Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI EVALUASI PERENCANAAN JARINGAN DAERAH IRIGASI RAWANG UJO KELURAHAN SARKAM KOTA JAMBI Azimatuz Zahro; Eko Noerhayati; Anang Bakhtiar
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Irigasi Rawang Ujo Merupakan daerah irigasi yang berada di kelurahan Sarkam Kabupaten Sarolangun, Kota jambi. Daerah Irigasi Rawang Ujo sendiri memiliki luas baku sawah seluas 233 Ha. Pada areal persawahan terdapat 4 (empat) saluran irigasi yang tidak memadai akibatnya sering terjadinya banjir apabila intensitas hujan tinggi, Saluran Irigasi pada daerah irigasi Rawang ujo sendiri merupakan bangunan lama sehingga perlu adanya evaluasi dan perbaikan. Perhitungan curah hujan rancangan menggunakan data curah hujan di 3 (tiga) stasiun penakar hujan yaitu stasiun muaro limun, stasiun kota jambi, dan stasiun pauh. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air irigasi, dimensi saluran eksisting, debit eksisting, dan dimensi saluran rencana pada daerah irigasi Rawang Ujo. studi ini menggunakan metode Standar Perencanaan Irigasi KP.2013. Hasil dari studi ini diketahui saluran 1 mempunyai dimensi sebesar B (lebar saluran) 1,40 m, H (tinggi saluran) 1,20 m dan Q saluran (debit saluran) 8,47 m3/dt. Dengan Demikian Saluran 1 mampu menampung debit air yang akan di alirkan.Kata kunci: DI Rawang Ujo, Dimensi Saluran, Kelurahan Sarkam.
Studi Penelitian Perbaikan Tanah Dengan Metode Vertical Drains Untuk Penanggulangan Kerusakan Jalan dan Bangunan Rumah Di Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Israil Israil; Warsito Warsito; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung adalah tanah yang termasuk tanah cohesif serta salah satu tanah yang mempunyai daya dukung yang rendah, sifat kembang susut yang besar dan deformasi yang terjadi sangat besar dan waktu proses yang lama. Dengan adanya permasalahan tersebut maka penulis mencoba melakukan penelitian untuk perbaikan dengan usaha stabilitas menggunakan metode vertical drains dengan menambahkan pasir lolos saringan no. 4 dan tertinggal di saringan no. 10. Penelitian ini dilakukan melalui 2 tahap, pertama dengan uji konsolidasi dan kedua dengan metode vertical drains. Pada metode vertical drains menggunakan pasir sebagai drain dengan 3 sampel benda uji silinder. Sampel pertama dengan drain besar berdiameter 4,75 cm, sampel kedua dengan drain kecil berdiameter 2,54 cm, dan sampel ketiga tanpa tambahan drain. Dengan masing-masing tinggi silinder 17,8 cm dan diameter 15,2 cm. Hasil dari setiap penurunan vertical drains ini akan dibandingkan dengan hasil penurunan dari konsolidasiKata kunci : Konsolidasi, Tanah Lempung, Vertical Drains
STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH IRIGASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) DI DESA SUKOANYAR KEC. PAKIS KAB. MALANG Annisa Mar'atus Safitri; Eko Noerhayati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Desa Sukoanyar Kecamatan Pakis Kabupaten Malang sebagian besar mata pencaharian penduduk bertumpu pada sektor pertanian dan salah satu hasil pertaniannya adalah kacang hijau. Petani mengairi lahan pertanian kacang hijau menggunakan saluran air irigasi, sedangkan air irigasi pada daerah tersebut sudah tercemar dan berbau, akibatnya dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pengolahan air limbah irigasi dapat menurunkan kadar zat kontaminan yang ada pada air limbah irigasi. Tujuan dari pengolahan air limbah yaitu dapat menghasilkan air bersih sesuai dengan baku mutu kebutuhan air tanaman. Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan teknologi anaerobic filter dan proses fitoremediasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengolahan air limbah adalah meningkatkan kadar pH menjadi 7; menurunkan kadar COD hingga 41,55%; BOD hingga 54,6%; Fosfat hingga 23,13%; dan Nitrat hingga 90,22%. Air hasil olahan diberikan pada tanaman kacang hijau sehingga dapat tumbuh lebih cepat dan subur dengan persentase sebesar 65,33%.Kata kunci : Air Limbah Irigasi, Anaerobic Filter, dan Kacang Hijau
STUDI PERENCANAAN SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA PERUMAHAN THE OZ-AUSTRALIAN CITY OF MALANG Warda Khumairo Milena; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Malang termasuk daerah yang padat penduduk dan tiap tahunnya semakin meningkat, maka dari itu perlu dilakukan pengembangan kebutuhan air bersih. Studi perencanaan di Perumahan ini bertujuan untuk merencanakan Sistem Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih di Perumahan The Oz – Australian City Of Malang yang berada di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Perencanaan Kebutuhan Air Bersih ini menggunakan estimasi Pertumbuhan Penduduk 10 Tahun mendatang. Pengolahan data di penelitian ini memakai aplikasi Epanet 2.2 dengan memasukkan hasil perhitungan diameter pipa, kecepatan pada jam puncak, data pipa primer, pipa sekunder dan pipa tersier yang langsung disambungkan ke rumah penduduk. Hasil dari Output Software Epanet 2.2 menunjukkan Kebutuhan Air pada Jam Puncak sebesar 9,12 liter/deti, sehingga memenuhi Debit Air yang tersedia sebesar 15 liter/detik. Dimensi yang dihasilkan adalah Diameter Pipa Primer 225 mm atau 9”, Diameter Pipa Sekunder 160 mm atau 6”, dan Diameter Pipa Tersier 40 mm atau 1 1/4 “. Dengan Kedalaman Pipa Primer 0,9 m, Pipa Sekunder 0,8 m; dan Pipa Tersier 0,7m.Kata Kunci : Distribusi Air Bersih, Perumahan The Oz Australian City Of Malang, Software Epanet 2.2
Studi Alternatif Analisa Sedimentasi Terhadap Umur Bendungan Bagong Kabupaten Trenggalek Berbasis Arc Gis Mahmad Alfian Ni'am; Eko Noerhayati; Warsito Warsito
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Bagong adalah sebuah bendungan yang terletak di Desa Sumurup dan Desa Sengon, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Bendungan Bagong terletak di Aliran Sungai Bagong. Bendungan ini memiliki tujuan untuk meminimalisir terjadinya banjir.Analisa sedimentasi pada Bendungan Bagong digunakan untuk mengetahui klasifikasi tingkat erosi dan simulasi perubahan konservasi lahan di DAS Bagong. Metode yang digunakan adalah metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan bantuan aplikasi software ArcGIS. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai Berikut. Besar laju Erosi yang masuk ke dalam Bendungan Bagong dengan menggunakan metode USLE adalah sebesar 676,73 Ton/Ha/Tahun, Besar laju Sedimentasi yang masuk ke dalam Bendungan Bagong dengan pendekatan SDR adalah sebesar 52753,87 m3/ha/Tahun, Umur Guna Bendungan Bagong adalah sebesar 62 - 63 Tahun setelah Bendungan selesai dibangun di tahun 2023. Kata Kunci : ArcGIS,Bendungan Bagong,Sedimentasi, Umur Guna
STUDI EVALUASI PEMANFAATAN EMBUNG JAMBESARI UNTUK AIR IRIGASI DESA SUMBERJAMBE KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Elly Novi Saputri; Eko Noerhayati; Anita Rahmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air untuk irigasi merupakan salah satu aspek yang sangat perlu diperhatikan dalam perencanan dan pengelolaan sistem irigasi mengingat Indonesia adalah negara dengan dua musim dimana pada umumnya ketersediaan air pada musim hujan melimpah dan berbanding terbalik dengan ketersediaan air pada musim kemarau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil dari perhitungan nilai ketersediaan air, kebutuhan air tanaman, dan perhitungan neraca air pada Embung Jambesari, Tahapan penelitian ini antara lain dengan analisis DAS, analisis tutupan lahan, analisis curah hujan efektif, analisis kebutuhan air untuk penggantian lapisan, analisis kehilangan air akibat perkolasi, analisis kebutuhan air untuk penyiapan lahan, analisis nilai penggunaan konsumtif, dan analisis evapotranspirasi serta analisis ketersediaan air di Embung. Output dari masing-masing analisis tersebut selanjutnya dibandingkan dan diperoleh necara air. Hasil perhitungan menunjukkan 1) Kebutuhan air irigasi terbesar Bulan Oktober periode III dengan nilai 13,69 lt/10 hari, sedangkan nilai terendah terjadi pada Bulan Januari periode III dengan nilai -2.9 lt/ 10 hari, 2) Ketersediaan air pada Embung Jambesari didapatkan nilai terbesar terjadi pada Bulan Juni periode III dengan nilai 5714 lt/10 hari, sedangkan nilai terendah terjadi pada Bulan November periode III dengan nilai 13 lt/10 hari, dan 3) Perhitungan neraca air adalah debit ketersediaan air pada Embung Jambesari mencukupi terhadap kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Embung Jambesari. Kata Kunci : Air Irigasi, Daerah Irigasi, Embung Jambesari, Neraca Air
ANALISA PREDIKSI SEDIMENTASI PADA DAS METRO KOTA MALANG DENGAN METODE HEC-RAS Firdaus Ihwan Ibadi; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDAS Metro adalah merupakan daerah yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir, peristiwa itu terjadi karena mengingat di sepanjang DAS berdiri perumahan padat penduduk mengakibatkan lebar sungai mengalami penyempitan dan pendangkalan yang apabila terjadi penambahan debit air yang tinggi secara tiba-tiba tentu membuat air tersebut meluap ke perkampungan penduduk. Tujuan dari penelitihan ini untuk mengetahui besar debit aliran sungai, mengetahui nilai rata- rata sedimentasi, karekteristik sedimen, dan terakhir untuk mengetahui rata- rata nilai angkutan sedimen. HEC-RAS merupakan aplikasi (software) untuk memodelkan aliran di sungai, satu dimensi aliran permanen maupun tak permanen (steady and unsteady onedimensional flow model). Dari perhitungan didapatkan nilai angkutan sedimen di titik A diperoleh hasil 3,997 m3/det/m, di titik B diperoleh hasil 7,111 m3/det/m, di titik C diperoleh hasil 4,721, dan di titik D diperoleh hasil 5,952. Dari kedua nilai angkutan sedimen tersebut rata-rata nilai angkutan sedimen di Sungai Metro sebesar 5,455 m3/det/m. Pengaruh sedimen yang berpindah mengakibatkan sungai menjadi lebih dalam. Angkutan sedimen juga meningkat seiring panjangnya sungai dapat dilihat perbandingan pada STA 0+000 hingga STA 4+300. Dari hasil running simulasi sedimen menggunakan program HEC-RAS dapat dilihat bahwa pada sungai Metro pergerakan angkutan sedimen mengarah pada proses Erosi.Kata Kunci : Sedimentasi, HEC-RAS, Debit Aliran, Sungai Metro Malang.                                                   ABSTRACT                                              The Metro watershed is an area that is prone to landslides and floods, this incident occurred because along the watershed there were dense housing estates, resulting in narrow and shallow river widths which if there was a sudden addition of high water discharge, of course, the water overflowed. to populated villages. The purpose of this study was to determine the amount of river flow discharge, to determine the average value of sedimentation, sediment characteristics, and finally to determine the average value of sediment transport. HEC-RAS is an application (software) for modeling flow in rivers, one-dimensional permanent flow or non-permanent (steady and non-steady one-dimensional flow models). From the calculation, it is obtained that the sediment transport value at point A is 3,997 m3/s/m, at point B the results are 7,111 m3/s/m, at point C the results are 4,721, and at point D the results are 4,721. 5,952 results were obtained. From the two values of sediment transport, the average value of sediment transport in the Metro River is 5,455 m3/s/m. The influence of moving sediment causes the river to become deeper. Sediment transport also increases with the length of the river that can be seen compared to STA 0+000 to STA 4+300. From the simulation results of running sediment using the HEC-RAS program, it can be seen that in the Metro river the movement of sediment transport leads to the erosion process.Key Words : Sedimentation, HEC-RAS, Flow Discharge, Metro Malang River
ANALISA KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN RAYA KESAMBEN-SOLOREJO KABUPATEN BLITAR DENGAN METODE SURFACE DISTRESS INDEX (SDI) Jeprianto Jeprianto; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jalan adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara tanah dasar dan roda kendaraan. Volume lalu lintas yang tinggi secara berulang yang melintasi jalan raya Kesamben-Solorejo menjadi penyebab menurunnya kualitas jalan sehingga terjadi kerusakan. Oleh karena itu, analisa kerusakan perkerasan lentur pada ruas jalan raya Kesamben-Solorejo Kabupaten Blitar ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi untuk dilakukan perbaikan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kondisi perkerasan jalan raya Kesamben-Solorejo serta menentukan penanganan kerusakan dan mengetahui rencana anggaran biaya (RAB) perbaikan jalan. Penelitian ini menggunakan metode  Surface Distress Index (SDI). Hasil dari penilitian ini diketahui nilai SDI terendah terdapat pada segmen 13 (STA. 7+100–7+600) nilai SDI 3,5 kondisi jalan baik, nilai SDI tertinggi terdapat pada segmen 19 (STA. 10+100–10+600) Nilai SDI 75 kondisi jalan sedang, Nilai rata-rata SDI adalah 27,35 kondisi jalan baik dan termasuk ke dalam program pemeliharaan rutin. Pengisian Retak (P4), Penambalan Lubang (P5) dan Perataan (P6). Rencana anggaran biaya yang diperlukan adalah sebesar Rp. 362.200.000.Kata Kunci: Perkerasan Lentur, Surface Distress Index (SDI), RAB ABSTRACT The road is a layer of pavement located between the subgrade and the wheels of the vehicle. The high volume of traffic that repeatedly crosses the Kesamben-Solorejo highway is the cause of the decline in road quality resulting in damage. Therefore, the analysis of flexible pavement damage on the Kesamben-Solorejo highway, Blitar Regency is very important to do to find out the type of damage that occurs to be repaired again. This study aims to determine the value of the pavement condition for the Kesamben-Solorejo highway and determine the handling of damage and determine the budget plan (RAB) for road repairs. This study uses the Surface Distress Index (SDI) method. The results of this study show that the lowest SDI value is in segment 13 (STA. 7+100–7+600), SDI value is 3.5, road conditions are good, the highest SDI value is in segment 19 (STA. 10+100–10+600) SDI score is 75 moderate road conditions, the average SDI value is 27.35 road conditions are good and are included in the routine maintenance program. Crack Filling (P4), Hole Filling (P5) and Alignment (P6). The required budget plan is Rp. 362.200.000.Keywords: Flexible Pavement, Surface Distress Index (SDI), RAB
OPTIMASI PEMBERIAN AIR DAERAH IRIGASI DELTA BRANTAS SALURAN SEKUNDER KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Dita Wahyu Anggraini; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daerah Irigasi Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung merupakan daerah irigasi yang terletak di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dengan luas baku sawah 649 Ha. Dari pengamatan sebelumnya, awal tanam DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung dimulai dari awal November dengan jenis pola tanam padi, palawija dan tebu. Tidak seluruh area tersebut dapat ditanami secara maksimal. Pengaturan pola tanam yang kurang maksimal menjadi faktor utama yang menyebabkan seluruh lahan pertanian di DI. Delta Brantas Saluran Sekunder Krembung tidak dapat ditanami secara merata. Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah optimasi pemberian air daerah irigasi dengan mengoptimalkan debit irigasi dengan mencoba tiga alternatif pola tanam dan keuntungan yang di dapat dari hasil optimasi ketersediaan debit, serta pengaturan tinggi pintu air sesuai dengan debit yang tersedia. Untuk analisa ini menggunakan program linear dengan program bantu Solver dari Microsoft Excel.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan pola tanam yang terbaik dan pengaturan tinggi pintu air yang tepat sesuai dengan besarnya debit yang tersedia. Sehingga pembagian debit air irigasi yang tersedia di Daerah Irigasi dapat dilakukan secara optimal. Dari hasil penelitian di Daerah Irigasi Krembung dengan cara mencoba – coba dengan 3 alternatif pola tanam di dapat bahwa di Daerah Irigasi Krembung, Pola Tata Tanam alternatif I padi/tebu – padi/palawija/tebu – palawija dengan keuntungan Rp. 110.019.604.000,- dengan luas tanam maksimal adalah 649 Ha. Serta tinggi bukaan pintu pada jaringan irigasi sesuai pola tanam alternatif I musim tanam I pada saluran Bkg. 3.ka. dengan tinggi bukaan 0,216m, musim tanam II dengan tinggi bukaan 0,318m, musim tanam III dengan tinggi bukaan 0,286 m. Dengan demikian, sebaiknya setiap daerah irigasi selayaknya dilakukan optimasi yaitu dapat mengoptimalkan debit air yang tersedia dengan alternatif pola tanam terbaik serta memperhatikan tinggi bukaan pintu yang sesuai dengan debit yang tersedia. Kata Kunci : DI Krembung, Optimasi, Pola Tata Tanam, Solver ABSTRACT  Delta Brantas Irrigation Area Krembung Secondary Channel is an irrigation area located in Sidoarjo Regency, East Java with an area of 649 Ha of rice fields. From previous observations, the initial planting of DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel starts from early November with rice, secondary crops and sugar cane. However, not the entire area can be planted to its full potential. The arrangement of cropping patterns that are less than optimal is the main factor that causes all agricultural land in DI. Delta Brantas Krembung Secondary Channel cannot be planted evenly. Therefore, one of the efforts that can be done at this time is optimizing the provision of irrigation water by optimizing irrigation discharge by trying three alternative cropping patterns and the benefits obtained from the results of optimizing the availability of discharge, and setting the floodgate height according to the available discharge. For this analysis using a linear program with the Solver program from Microsoft Excel. The purpose of this study was to obtain the best cropping pattern and setting the right floodgate height according to the amount of available discharge. So that the distribution of irrigation water discharge available in the Irrigation Area can be carried out optimally. From the results of the research in the Krembung Irrigation Area by experimenting with 3 alternative cropping patterns, it was found that in the Krembung Irrigation Area, the alternative Cropping Pattern I was rice/sugarcane – rice/palawija/sugarcane – palawija with a profit of Rp. 110,019,604,000,-. As well as the height of the door opening on the irrigation network according to the alternative cropping pattern I for the first planting season on the Bkg channel. 3.ka. with an opening height of 0.216 m, planting season II with an opening height of 0.318 m, planting season III with an opening height of 0.286 m. Thus, every irrigation area should be optimized, that is, it can optimize the available water flow with the best alternative cropping pattern and pay attention to the height of the door opening in accordance with the available discharge.Keywords: DI Krembung, Optimazion, Planting Patterns, Solver
STUDI PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI POSANGKE KABUPATEN MOROWALI UTARA SULAWESI TENGAH Anggun Ainun B.Wakirin; Eko Noerhayati; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Morowali Utara khususnya desa Posangke mempunyai kemampuan sumber daya air serta lahan pertanian yang belum dikembangkan. Sistem irigasi dan pola tata tanam saat ini masih sederhana, agar petani mendapatkan air sesuai dengan kebutuhan tanaman maka perlu adanya sistem irigasi yang baik agar produksi pertanian pada petani meningkat. Metode yang digunakan dalam analisis data untuk menghitung ketersediaan air digunakan F.J Mock dengan bantuan kalibrasi program Microsoft Excel berupa program Solver, dan untuk menghitung kebutuhan air irigasi digunakan metode FAO,nilai WLR 1,65 mm/hari dan perkolasi sebesar 2 mm/hari dan curah hujan rata-rata dihitung menggunakan Poligon Thiessen.Berdasarkan pemilihan 8 alternatif Pola Tata Tanam yang memiliki perbedaan awal tanam padi dimulai dari September periode I sampai Maret periode II, dipilih alternatif VII karena memiliki hasil kebutuhan air bersih (Net Field water Requirement) rerata yang paling kecil. Sehingga menghasilkan kebutuhan air irigasi dalam setahun sebesar 44.963.624.448,02 liter atau 44.963.624,45 m3. Dari perhitungan debit yang di lakukan kepada 5 saluran, total nilai debit dari ke 5 saluran sebesar 5,863 m3/detik. Dari perhitungan dimensi saluran sekunder dengan bentuk penampang trapesium, didapat tinggi muka air dasar saluran sekunder (h) 0,9 m, lebar dasar saluran (b) 1,8 m dengan kemiringan talud (m) 1, tinggi jagaan 0,5 m, luas penampang (A) 2,5 m2, keliling basah (P) 4,5 m, radius hidrolis (R) 0,6 m, kecepatan aliran (V) 0,5 m/detik dan debit aliranya (Q) 1,2, untuk dimensi saluran dua dan seterusnya dapat dilihat pada tabel 4.42. Perhitungan Dimensi Saluran.Kata kunci: F.J Mock, Irigasi, Pertanian, Debit, Desa , Kabupaten Morowali Utara.  ABSTRACT  North Morowali Regency,especially Posangke Village has the ability of water resources and undeveloped agricultural land. The current irrigation system and cropping pattern are still simple, so that farmers get water according to the needs of their plants, it is necessary to have a good irrigation system so that agricultural production for farmers increases.The method used in data analysis to calculate water availability was F.J Mock with the help of Microsoft Excel program calibration in the form of the Solver program, and to calculate irrigation water requirements the FAO method,WLR value 1, 65 mm/day and a percolation of 2 mm/day and the average rainfall was calculated using the Thiessen Polygon.Based on the selection of 8 alternative Cropping Patterns which have differences in the initial rice planting starting from September period I to March period II, alternative VII was chosen because it has the smallest average Net Field water Requirement. This results in the need for irrigation water in a year of 44,963,624,448.02 liters or 44,963,624.45 m3. From the calculation of the discharge carried out for 5 channels, the total value of the discharge from the 5 channels is 5.863 m3/second. From the calculation of the dimensions of the secondary channel with a trapezoidal cross section, the bottom water level of the secondary channel (h) is 0.9 m, the bottom width of the channel (b) is 1.8 m with a slope (m) 1, the guard height is 0.5 m, cross-sectional area (A) 2.5 m2, wet circumference (P) 4.5 m, hydraulic radius (R) 0.6 m, flow velocity (V) 0.5 m/s and flow rate (Q) 1.2 , for the dimensions of channel two and so on can be seen in table 4.42. Channel Dimension Calculation.Keywords: F.J Mock, Irrigation, Agriculture, Debit, Village, North Morowali Regency.
Co-Authors Aasniari Aasniari Absari, Sherly Aulia Ach Sahroni Achmad Hamdan Afina Fajar Hidayati Al Adlu Syahid Al-Ghifar, M. Qadafi Anang Bakhtiar Anang Bakhtiar ANDRIANI, VIKI Anggun Ainun B.Wakirin Anita Rahmawati Anita Rahmawati Anita Rahmawati Annisa Mar'atus Safitri APRILIA, REZA Arga Kencana Ari Kurniawan Arief Ardiansyah Arif Wibisono Arthanev, Fiastara Seikha Ashari, Mohammad Alfarisi Azimatuz Zahro Azizah Rachmawati Azizah Rahmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah, Shoifatun Nur Azzani, Muhammad Amri Bachsin, Nor Kamila Bambang Dwi Sulo Bambang Suprapto Bastyo Tafano Dian Dwi Mahendra Diana Septian Hartati Dita Wahyu Anggraini Dwi Mukti Asmoro Sari Efendi S Wirateruna Elly Novi Saputri Fakhiroh, Nichlah Febriyanti, Yanti Firdaus Ihwan Ibadi Firmansyah Adhy Wijaksana Fitriya Qurota Ayun Galla, Alexander Gancakra Pribadi Ginanjar Noor Sholikhin Hassi fichri Renaldi Herlambang, Elang Septian Hidayatulloh, Habib I Gusti Bagus Wiksuana Ibnu Kolis Inggit Kentjonowaty Ismiyah, Zahrotul Israil Israil Ita Suhermin Ingsih Jeprianto Jeprianto Kahfi Almachzuuni M Ihya Al Hikam M. Iqbal Sahroni M. Mas’ud Said Mahfud Jiiono Mahmad Alfian Ni'am Maida, Laila Nur Marini, Ambar Mas'ud Said Miqdad Kevin Ni'am Moch. Yudha Alif Pratama Moh. Ahsani Taqwim Moh. Bagus Fahmi Moh. Lutfi Maulana Mohammad Jasa Afroni Mohammad Khoiruddin, Mohammad Muhammad Fikri Alim Muhammad Hasan Muhammad Rizal A’rofi Muhammad Syahridha Firdaus Muttaqin, Fazal Nadiva Salsabila Rahmawati Narendra Handaryan Yudhistira Naufal Yudhistira Ningrum, Elisa Setia Nour Athiroh Nour Athiroh Abdoes Sjakoer nurlailatul khusnah Nuzulul H, Moch Mubarok Palevi, Muhammad Raynaldi Reza Rabbi, Fawaz Diya’a Rahayu Hutami E.A.N Ramadhani, Devi Rizqy REFINALDO, A MUH RIDHO Reza Affandi Sameth Ricky Andrian, Ricky Ricky Candra Andrian Rifaini, Intan Rio Miftakul Imam Riska Riska Rizal A'rofi rofiqoh rofiqoh Roihan Attammimi Suryateja Samsul Maarif Sarifudin Sarifudin Sarifudin Satriyo Yoga Wahyudi Sinta Sofiana Wiyanti Siti Asmaniyah Mardiayani Siti Asmaniyah Mardiyani Siti Sendari Soraya Norma Soraya Norma Mustika Suci Amalia Suprapto, Bambang Syahril Arifudin Tri Wahyudi Sinaga Unung Lesmanah Warda Khumairo Milena Warsito - Warsito Warsito Warsito Warsito Wulandari, Puput Tri YENI SAFITRI Yogi Dwi Mahandi Yusril Fahruddiansyah Zalfain, Muhammad Zuhkhriyan Zakaria