Claim Missing Document
Check
Articles

Model Reduksi Erosi Dan Sedimentasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Hulu Sebagai Usaha Konservasi Lahan Dan Sumberdaya Air Bambang Suprapto; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.457 KB)

Abstract

Kerusakan DAS di Indonesia semakin bertambah seiring dengan pembukaan hutan, baik sebagai lahan pertanian maupun pemanfaatan hasil kayu. Erosi dan  sedimentasi merupakan serangkaian  proses sedimentasi yang berhubungan dengan pelapukan,pelepasan, pengangkutan dan pengendapan butir-butir tanah atau kulit bumi. Usaha konservasi DAS telah memberikan dorongan untuk mengembangkan model pendugaan erosi, sedimen dan limpasan yang aplikatif dan sesuai kondisi di lapangan. Penelitian dilakukan di Sub-DAS Lesti, DAS Brantas Hulu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Tujuan utama dari penelitian adalah mengembangkan model hidrologi, mengkaji teknik pengendalian erosi, sedimen dan limpasan. Sedimen diambil secara periodik terutama pada musim hujan dan dianalisis di laboratorium. Hal yang pertama dilakukan adalah menghitung besarnya erosi dan kandungan sedimen dalam aliran DAS Lesti dan mengadakan kalibrasi terhadap nilai-nilai yang sesuai dengan kondisi DAS. Berdasarkan hasil perhitungan di lapang korelasi antara konsentrasi sedimen melayang (C) dan pengukuran debit  DAS Lesti adalah C = 0,0112 Qw0,98  Kata kunci:  Sedimen, konservasi
Pengaruh Penambahan Variasi Abu Janggel Jagung Dengan Serat Bambu Terhadap Uji Kuat Tarik Belah Kahfi Almachzuuni; Warsito Warsito; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.957 KB)

Abstract

Concrete is a material that generally becomes the community's need for construction infrastructure facilities, the composition of which includes cement mixture, coarse aggregate, fine aggregate, water, and or without other added ingredients. Pozzolan is an added material derived from nature or rock, which consists mainly of reactive silica and alumina elements. Corn clover ash has a high silica content of 29.7% so that it can be a partial substitution of cement. Bamboo can be a substitute material because it has a relatively cheap price, is easily available, is natural, and has a tensile strength of 4170 kg / cm2. This study uses corn clover as a partial substitution of cement and bamboo fiber with a length of 5 cm and a diameter of 1 cm as a partial substitution of coarse aggregate. With variations in the percentage of ash and fiber substitution are 0: 0%, 0: 5%, 0: 10%, 5: 0%, 5: 5%, 5: 10%, 10: 0%, 10: 5%, and 10 : 10%. Concrete tensile strength test performed on concrete specimens aged 14, 21, and 28 days. Concrete tensile strength test results 28 days for normal concrete obtained fct= 29.0 MPa. The percentage increase of 5% corn beard ash and 5% bamboo fiber produced concrete specimens with the highest tensile strength values than normal concrete, namely fct= 32.1 MPa. Regression analysis results obtained R2= 0.603 which means that the influence of mixing of corn clover and bamboo fiber on the tensile strength of concrete is 60.3%. Keywords: Concrete tensile strength, corn clover ash, bamboo fiber.
KAJIAN KARAKTER FISIK DAN HIDROLOGI DI KALI WELANG KECAMATAN KRATON PASURUAN nurlailatul khusnah; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 2 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.379 KB)

Abstract

Karakter dasar alami DAS (Morfometri DAS) adalah  sifat atau karakter yang dipengaruhi faktor alami suatu DAS yang tidak dapat diubah manusia. Kabupaten Pasuruan terletak antara  1120.30' - 1130 .30' Bujur Timur dan 7030' - 8030' Lintang Selatan. Batas – batas Kabupaten Pasuruan yaitu Kabupaten Sidoarjo dan  Selat  Madura ( sebelah  Utara),  berbatasan dengan Kabupaten Malang (sebelah selatan),  berbatasan  dengan Kabupaten Probolinggo (sebelah timur) dan berbatasan  dengan  wilayah Kabupaten Mojokerto (sebelah barat). Secara administratif wilayah Kali Welang termasuk dalam wilayah Kabupaten Pasuruan dimana DAS nya berada dalam wilayah 9 Kecamatan (Kecamatan Kraton, Sukorejo, Wonorejo, Kejayan, Purwosari, Purwodadi, Tutur, Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang). Luas DAS  Kali  Welang  adalah  ± 511,6 km2, panjang sungai 72,37 km (panjang sungai utama 39,21 km). Air Kali Welang berasal dari aliran air permukaan dan air tanah di  wilayah  Gunung Arjuna (+ 3200m ) dan Gunung Bromo (+ 2400 m). Kata kunci : Daerah Aliran Sungai Welang, Karakter Fisik dan Hidrologi, Kecamatan Kraton Pasuruan
Pengoperasian Pintu Air Irigasi Otomatis Berbasis IoT Pada Perencanaan Pola Tata Tanam Di Kecamatan Tumpang - Malang Ricky Candra Andrian; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.782 KB)

Abstract

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian. Sistem pintu air irigasi yang terdapat di Indonesia kebanyakan masih menggunakan sistem manual sehingga juru air harus mengontrol bukaan pintu secara berkala dilapangan, hal tersebut perlu suatu perencanaan pintu air irigasi otomatis modern dan berbasis IoT untuk menunjang hasil pertanian yang melimpah. Pintu Air Irigasi otomatis berbasis IoT merupakan rancangan dari pintu manual yang bisa digunakan secara otomatis diatur secara jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalalah mengetahui besaran curah hujan andalan, kebutuhan air pada daerah irigasi Tumpang, besaran debit yang sesuai dengan bukaan pintu air, serta untuk mengetahui bukaan pintu air pada saluran terbuka.            Pintu air ini dioperasikan menggunakan andriod melalui aplikasi blynk, dimana bisa mengatur bukaan pintu dari jarak tertentu. Pengoprasian ini meliputi beberapa tahap yaitu persiapan alat (pintu dan rangkaian mikrokontroler)  yang dipasangkan pada lokasi studi, selanjutnya menyambungkan hotspot pada pintu otomatis dan buka menu aplikasi blynk, tekan tombol on/off otomatis pintu bisa membuka/menutup sesuai dengan tinggi bukaan yang dibutuhkan.            Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil Curah hujan andalan untuk perencanaan pola tata tanam sebesar 1936 mm pada kenandalan R80 dan sebesar 2321 mm pada keandalan R50. Kebutuhan air irigasi untuk tanaman padi, palawija, dan tebu pada masing- masing musim tanam adalah Pada saat Musim Hujan (MH) = 156,71 m3/det (september-februari), Pada saat Musim Kemarau I (MK I) = 119,24 m3/det (Maret-Juni), Pada saat Musim kering II (MK II) = 40,70 m3/det (Juli-Agustus). Debit air yang  mengalir melalui pintu air irigasi otomatis dapat memenuhi kebutuhan air  pada saat bulan september minggu ke dua dengan acuan RTTG Tumpang. Kata Kunci: Irigasi, IoT (Internet Of Things), Pintu Air.
Pengolahan Limbah Cair Domestik untuk Pemenuhan Air Bersih dengan Metode Filter serta Penetralan dengan Eceng Gondok Miqdad Kevin Ni'am; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.204 KB)

Abstract

Penduduk di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat khususnya di Kota Sidoarjo menyebabkan peningkatan kebutuhan akan perumahan. Meningkatnya kebutuhan perumahan menimbulkan jumlah air limbah domestik meningkat, sehingga menyebabkan jumlah air yang masuk ke badan air melebihi daya tampungannya. Pengolahan limbah cair dalam proses produksi akan meminimalisir limbah yang ada serta dapat menghilangkan maupun menurunkan kadar bahan pencemaran yang terkandung di dalam lingkungan dan perairan. Dari permasalahan tersebut maka limbah cair domestik perlu diolah dengan cara metode filter dan penetralan eceng gondok.  Metode yang digunakan dalam penyelesaikan studi ini yaitu dengan melakukan penelitian limbah domestik dengan menghitung debit air, efektivitas tanaman eceng gondok, serta menghitung parameter BOD, COD, dan pH sesuai Baku Mutu.Dari studi ini maka diperoleh kesimpulan yaitu debit air kotor yang dikeluarkan sebesar 83,79 m³/hari, dengan menggunakan tanaman eceng gondok mampu mengurangi dan menyerap polutan yang ada pada limbah cair domestic, serta diketahui kelayakan BOD = 13 mg/l, COD = 24mg/l, dan pH = 7 sesuai Baku Mutu.Kata kunci: Limbah domestik, eceng gondok, BOD, COD, pH.
Studi Perencanaan Revetment Pada Pantai Pekutatan Di Kabupaten Jembrana Bali Firmansyah Adhy Wijaksana; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.129 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang mempunyai lebih dari 17.000 pulau dan wilayah kawasan pantai panjangnya mencapai 80.000 km atau keliling bumi dan khatulistiwa. Kawasan pantai di Indonesia sangatlah luas dan sering dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan manusia terutama kawasan pariwisata. Aktifitas manusia dan kegiatan pembangunan di daerah pantai serta faktor alam seperti gelombang, pasang surut, dan arus dapat menimbulkan dampak negatif di daerah pantai dengan erosi dan sedimentasi pantai. Erosi pantai dapat menimbulkan mundurnya garis pantai serta rusaknya berbagai fasilitas di daerah tersebut. oleh karena itu, perlu dilakukan perlindungan terhadap pantai terutama pantai yang lebih sering mengalami erosi. Pantai Pekutatan merupakan salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Jembrane Bali dan salah satu objek wisata yang sedang berkembang dengan pariwisata penginapan dan pemandangan pantainya. Kawasan Pantai Pekutatan mengalami erosi yang berdampak pada perkebunan dan fasilitas umum, guna mengantisifikasi pengikisan tersebut dengan merencanakan bangunan pengaman pantai yaitu revetment yang di harapkan mampu menahan dan menyerap gelombang yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketinggian gelombang di Pantai Pekutatan kemudian merencanakan secara teknis bangunan pelindung pantai Pantai Pekutatan serta menghitung stabilitas guling dan geser bangunan yang direncanakan, Dalam merencanakan revetment diperlukan data angin, data pasang surut, dan peta bathimetri. Berdasarkan analisa data menggunakan metode Fisher-Tippett Type I tersebut kemudian dapat digunakan untuk merencakan dimensi revetment yang sesuai dengan kondisi lokasi. Dari hasil perhitungan data diperoleh gelombang pecah yang terjadi di kedalaman 6,107 m dengan tinggi gelombang 5,453  m. Revetment dibangun pada elevasi  ± 0,00 m dimana berdasarkan analisa data berarti gelombang  yang terjadi adalah gelombang telah pecah, sehingga dimensi bangunan diperoleh dengan tinggi 5,90 m, lebar puncak 4,32 m, dengan kemiringan bangunan 1:1,5 dan panjang  revetment adalah 120 m. Revetment yang dibangun terdiri dari 3 lapis yang menggunakan bahan utama adalah batu pecah. Kata Kunci : Erosi, Bangunan pelindung pantai, Gelombang, Revetment
STUDI PERENCANAAN TUBUH BENDUNGAN GONGSENG DI KECAMATAN TEMAYANG KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR Syahril Arifudin; Eko Noerhayati; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 8 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.99 KB)

Abstract

Given the river in Bojonegoro Regency has the difference in average water discharge in the dry season and in the rainy season is relatively large, the construction of the Gongseng Dam prioritized to meet the demands of the society more tangible and urgent, namely to develop agriculture and increase the supply of irrigation water, as well as the provision of raw water to the region of Bojonegoro regency. From the study obtained dimensions of dam body design based on the Q1000th and controlled by the QPMF among others the height of 3m, peak elevation + 94.00 m, the peak width of the dam 8 m, slope upstream 1:2.60 m and a downstream slope 1:2.50 m. Further stability analysis is reviewed under normal and earthquake, the stability of the upstream slope on the reservoir empty 1.5 3.21 normal state of , the stability of the upstream slope on an empty reservoir of SF earthquake = 1.48 > 1.2 (safe), the stability of the upstream slope on NWL Reservoir of normal state of SF = 2.40 > 1.5 (safe), upper slope stability of NWL reservoir of SF earthquake = 1.63 > 1.2 (safe), upstream slope stability on FWL reservoir of normal state of SF = 2.31 > 1.5 (safe), upstream slope stability in FWL reservoir of SF earthquake = 1.27 > 1.2 (safe), the stability of downstream slope on the reservoir is empty normal state of SF = 1.62 > 1.5 (safe).Keywords: Dreging Dam Stone, dam dimensions, dam stability
Studi Optimasi Distribusi Air Daerah Irigasi Sonosari Kabupaten Malang Dengan Program Linier Muhammad Syahridha Firdaus; Eko Noerhayati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.028 KB)

Abstract

Semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia menimbulkan berbagai permasalahan diantaranya semakin kompleknya permasalahan ketersediaan air untuk pemenuhan kebutuhan air. Dengan adanya permasalahan tersebut maka diperlukan penanganan atau pengelolaan yang baik akan ketersediaan air tersebut.Optimasi penggunaan air irigasi dimaksudkan sebagai pengaturan debit air di beberapa daerah sehingga pada waktu tertentu didapat manfaat yang sebesar – besarnya. Manfaat dalam hal ini yaitu berupa hasil produksi pertanian yang dihasilkan dengan adanya air irigasi tersebut. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data curah hujan, klimatologi, debit, luas lahan dan data ekonomi yang diambil dari Daerah Irigasi Sonosari.Tujuan utama yang ingin diperoleh dari studi ini adalah berapa besar keuntungan maksimal yang dapat diperoleh berdasar luas lahan yang dapat ditanami dengan memanfaatkan ketersediaan debit yang ada. Keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan metode optimasi program linier yang di tunjang oleh fasilitas solver yang ada pada microsoft exceladalah Rp. 21.986.000.000,- untuk musim tanam I, Rp. 21.986.000.000,- untuk musim tanam II dan Rp. 18.431.816.639,- untuk musim tanam III.Kata Kunci : Daerah Irigasi Sonosari, Optimasi,Program linier
Model Sumur Resapan Dengan Peresapan Dasar Rata Di Desa Sukolilo Kecamatan Jabung - Kabupaten Malang Moh. Bagus Fahmi; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.775 KB)

Abstract

Desa Sukolilo Kecamatan Jabung adalah salah satu daerah yang terletak di Kabupaten Malang yang merupakan salah satu daerah dengan jumlah penduduk yang padat. faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk salah satunya adalah Perkembangan perumahan. Dampak dari perubahan alih fungsi dari sawah ke perumahan atau pemukiman mengurangi daerah resapan air. Permasalahan yang timbul adalah limpasan air hujan dari perumahan atau pemukiman langsung dialirkan menuju saluran drainase tanpa meresapkannya terlebih dahulu ketika musim hujan. penurunan muka air tanah akan sangat terasa ketika musim kemarau, karna mayoritas masyarakat masih menggunakan sumur tanah. maka dari itu perlu dilakukan suatu kajian efektifitas dan model sumur resapan dengan peresapan dasar rata. Metode yang digunakan adalah metode falling head pada 3 model sumur resapan yang direncanakan dengan dimensi 0,6m, 0,8m dan 1,0m dan sama-sama memiliki kedalaman H=1,3 m, memakai buis beton tinggi 1,0 m dan dindingg porus 0,3 m . Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai permeabilitas lapangan dengan penyelidikan auger boring, nilai debit banjir kala ulang, kemampuan resap sumur resapan terhadap debit banjir dan perbandingan nilai faktor geometrik F lapangan dan F Sunjoto. Hasil penelitian dan kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah nilai permeabilitas pada kedalaman 1,3 m sebesar K = 0,00235 m/det. Sumur resapan d=0,6m mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun, sumur resapan d=0,8m mampu menampung debit banjir kala ulang 10 tahun, dan sumur resapan d=1,0m mampu menampung debit banjir kala ulang 25 tahun. Faktor geometrik lapangan menunjukkan nilai F lapangan lebih besar dari pada F Sunjoto dengan nilai perbandingan sumur resapan d=0,6m memiliki nilai perbandingan 0,90 %, sumur resapan d=0,8m memiliki nilai perbandingan 0,54 % dan sumur resapan d=1,0m memiliki nilai perbandingan 0,79 %, dimana F lapangan lebih besar dari F Sunjoto. Kata Kunci : Sumur Resapan, Permeabilitas Lapangan, Faktor Geometrik Lapangan
Studi Alternatif Perencanaan Jaringan Irigasi Curah (Sprinkler Irigation) Berbasis Gravitasi Di Desa Poncokusumo Samsul Maarif; Eko Noerhayati; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan irigasi di Indonesia menuju sistem irigasi maju dan tangguh tak lepas dari irigasi tradisional yang telah di kembangkan sejak ribuan tahun yang lampau. Irigasi maju atau modern dapat saja muncul karena usaha memperbaiki atau melanjutkan sistem irigasi yang sudah ada sebelumnya. salah satunya yaitu irigasi curah(sprinkler irigation). Irigasi Curah merupakan sistem irigasi yang di usahakan menyerupai dengan keadaan hujan Dengan menggunakan irigasi curah berbasis gravitasi ini banyak keuntungan yang di dapat, diantaranya pengoperasian irigasi menggunakan gravitasi sehingga tidak boros di energi listriknya, lebih efisien, tidak boros air, tidak memerlukan saluran-saluran air terbuka sehingga area pertanian lebih luas dan dapat sebagai sarana untuk melakukan pemupukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air irigasi dan air tanaman pada daerah irigasi curah poncokusumo, mengetahui debit yang keluar dari tandon, mengetahui pola tanam dan luas area yang di aliri irigasi curah. Debit dari tandon diperoleh dengan melakukan pengukuran langsung dilapangan. Dari analisis yang sudah dilakukan diperoleh debit yang keluar sebesar 0,012 m3/detik, pola tanam pada daerah irigasi curah apel dan palawija, luas daerah yang di aliri irigasi curah ± 332 ha dan kebutuhan air sebesar ± 0,00234 m3/detik/ha. Setelah diketahui jumlah kebutuhan air, dapat di rencanakan jaringan irigasi curah yang akan direncaknakan.Kata Kunci: Irigasi, Irigasi curah, Sprinkler Irigation, Irigasi Curah Poncokusumo
Co-Authors Aasniari Aasniari Absari, Sherly Aulia Ach Sahroni Achmad Hamdan Afina Fajar Hidayati Al Adlu Syahid Al-Ghifar, M. Qadafi Anang Bakhtiar Anang Bakhtiar ANDRIANI, VIKI Anggun Ainun B.Wakirin Anita Rahmawati Anita Rahmawati Anita Rahmawati Annisa Mar'atus Safitri APRILIA, REZA Arga Kencana Ari Kurniawan Arief Ardiansyah Arif Wibisono Arthanev, Fiastara Seikha Ashari, Mohammad Alfarisi Azimatuz Zahro Azizah Rachmawati Azizah Rahmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah Rokhmawati Azizah, Shoifatun Nur Azzani, Muhammad Amri Bachsin, Nor Kamila Bambang Dwi Sulo Bambang Suprapto Bastyo Tafano Dian Dwi Mahendra Diana Septian Hartati Dita Wahyu Anggraini Dwi Mukti Asmoro Sari Elly Novi Saputri Fakhiroh, Nichlah Febriyanti, Yanti Firdaus Ihwan Ibadi Firmansyah Adhy Wijaksana Fitriya Qurota Ayun Galla, Alexander Gancakra Pribadi Ginanjar Noor Sholikhin Hassi fichri Renaldi Herlambang, Elang Septian Hidayatulloh, Habib I Gusti Bagus Wiksuana Ibnu Kolis Inggit Kentjonowaty Ismiyah, Zahrotul Israil Israil Ita Suhermin Ingsih Jeprianto Jeprianto Kahfi Almachzuuni M Ihya Al Hikam M. Iqbal Sahroni M. Mas’ud Said Mahfud Jiiono Mahmad Alfian Ni'am Maida, Laila Nur Marini, Ambar Mas'ud Said Miqdad Kevin Ni'am Moch. Yudha Alif Pratama Moh. Ahsani Taqwim Moh. Bagus Fahmi Moh. Lutfi Maulana Mohammad Jasa Afroni Mohammad Khoiruddin, Mohammad Muhammad Fikri Alim Muhammad Hasan Muhammad Rizal A’rofi Muhammad Syahridha Firdaus Muttaqin, Fazal Nadiva Salsabila Rahmawati Narendra Handaryan Yudhistira Naufal Yudhistira Ningrum, Elisa Setia Nour Athiroh Nour Athiroh Abdoes Sjakoer nurlailatul khusnah Nuzulul H, Moch Mubarok Palevi, Muhammad Raynaldi Reza Rabbi, Fawaz Diya’a Rahayu Hutami E.A.N Ramadhani, Devi Rizqy REFINALDO, A MUH RIDHO Reza Affandi Sameth Ricky Andrian, Ricky Ricky Candra Andrian Rifaini, Intan Rio Miftakul Imam Riska Riska Rizal A'rofi rofiqoh rofiqoh Roihan Attammimi Suryateja Samsul Maarif Sarifudin Sarifudin Sarifudin Satriyo Yoga Wahyudi Sinta Sofiana Wiyanti Siti Asmaniyah Mardiayani Siti Asmaniyah Mardiyani Siti Sendari Soraya Norma Soraya Norma Mustika Suci Amalia Suprapto, Bambang Syahril Arifudin Tri Wahyudi Sinaga Unung Lesmanah Warda Khumairo Milena Warsito - Warsito Warsito Warsito Warsito Wirateruna, Efendi S Wulandari, Puput Tri YENI SAFITRI Yogi Dwi Mahandi Yusril Fahruddiansyah Zalfain, Muhammad Zuhkhriyan Zakaria