Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peningkatan pemahaman konsep matematis berbantuan POLAGATIK (Pojok Alat Peraga Matematik) terhadap anak-anak SASUDE di Medan Zalmira Aidina Barus; Cindy Amelia Sitorus; Yuki Indayanti; Amanda Syahri Nasution; Nurhafni Siregar; Desniarti Desniarti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23481

Abstract

Abstrak Pemahaman konsep matematis yang baik tentu saja tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang berada di wilayah yang memiliki tingkat pendidikan tinggi saja melainkan juga wilayah yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah seperti wilayah tepian Sungai Deli. Wilayah tersebut masih mempunyai tingkat pendidikan yang minim maka pemahaman konsep matematis yang ada di lingkungan itu masih tergolong rendah dan masih banyak anak-anak yang buta terhadap matematika dasar seperti operasi hitung matematika. Maksud analisis ini ialah untuk mengoptimalkan pemahaman konsep matematis anak-anak di SASUDE berbantuan pojok alat peraga matematik (POLAGATIK). Kegiatan ini dilakukan di Sanggar Sungai Deli, Kec. Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara. Peserta kegiatan ini merupakan anak-anak berumur 7-13 tahun. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat dengan empat langkah utama: persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan penilaian. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman konsep matematika anak-anak dari Pre-test ke Post-test sebesar 72%. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan mendapat tanggapan positif dari peserta anak-anak Kata kunci: pemahaman konsep matematis; alat peraga; POLAGATIK; SASUDE. Abstract A good understanding of mathematical concepts is of course not only intended for children in areas with a high level of education but also in areas with a low level of education such as areas on the banks of the Deli River. This area still has a minimal level of education, so understanding of mathematical concepts in that environment is still relatively low and there are still many children who are blind to basic mathematics such as mathematical calculation operations. The purpose of this analysis is to optimize children's understanding of mathematical concepts at SASUDE with the help of the mathematics teaching aids corner (POLAGATIK). This activity was carried out at Sanggar Sungai Deli, Kec. Medan Maimun, Medan City, North Sumatra. Participants in this activity are children aged 7-13 years. This activity uses a community education method with four main steps: preparation, implementation, monitoring and assessment. The results show an increase in children's understanding of mathematical concepts from Pre-test to Post-test by 72%. This activity ran smoothly and received positive responses from the child participants. Keywords: understanding mathematical concepts; props; POLAGATIK; SASUDE
EKSPOLRASI ETNOMATEMATIKA PADA BANGUN DATAR DALAM BUDAYA LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOMETRI  SISWA SEKOLAH DASAR Wan Muthia Habiby; Safrida Napitupulu; Amanda Syahri; Isnan Nasution; M. Faisal Husna
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.563

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep akibat sifat materi yang abstrak dan kurang kontekstual. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi konsep bangun datar dalam budaya lokal Indonesia serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar geometri di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik etnomatematika dan pembelajaran geometri. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai unsur budaya lokal seperti motif batik, rumah adat, permainan tradisional, dan kerajinan anyaman mengandung konsep bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, dan belah ketupat. Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar. Dengan demikian, eksplorasi etnomatematika pada bangun datar dapat dijadikan alternatif sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran geometri.
Persepsi Mahasiswa Sebagai Guru PAUD Dalam Mengembangkan Sumber Belajar Saat Mengajar di Prodi PG PAUD Juli Yanti Harahap; Amanda Syahri Nasution; Vera Kristiana
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i02.3447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa sebagai calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mengembangkan sumber belajar saat mengajar. Sumber belajar merupakan komponen penting dalam pembelajaran PAUD karena berfungsi sebagai stimulus perkembangan kognitif, sosial-emosional, bahasa, dan motorik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi PAUD semester 3, 5, 7 yang telah melaksanakan perkuliahan mata kuliah media dan sumber belajar berjumlah sekitar 30 orang Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mengukur aspek pemahaman, kreativitas, kemandirian, dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pentingnya pengembangan sumber belajar. Namun demikian, masih terdapat kendala pada aspek inovasi dan pemanfaatan sumber belajar berbasis lingkungan lokal. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan kompetensi mahasiswa dalam perencanaan dan pengembangan sumber belajar berbasis karakteristik anak usia dini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa dalam pengembangan sebuah media dan sumber belajar dalam proses belajar masih perlu ditingkatkan kembali, karena masih ada guru yang hanya menggunakan bahan yang bias dan tidak mengikuti perkembangan saat ini. Tugas guru yang paling utama adalah mengajar dan mendidik anak didik. Sebagai pengajar, guru merupakan perantara aktif (medium) antara anak didik dan ilmu pengetahuan, sedangkan sebagai pendidik, guru merupakan perantara aktif antara anak didik dengan haluan filsafat Negara dan kehidupan masyarakat dengan segala macam aspeknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap pengembangan sumber belajar dan merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam kegiatan mengajar.