Articles
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR
Serly Verawati Nubatonis;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.544 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.265
Tujuan penelitian ini adalah meningkatan kemampun berkomunikasi Matematika pada siswa kelas 5 SD St.Theresia Marsudirini 77 Salatiga Tahun Pelajaran 2019/2020 menggunakan model Problem Based Learning. Adapun jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian tindakan kelas. Dengan Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SD St.Theresia Marsudirini 77 Salatiga berjumlah 44 siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah tes dan non tes observasi wawancara analisi data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan kemampuan berkomunikasi Matematika sebesar 47.7% pada siklus 1 dan pada siklus II 79,5%.
Pengembangan Media Komik Untuk Meningkatkan Minat Membaca Siswa Sekolah Dasar
Puji Handayani;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.365
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat membaca pada siswa kelas IV sekolah dasar menggunakan media komik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian pengembangan atau R&D (research and development). Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 05 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga dengan jumlah 25 siswa. Instrumen penelitian ini berupa lembar validasi untuk ahli media dan lembar angket minat membaca siswa. Setelah dilakukan uji pakar berupa media diperoleh rata-rata 3,75 dengan persentase 79 yang termasuk katogori “tinggi” yang berarti media layak untuk digunakan. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistic uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji yang dilakukan menggunakan Mann Whitney menunjukkan bahwa Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa pretest dan posttest terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat dikatakan bahwa media komik dapat meningkatkan minat membaca siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komik untuk Meningkatkan Karakter Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar
Susetyo Andri Wibowo;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1600
Salah satu upaya untuk menanamkan pendidikan karakter belajar kepada siswa dapat diimplementasikan melalui media pembelajaran. Media pembelajaran yang menarik akan mempermudah siswa dalam memahami materi, media pembelajaran yang didesain sangat menarik akan membuat siswa tidak mudah bosan dan siswa dapat termotivasi untuk semangat didalam belajar. Tujuan pengembangan penelitian ini untuk menghasilkan sebuah produk berupa media pembelajaran dengan sebuah komik tentang sikap kemandirian anak dalam belajar untuk siswa kelas 3 SD. Penelitian yang akan dilakukan ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R & D). Untuk mengukur tingkat kelayakan produk komik tersebut maka dapat dilakukan tahap validasi dari uji media, uji materi dan uji validasi bahasa. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media komik untuk meningkatkan katakter belajar siswa kelas 3 SD sangat layak digunakan. Dibuktikan dengan hasil uji validasi ahli media pembelajaran dengan nilai 75 % yang termasuk dalam kategori tinggi, penilaian materi pembelajaran dengan nilai 71 % dengan kategori tinggi dan penilaian Bahasa pembelajaran dengan nilai 75 % yang termasuk dalam kategori tinggi
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SDN LEDOK 5 TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Khintan Ustino Alita;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.527 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.97
Penelitian bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar peserta didik kelas V pada pembelajaran tematik menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh dari hasil tes dan non tes. Pendekatan tes berupa tes tertulis sedangkan non tes melalui observasi dan wawancara. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Penelitian disusun berdasarkan tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data hasil penelitian menunjukkan pada pra siklus ada 16 peserta didik (41%) dari 39 peserta didik yang kritis, pada siklus I meningkat menjadi 29 peserta didik (75%) dan pada siklus II menjadi 36 peserta didik (93%). Peningkatan hasil belajar ditunjukkan pada pra siklus menunjukkan ada 14 peserta didik (36%) yang tuntas, meningkat menjadi 30 peserta didik (77%) dari 39 peserta didik dan 35 peserta didik (90%) pada siklus II. Peningkatan kemampuan berpikir kritis berdampak pada hasil belajar peserta didik
Efektivitas Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar
Siti Khomaidah;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.356
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model Problem Based Learning dengan Guided Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Tingkir Tengah 01 yang berjumlah 29 siswa, dan SD Negeri Tingkir Tengah 02 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan berupa teknik analisis uji t yang digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata antara kelompok yang menggunakan model Problem Based Learning dan Guided Inquiry Learning. . Pengujian hipotesis menggunakan independent sample T test dengan signifikansi pada kolom sig. (2-tailed) sebesar 0,006 <0,05 dengan hasil thitung sebesar 2,832 ˃ ttabel2,001, maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok yang menggunakan model Problem Based Learning dengan Guided Inquiry Learning. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelompok Problem Based Learning sebesar 79,37 dan kelompok model Guided Inquiry Learning nilai rata-rata posttest 75,63. Hal ini menunjukan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif di bandingkan dengan model Guided Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD Gugus Joko Tingkir Salatiga Tahun Pelajaran 2019/2020.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS IV SD
Dianita Eka Prasasti;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.978 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.98
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui model Discovery Learning pada pembelajaran matematika di kelas IV semester II. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. ang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran aan, pelaksanaan, observasi dan refleksiPerolehan data melalui teknik tes dan non tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Tegalrejo 02 Salatiga sebanyak 26 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari pra siklus 38% meningkat pada siklus I menjadi 73% kemudian meningkat menjadi 81% pada siklus II. Peningkatan keterampilan berpikir kritis berdampak pada hasil belajar siswa yaitu pada pra siklus 35% meningkat pada siklus I menjadi 77% kemudian meningkat menjadi 85% pada siklus II; (2) penerapan langkah-langkah model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui pemberian stimulasi, merumuskan masalah, pengumpulan data, pemrosesan data, pembuktian data, dan menarik kesimpulan
Penerapan Pembelajaran Daring Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS di Sekolah Dasar
Dwi Eny Lestari;
Henny Dewi Koeswanti;
Tri Sadono
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.841
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar muatan IPS peserta didik kelas 4 di SDN 2 Gondangslamet. Jenis penelitian ini adalah PTK dengan model Kemmis dan Mc.Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan observasi, dan (3) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes hasil belajar dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi untuk langkah-langkah model discovery learning. Penelitian ini menggunakan analisis ketuntasan dan analisis diskriptif komparatif yaitu membandingkan nilai pra siklus, siklus I dan siklus II. Penggunaan pembelajaran daring dengan model discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar muatan IPS kelas 4 SDN 2 Gondangslamet Semester II Tahun Pelajaran 2020-2021. Hal ini terlihat dari ketuntasan hasil belajar peserta didik yang mulanya pada pra siklus sebesar 42,3%. Pada pembelajaran siklus I meningkat dengan tingkat ketuntasan sebesar 65,4%. Kemudian meningkat lagi pada siklus II menjadi 92,3% dari keseluruhan peserta didik.
Pengembangan Media Pembelajaran Kodig Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar
Unik Kurniawati;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i2.843
Proses pembelajaran yang baik tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, diperlukan berbagai sumber belajar penunjang, seperti yang tertuang dalam Prinsip Standar Proses Pembelajaran menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 salah satunya yaitu dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar. Permasalahan yang dihadapi salah satunya adalah guru tidak memanfaatkan media pembelajaran, guru hanya memberi materi yang diperlukan melalui metode ceramah. Terlebih ketika pembelajaran daring, siswa memerlukan media untuk membantu mempermudah penerimaan materi. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran kodig(komik digital) untuk meningkatkan prestasi belajar tema 6 subtema 1 pada siswa kelas V. Penelitian dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) atau dapat disingkat dengan R&D. Model yang digunakan dalam penelitian menggunakan model Sukmadinata, dan model pengembangan ADDIE yang melalui beberapa tahap yaitu tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilakukan hingga tahap pengembangan. Uji validasi ahli materi memeroleh persentase sebesar 84% dengan kriteria sangat tinggi, sedangkan uji validasi ahli media memeroleh persentase sebesar 77% dengan kriteria tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran kodig(komik digital) layak digunakan untuk meningkatkan prestasi belajar tema 6 subtema 1 pada siswa kelas V.
Meta-Analisis Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif
Anik Handayani;
Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.924
Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk mewujudkan keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran yakni dengan memilih model pembelajaran yang sesuai materi pembelajaran.sehingga guru dapat melatih siswa untuk mandiri dan mampu berpikir kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali efektivitas pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif. Peneliti menggunakan metode meta-analis. Tahap-tahap dalam penelitian meta analisis yaitu merumuskan permasalahan yang akan diteliti, menggunpulkan sumber data penelitian, menganalisis data, membuktikan kebenaran data dengan hasil analisis, dan menyimpulkan hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dengan cara mencari artikel yang sudah terpublikasi di jurnal online sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti, melalui Google Schoolar dan Google Cendikia. Dari hasil pencarian penelitian menggunakan 17 artikel untuk selanjutnya dianalisis dengan metode meta-analisis. Hasil analisis yang diperoleh menjelaskan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dengan nilai terendah 2,65%, tertinggi 19,90%, serta rata-rata peningkatan 11,28%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MUATAN MATEMATIKA KELAS 4
Selly Purwita Sari;
Henny Dewi Koeswanti;
Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.249 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.15
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematika melalui model Problem Based Learning pada kelas IV semester II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Data diperoleh melalui teknik tes dan non tes. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Mulyoharjo 05 Jepara sebanyak 23 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika sebesar 73,8 % dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus I, 100% siswa dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus II. Meningkatnya keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika sebesar 78,2 siswa tuntas pada siklus I dan 95,6 % siswa tuntas pada siklus II. Dengan demikian telah terbukti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mata pelajaran matematika