Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI EVALUASI PERHITUNGAN PENYESUAIAN HARGA(ESKALASI) PADA PROYEK TOLL ROAD DEVELOPMENT OF SEMARANG – DEMAK PROJECT SEKSI II M Ihya Al Hikam; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.681 KB)

Abstract

ABSTRAK Pekerjaan konstruksi tahun jamak/multi years contract (MYC) memiliki risiko terjadinya kenaikan harga saat pelaksanaan akibat inflasi, nilai harga kontrak yang ditawarkan oleh penyedia jasa pada umumnya menggunakan perhitungan analisis harga satuan pada saat tahun penawaran, kendalanya apabila berganti tahun pelaksanaan maka harga barang dan jasa berubah dengan kecenderungan mengalami kenaikan. Keadaan ini berdampak pada biaya pekerjaan yang dikeluarkan penyedia jasa mengalami kenaikan dan merugikan pihak penyedia jasa apabila tidak dilakukan penyesuaian harga. Adanya eskalasi maka dapat menjamin perubahan harga kontrak ketika sebuah faktor diluar kendali para pihak yang berkontrak terjadi sekaligus menjamin distribusi risiko konstruksi bagi kedua belah pihak.Eskalasi dapat menjamin perubahan harga kontrak ketika faktor diluar kendali para pihak terjadi sekaligus menjamin distribusi risiko konstruksi. Eskalasi diartikan sebagai penyesuaian harga konstruksi terkait dengan perubahan harga pasar. Tujuan penelitian untuk mengetahui eskalasi biaya dan risiko pada Toll Road Development of Semarang – Demak Project Seksi II. Metode yang digunakan untuk eskalasi mengikuti Kontrakdokumen, kontrol kewajaran nilai eskalasi menggunakan future value. Hasil penelitian untuk eskalasi sebesar 2,06% dan nilai future value 9,93% yang menunjukan hasil eskalasi dalam batas kewajaran akibat perubahan nilai mata uang (time value of money) selama pelaksanaan konstruksi.. Kata kunci: Eskalasi, Future Value, Semarang-demak, TollDAFTAR PUSTAKABroto, Y. (2017a) ‘Pemodelan Eskalasi Biaya Proyek Multi Years Dengan Pendekatan Sistem Dinamik’.Broto, Y. (2017b) ‘Pemodelan Eskalasi Biaya Proyek Multi Years Dengan Pendekatan Sistem Dinamik’.Fatoni, A. et al. (2013) ‘ANALISA ESKALASI BIAYA PADA PROYEK INFRASTRUKTUR TAHUN JAMAK (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Waduk Jatigede dan Proyek Pembangunan Waduk Jatibarang)’, Jurnal Karya Teknik Sipil, 2(2), pp. 264–273.Hansen, S. (2015) Manajemen kontrak konstruksi. Gramedia Pustaka Utama.Ibrahim, B. (2003) ‘Rencana dan Estimate Real of cost’.Imany, T.S.T., Hadi, Y.M. and Zakaria, A. (2018) ‘Analisis Harga Satuan Pekerjaan Jalan dan Jembatan Menggunakan Program Lazarus (studi kasus devisi 3, 5, 6, & 7)’, Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, 4(4).Jurandi, J. and Taufik, H. (no date) ‘Analisis Percepatan terhadap Biaya Proyek (Study Kasus: Kantor Dinas SKPD Gedung B5 Tenayan Raya)’.Riyaadl, M. and Hasyim, M.H. (no date) ‘ANALISIS ESKALASI BIAYA (PENYESUAIAN HARGA) PADA KONTRAK MULTI YEARS (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN KELINJAU II KABUPATEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR)’, p. 4..Sudana, I. (2011) ‘Manajemen Keuangan Perusahaan: Teori & Praktik’. 
Studi Perencanaan Embung Palotawo Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara Sinta Sofiana Wiyanti; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Embung merupakan bangunan yang berfungsi menampung air hujan untuk persediaan suatu desa di musim kering. Daerah Kabupaten Konawe Selatan terdapat banyak daerah persawahan yang hanya mengandalkan air hujan sementara itu kebutuhan domestik untuk daerah perkotaan dan pedesaan juga sangat minim. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, alternatif yang dapat dilakukan terhadap air irigasi yaitu dengan dibangunnya suatu embung dengan tujuan utamannya sebagai salah satu sarana pendukung pertanian dan konservasi. Teknologi konservasi air merupakan upaya untuk mengatur penyediaan air, meningkatkan volume air tanah dan memperbesar daya simpan air yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mensuplai kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi Konawe Selatan.Pada studi perencanaan ini bertujuan untuk mendapatkan dimensi tubuh embung. Jenis embung yang direncanakan adalah embung urugan dengan tipe homogen, pemilihan jenis embung didapatkan berdasarkan pertimbangan ketersediaan material tanah dan juga data geologi yang ada. Setelah menentukan dimensi tubuh embung kemudian dilakukan kontrol terhadap stabilitas tubuh embung.Hasil dari studi ini didapatkan tinggi embung 7 meter dan volume tampungan efektif sebesar 44.890,15 m3, volume tampungan mati 8.469,85 m3, dan volume tampungan total 53.360,00 m3. Stabilitas lereng dan rembesan pada perencanaan ini didapatkan angka keamanan yang memenuhi syarat.  Kata Kunci : Embung, Tampungan, Stabilitas
Penelitian Kepadatan Tanah Di Lapangan Dengan Metode Kerucut Pasir ( Sand Cone ) Pada Proyek Mirah Gold Mining Di Kab. Katingan - Kalimantan Tengah Muhammad Hasan; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.163 KB)

Abstract

Pada pembuatan timbunan tanah untuk jalan raya, bendungan, dan banyak struktur teknik lainnya, tanah yang lepas (renggang) haruslah dipadatkan untuk meningkatkan berat volumenya.  Penelitian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (Sand Cone) pada proyek mirah gold mining di Kab.Katingan – Kalimantan Tengah dilaksanakan pada zona B (Clay core), dimana material yang digunakan untuk timbunan adalah material tanah dengan gradasi halus sehingga metode yang paling tepat digunakan untuk melakukan pengujian kepadatan tanah dilapangan adalah metode pasir kerucut (Sand Cone). Peraturan pelaksanaan penelitian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (Sand Cone) pada proyek mirah gold mining di Kab.Katingan – Kalimantan Tengah menggunakan pedoman ASTM (American Society for Testing and Materials) yaitu ASTM D 1556 – 90.  Material tanah sudah di uji dilaboratorium sesuai dengan standart tes yang telah di tentukan yaitu : Natural Water Content (ASTM D.2216 – 71) ; Specific Gravity (ASTM D.854 – 91) ; Atterberg Limit (ASTM D.4318 – 93) ; Grain size Analisys (ASTM D.422 – 72) ; Compaction Standart (ASTM D.698 – 70) Untuk pengujian Atterberg Limit, spesifikasi teknis yang digunakan dilapangan adalah  Atterberg Limit ASTM D.4318 – 93 . Hasil pengujian kepadatan tanah dilapangan dengan metode kerucut pasir (sand cone) telah memenuhi standart yang digunakan dilapangan yaitu : Degree of Compaction <95% dan >110% ,  Kadar air (Water Content) yang diijinkan dalam penimbunan adalah -1 % + 4 % terhadap OMC (Optimum Moisture Content); Pasir ottawa atau kwarsait sudah terkalibrasi Gamma pasir (γpasir) dari hasil kalibrasi pasir ottawa atau kwarsait yang digunakan adalah 1,379 gr/cm3 dan 1,334 gr/cm3 ; Analisa dari pengujian dilapangan dari 135 titik sand cone ada 2 titik yang tidak masuk spesifikasi dan harus diulang yaitu : Layer – 1, S-6 = 91.09 % (Tidak masuk), Proses compactor harus diulang kembali sehingga mendapatkan kepadatan yang dikehendaki; Layer – 1 S-26 = 101.50 % (Masuk) - Pengulangan timbuna. Harus diulang proses penimbunan karena ada genangan air yang diakibatkan oleh hujan pada daerah uji sand cone sehingga mengakibatkan penurunan nilai kepadatan Keywords: Kepadatan Tanah, Kerucut Pasir. Sand Cone
STUDI PERENCANAAN TUBUH BENDUNGAN UTAMA (MAIN DAM) PADA PEMBANGUNAN WADUK BENDO KABUPATEN PONOROGO Yeni Safitri; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.912 KB)

Abstract

Some areas in Ponorogo Regency, East Java Province have a natural resource management problem, including flooding during the rainy season and lack of clean water when the dry season arrives. To overcome these problems, Bendo Dam is planned. The planning method begins by determining the location, hydrology, and hydraulic location, which finally obtained information to determine the design of the dam. From the results of the study we found the dimensions of the dam body based on Q1000th, including the dam height of 88 m, the elevation of the dam peak El.224.00, the length of the dam peak 15 m. The building material of the dam body has physical and mechanical properties that meet the existing criteria.  discharge is 649.16 m3 / sec to get the magnitude of the river flow discharge using the Nakayasu HSS method. So that the total dam reservoir is 43,599 x 10 m3. Results Upstream slope stability after the dam has been built The normal state is 2.337> 1.5 (safe) and in an earthquake situation is 1.772> 1.1 (safe). The results of the analysis of the stability of seepage are as follows: 0.0094 m3 / sec < 0.05% < 21799.5 m3 / sec (safe).  Keywords: Main Dam Planning, Urugan Type Dam, Bendo Dam.
STUDI PERENCANAAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH KABUPATEN GRESIK DISTRIK BUNGAH Rio Miftakul Imam; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.78 KB)

Abstract

Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum PDAM Giri Tirta Kabupaten Gresik ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Gresik. Selain peningkatan pelayanan air bersih bagi masyarakat, adanya pemenuhan kebutuhan air bersih baik untuk masyarakat ataupun untuk kegiatan di sektor industri, pelabuhan, dan kegiatan ekonomi lainnya ini diharapkan dapat menunjang serta meningkatkan kegiatan perekonomian di Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui dinas terkait saat ini sedang membangun, mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan jaringan distribusi air bersih secara berkala. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pertumbuhan penduduk Distrik Bungah sampai tahun 2030, Mengetahui jumlah kebutuhan air bersih untuk penduduk Distrik Bungah sampai tahun 2030, mengetahui dimensi pipa yang akan di gunakan. Metode penelitian yaitu pengumpulan data primer dan sekunder yang diolah menggunakan Software Epanet 2.0. Hasil penelitian adalah jumlah penduduk Distrik Bungah Kabupaten Gresik pada tahun 2030 adalah 9816 Jiwa, kebutuhan air bersih pada tahun 2030 mencapai 1,371821 lt/det. Dimensi pipa yang digunakan yaitu memiliki diameter 300 (12”)dan diameter 250 (10”). Hasil simulasi menggunakan Software Epanet 2.0 menunjukan keadan stabil kecepatan dan tekanan aliran airnya. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan Software selain Epanet 2.0 seperti Software Watercad dan WaterNet. KataKunci: air, air bersih,pipa jaringan.
Neraca Air Dengan Metode Thornthwaite dan Matter di DAS Konto Hulu Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.846 KB)

Abstract

The social activities in watershed area, should be taken in to account in order to keep land conservation.  Land conservation at  watershed of Konto upstream is very important because will influence water source management and it can result flood at watershed of Konto downstream .Water availability prediction upstream watershed will be able to be anticipated with Thornwaite-Matter method.  Water balance at Konto watershed  has deficit 258,4 mm and surplus 711,1 mm. The everage value of dryness index is  7,54Kata kunci: Neraca air, daerah aliran sungai
Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Ulu Konaweha Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara Rahayu Hutami E.A.N; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.884 KB)

Abstract

Desa Ulu Konaweha adalah desa yang memiliki sumber mata air yang memadai tetapi memiliki masalah mengenai penyediaan air bersih yang belum memiliki sistem jaringan air bersih yang baik dan memadai untuk bisa melayani masyarakat desa Ulu Konaweha, sehinggan dibutuhkan perencaana sistem jaringan distribusi air bersih yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat desa. Sumber air yang dimanfaatkan adalah sumber mata air Mekongga yang memiliki debit sebesar 6,20 liter/detik. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi jumlah penduduk dengan metode geometrik, dari hasil perhitungan proyeksi jumlah penduduk desa Ulu Konaweha untuk 10 tahun kedepan tahun 2027 adalah 1973 jiwa dengan kebutuhan air bersih 0,7917 liter/detik. Untuk perencanaan sistem jaringan distribusi air bersih yaitu air dari sumber mata air ditampung terlebih dahulu pada bangunan penangkap mata air (bronkaptering) dengan elevasi + 444 m kemudian di alirkan menuju reservoir dengan dimensi 3x3x3 m dengan elevasi + 400 m, selanjutnya air didistribusikan kepada penduduk desa Ulu Konaweha melalui hidran umum sebanyak 20 buah dengan kebutuhan air tiap hidran 0,0577 liter/detik. Diameter pipa transmisi adalah 4 inch dan pipa distribusi 3 inch, untuk sistem jaringang distribusi air bersih menggunakan software Epanet 2.0. Kata Kunci : Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih, Epanet, Reservoir, Desa Ulu Konaweha 
Analisa Sedimentasi Berbasis ArcView Gis Pada Bendungan Sumi Kabupaten Bima Sarifudin Sarifudin Sarifudin; Azizah Rokhmawati; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.456 KB)

Abstract

Waduk Sumi adalah-waduk-yang terletak di Kecamatan Mangge,-Kabupaten Bima,_Provinsi NTB merupakan_suatu waduk terbesar_di NTB yang sudah beroprasi 26 tahun. Waduk sumi merupakan Waduk yang multi fungsi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan irigasi, pertanian dan perkebunan dengan luas genangan Waduk sebesar 155,60 ha. Luas lahan irigasi yang dimanfaatkan dari waduk ini sebesar 2.542 ha. Studi ini bertujuan untuk mengethaui besar sedimen yang terjadi di waduk Sumi dan  berapa perkiraan umur layak_pakai_waduk_sumi. Adapun_perhitungan_yang_dipakai_meliputi_perhitungan dengan tingkat erosi pada waduk menggunakan_metode_MUSLE, pada perhitungan erosi ini menggunakan data curah hujan 10 tahun yang terbagi dalam dua stasiun yaitu stasiun Sumi dan stasiun Parado. Dari hasil perhitungan dimana diketahui erosi yang terdapat didalam waduk Sumi cukup berat yaitu pada tahun 2011 sebsar 643.794,21 m3/thn, pada tahun 2012 sebesar 415.289,61 m3/thn, pada tahun 2013 sebesar 275.966,73 m3/thn, pada tahun 2014 sebesar 248.106,54 m3/thn, pada tahun 2015 sebesar  449.644,92 m3/thn, pada tahun 2016 sebesar362.088,24 m3/thn, pada tahun 2017 sebesar  402.253,50 m3/thn, pada tahun 2018 sebesar 41.312,00 m3/thn, pada tahun 2019 sebesar 244.570,98 m3/thn, pada tahun 2020 sebesar 374.619,52 m3/thn. Dari_perhitungan_diperoleh hasil sisa umur efektif waduk sebesar 53 tahun, dengan efesien tangkapan waduk 4,43 %. Kata Kunci : Sedimen, Umur Efektif, Waduk Sumi.
OPTIMASI PEMBERIAN AIR DAERAH IRIGASI DELTA BRANTAS SALURAN SEKUNDER KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Dita Wahyu Anggraini; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.249 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah Irigasi Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung merupakan daerah irigasi yang terletak di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dengan luas baku sawah 649 Ha. Dari pengamatan sebelumnya, awal tanam DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung dimulai dari awal November dengan jenis pola tanam padi, palawija dan tebu. Tidak seluruh area tersebut dapat ditanami secara maksimal. Pengaturan pola tanam yang kurang maksimal menjadi faktor utama yang menyebabkan seluruh lahan pertanian di DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung tidak dapat ditanami secara merata. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah optimasi pemberian air daerah irigasi dengan mengoptimalkan debit irigasi dengan mencoba tiga alternatif pola tanam dan keuntungan yang di dapat dari hasil optimasi ketersediaan debit, serta pengaturan tinggi pintu air sesuai dengan debit yang tersedia. Untuk analisa ini menggunakan program linear dengan program bantu Solver dari Microsoft Excel.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola tanam yang terbaik dan pengaturan tinggi pintu air yang tepat sesuai dengan besarnya debit yang tersedia. Sehingga pembagian debit air irigasi yang tersedia di Daerah Irigasi dapat dilakukan secara optimal. Dari hasil penelitian di Daerah Irigasi Krembung dengan cara mencoba – coba dengan 3 alternatif pola tanam di dapat bahwa di Daerah Irigasi Krembung, Pola Tata Tanam alternatif I padi/tebu – padi/palawija/tebu – palawija dengan keuntungan Rp. 110.019.604.000,- dengan luas tanam maksimal adalah 649 Ha. Serta tinggi bukaan pintu pada jaringan irigasi sesuai pola tanam alternatif I musim tanam I pada saluran Bkg. 3.ka. dengan tinggi bukaan 0,216m, musim tanam II dengan tinggi bukaan 0,318m, musim tanam III dengan tinggi bukaan 0,286 m. Dengan demikian, sebaiknya setiap daerah irigasi selayaknya dilakukan optimasi yaitu dapat mengoptimalkan debit air yang tersedia dengan alternatif pola tanam terbaik serta memperhatikan tinggi bukaan pintu yang sesuai dengan debit yang tersedia. Kata Kunci : DI Krembung, Optimasi, Pola Tata Tanam, Solver ABSTRACT  Delta Brantas Irrigation Area Krembung Secondary Channel is an irrigation area located in Sidoarjo Regency, East Java with an area of 649 Ha of rice fields. From previous observations, the initial planting of DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel starts from early November with rice, secondary crops and sugar cane. However, not the entire area can be planted to its full potential. The arrangement of cropping patterns that are less than optimal is the main factor that causes all agricultural land in DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel cannot be planted evenly. Therefore, one of the efforts that can be done at this time is optimizing the provision of irrigation water by optimizing irrigation discharge by trying three alternative cropping patterns and the benefits obtained from the results of optimizing the availability of discharge, and setting the floodgate height according to the available discharge. For this analysis using a linear program with the Solver program from Microsoft Excel. The purpose of this study was to obtain the best cropping pattern and setting the right floodgate height according to the amount of available discharge. So that the distribution of irrigation water discharge available in the Irrigation Area can be carried out optimally. From the results of the research in the Krembung Irrigation Area by experimenting with 3 alternative cropping patterns, it was found that in the Krembung Irrigation Area, the alternative Cropping Pattern I was rice/sugarcane – rice/palawija/sugarcane – palawija with a profit of Rp. 110,019,604,000,-. As well as the height of the door opening on the irrigation network according to the alternative cropping pattern I for the first planting season on the Bkg channel. 3.ka. with an opening height of 0.216 m, planting season II with an opening height of 0.318 m, planting season III with an opening height of 0.286 m. Thus, every irrigation area should be optimized, that is, it can optimize the available water flow with the best alternative cropping pattern and pay attention to the height of the door opening in accordance with the available discharge.Keywords: DI Krembung, Optimazion, Planting Patterns, Solver
Perencanaan Sistem Lahan Basah Buatan dalam Pengolahan Limbah Cair Domestik Menggunakan Tanaman Cyperus papyrus Anita Rahmawati; Eko Noerhayati; Ginanjar Noor Sholikhin; M. Iqbal Sahroni
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.158 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.231

Abstract

Pencemaran limbah cair domestik yang terjadi di badan air selalu dikaitkan dengan permasalahan sanitasi. Sebagian besar penduduk di Indonesia membuang limbah cair domestik langsung ke saluran pembuang tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, pada penelitian ini pengolahan limbah cair domestik di Bumi Candi Asri Sidoarjo dilakukan dengan menggunakan tanaman Cyperus papyrus melalui sistem lahan basah buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain fasilitas pengolah limbah cair domestik dengan proses alami. Perencanaan sistem lahan basah yang direncanakan terdiri dari beberapa unit paengolahan seperti unit pengumpul, constructed wetland, dan unit indikator. Tanaman air yang dipakai adalah Cyperus papyrus (alang-alang air). Kualitas efluen yang dihasilkan adalah kosentrasi COD = 10,94 mg/l, dan kosentrasi BOD = 4,61 mg/l. Dari hasil tersebut, maka efluen yang dihasilkan dengan metode lahan basah buatan di Perumahan Bumi Candi Asri Sidoarjo sudah sesuai dengan Baku Mutu Limbah Domestik Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 7 Tahun 2013.
Co-Authors Aasniari Aasniari Absari, Sherly Aulia Ach Sahroni Achmad Hamdan Afina Fajar Hidayati Al Adlu Syahid Al-Ghifar, M. Qadafi Anang Bakhtiar Anang Bakhtiar ANDRIANI, VIKI Anggun Ainun B.Wakirin Anita Rahmawati Anita Rahmawati Anita Rahmawati Annisa Mar'atus Safitri APRILIA, REZA Arga Kencana Ari Kurniawan Arief Ardiansyah Arif Wibisono Arthanev, Fiastara Seikha Ashari, Mohammad Alfarisi Azimatuz Zahro Azizah Rachmawati Azizah Rahmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah, Shoifatun Nur Azzani, Muhammad Amri Bachsin, Nor Kamila Bambang Dwi Sulo Bambang Suprapto Bastyo Tafano Dian Dwi Mahendra Diana Septian Hartati Dita Wahyu Anggraini Dwi Mukti Asmoro Sari Elly Novi Saputri Fakhiroh, Nichlah Febriyanti, Yanti Firdaus Ihwan Ibadi Firmansyah Adhy Wijaksana Fitriya Qurota Ayun Galla, Alexander Gancakra Pribadi Ginanjar Noor Sholikhin Hassi fichri Renaldi Herlambang, Elang Septian Hidayatulloh, Habib I Gusti Bagus Wiksuana Ibnu Kolis Inggit Kentjonowaty Ismiyah, Zahrotul Israil Israil Ita Suhermin Ingsih Jeprianto Jeprianto Kahfi Almachzuuni M Ihya Al Hikam M. Iqbal Sahroni M. Mas’ud Said Mahfud Jiiono Mahmad Alfian Ni'am Maida, Laila Nur Marini, Ambar Mas'ud Said Miqdad Kevin Ni&#039;am Moch. Yudha Alif Pratama Moh. Ahsani Taqwim Moh. Bagus Fahmi Moh. Lutfi Maulana Mohammad Jasa Afroni Mohammad Khoiruddin, Mohammad Muhammad Fikri Alim Muhammad Hasan Muhammad Rizal A’rofi Muhammad Syahridha Firdaus Muttaqin, Fazal Nadiva Salsabila Rahmawati Narendra Handaryan Yudhistira Naufal Yudhistira Ningrum, Elisa Setia Nour Athiroh Nour Athiroh Abdoes Sjakoer nurlailatul khusnah Nuzulul H, Moch Mubarok Palevi, Muhammad Raynaldi Reza Rabbi, Fawaz Diya’a Rahayu Hutami E.A.N Ramadhani, Devi Rizqy REFINALDO, A MUH RIDHO Reza Affandi Sameth Ricky Andrian, Ricky Ricky Candra Andrian Rifaini, Intan Rio Miftakul Imam Riska Riska Rizal A&#039;rofi rofiqoh rofiqoh Roihan Attammimi Suryateja Samsul Maarif Sarifudin Sarifudin Sarifudin Satriyo Yoga Wahyudi Sinta Sofiana Wiyanti Siti Asmaniyah Mardiayani Siti Asmaniyah Mardiyani Siti Sendari Soraya Norma Soraya Norma Mustika Suci Amalia Suprapto, Bambang Syahril Arifudin Tri Wahyudi Sinaga Unung Lesmanah Warda Khumairo Milena Warsito - Warsito Warsito Warsito Warsito Wirateruna, Efendi S Wulandari, Puput Tri YENI SAFITRI Yogi Dwi Mahandi Yusril Fahruddiansyah Zalfain, Muhammad Zuhkhriyan Zakaria