Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STRATEGI INOVATIF MENYATUKAN TRADISI DAN MODERNITAS DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Missouri, Randitha
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 21 No 1 (2023): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v21i1.1820

Abstract

Artikel ini membahas strategi inovatif untuk menyatukan tradisi dan modernitas dalam manajemen pendidikan Islam melalui tinjauan konseptual yang komprehensif. Tantangan yang dihadapi oleh pendidikan Islam dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional sambil mengikuti tuntutan zaman modern menjadi fokus utama. Pendekatan yang diajukan menekankan pentingnya memanfaatkan nilai-nilai fundamental Islam sebagai landasan, sambil mengintegrasikan teknologi dan metode pembelajaran modern untuk meningkatkan efektivitas sistem pendidikan. Dalam kerangka ini, peran utama pemimpin pendidikan, pengembangan kurikulum yang relevan, penerapan pembelajaran berbasis teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi poin-poin penting. Analisis yang disajikan menunjukkan bahwa dengan mengadopsi strategi ini, pendidikan Islam dapat mempertahankan identitasnya yang kuat sambil mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan global. Diharapkan bahwa kontribusi artikel ini akan memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan praktik manajemen pendidikan Islam yang inovatif dan berkelanjutan.
PENERAPAN STIMULASI KOGNITIF ANAK DAN INFLANCING MINAT BELAJAR ANAK USIA DINI Jairin, Jairin; Missouri, Randitha; Anhar, Ade S; Mar'atusholihah, Mar'atusholihah
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 5 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i1.1217

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini, memiliki peran yang sangat strategi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan upaya mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan adalah bertujuan untuk mengembangkan kualitas manusia, sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan, maka dalam pelaksanaannya berada dalam suatu proses yang berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan semuanya berkaitan dalam suatu sistem pendidikan yang integral. Pendidikan pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengembalikan dan meningkatkan aktifitas guru dan siswa. Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali pengaruhnya terhadap kegiatan seseorang sebab dengan minat ia akan melakukan sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin melakukan sesuatu. Minat belajar akan timbul apabila mendapatkan rangsangan dari luar. Dan kecenderungan untuk merasa tertarik pada suatu bidang bersifat menetap dan merasakan perasaan yang senang apabila ia terlibat aktif didalamnya. Perasaan senang ini timbul dari lingkungan atau berasal dari objek yang menarik.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam: Tinjauan Aplikasi Interaktif Al-Qur'an Digital Alamin, Zumhur; Missouri, Randitha; Lukman, Lukman
Tajdid Vol 6 No 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1202

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi, khususnya aplikasi interaktif Al-Qur'an digital, telah menjadi perhatian dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran agama Islam. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pemanfaatan aplikasi interaktif Al-Qur'an digital dalam pengembangan materi pendidikan agama Islam. Melalui analisis konten dan studi literatur, fitur-fitur utama yang ditawarkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut dieksplorasi, serta potensi dan tantangan dalam implementasinya di lingkungan pendidikan. Beberapa aplikasi populer di Google Play Store, seperti Muslim Pro, Al-Qur'an Digital, dan Quran.com, dijelaskan sebagai contoh yang memperkaya pengalaman pembelajaran Al-Qur'an. Ditemukan bahwa beberapa aplikasi tersebut memberikan akses lebih besar kepada para peserta didik untuk mempelajari dan memahami ajaran agama Islam, dengan fitur-fitur seperti terjemahan, tafsir, catatan, dan audio bacaan Al-Qur'an. Namun, tantangan terkait ketersediaan teknologi, integrasi dalam kurikulum, dan kualitas konten juga harus diperhatikan dalam mengoptimalkan manfaat dari aplikasi tersebut. Diharapkan artikel ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para praktisi pendidikan agama Islam dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam.
Analisis Implementasi LMS dalam Manajemen Tugas terhadap Hasil Akademik, Keterlibatan, dan Studi Mandiri Mahasiswa Randitha Missouri; Zumhur Alamin; Aldillah Aldillah
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi Learning Management System (LMS) Google Classroom terhadap hasil akademik, keterlibatan, dan efektivitas studi mandiri mahasiswa semester awal program studi Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Bima angkatan 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap 120 mahasiswa yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian ini berupa angket yang mencakup data demografi, pola penggunaan Google Classroom, keterlibatan mahasiswa, hasil akademik, dan tingkat kepuasan yang diukur dengan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi ganda untuk menguji pengaruh LMS terhadap hasil akademik, keterlibatan, dan studi mandiri, serta analisis deskriptif untuk menggambarkan pola penggunaan dan kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% mahasiswa mengalami peningkatan hasil akademik dengan rata-rata kenaikan 10%. Dalam aspek keterlibatan, 82,5% mahasiswa menggunakan Google Classroom secara aktif, 85% menyelesaikan tugas tepat waktu, dan 60% berpartisipasi dalam diskusi online dengan rata-rata penggunaan platform selama lima jam per minggu. Studi mandiri mahasiswa meningkat dengan 70% responden menilai Google Classroom efektif mendukung pembelajaran mandiri. Namun, penelitian juga menemukan bahwa partisipasi dalam diskusi online masih relatif rendah dibandingkan keterlibatan dalam tugas. Tantangan yang ditemukan adalah rendahnya partisipasi dalam diskusi serta kebutuhan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa. Penelitian merekomendasikan optimalisasi penggunaan Google Classroom dan pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Refleksi Spiritual untuk Resiliensi Emosional Sebagai lnovasi Pendekatan Tasawuf di Kalangan Pelajar SMA Sri Jamilah; Randitha Missouri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2484

Abstract

Resiliensi emosional merupakan kemampuan penting yang perlu dimiliki oleh pelajar dalam menghadapi tekanan psikologis, konflik sosial, maupun tantangan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas refleksi spiritual berbasis pendekatan tasawuf dalam meningkatkan resiliensi emosional di kalangan pelajar SMA. Penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain pretest-posttest control group design pada 75 siswa kelompok eksperimen dan 75 siswa kelompok kontrol di lima SMA Negeri Kota Bima dengan teknik random sampling. Data kuantitatif diperoleh melalui skala resiliensi emosional dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terstruktur. Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan skor resiliensi yang signifikan secara statistik antara pretest dan posttest. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih tenang, mampu mengendalikan emosi, serta menunjukkan perilaku spiritual seperti berdzikir, merenung, dan bersikap sabar dalam menghadapi masalah. Kesimpulannya, pendekatan tasawuf melalui refleksi spiritual terbukti efektif dalam membentuk dan meningkatkan resiliensi emosional siswa. Pendekatan ini dapat menjadi strategi alternatif dalam pembinaan karakter dan kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Penguatan Sosial dan Emosional Anak melalui Kegiatan Seni Gambar dengan Pendekatan Participatory Action Research (PAR) di Kelurahan Dodu Missouri, Randitha; Jannah, Raodatul; Ananda, Dea; Fadatunnisah, Fitriani; Jumratunnisah; Irmaningsih
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (PEMAS) Vol. 3 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pemas.v3i1.121

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat sosial dan emosional anak melalui pendampingan kegiatan seni gambar berbasis komunitas di Kelurahan Dodu. Latar belakang pengabdian ini berangkat dari keterbatasan aktivitas nonformal yang mampu memfasilitasi interaksi sosial dan ekspresi emosional anak secara aman dan partisipatif. Pengabdian dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan penguatan prinsip Asset Based Community Development (ABCD), yang menempatkan anak dan komunitas sebagai subjek aktif serta memanfaatkan aset sosial yang ada. Program diikuti oleh 20 anak usia 6–12 tahun dan dilaksanakan dalam empat kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, catatan reflektif pengajar, wawancara singkat dengan orang tua, serta penilaian pra dan pasca pendampingan terhadap indikator sosial-emosional anak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pada indikator interaksi sosial, kepercayaan diri, ekspresi emosi positif, dan partisipasi dalam kelompok setelah mengikuti pendampingan. Keberhasilan program dipengaruhi oleh desain kegiatan seni yang kolaboratif, pendekatan partisipatif, serta keterlibatan orang tua dan lingkungan masyarakat sebagai aset pendukung. Disimpulkan bahwa pendampingan kegiatan seni gambar berbasis PAR–ABCD efektif sebagai strategi penguatan perkembangan sosial dan emosional anak dan berpotensi direplikasi dalam program pendidikan nonformal berbasis komunitas.
Evaluasi Program Sekolah Adiwiyata di Kota Bima sebagai Model Pembelajaran Lingkungan Berkelanjutan Missouri, Randitha; Maulana, Muhammad Rizki; Apeng, Meutiya
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): December 2024
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v2i1.106

Abstract

Program Sekolah Adiwiyata merupakan inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk mengembangkan pendidikan lingkungan berkelanjutan sebagai respons terhadap krisis lingkungan global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Sekolah Adiwiyata di Kota Bima sebagai model pembelajaran lingkungan berkelanjutan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) terhadap capaian Sustainable Learning Outcome (SLO). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain evaluasi program ex-post facto. Populasi penelitian adalah 30 sekolah Adiwiyata di Kota Bima dengan 110 responden terdiri dari kepala sekolah dan guru. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang valid dan reliabel (α = 0,924), kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan Program Sekolah Adiwiyata efektif dengan Indeks Pelaksanaan Program (IPP) sebesar 4,011 (80,2%) dan pencapaian SLO sebesar 4,23 (84,6%) kategori "Sangat Baik". Komponen Process memiliki pengaruh terbesar terhadap SLO (β = 0,398), diikuti Product (β = 0,312), Input (β = 0,245), dan Context (β = 0,186). Secara simultan, komponen CIPP berpengaruh signifikan terhadap SLO dengan kontribusi 64,3% (R² = 0,643). Penelitian menyimpulkan bahwa Program Sekolah Adiwiyata di Kota Bima efektif sebagai model pembelajaran lingkungan berkelanjutan dengan komponen Process sebagai faktor determinan utama. Rekomendasi meliputi penguatan kualitas implementasi program, peningkatan alokasi anggaran, dan penguatan regulasi daerah untuk optimalisasi program.
Analisis Kesiapan Sekolah di Kota Bima dalam Implementasi Green School Management Missouri, Randitha; Safira, Di'ya Putri; Dian, Ulfa
Pendiri: Jurnal Riset Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : Ran Edu Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63866/pendiri.v3i1.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kesiapan sekolah menengah di Kota Bima dalam mengimplementasikan green school management, mengidentifikasi faktor-faktor penentunya, serta memetakan profil kesiapan sekolah sebagai dasar pengembangan model implementasi bertingkat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, melibatkan 442 responden dari 42 sekolah menengah di Kota Bima. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapan sekolah secara keseluruhan berada pada kategori sedang (M = 3,12; SD = 0,47). Analisis regresi mengungkapkan bahwa komitmen kepemimpinan merupakan prediktor terkuat kesiapan sekolah (β = 0,42; p < 0,001), sementara keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknis menjadi hambatan utama. Melalui analisis klaster, teridentifikasi tiga profil kesiapan sekolah, yaitu Ready Schools (16,7%), Developing Schools (54,8%), dan Emerging Schools (28,5%), yang merefleksikan kebutuhan intervensi yang berbeda. Penelitian ini mengembangkan School Readiness Assessment Instrument (SRAI) yang terbukti valid dan reliabel (α = 0,72–0,89) serta merumuskan model implementasi bertingkat yang kontekstual dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan agama sebagai penguat motivasi. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan praktis bagi pengembangan kebijakan serta perencanaan implementasi pendidikan berkelanjutan yang lebih adaptif terhadap tingkat kesiapan dan karakteristik lokal sekolah.