) determine the cost of goods produced using a full costing system on CV Herbattaubah, and(3) compare the company's method with the full costing method in calculating the cost of goods produced, which gives the basis for determining the selling price of products using cost plus pricing. Both primary and secondary sources of information were poured into this investigation.  The organizations that participate in the survey are selected using a purposive sampling approach. The respondents might include CEOs, production managers, and financial managers, among others. Quantitative analysis is performed utilizing the Hayami technique using analytical equipment with added value. Gastric Healthy Yellow Honey was produced from honey with an added value of Rp.77.198,59/kg of raw honey, according to the findings. This study determined that CV Herbattaubah's Gastric Healthy Yellow Honey could generate up to 2,400 bottles every cycle, allowing us to calculate a total production cost per bottle of Rp. 75,543/bottle. With a Rp.19,456,-profit margin each bottle. Using the company's method to determine the selling price (Rp.95,000) and the cost plus pricing method (Rp.105,760) result in a different difference of Rp.44.543.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Penerapan Teknologi Hidroponik dan Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal Mulyaningsih, Yanyan; Yoesdiarti, Arti; Humaira, Linar; Yulianti, Nani; Permana, Rifal; Syahidah, Izzatun; Lestari, Bening Intan; Satrio, Muhammad Firas; Fikri, Muhamad Abduloh; Syahputra, Kamarujaman Dwi; Sinaga, Jultri Hotmando; Faisal; Zulkipli; Fatah, Muhamad Arifin Abdul; Abdurohman, Saepul
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21785

Abstract

Kelompok Wanita Tani Srikandi dan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Cikangkung menghadapi keterbatasan lahan pertanian dan rendahnya keterampilan dalam mengembangkan usaha berbasis pertanian modern. Permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya kemandirian pangan dan terbatasnya peluang peningkatan ekonomi keluarga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam budidaya sayuran sehat melalui penerapan teknologi hidroponik sistem Deep Flow Technique (DFT) sekaligus memperkuat aspek kewirausahaan melalui strategi pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan utama: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan teknis budidaya hidroponik dan pemasaran, (3) penerapan teknologi hidroponik dengan pendampingan intensif, serta (4) pendampingan dan evaluasi melalui observasi dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam merakit instalasi hidroponik, meracik nutrisi, melakukan perawatan tanaman, hingga memasarkan hasil panen melalui media sosial dan jejaring lokal. Mitra juga berhasil menghasilkan sayuran segar berkualitas dan menjalin kemitraan dengan pasar lokal. Program PKM ini mampu meningkatkan kemandirian mitra, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan usaha hidroponik berbasis komunitas. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan kemampuan pada seluruh aspek yang diukur, dengan kenaikan tertinggi sebesar 55% pada pengetahuan dasar hidroponik dan rata-rata peningkatan 35–45% pada aspek keterampilan teknis dan kewirausahaan. Pendampingan berkelanjutan juga berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian, semangat gotong royong, serta kemampuan peserta dalam memasarkan produk melalui media sosial dan jaringan lokal. Program ini berhasil mentransformasi pengetahuan menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan peningkatan ekonomi desa.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOPI BOGOR DI TIGA KEDAI KOPI BOGOR Ruslan, Muhammad Robi; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3545

Abstract

Kopi Bogor memiliki prospek yang sangat baik mengingat tingginya minat masyarakat terhadap kopi dan gaya hidup untuk menikmati kopi di kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen, mengetahui tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut Kopi Bogor serta bagaimana preferensi konsumen terhadap Kopi Bogor. Data diambil dari 62 responden di Kedai Mad Coffee, Kesan Siloka Coffee & Eatery dan Transit Coffee. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif, Multiatribut Fishbein, dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukan bahwa konsumen membeli Kopi Bogor karena memiliki citarasa yang khas. Rekomendasi teman merupakan sumber informasi pembelian Kopi Bogor. Pembelian Kopi Bogor dilakukan mendadak ketika diinginkan dan apabila tidak tersedia Kopi Bogor konsumen lebih memilih membeli kopi lain. Konsumen akan kembali membeli Kopi Bogor. Preferensi Kopi Bogor adalah jenis kopi robusta, rasa kopi pahit, aroma kopi khas, penyajian panas, ampas kopi tidak ada, dan efek setelah minum kopi terasa. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor robusta adalah citarasa dan penyajian. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas dianggap memiliki kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah kepahitan dan keasaman. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor arabika adalah citarasa dan aroma. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas memiliki nilai kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah keasaman dan kepahitan.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) Hidayat, Rian; Arsyad, Apendi; Yoesdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4354

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui keragaan usaha, kelayakan finansial dan sensitivitas usahatani Pepaya California. Metode penentuan responden menggunakan Cluster Random Sampling. Jumlah petani responden yang digunakan yaitu 20 orang. Penelitian ini menggunakan analisis NPV, IRR, Net B/C, PP, dan uji sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan keragaan usaha Pepaya California di kelompok tani Lugina yaitu: sumber modal yang digunakan petani sebesar 100% modal sendiri. Kriteria luas lahan usaha tani dibedakan menjadi dua yaitu skala I dengan luas lahan 0,5 ha, sedangkan skala II dengan luas lahan 1 ha. Adapun status kepemilikan lahan yang dimanfaatkan petani 100% milik sendiri. Hasil yang diperoleh pada usaha tani skala I dengan luas lahan 0,5 ha, sedangkan skala II dengan luas lahan 1 ha, hasil analisa usaha taninya dinyatakan layak. Hasil analisis finansial dilakukan melalui perhitungan cashflow. Hasil perhitungan NPV lebih besar dari 0 yaitu skala I sebesar Rp.10.560.290 dan skala II sebesar Rp.35.869.202. Nilai Net B/C lebih dari 1 yaitu skala I sebesar 1,55 dan skala II sebesar 2,49. Nilai IRR yang dihasilkan pada skala I sebesar 46% dan skala II sebesar 108% lebih besar dari discount rate yang digunakan yaitu suku bunga Bank BRI sebesar 7%. Perhitungan payback period menghasilkan waktu pengembalian usaha tani pada skala I yaitu 2 tahun 6 bulan dan skala II yaitu 2 tahun 8 bulan, hal ini dinyatakan layak secara finansial, sebab waktu pengembalian investasi dibawah umur bisnis yaitu 3 tahun. Adapun hasil analisis sensitifitas menunjukkan bahwa usaha tani Pepaya California tidak sensitif terhadap perubahan kenaikan harga pupuk sebesar 3%., dan usaha tani ini baru sensitif pada perubahan penurunan harga produksi sebesar 5% dan penurunan jumlah produksi sebesar 10%.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN RISIKO DISTRIBUSI MELON (Cucumis melo L.) YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL Ramadhan, Januar; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4364

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran dan risiko distribusi Melon yang dijual di pasar tradisional Kota Bogor. Penelitian dilaksanakan di Pasar Jambu Dua dan Pasar Baru Bogor, pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive karena kedua pasar tersebut merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Bogor yang mendistribusikan buah dengan kuantitas terbanyak salah satunya yaitu Melon. Penentuan sampel dilakukan secara purposive untuk pedagang retail di pasar tradisional Kota Bogor dan snowball sampling untuk pelaku tataniaga yang menyuplai ke pedagang eceran. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua saluran pemasaran yang terbentuk. Saluran I Pedagang pengumpul di Klaten dan Kulonprogo - pedagang besar Pasar Induk Kramat Jati-pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir, saluran II Pedagang pengumpul di Grobogan - pedagang besar Pasar Induk Kramat Jati - pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir. Nilai marjin pemasaran dan farmer’s share pada analisis efisiensi saluran pemasaran menunjukan saluran pemasaran I dan II memiliki nilai marjin total yang sama yaitu Rp. 10.000 dan farmer’s share paling tinggi yaitu pada saluran pemasaran II sebesar 23,08%. Hasil analisis risiko distribusi dengan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) menunjukan risiko paling tinggi adalah susut bobot tingkat pedagang pengumpul, rusak fisik di tingkat pedagang besar dan susut bobot di tingkat pedagang pengecer
ANALISIS EFISIENSI TATANIAGA SAYURAN DAUN DI PASAR TRADISIONAL Riadhotul huda, Wafi; Miftah, Himmatul; Yoesdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4553

Abstract

Vegetables can be in the form of plants or parts of plants that are consumed fresh or ripe as part of the diet. There are very diverse types of vegetables in the form of tubers, fruit, flowers or leaves. Leaf vegetables are the type most consumed. 97.29% of the Indonesian population consumes vegetables, the types of vegetables consumed by the Indonesian population are leaf vegetables such as kale, chicory and caisim. The purpose of this research is to analyze the efficiency of trading channels and marketing functions carried out by each marketing actor in the Bogor City Traditional Market by using trading margin, farmer share, profit ratio and R / C cost. This research was conducted on the trading channel actors in the Traditional Market in Bogor City. The number of respondents in the study were 15 farmer respondents and 42 merchant respondents from both markets. The data analysis used purposive method for lapak traders and snowball sampling from retailers to farmers. The results of this study were four leaf vegetable trading channels in the Traditional Market of Bogor City with the efficiency level of the three vegetables considered to be the most efficient, namely channel IV on kale vegetables, channel II on chicory and channel IV on caisim, with each having a margin of yield of 3500, 800, 700 and the highest farmer's share was 82.93%, 81.40% and 59.52%. Thus it is necessary to do more analysis related to the strategy of developing vegetable commodities of kale, chicory and caisim in traditional markets related to marketing activities.
ANALISIS STRUCTURE, CONDUCT, PERFORMANCE (SCP) BUAH PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) DI PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR Marfuah Zuher, Vigia; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i2.4948

Abstract

Pepaya California merupakan buah yang banyak disukai oleh masyarakat Kota Bogor sehingga keberlanjutan pasokannya sangat diperlukan. Kinerja pasokan diantaranya dilakukan melalui analisis Structure Conduct Performance pelaku pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stuktur, perilaku, kinerja pasar dan risiko rantai pasok beserta mitigasinya. Data yang diambil adalah data primer melalui wawancara langsung dengan bantuan kuisioner dan observasi. Data sekunder diperoleh dari literatur. Hasil penelitian menunjukan struktur pasar yang terbentuk ditingkat pedagang pengumpul desa dan pedagang besar adalah monopolistik dan ditingkat pedagang pengecer oligopoli. Lembaga pemasaran yang terlibat lemah dalam penentuan harga. Terdapat empat saluran pemasaran yang terbentuk. Saluran I Pedagang pengumpul desa Jember-pedagang besar Kramat Jati-pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir, saluran II Pedagang pengumpul desa Malang - pedagang besar Kramat Jati - pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir, saluran III Pedagang pengumpul desa Cianjur – pedagang besar kramat jati – pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor – konsumen akhir dan saluran IV Pedagang pengumpul desa Sukabumi – pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor – konsumen akhir. Nilai marjin pemasaran dan farmer’s share pada analisis kinerja pasar menunjukan saluran pemasaran III merupakan saluran yang memiliki marjin pemasaran terendah yaitu Rp. 5.500,00 dan farmer’s share paling tinggi yaitu 45%. Kata Kunci : Farmer’s share, pepaya California, structure conduct performance, Pasar tradisional Bogor