Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS RESPON PENAWARAN DAGING SAPI POTONG DI PASAR SIBUHUAN, KABUPATEN PADANG LAWAS, PROVINSI SUMATERA UTARA Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila Salsabila; Muhammad Alqamari
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 6, No 1 (2022): JURNAL AGROTEKNOSAINS
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v6i1.759

Abstract

Livestock is one of the agricultural sub-sectors that are useful for consumers to fulfill protein needs. So with that there is a need for development in the livestock sector. In Indonesia, various types of animals are raised, including cattle, buffalo, goats, chickens, ducks, and other animals. Sibuhuan market is an area where consumers can get their household needs, especially beef beef. The market that provides beef beef needs only twice a week, namely on Sundays when the public is off for activities and Monday as a big time at Sibuhuan Market.
PELATIHAN BUDIDAYA PORANG SEBAGAI BAHAN PANGAN PREMIUM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA SEKOCI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Fitria Fitria; Juita Rahmadani Manik; Misril Fuadi; Muhammad Alqamari; Muhammad Said Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3511-3516

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) or often referred to as iles-iles belongs to the Araceae family and is one of the biological richness of Indonesian tubers. As a plant that produces carbohydrates, fats, proteins, minerals, vitamins, and dietary fiber, porang plants have long been used as food ingredients and exported as industrial raw materials. However, the plant has not been widely cultivated. Farmers generally only take and use plants that grow wild in the forest, in the fields under bamboo clumps, along riverbanks and mountain slopes. The Community Partnership Program is implemented in Lifeboat Village, District Besitang, Langkat Regency with partners consisting of citrus farmer groups. increase income. The method used to achieve the goals of this service is to conduct counseling or socialization of porang cultivation. The expected target is for partners to be able to cultivate porang as well as understand the benefits of porang plants for alternative food crops and can increase farmers' income so as to reduce food shortages in sustainability. The activity carried out is by distributing porang seeds in the form of frogs.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETANI SAYUR PADA KELOMPOK TANI MAKMUR SEJAHTERA DI KELURAHAN DENAI KOTA MEDAN Nana Trisna Mei Br Kabeakan; Muhammad Alqamari; Rini Susanti; Mukhtar Yusuf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2953-2958

Abstract

Tanah yang subur dan terpenuhi unsur hara merupakan bagian penting dalam proses budidaya tanaman sayur, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi unsur hara pada tanah adalah proses pemupukan. Selama ini pupuk yang digunakan oleh petani merupakan pupuk kimia yang memiliki dampak kurang baik bagi lingkungan dan kesehatan, mengingat tanaman sayuran merupakan tanaman yang sehari-hari dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu pada kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini, solusi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan sosialisasi cara pembuatan dan juga menjelasakan pengaplikasian MOL (Mikroorganisme Lokal) dan pupuk organik dalam hal ini adalah pupuk bokashi  sehingga petani lebih memahami tentang Mikroorganisme Lokal dan pupuk organik dan melakukan kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.  Kegiatan yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi dilanjutkan dengan praktik cara pembuatan MOL dan pupuk bokashi dan juga menjelaskan cara pengaplikasian MOL dan pupuk bokashi selanjutnya pemberian sprayer yang dapat digunakan secara elektrik dan manual untuk mempermudah petani dalam melakukan kegiatan penyemprotan guna pengendalian hama pada tanaman dan juga memberikan benih tanaman sayuran kepada petani.
Kajian Media Tanam Dan Auksin Terhadap Pertubuhan Bibit F0 Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Muhammad Alqamari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v3i2.809

Abstract

Media tumbuh harus memenuhi persyaratan ideal pertumbuhan miselium jamur tiram. Media tumbuh harus mengandung unsur C (karbon) dalam bentuk karbohidrat dalam jumlah yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam yang paling efektif serta mendapatkan konsentrasi Ausin yang paling efektif untuk pertumbuhan bibit F0 jamur tiram (Pleurotus Ostreatus). Penelitian ini dilaksanakan dilaborato­nium Kultur Jaringan Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan 2 faktor yaitu konsentrasi Ausin A0: 0 gr, A1: 0,5 gr, A2:1 gr, A3:1,5 gr dan Faktor Media Pembiakan M1: Kentang, M2 :Ubi Jalar, M3: Talas: dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah : waktu tumbuh miselium jamur tiram putih (HST), Diameter miselium jamur tiram putih (cm/hari). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa rata-rata waktu tumbuh miselium jamur tiram putih (HST) keseluruhan yaitu M1A3 (6,33 HST) dengan rentangan pertumbuhan miselium 7,14 HST, Sedangkan pertumbuhan meselium terendah terdapat pada perlakuan M3A0 (18,00 HST) Sedangkan diameter pertumbuhan miselium terbesar pada rata-rata pada setiap minggu adalah pada M1A3 (Media Kentang dengan dengan peralakuan Auxin 1,5) yaitu 21,50 cm, sedangkan rata-rata diameter pertumbuhan miselium terkecil pada M3A0 (Media Talas dengan dengan peralakuan Auxin 1,5) yaitu 1,83cm.
Analisis Defisit Angka Kecukupan Energi (AKE) Masyarakat Sumatera Utara Muhammad Fadly Abdina; Muhammad Alqamari; Reyza Suwanto Sitorus
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v3i2.816

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui bagaimana angka kecukupan pangan rumah tangga yang terdiri dari penilaian Angka kecukupan Energi (AKE), Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan tenaga agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas. Metode pengumpulan data menggunakan metode food recall 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komsumsi energi rumah tangga Provinsi Sumatera Utara. Persentase rumah tangga miskin sangat rawan dan rawan pangan sebanding dengan anggota rumah tangga miskin yang tergolong bergizi buruk yakni 21.3%. Demikian juga persentase rumah tangga miskin yang mengalami defisit energi pada Tabel 5 (44.6%)
DISEMINASI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN MENGGUNAKAN WALL PLANTER BAG DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA PKK DESA PEMATANG GANJANG Nana Trisna Mei Br Kabeakan; Muhammad Alqamari; Rini Susanti; Dian Retno Intan; Khairul Fahmi Purba; Wildani Lubis
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1190

Abstract

Mitra atau peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota PKK yang merupakan ibu rumah tangga sehingga memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan produktif. Kegiatan produktif yang dapat dilakukan adalah melakukan budidaya tanaman sayuran dengan teknik vertikultur menggunakan wall planter bag, kegiatan budidaya ini masih belum banyak dilakukan oleh mitra dikarenakan belum memperoleh informasi mengenai wall planter bag, sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi sekaligus melakukan pelatihan atau praktik langsung budiaya tanaman sayuran dengan teknik vertikultur menggunakan wall planter bag yang nantinya dapat dipraktikkan langsung oleh mitra untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, seperti yang diketahui bahwa tanaman sayuran merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan juga hasil panen dari budidaya yang dilakukan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan dengan cara menjual hasil panen sayuran tersebut mengingat sayuran merupakan kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat. Metode kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pelatihan atau mempraktikkan secara langsung kepada ibu-ibu anggota PKK bagaimana teknik budidaya vertikultur dengan menggunakan wall planter bag. Hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan program kemitraan masyarakat sesuai dengan waktu yang telah disepakati adalah dapat diketahui bahwa ibu-ibu anggota PKK yang merupakan mitra kegiatan ini antusias dalam mengikuti kegiatan dan aktif dalam mengikuti kegiatan praktik budidaya yang dilakukan secara langsung setelah sebelumnya diberikan informasi mengenai kegiatan produktif yang dapat dilakukan dan menjelaskan apa itu wall planter bag kepada mitra. Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu anggota PKK dapat menambah pengetahuan dan keterampilan melakukan kegiatan budidaya menggunakan wall planter bag dengan memanfaatkan dinding luar rumah ataupun pagar rumah yang dimiliki.
The Effect of Food Security Programs Through Village Funds on the Income of Village Communities in Hamparan Perak District Sitorus, Reyza Suwanto; Siregar, Aflahun Fadhly; Alqamari, Muhammad
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 1 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i1.5733

Abstract

Food security is one of the development priorities within the framework of the government, food security programs through village funds are implemented to encourage rural communities to be able to be food independent, Fulfill their own household food so that it is expected to increase the income of rural communities. This study intends to see the effect of food security programs through village funds on the income of rural communities in Hamparan Perak sub-district. The data collection method used in this study is a multiple linear regression test which aims to determine the effect of the independent variable on the partially bound variable. From the original study, it was found that the verticulture variable has a sig value of 000 which means < 0.05 with a calculated T value of -13.877 which means > from T table 1.75305, it is concluded that Ha is accepted meaning that there is a significant influence between verticulture variables on income in the opposite or negative direction, hydroponic variables have a sig value of 0.047 which means < 0.05 with a calculated T value of 2.167 which means > from T table 1.75305 then it is concluded that Ha is accepted this means that there is a positive and significant influence between hydroponic variables on income, egg hatching variables have a GIS value of 000 which means < 0.05 with a calculated T value of 11.868 which means > from T table 1.75305 then it is concluded that Ha is accepted meaning that there is a positive and significant influence between egg hatching variables on income, livestock variable has a sig value of 000 which means < 0.05 with a calculated T value of 92.382 which means > from T table 1.75305, it is concluded that Ha is accepted meaning that there is a positive and significant influence between livestock variables on income. Keywords: village fund, food security, revenue
KEANEKARAGAMAN GULMA PADA INTEGRASI KELAPA SAWIT DENGAN PADI SAWAH Alridiwirsah, Alridiwirsah; Lubis, Efrida; Tampubolon, Koko; Alqamari, Muhammad; Cemda, Abdul Rahman
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5786

Abstract

Kehadiran gulma pada areal pertanaman utama dapat dipengaruhi kondisi lingkungan, seperti intensitas cahaya akibat sistem integrasi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dominansi dan keanekaragaman gulma pada fase vegetatif dan generatif tanaman padi sawah yang diintegrasikan dengan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Indonesia pada Oktober 2015 sampai Februari 2016. Penelitian ini menggunakan tanaman kelapa sawit umur 4 tahun (TM-1) dengan pola pengaturan populasi 100%, 75%, dan 50%. Tanaman padi sawah ditanam sebagai tanaman sela, kemudian dibuat petak identifikasi gulma dan dihitung indeks keanekaragaman spesies. Gulma Lindernia anagallis (10,11%) dan Leersia hexandra (19,98%) ditemukan dominan pada fase vegetatif dan generatif tanaman padi sawah yang diintegrasikan dengan kelapa sawit. Nilai indeks keanekaragaman gulma tergolong sedang baik pada fase vegetatif maupun generatif (2,709 dan 2,052). Diantara famili, Cyperaceae lebih banyak tumbuh pada fase vegetatif (42,77%) maupun generatif (35,62%).
AKTIVITAS BIOFUNGISIDA EKSTRAKSI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Curvularia lunata DAN Cercospora capsici Saragih, Muhammad Rio; Alqamari, Muhammad; Suprianto, Andi Agus; Mohamed Sidique, Siti Nordahliawate
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4236

Abstract

One of the diseases that often occurs when growing pineapple is leaf spot disease caused by Culvularia. lunata. One of the diseases is bacterial leaf spot, and sercosporic leaf spot. There are two types of pathogens detected, namely conidia, which are fungi. Cercospora leaf spot disease is caused by Cercospora capsici This research was conducted at Bukit Kor Agricultural Complex, Marang, Terengganu, Malaysia with an altitude of 35 meters above sea level. The results showed that the fungi found on the leaves of plant samples were Culvularia lunata and Cercorpora capsici and those that could inhibit fungal growth were the treatment of 10% citric acid and 50% turmeric. Keywords: activity, extraction, fungus INTISARISalah satu penyakit yang sering terjadi saat menanam nenas adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Culvularia. lunata. Salah satu penyakit yang berada pada daun telang bercak bakteri, dan bercak daun serkospora. Ada dua jenis patogen yang terdeteksi, yaitu conidia, yang merupakan cendawan. Penyakit bercak daun serkospora disebabkan oleh Cercospora capsici Penelitian ini dilakukan di Komplek Pertanian Bukit Kor, Marang, Terengganu,Malaysia dengan ketinggian 35 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023.penelitian ini menggunakan metode  rancangan acak lenglap (RAL).Hasil penelitian menujukan bahwasan nya jamur yang terdapat pada daun  sampel tanaman adalah Culvularia lunata dan Cercorpora capsici dan yang dapat menghambat pertumbuhan jamur adalah perlakuan 10% citrit acid dan turmeric 50%.Kata kunci: aktivitas, ekstraksi, jamur
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PERIKANAN BUDIDAYA DI PERAIRAN DANAU TOBA Abdina, Muhammad Fadly; Alqamari, Muhammad; Sitorus, Reyza Suwanto; Br Kabeakan, Nana Trisna Mei
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3770

Abstract

The total number of Floating Net Cages (KJA) in 2015 decreased by around 49% from 2014 (23,042 in 2014 and 11,781 in 2015), but experienced a fairly high increase in Humbang Hasundutan and Dairi Regencies. The number of cages in Humbahas Regency increased from 64 in 2014 to 1,290 in 2015 and the increase also occurred in Dairi Regency from 882 in 2014 to 2,360 in 2015. Fish production in the waters of Lake Toba is currently experiencing a significant increase, this is It can be seen from the total production in 2015 that it reached 84,806.9 tons, sourced from the community's Floating Net Cage (KJA) production of 29,806.9 tons, PT.AN's production of 34,000 tons, and PT.SP's production of 21,000 tons. The average economic value turnover from Floating Net Cage (KJA) cultivation activities is IDR 4,028,327,750,000 with details of fresh fish amounting to IDR 2,120,172,500,000, feed IDR 636,051,750,000, and seeds amounting to IDR 1,272,103,500,000,-. Several strategies for developing Lake Toba: (1) SO Strategy (Strengths and Opportunities) including (2) WO Strategy (Weaknesses and Opportunities) (3) ST Strategy (Strengths and Threats) (4) WT Strategy (Weaknesses and Threats). Keywords, Lake Toba, KJA, Keramba INTISARITotal jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) Tahun 2015 menurun sekitar 49% dari Tahun 2014 (23.042 tahun 2014 dan 11.781 tahun 2015), akan tetapi mengalami peningkatan yang cukup tinggi di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Dairi. Peningkatan jumlah keramba di Kabupaten Humbahas dari Tahun 2014 sebesar 64 menjadi 1.290 pada tahun 2015 dan peningkatan juga terjadi pada kabupaten Dairi sebesar 882 pada tahun 2014 menjadi 2.360 pada tahun 2015.Produksi ikan yang terdapat di perairan danau toba saat ini sangat mengalami peningkatan, hal tersebut terlihat dari total jumlah produksi pada Tahun 2015 mencapai 84.806,9 ton yang bersumber dari Produksi Keramba Jaring Apung (KJA) milik masyarakat sebanyak 29.806,9 ton, Produksi PT.AN sebesar 34.000 ton, dan produksi PT.SP sebesar 21.000 ton. Perputaran nilai ekonomi rata-rata dari aktivitas budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) sebesar Rp 4.028.327.750.000 dengan rincian ikan segar sebesar Rp 2.120.172.500.000,-, pakan sebesar Rp 636.051.750.000, dan benih sebesar Rp 1.272.103.500.000. Beberapa strategi pengembangan danau toba : (1) Strategi SO (Kekuatan dan Peluang) diantaranya (2) Strategi WO (Kelemahan dan Peluang) (3) Strategi ST (Kekuatan dan Ancaman) (4) Strategi WT (Kelemahan dan Ancaman). Kata Kunci, Danau Toba, KJA, Keramba