Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS RESPON PENAWARAN DAGING SAPI POTONG DI PASAR SIBUHUAN, KABUPATEN PADANG LAWAS, PROVINSI SUMATERA UTARA Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila Salsabila; Muhammad Alqamari
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 6, No 1 (2022): JURNAL AGROTEKNOSAINS
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v6i1.759

Abstract

Livestock is one of the agricultural sub-sectors that are useful for consumers to fulfill protein needs. So with that there is a need for development in the livestock sector. In Indonesia, various types of animals are raised, including cattle, buffalo, goats, chickens, ducks, and other animals. Sibuhuan market is an area where consumers can get their household needs, especially beef beef. The market that provides beef beef needs only twice a week, namely on Sundays when the public is off for activities and Monday as a big time at Sibuhuan Market.
PELATIHAN BUDIDAYA PORANG SEBAGAI BAHAN PANGAN PREMIUM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA SEKOCI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Fitria Fitria; Juita Rahmadani Manik; Misril Fuadi; Muhammad Alqamari; Muhammad Said Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3511-3516

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) or often referred to as iles-iles belongs to the Araceae family and is one of the biological richness of Indonesian tubers. As a plant that produces carbohydrates, fats, proteins, minerals, vitamins, and dietary fiber, porang plants have long been used as food ingredients and exported as industrial raw materials. However, the plant has not been widely cultivated. Farmers generally only take and use plants that grow wild in the forest, in the fields under bamboo clumps, along riverbanks and mountain slopes. The Community Partnership Program is implemented in Lifeboat Village, District Besitang, Langkat Regency with partners consisting of citrus farmer groups. increase income. The method used to achieve the goals of this service is to conduct counseling or socialization of porang cultivation. The expected target is for partners to be able to cultivate porang as well as understand the benefits of porang plants for alternative food crops and can increase farmers' income so as to reduce food shortages in sustainability. The activity carried out is by distributing porang seeds in the form of frogs.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETANI SAYUR PADA KELOMPOK TANI MAKMUR SEJAHTERA DI KELURAHAN DENAI KOTA MEDAN Nana Trisna Mei Br Kabeakan; Muhammad Alqamari; Rini Susanti; Mukhtar Yusuf
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2953-2958

Abstract

Tanah yang subur dan terpenuhi unsur hara merupakan bagian penting dalam proses budidaya tanaman sayur, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi unsur hara pada tanah adalah proses pemupukan. Selama ini pupuk yang digunakan oleh petani merupakan pupuk kimia yang memiliki dampak kurang baik bagi lingkungan dan kesehatan, mengingat tanaman sayuran merupakan tanaman yang sehari-hari dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu pada kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini, solusi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan sosialisasi cara pembuatan dan juga menjelasakan pengaplikasian MOL (Mikroorganisme Lokal) dan pupuk organik dalam hal ini adalah pupuk bokashi  sehingga petani lebih memahami tentang Mikroorganisme Lokal dan pupuk organik dan melakukan kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.  Kegiatan yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi dilanjutkan dengan praktik cara pembuatan MOL dan pupuk bokashi dan juga menjelaskan cara pengaplikasian MOL dan pupuk bokashi selanjutnya pemberian sprayer yang dapat digunakan secara elektrik dan manual untuk mempermudah petani dalam melakukan kegiatan penyemprotan guna pengendalian hama pada tanaman dan juga memberikan benih tanaman sayuran kepada petani.
Kajian Media Tanam Dan Auksin Terhadap Pertubuhan Bibit F0 Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Muhammad Alqamari
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v3i2.809

Abstract

Media tumbuh harus memenuhi persyaratan ideal pertumbuhan miselium jamur tiram. Media tumbuh harus mengandung unsur C (karbon) dalam bentuk karbohidrat dalam jumlah yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam yang paling efektif serta mendapatkan konsentrasi Ausin yang paling efektif untuk pertumbuhan bibit F0 jamur tiram (Pleurotus Ostreatus). Penelitian ini dilaksanakan dilaborato­nium Kultur Jaringan Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, dengan 2 faktor yaitu konsentrasi Ausin A0: 0 gr, A1: 0,5 gr, A2:1 gr, A3:1,5 gr dan Faktor Media Pembiakan M1: Kentang, M2 :Ubi Jalar, M3: Talas: dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah : waktu tumbuh miselium jamur tiram putih (HST), Diameter miselium jamur tiram putih (cm/hari). Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa rata-rata waktu tumbuh miselium jamur tiram putih (HST) keseluruhan yaitu M1A3 (6,33 HST) dengan rentangan pertumbuhan miselium 7,14 HST, Sedangkan pertumbuhan meselium terendah terdapat pada perlakuan M3A0 (18,00 HST) Sedangkan diameter pertumbuhan miselium terbesar pada rata-rata pada setiap minggu adalah pada M1A3 (Media Kentang dengan dengan peralakuan Auxin 1,5) yaitu 21,50 cm, sedangkan rata-rata diameter pertumbuhan miselium terkecil pada M3A0 (Media Talas dengan dengan peralakuan Auxin 1,5) yaitu 1,83cm.
Analisis Defisit Angka Kecukupan Energi (AKE) Masyarakat Sumatera Utara Muhammad Fadly Abdina; Muhammad Alqamari; Reyza Suwanto Sitorus
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v3i2.816

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui bagaimana angka kecukupan pangan rumah tangga yang terdiri dari penilaian Angka kecukupan Energi (AKE), Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan tenaga agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas. Metode pengumpulan data menggunakan metode food recall 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komsumsi energi rumah tangga Provinsi Sumatera Utara. Persentase rumah tangga miskin sangat rawan dan rawan pangan sebanding dengan anggota rumah tangga miskin yang tergolong bergizi buruk yakni 21.3%. Demikian juga persentase rumah tangga miskin yang mengalami defisit energi pada Tabel 5 (44.6%)
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT PISANG DAN BOKASHI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill .) Risnawati Risnawati; Rini Susanti; Mukhtar Yusuf; Ihsanul Hadi; Muhammad Alqamari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3217

Abstract

 The tomato plant is a vegetable plant that contains lots of vitamins and minerals that are needed by humans to complete their nutritional needs in life. One effort to increase tomato production is to provide fertilizer containing macro and micro nutrients that are appropriate for plant growth. The purpose of this study was to determine the effect of liquid organic fertilizer from banana peel waste and rice straw bokashi on the growth and production of tomato plants (Lycopersicum Esculentum Mill.). The design used was a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors studied, namely: Banana peel POC factor (K) with 4 levels, namely: K0 = control, K1 = 200 ml, and K2 = 400 ml , K3 = 600 ml . The rice straw bokashi factor (P) consists of 3 levels, namely P1 = 300 grams, P2 = 600 grams and P3 = 900 grams. Parameters observed were plant height, number of branches, flowering age, number of fruit bunches, number of fruits per plant, number of fruits per plot, fruit weight per plant, fruit weight per plot. The observed data were continued with Duncan's mean difference test (DMRT). The results showed that the POC treatment of banana peels had no significant effect on all observed parameters. In the bokashi treatment, rice straw had a significant effect on the parameters of the number of flower bunches, the number of fruit planted and the number of fruit per plot but had no significant effect on the observation of plant height, number of branches, flowering age, fruit weight per plant and fruit weight per plotINTISARITanaman tomat  merupakan tanaman sayuran banyak mengandung vitamin dan mineral yang sangat  dibutuhkan  oleh  manusia  untuk  melengkapi  keperluan  gizi  dalam  hidupnya. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi tomat adalah memberikan pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang tepat untuk pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui pengaruh pupuk organic cair limbah kulit pisang dan bokashi jerami padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum Esculentum Mill .). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dengan 2 faktor yang diteliti, yaitu: Faktor POC kulit pisang (K) dengan 4 taraf yaitu : K0= kontrol, K1= 200 ml, dan K2=400 ml , K3 = 600 ml. Faktor bokashi jerami padi  (P)yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 = 300 gram, P2 = 600gram dan P3 = 900 gram. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah tandan buah, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per plot, berat buah per tanaman, berat buah per plot. Data hasil pengamatan dilanjutkan dengan uji beda rataan menurut Duncan (DMRT).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC kulit pisang memberikan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter pengamatan.  Pada perlakuan bokashi jerami padi memberikan pengaruh nyata terhadap parameter jumlah tandan bunga, jumlah buah pertanaman dan jumlah buah per plot tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap pengamatan tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, berat buah per tanaman dan berat buah per plot
Aplikasi Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Enceng Gondok Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonium L) Fitria Fitria; Hadriman Khair; Muhammad Alqamari; Mukhtar Yusuf; Fitra Sywal Harahap
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3415

Abstract

Tanaman bawang merah merupakan tanaman semusim, bawang merah digunakan sebagai rempah-rempah yang digunakan setiap hari sehinga kebutuhan akan bawang merah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Aplikasi Pemberian Pemberian Pupuk NPK dan pupuk Organik Cair Enceng Gondok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonium L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama pemberian pupuk NPK  dengan 3 taraf  N : 5 g/tanaman , N : 10 g/tanaman dan 15 g/tanaman. Faktor pemberian POC Enceng Gondok (E) dengan 4 taraf : E0 : ml/tanaman, E1: 250 ml/tanaman, E2 : 350 ml/tanaman, dan E3 : 450 ml/tanaman. Parameter yang diamati Tinggi tanaman,jumlah anakan, berat basah umbi bawang merah per plot. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk NPK pada tanaman bawang merah berpengaruh terhadap parameter berat basah umbi bawang merah per plot pada perlakuan 15g/tanaman yaitu 54,02 g/tanaman sedangkan pemberian enceng gondok pada tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 8 Minggu Setelah Tanam yaitu 35,42 cm dan jumlah anakan  10,22 anakan. Tidak ada interaksi aplikasi pemberian NPK dan pupuk organik cair enceng gondok  terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
DISEMINASI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN MENGGUNAKAN WALL PLANTER BAG DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA PKK DESA PEMATANG GANJANG Nana Trisna Mei Br Kabeakan; Muhammad Alqamari; Rini Susanti; Dian Retno Intan; Khairul Fahmi Purba; Wildani Lubis
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1190

Abstract

Mitra atau peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota PKK yang merupakan ibu rumah tangga sehingga memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan produktif. Kegiatan produktif yang dapat dilakukan adalah melakukan budidaya tanaman sayuran dengan teknik vertikultur menggunakan wall planter bag, kegiatan budidaya ini masih belum banyak dilakukan oleh mitra dikarenakan belum memperoleh informasi mengenai wall planter bag, sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi sekaligus melakukan pelatihan atau praktik langsung budiaya tanaman sayuran dengan teknik vertikultur menggunakan wall planter bag yang nantinya dapat dipraktikkan langsung oleh mitra untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, seperti yang diketahui bahwa tanaman sayuran merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan juga hasil panen dari budidaya yang dilakukan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan dengan cara menjual hasil panen sayuran tersebut mengingat sayuran merupakan kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat. Metode kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pelatihan atau mempraktikkan secara langsung kepada ibu-ibu anggota PKK bagaimana teknik budidaya vertikultur dengan menggunakan wall planter bag. Hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan program kemitraan masyarakat sesuai dengan waktu yang telah disepakati adalah dapat diketahui bahwa ibu-ibu anggota PKK yang merupakan mitra kegiatan ini antusias dalam mengikuti kegiatan dan aktif dalam mengikuti kegiatan praktik budidaya yang dilakukan secara langsung setelah sebelumnya diberikan informasi mengenai kegiatan produktif yang dapat dilakukan dan menjelaskan apa itu wall planter bag kepada mitra. Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu anggota PKK dapat menambah pengetahuan dan keterampilan melakukan kegiatan budidaya menggunakan wall planter bag dengan memanfaatkan dinding luar rumah ataupun pagar rumah yang dimiliki.
Aplikasi Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Enceng Gondok Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonium L) Fitria, Fitria; Khair, Hadriman; Alqamari, Muhammad; Yusuf, Mukhtar; Harahap, Fitra Sywal
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3415

Abstract

Tanaman bawang merah merupakan tanaman semusim, bawang merah digunakan sebagai rempah-rempah yang digunakan setiap hari sehinga kebutuhan akan bawang merah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Aplikasi Pemberian Pemberian Pupuk NPK dan pupuk Organik Cair Enceng Gondok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonium L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama pemberian pupuk NPK  dengan 3 taraf  N : 5 g/tanaman , N : 10 g/tanaman dan 15 g/tanaman. Faktor pemberian POC Enceng Gondok (E) dengan 4 taraf : E0 : ml/tanaman, E1: 250 ml/tanaman, E2 : 350 ml/tanaman, dan E3 : 450 ml/tanaman. Parameter yang diamati Tinggi tanaman,jumlah anakan, berat basah umbi bawang merah per plot. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk NPK pada tanaman bawang merah berpengaruh terhadap parameter berat basah umbi bawang merah per plot pada perlakuan 15g/tanaman yaitu 54,02 g/tanaman sedangkan pemberian enceng gondok pada tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 8 Minggu Setelah Tanam yaitu 35,42 cm dan jumlah anakan  10,22 anakan. Tidak ada interaksi aplikasi pemberian NPK dan pupuk organik cair enceng gondok  terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
The Effect of Food Security Programs Through Village Funds on the Income of Village Communities in Hamparan Perak District Sitorus, Reyza Suwanto; Siregar, Aflahun Fadhly; Alqamari, Muhammad
JURNAL AGROPLASMA Vol 11, No 1 (2024): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 11 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v11i1.5733

Abstract

Food security is one of the development priorities within the framework of the government, food security programs through village funds are implemented to encourage rural communities to be able to be food independent, Fulfill their own household food so that it is expected to increase the income of rural communities. This study intends to see the effect of food security programs through village funds on the income of rural communities in Hamparan Perak sub-district. The data collection method used in this study is a multiple linear regression test which aims to determine the effect of the independent variable on the partially bound variable. From the original study, it was found that the verticulture variable has a sig value of 000 which means < 0.05 with a calculated T value of -13.877 which means > from T table 1.75305, it is concluded that Ha is accepted meaning that there is a significant influence between verticulture variables on income in the opposite or negative direction, hydroponic variables have a sig value of 0.047 which means < 0.05 with a calculated T value of 2.167 which means > from T table 1.75305 then it is concluded that Ha is accepted this means that there is a positive and significant influence between hydroponic variables on income, egg hatching variables have a GIS value of 000 which means < 0.05 with a calculated T value of 11.868 which means > from T table 1.75305 then it is concluded that Ha is accepted meaning that there is a positive and significant influence between egg hatching variables on income, livestock variable has a sig value of 000 which means < 0.05 with a calculated T value of 92.382 which means > from T table 1.75305, it is concluded that Ha is accepted meaning that there is a positive and significant influence between livestock variables on income. Keywords: village fund, food security, revenue