Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DENAI KECAMATAN MEDAN DENAI KOTA MEDAN Cemda, Abdul Rahman; Alqamari, Muhammad; Siregar, Aflahun Fadhly
Journal Community Service Consortium Vol 2 No 1 (2021): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v2i1.3294

Abstract

Sampah domestik dari kegiatan rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah kesehatan. Pengelolaan sampah secara komprehensif meliputi mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur-ulang (recycle) tidak hanya mengatasi permasalahan lingkungan tapi dapat mengubah nilai sampah dari barang yang tidak berharga menjadi produk komersial. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberdayaan terhadap ibu rumah tangga sebagai penghasil sampah domestik dalam pengelolaan sampah domestik. Permasalahan utama yang terjadi pada masyarakat sasaran adalah 1) kegiatan kelompok ibu-ibu belum banyak yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat, 2) Sampah limbah rumah tangga di wilayah Kecamatan Medan Denai sebagian besar belum dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi, 3) sebagian besar anggota belum mempunyai pengetahuan, wawasan dan ketrampilan dalam intensifikasi dalam pemanfaatan dan pengelolaan sampah limbah rumah tangga. Metode: Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan. Pelatihan diberikan untuk ibu-ibu Kel Denai Kec Medan Denai Kota Medan .Pelatihan yang akan diselenggarakan berupa proses belajar dan berpikir aktif tentang mengkreasikan sampah rumah tangga baik itu sampah organik atau anorganik melalui beberapa metode, yaitu ceramah, demonstrasi dan praktek.
KAJIAN PERAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DALAM MENGHADAPI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) (TINJAUAN LITERATUR) Fitria; Alqamari, Muhammad
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i1.1352

Abstract

Perkebunan kelapa sawit memiliki peran signifikan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan di negara-negara tropis. Penelitian ini mengkaji peran perkebunan kelapa sawit dalam menghadapi berbagai target SDGs melalui tinjauan literatur komprehensif dari berbagai sumber akademis dan laporan institusional. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit berkontribusi positif terhadap beberapa SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1) melalui penyerapan 2,5 juta tenaga kerja langsung, ketahanan pangan (SDG 2) dengan produktivitas 3-8 ton minyak per hektar, pertumbuhan ekonomi (SDG 8) sebagai kontributor devisa negara, dan pembangunan infrastruktur (SDG 9). Namun, sektor ini menghadapi tantangan signifikan dalam aspek lingkungan terkait penanganan perubahan iklim (SDG 13), pelestarian ekosistem laut (SDG 14), dan daratan (SDG 15), terutama isu deforestasi dan kehilangan keanekaragaman hayati. Penelitian merekomendasikan implementasi strategi berkelanjutan melalui sertifikasi RSPO dan ISPO, kebijakan zero deforestation, dan inovasi teknologi. Kolaborasi multi- stakeholder menjadi kunci mengoptimalkan kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pencapaian agenda SDGs 2030.
Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Inovasi Bio-Integrated Farming System (Bio-IFS) Berbasis Akuaponik dan Bioflok di Desa Maredal II Kabupaten Deli Serdang Risnawati, Risnawati; Manik, Juita Rahmadani; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br; Alqamari, Muhammad; Fitria, Fitria
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i2.2411

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani di Desa Marendal II, Kabupaten Deli Serdang melalui penerapan inovasi Bio-Integrated Farming System (Bio-IFS) berbasis akuaponik dan bioflok. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya produktivitas perikanan akibat tingginya biaya pakan, keterbatasan lahan, dan rendahnya keterampilan dalam mengelola sistem budidaya terpadu. Melalui pendekatan partisipatif, tim pengabdian melaksanakan serangkaian tahapan, meliputi: (1) sosialisasi teknologi Bio-IFS, (2) pelatihan manajemen sistem akuaponik dan bioflok, (3) pembangunan instalasi kolam bioflok dan unit akuaponik, (4) pendampingan operasional dan monitoring, serta (5) evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani mampu mengoperasikan teknologi Bio-IFS secara mandiri dengan produktivitas ikan lele meningkat hingga 30% dibandingkan metode konvensional. Selain itu, sayuran organik yang dihasilkan dari sistem akuaponik memberikan tambahan sumber pendapatan sekaligus diversifikasi pangan keluarga. Dari aspek sosial, kegiatan ini memperkuat kerja sama antaranggota kelompok, meningkatkan kesadaran terhadap sistem budidaya ramah lingkungan, serta membuka peluang pengembangan usaha berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan Bio-IFS berbasis akuaponik dan bioflok terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keberdayaan, produktivitas, dan kesejahteraan kelompok tani di Desa Marendal II.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASCA COVID 19 MELALUI BUDIDAYA JAMUR TIRAM Alridiwirsah, Alridiwirsah; Alqamari, Muhammad; Cemda, Abdul Rahman; Siregar, Muhammad Said; Lubis, Sudirman
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1254-1259

Abstract

Jamur tiram merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein. Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu. Permasalahan pada mitra mempunyai kendala usaha pada kapasitas produksi hanya 120 baglog/hari dan ini belum maksimal untuk memenuhi permintaan pasar baglog di sekitar Jepara. Selain itu proses pembuatannya masih sangat konvensional baik pada proses pemadatan, sterilisasi tanpa kontrol suhu uap panas, dan proses inokulasi kurang steril karena dilakukan pada ruang terbuka serta tempat penyimpanan baglog yang tidak efisien karena hanya ditaruh dilantai rumah tinggal. Solusi dan target luaran yang diberikan untuk mitra adalah penyuluhan manajemen usaha yang baik, pembuatan alat pemadatan baglog mekanis, pembuatan alat sterilisasi yang lebih besar kapasitasnya dan dilengkapi dengan kontrol suhu otomatis, dan ruangan steril untuk inokulasi. Tujuan Program pengabdian ini adalah pengabdi membantu usaha budidaya jamur tiram ditengah pandemi covid 19 di Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan pembekalan, demonstrasi cara budidaya jamur tiram putih dimulai dengan persiapan media tanam, pencampuran media, fermentasi, pengisian media dalam baglog, sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, pemeliharaan dan panen serta pemberian alat produki baglog.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETANI SAYUR PADA KELOMPOK TANI MAKMUR SEJAHTERA DI KELURAHAN DENAI KOTA MEDAN Br Kabeakan, Nana Trisna Mei; Alqamari, Muhammad; Susanti, Rini; Yusuf, Mukhtar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2953-2958

Abstract

Tanah yang subur dan terpenuhi unsur hara merupakan bagian penting dalam proses budidaya tanaman sayur, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi unsur hara pada tanah adalah proses pemupukan. Selama ini pupuk yang digunakan oleh petani merupakan pupuk kimia yang memiliki dampak kurang baik bagi lingkungan dan kesehatan, mengingat tanaman sayuran merupakan tanaman yang sehari-hari dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu pada kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini, solusi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan sosialisasi cara pembuatan dan juga menjelasakan pengaplikasian MOL (Mikroorganisme Lokal) dan pupuk organik dalam hal ini adalah pupuk bokashi  sehingga petani lebih memahami tentang Mikroorganisme Lokal dan pupuk organik dan melakukan kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.  Kegiatan yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi dilanjutkan dengan praktik cara pembuatan MOL dan pupuk bokashi dan juga menjelaskan cara pengaplikasian MOL dan pupuk bokashi selanjutnya pemberian sprayer yang dapat digunakan secara elektrik dan manual untuk mempermudah petani dalam melakukan kegiatan penyemprotan guna pengendalian hama pada tanaman dan juga memberikan benih tanaman sayuran kepada petani.
PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN JAGUNG DI DESA TANJUNG GUNUNG KECAMATAN LAUBALENG KABUPATEN KARO DENGAN MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI Mei Br Kabeakan, Nana Trisna; Susanti, Rini; Alqamari, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.350-354

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai bahan baku untuk sektor industri pakan ternak. Peningkatan produksi harus dilakukan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mencegah faktor yang menghambat produksi jagung, diantaranya adalah hama penggerek batang. Selama ini, petani mitra melakukan pengendalian terhadap hama penggerek batang jagung dengan menggunakan pestisida kimiawi, yang memiliki harga  cenderung tinggi dan tidak ramah terhadap lingkungan, sehingga pengenalan pestisida nabati kepada petani adalah hal yang penting untuk dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi petani jagung dalam mengatasi permasalahan mengendalikan hama penggerek batang jagung yang efektif, efisien dan aman bagi lingkungan. Model kegiatan dengan cara penyuluhan dan dilanjutkan dengan cara pembuatan pestisida nabati serta memberi tahu pengaplikasian pestisida nabati mulai dari cara hingga waktu yang tepat untuk digunakan.
PELATIHAN BUDIDAYA PORANG SEBAGAI BAHAN PANGAN PREMIUM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA SEKOCI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Fitria, Fitria; Rahmadani Manik, Juita; Fuadi, Misril; Alqamari, Muhammad; Said Siregar, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3511-3516

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) or often referred to as iles-iles belongs to the Araceae family and is one of the biological richness of Indonesian tubers. As a plant that produces carbohydrates, fats, proteins, minerals, vitamins, and dietary fiber, porang plants have long been used as food ingredients and exported as industrial raw materials. However, the plant has not been widely cultivated. Farmers generally only take and use plants that grow wild in the forest, in the fields under bamboo clumps, along riverbanks and mountain slopes. The Community Partnership Program is implemented in Lifeboat Village, District Besitang, Langkat Regency with partners consisting of citrus farmer groups. increase income. The method used to achieve the goals of this service is to conduct counseling or socialization of porang cultivation. The expected target is for partners to be able to cultivate porang as well as understand the benefits of porang plants for alternative food crops and can increase farmers' income so as to reduce food shortages in sustainability. The activity carried out is by distributing porang seeds in the form of frogs.
PEMANFAATAN LAHAN PERKARANGAN SEBAGAI SENTRA PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) SECARA HIDROPONIK Alridiwirsah, Alridiwirsah; Alqamari, Muhammad; Mei, Nana Trisna; Siregar, Muhammad Said
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.509-514

Abstract

Pekarangan di wilayah Kecamatan Medan Denai cukup luas, sebagian besar tidak dimanfaatkan untuk tanaman sayuran sehingga tidak memungkinkan untuk ditanami tanaman lainnya seperti sayuran. Permasalahan utama yang terjadi pada masyarakat sasaran adalah 1) kegiatan kelompok ibu-ibu Aisyiyah belum banyak yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat, 2) lingkungan pekarangan di wilayah Kecamatan Medan Denai sebagian besar belum dimanfaatkan untuk menanam tanaman sayuran, 3) sebagian besar anggota Aisyiyah belum mempunyai pengetahuan, wawasan dan pengalaman serta ketrampilan dalam pemanfaatan pekarangan menjadi lahan produktif dan 4) potensi sumber daya insani dan alam di Kecamatan Medan Denai juga belum diberdayakann secara optimal. Beberapa metode digunakann untuk mencapai tujuan serta sebagai upaya transfer teknologi pengadaan hidroponik dengan berbagai model, serta penyiapan fasilitas lain yang mendukung kegiatan ini, yakni ; 1) Penyuluhan pemberdayaan perempuan, pengelolaan lahan pekarangan dan  teknologi budidaya secara hidroponik 2) pelatihan dan demonstrasi dengan simulasi praktek budidaya hidroponik menggunakan peralatan dan bahan yang sudah disiapkan oleh pelaksana program, 3) praktek budidaya hidroponik untuk menghasilkan produk, dan 4 secara periodik dilakukan pembinaan dan pendampingan mitra melakukan budidaya hidroponik sampai mencapai hasil yang optimal. Hasil program Pembinaan Kemuhammadiyahan menunjukkan manfaat yang besar bagi peserta untuk peningkatan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan lahan pekarangan serta mengelolalanya lebih produktif.