Articles
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD
Ella Ella;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.764 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Inquiry di kelas 4 SD pada gugus Sultan Agung dan Gugus Teuku Umar yang dilakukan pada bulan April tanggal 12 sampai 18 April 2018 . Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen semu menggunakan desain Non-equivalent control group design. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen test yang telah dilakukan uji reliabilitas dan uji validitas item soalnya. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Ttest pada hasil belajar matematika memperoleh Fhitung sebesar 2,963 dengan taraf signifikansi/probabilitas sebesar 0,088. Dikarenakan 2,963 > 0,088 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya hasil ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model Problem Solving dan Inquiry. Hasil tersebut didukung dengan rerata hasil yang diperoleh menggunakan model pembelajaran problem solving sebesar 63,86 dan model pembelajaran Inquiry sebesar 69,63. Kesimpulannya adalah hasil belajar yang diperoleh menggunakan model Inquiry lebih tinggi dari model Problem Solving. Dari hasil diatas penelitian ini disaran kan agar para guru menggunakan model pembelajaran Inquiry.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD
Ella Ella;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.764 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Inquiry di kelas 4 SD pada gugus Sultan Agung dan Gugus Teuku Umar yang dilakukan pada bulan April tanggal 12 sampai 18 April 2018 . Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen semu menggunakan desain Non-equivalent control group design. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen test yang telah dilakukan uji reliabilitas dan uji validitas item soalnya. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Ttest pada hasil belajar matematika memperoleh Fhitung sebesar 2,963 dengan taraf signifikansi/probabilitas sebesar 0,088. Dikarenakan 2,963 > 0,088 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya hasil ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model Problem Solving dan Inquiry. Hasil tersebut didukung dengan rerata hasil yang diperoleh menggunakan model pembelajaran problem solving sebesar 63,86 dan model pembelajaran Inquiry sebesar 69,63. Kesimpulannya adalah hasil belajar yang diperoleh menggunakan model Inquiry lebih tinggi dari model Problem Solving. Dari hasil diatas penelitian ini disaran kan agar para guru menggunakan model pembelajaran Inquiry.
Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Media Pop Up Book Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas V
Novita Wulandari;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia) Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Number 1 March 2019
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.425 KB)
|
DOI: 10.26737/jpdi.v4i1.947
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan model Project Based Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Banaran 5 yang berjumlah 12 siswa. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah dengan menggunakan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan, yang diupayakan melalui Project Based Learning antar siklus, yakni sebanyak (50%) dari seluruh siswa mencapai kategori kemampuan berpikir kreatif cukup di pra siklus, meningkat menjadi (58,3%) kategori berpikir kreatif tinggi di siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi (91,7%) kategori berpikir kreatif tinggi. Hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pada setiap kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan model Project Based Learning, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Project Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif.
Penerapan Model PBL dalam Pembelajaran Daring untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Kelas IV Tema 7
Muhamad Bisri;
Henny Dewi Koeswanti;
Tri Sadono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i1.148
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kreativitas belajar siswa di kelas IV SDN Karang Blora. Dimana berdasarkan hasil observasi awal sebanyak 68% siswa memiliki kreativitas belajar rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatan kreativitas belajar siswa melalui pembelajaran dengan model PBL, dan bagaimana cara pelaksanaan pembelajaran model PBL dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Model pembelajaran PBL adalah model pembelajaran konstruktivisme yang menuntut peran aktif siswa dalam memahami pengetahuan dan mengembangkan penalaran mereka. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model dari Kemmis dan Mc.Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, dan (3) refleksi”. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Karang Kabupaten Blora, dengan jumlah 16 orang, 8 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. “Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan tes melalui LKPD, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh, kreativitas belajar siswa kelas IV tema 7 subtema 1 pembelajaran 2 dan 3 SDN Karang meningkat dengan menggunakan model PBL terlihat dari aspek psikomotoriknya yaitu: pada tes awal 32%, hasil siklus I meningkat menjadi 50%, dan mengalami.peningkatan pada tes siklus II menjadi 87%”. Jadi berdasakan tindakan pada siklus 1 dan siklus 2 terjadi peningkatan presentase pencapaian kreativitas belajar siswa melalui penerapan model PBL. Dengan demikian model PBL ini cocok digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa.
Penerapan Model PBL dalam Pembelajaran Daring untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Kelas IV Tema 7
Muhamad Bisri;
Henny Dewi Koeswanti;
Tri Sadono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i1.148
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kreativitas belajar siswa di kelas IV SDN Karang Blora. Dimana berdasarkan hasil observasi awal sebanyak 68% siswa memiliki kreativitas belajar rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatan kreativitas belajar siswa melalui pembelajaran dengan model PBL, dan bagaimana cara pelaksanaan pembelajaran model PBL dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Model pembelajaran PBL adalah model pembelajaran konstruktivisme yang menuntut peran aktif siswa dalam memahami pengetahuan dan mengembangkan penalaran mereka. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model dari Kemmis dan Mc.Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, dan (3) refleksi”. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Karang Kabupaten Blora, dengan jumlah 16 orang, 8 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. “Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan tes melalui LKPD, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh, kreativitas belajar siswa kelas IV tema 7 subtema 1 pembelajaran 2 dan 3 SDN Karang meningkat dengan menggunakan model PBL terlihat dari aspek psikomotoriknya yaitu: pada tes awal 32%, hasil siklus I meningkat menjadi 50%, dan mengalami.peningkatan pada tes siklus II menjadi 87%”. Jadi berdasakan tindakan pada siklus 1 dan siklus 2 terjadi peningkatan presentase pencapaian kreativitas belajar siswa melalui penerapan model PBL. Dengan demikian model PBL ini cocok digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa.
Penerapan Model PBL dalam Pembelajaran Daring untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Kelas IV Tema 7
Muhamad Bisri;
Henny Dewi Koeswanti;
Tri Sadono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2021): May
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jipp.v6i1.148
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kreativitas belajar siswa di kelas IV SDN Karang Blora. Dimana berdasarkan hasil observasi awal sebanyak 68% siswa memiliki kreativitas belajar rendah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatan kreativitas belajar siswa melalui pembelajaran dengan model PBL, dan bagaimana cara pelaksanaan pembelajaran model PBL dalam meningkatkan kreativitas belajar siswa. Model pembelajaran PBL adalah model pembelajaran konstruktivisme yang menuntut peran aktif siswa dalam memahami pengetahuan dan mengembangkan penalaran mereka. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model dari Kemmis dan Mc.Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, dan (3) refleksi”. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN Karang Kabupaten Blora, dengan jumlah 16 orang, 8 orang laki-laki dan 8 orang perempuan. “Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan tes melalui LKPD, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh, kreativitas belajar siswa kelas IV tema 7 subtema 1 pembelajaran 2 dan 3 SDN Karang meningkat dengan menggunakan model PBL terlihat dari aspek psikomotoriknya yaitu: pada tes awal 32%, hasil siklus I meningkat menjadi 50%, dan mengalami.peningkatan pada tes siklus II menjadi 87%”. Jadi berdasakan tindakan pada siklus 1 dan siklus 2 terjadi peningkatan presentase pencapaian kreativitas belajar siswa melalui penerapan model PBL. Dengan demikian model PBL ini cocok digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SEMESTER II SD NEGERI BOTO 02 TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Elita Varia Zuliyaningsih;
Heny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
JUSEDA Vol 2 No 1 (2018): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (251.917 KB)
|
DOI: 10.30587/jtiee.v2i1.355
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuanya adalah memperbaiki hasilbelajar IPA siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning siswa kelas 5SDN Boto 02 Kecamatan Bancak Kabupaten semarang tahun 2017/2018. Penelitian inidilaksanakan dalam 2 siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan,dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN Boto 02 Kecamatan Bancak Kabupatensemarang. Sumber data adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi, kajian dokumen, dan tes, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Simpulanhasil penelitian adalah bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat memperbaikihasil belajar IPA. ketercapaian hasil belajar siswa pada siklus 1 mencapai 73%. Pada siklus 2hasil belajar siswa meningkat menjadi 81,75%.
Pengembangan Media Pembelajaran Bucergam untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas I SD
Renata Christa Agustina;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3935
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Bucergam untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD. Jenis penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini adalah pennelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri tahap Analisis (Analysis), Perancangan (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Pada penelitian ini hanya sampai pada tahap Pengembangan (Development) dengan hasil akhir yaitu produk media pembelajaran Bucergam yang sudah di uji oleh ahli materi dan ahli media. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui bagaimana rancangan media pembelajaran Bucergam dan tingkat validitas atau kelayakan dari media pembelajaran Bucergam dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukan hasil validasi uji ahli media diperoleh skor 51 dengan presentase sebesar 85% termasuk kategori sangat layak dan hasil dari validasi uji ahli materi diperoleh skor 47 dengan presentase 90,38% termasuk kategor sangat layak. Hal tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran Bucergam layak digunakan untuk meingkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD.
Pengembangan Media Pembelajaran Bucergam untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas I SD
Renata Christa Agustina;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3935
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Bucergam untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD. Jenis penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini adalah pennelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang terdiri tahap Analisis (Analysis), Perancangan (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Pada penelitian ini hanya sampai pada tahap Pengembangan (Development) dengan hasil akhir yaitu produk media pembelajaran Bucergam yang sudah di uji oleh ahli materi dan ahli media. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Manfaat dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui bagaimana rancangan media pembelajaran Bucergam dan tingkat validitas atau kelayakan dari media pembelajaran Bucergam dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukan hasil validasi uji ahli media diperoleh skor 51 dengan presentase sebesar 85% termasuk kategori sangat layak dan hasil dari validasi uji ahli materi diperoleh skor 47 dengan presentase 90,38% termasuk kategor sangat layak. Hal tersebut menunjukan bahwa media pembelajaran Bucergam layak digunakan untuk meingkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SD.
Pengembangan Media Pembelajaran WAKER (Wayang Kertas) Berbasis Model Apacin untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar
Yuarnes Elkana Febrilio;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3912
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran WAKER (Wayang Kertas) berbasis model apacin untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas 3 Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan Research and Development berdasarkan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil validasi produk pengembangan daru aspek materi mendapatkan persentase sebesar 89% dan hasil validasi media 100%. Selanjutnya, produk diuji cobakan secara terbatas menghasilkan rata-rata 93,75%. Dapat disimpulkan media pembelajaran WAKER (Wayang Kertas) berbasis model apacin layak digunakan di kelas 3 Sekolah Dasar.