Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Study of Ms Media With Addition Of Auxins And Cytokinin on Growth and Development of Arr (Arenga Pinnata (Wurmb) Merr.) Culture. Muhammad, Alqamari; Bismar , Thalib; FS, Harahap
Jurnal Online Pertanian Tropik Vol. 7 No. 1 (2020): JURNAL ONLINE PERTANIAN TROPIK
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.661 KB) | DOI: 10.32734/jopt.v7i1.3790

Abstract

Aren has an important role as a biofuel producer, so research is needed for the development of this plant. This research has been carried out in the Tissue Culture Laboratory of the Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University, North Sumatra, from October 2017 to September 2018. This study aims to obtain a combination of concentrations of growth regulators of curcumin and cytokines which are best for increasing plant population in vitro culture. , as well as to produce large quantities of quality plantlets in a relatively short time. Experiments in the form of a Completely Randomized Design (CRD) were repeated 3 times with 5 samples of each treatment to obtain 105 units of experimentation. The first series experiment was the regeneration stage, shoot tip results were cultured on WPM media with a concentration of 0.25 ppm + 1.0 ppm Kinetin which was used as explants. Furthermore, the shoots were regenerated in the WPM medium with the treatment of concentration of growth regulators of auxin and cytokinin which consisted of 7 treatment levels, namely (E0) 0.00 ppm NAA + 0.00 ppm BAP, (El) 0.00 ppm NAA + 0.25 ppm BAP, (E2) 0.50 ppm NAA + 0.00 ppm BAP, (E3) 0.50 ppm NAA + 0.50 ppm BAP, (E4) 0.00 ppm NAA + 0.75 ppm BAP, (E5) 0.50 ppm NAA + 0.75 ppm BAP, (E6) 1.00 ppm NAA + 1.00 ppm BAP. From the observed variables, the percentage of live explants and percentage of explants forming callus the best results were found in a combination of 1.00 ppm NAA + 1.00 ppm BAP (E6) concentration.   References Asikin D, Puspitaningtyas DM. 2000. Studi perkecambahan biji aren (Arenga pinnata (Wurm) Merr.) secara in vitro dan in vivo. Di dalam: Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi III. 2000 Maret 7- 9; Cibinong, Indonesia. Cibinong (ID). hlm 411-419. Doods AH, Roberts LW. 1999. Experiments in Plant Tissue Culture 3rd Ed. Cambridge (GB). Cambridge University Press. Harahap, P., Harahap, E.M., Harahap, D.E. and Harahap, F.S., 2018. Eksplorasi dan Identifikasi Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr) di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Pertanian Tropik (Indonesian Tropical Agriculture Journal) accredited by KEMENRISTEK DIKTI No: 21/E/KPT/2018, 5(3, Dec), pp.423-427. Harahap, P., Harahap, M.K. and Harahap, F.S., 2019. Identifikasi Karakter Fenotip Daun Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr) di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jurnal Pertanian Tropik (Tropical Agriculture Journal) accredited by KEMENRISTEK DIKTI No: 21/E/KPT/2018, 6(3, Dec), pp.472-476. George EF, Sherrington PD. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture: Handbook and Directory of Commercial Laboratories. England (GB): Exegetic Ltd. Gomez, K.A. and Gomez, A.A., 1995. Prosedur statistik untuk penelitian pertanian. Edisi ke, 2. Gunawan LW. 1987. Teknik Kultur Jaringan. Bogor (ID): Pusat Antar Universitas (PAU) IPB. Julianti, Reine Suci Wulandari, dan Herlina Darwati. 2013. Penambahan NAA dan BAP Terhadap Multiplikasi Subkultur Tunas Gaharu (Aquilaria Malaccensis Lamk). Jurrnal Hutan Lestari. Karjadi,AK dan A.Buchori. 2007. Perkecambahan dan Perbanyakan Gaharu secara In Vitro. Jurnal Hort. Rofik A, Murniati E. 2008. Pengaruh perlakuan deoperkulasi benih dan media perkecambahan untuk meningkatkan viabilitas benih aren (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.). Bul Agron. 36: 33-40. Rozen, Nalwida. 1989. Pengaruh suhu awal perendaman terhadap pemecahan dormansi enau (Arenga pinna/a (Wumrb) Merr) dan pertumbuhan bibit dipersemaian. Tesis. Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang. Rusmin, Devi. 1992. Pengaruh lama pemberian periode gelap terhadap perkecambahan benih enau (Arenga pinnata (Wumrb) Men) dan pertumbuhan bibit di persemaian Tesis. Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang. Masyudi, M.F. 1992. Pengaruh zat pengatur tumbuh 2,4- D dan BAP pada kultur jaringan biji padi rnasak panen, dalam; Bulettin Pertanian. Jakarta. 12 (1). P: 1 -7. Moore, T.C. 1979. Biochemistry and Physiology of plant hormones. Springer-Verlag, New York. 174 p. Murashige T, Huang LC. 1985. Organogenesis in vitro: structural, physiological, and biochemical aspects.in  Biotechnology in International Agricultural Research. International Agricultural Research Center (IARCs) and Biotechnology; 1984 April 23-27; Manila (PH): IRRI. p.227-240. Nisak, K., Tutik Nurhidayati, dan Kristanti I.Purwani. (2012). Pengaruh Kombinasi konsentrasi ZPT NAA dan BAP pada Kultur Jaringan Tembakau Nicotiana tabacum var. Prancak 95. Jurnal Sains Dan Seni Pomits Saleh MS, Wardah. 2010. Perkecambahan benih aren dalam kondisi terang dan gelap pada berbagai konsentrasi GA3. J. Agrivigor. 10:18-25. Satria, B. 1995. Perbanyakkan manggis (Garcinia mangostana L.) dengan menggunakan eksplan hipokotil .pada kombinasi dosis arang aktif dengan komposisi konsentrasi BAP dan NAA secara in vitro. Universitas Andalas Padang. 105 hal. Sirait D. 2010. Pengaruh skarifikasi bagian-bagian benih dan konsentrasi asam giberelat (GA3) terhadap perkecambahan benih aren (Arenga pinnata L.) [Skripsi]. Medan (ID): Universitas Sumatera Utara. Usman MA. 2006. Pengaruh tingkat kemasakan dan pematahan dormansi benih aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) pada kondisi media yang berbeda [Skripsi]. Bogor (ID): Instititut Pertanian Bogor’ Wattimena GA. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor (ID): Pusat Antar Universitas (PAU) IPB. Wattimena GA, Gunawan LW, Mattjik NA, Syamsudin E, Wiendi NMA, Ernawati A. 1992. Bogor (ID): Pusat Antar Universitas (PAU) IPB. Widyawati N, Tohari, Yudono P, Soemardi I. 2009. Permeabilitas dan perkecambahan benih aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr). J. Agron. Indonesia. 37:152-158.  
KEANEKARAGAMAN GULMA PADA INTEGRASI KELAPA SAWIT DENGAN PADI SAWAH Alridiwirsah, Alridiwirsah; Lubis, Efrida; Tampubolon, Koko; Alqamari, Muhammad; Cemda, Abdul Rahman
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 2 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, MEI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i2.5786

Abstract

Kehadiran gulma pada areal pertanaman utama dapat dipengaruhi kondisi lingkungan, seperti intensitas cahaya akibat sistem integrasi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dominansi dan keanekaragaman gulma pada fase vegetatif dan generatif tanaman padi sawah yang diintegrasikan dengan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Indonesia pada Oktober 2015 sampai Februari 2016. Penelitian ini menggunakan tanaman kelapa sawit umur 4 tahun (TM-1) dengan pola pengaturan populasi 100%, 75%, dan 50%. Tanaman padi sawah ditanam sebagai tanaman sela, kemudian dibuat petak identifikasi gulma dan dihitung indeks keanekaragaman spesies. Gulma Lindernia anagallis (10,11%) dan Leersia hexandra (19,98%) ditemukan dominan pada fase vegetatif dan generatif tanaman padi sawah yang diintegrasikan dengan kelapa sawit. Nilai indeks keanekaragaman gulma tergolong sedang baik pada fase vegetatif maupun generatif (2,709 dan 2,052). Diantara famili, Cyperaceae lebih banyak tumbuh pada fase vegetatif (42,77%) maupun generatif (35,62%).
AKTIVITAS BIOFUNGISIDA EKSTRAKSI TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Curvularia lunata DAN Cercospora capsici Saragih, Muhammad Rio; Alqamari, Muhammad; Suprianto, Andi Agus; Mohamed Sidique, Siti Nordahliawate
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4236

Abstract

One of the diseases that often occurs when growing pineapple is leaf spot disease caused by Culvularia. lunata. One of the diseases is bacterial leaf spot, and sercosporic leaf spot. There are two types of pathogens detected, namely conidia, which are fungi. Cercospora leaf spot disease is caused by Cercospora capsici This research was conducted at Bukit Kor Agricultural Complex, Marang, Terengganu, Malaysia with an altitude of 35 meters above sea level. The results showed that the fungi found on the leaves of plant samples were Culvularia lunata and Cercorpora capsici and those that could inhibit fungal growth were the treatment of 10% citric acid and 50% turmeric. Keywords: activity, extraction, fungus INTISARISalah satu penyakit yang sering terjadi saat menanam nenas adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Culvularia. lunata. Salah satu penyakit yang berada pada daun telang bercak bakteri, dan bercak daun serkospora. Ada dua jenis patogen yang terdeteksi, yaitu conidia, yang merupakan cendawan. Penyakit bercak daun serkospora disebabkan oleh Cercospora capsici Penelitian ini dilakukan di Komplek Pertanian Bukit Kor, Marang, Terengganu,Malaysia dengan ketinggian 35 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023.penelitian ini menggunakan metode  rancangan acak lenglap (RAL).Hasil penelitian menujukan bahwasan nya jamur yang terdapat pada daun  sampel tanaman adalah Culvularia lunata dan Cercorpora capsici dan yang dapat menghambat pertumbuhan jamur adalah perlakuan 10% citrit acid dan turmeric 50%.Kata kunci: aktivitas, ekstraksi, jamur
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN PERIKANAN BUDIDAYA DI PERAIRAN DANAU TOBA Abdina, Muhammad Fadly; Alqamari, Muhammad; Sitorus, Reyza Suwanto; Br Kabeakan, Nana Trisna Mei
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3770

Abstract

The total number of Floating Net Cages (KJA) in 2015 decreased by around 49% from 2014 (23,042 in 2014 and 11,781 in 2015), but experienced a fairly high increase in Humbang Hasundutan and Dairi Regencies. The number of cages in Humbahas Regency increased from 64 in 2014 to 1,290 in 2015 and the increase also occurred in Dairi Regency from 882 in 2014 to 2,360 in 2015. Fish production in the waters of Lake Toba is currently experiencing a significant increase, this is It can be seen from the total production in 2015 that it reached 84,806.9 tons, sourced from the community's Floating Net Cage (KJA) production of 29,806.9 tons, PT.AN's production of 34,000 tons, and PT.SP's production of 21,000 tons. The average economic value turnover from Floating Net Cage (KJA) cultivation activities is IDR 4,028,327,750,000 with details of fresh fish amounting to IDR 2,120,172,500,000, feed IDR 636,051,750,000, and seeds amounting to IDR 1,272,103,500,000,-. Several strategies for developing Lake Toba: (1) SO Strategy (Strengths and Opportunities) including (2) WO Strategy (Weaknesses and Opportunities) (3) ST Strategy (Strengths and Threats) (4) WT Strategy (Weaknesses and Threats). Keywords, Lake Toba, KJA, Keramba INTISARITotal jumlah Keramba Jaring Apung (KJA) Tahun 2015 menurun sekitar 49% dari Tahun 2014 (23.042 tahun 2014 dan 11.781 tahun 2015), akan tetapi mengalami peningkatan yang cukup tinggi di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Dairi. Peningkatan jumlah keramba di Kabupaten Humbahas dari Tahun 2014 sebesar 64 menjadi 1.290 pada tahun 2015 dan peningkatan juga terjadi pada kabupaten Dairi sebesar 882 pada tahun 2014 menjadi 2.360 pada tahun 2015.Produksi ikan yang terdapat di perairan danau toba saat ini sangat mengalami peningkatan, hal tersebut terlihat dari total jumlah produksi pada Tahun 2015 mencapai 84.806,9 ton yang bersumber dari Produksi Keramba Jaring Apung (KJA) milik masyarakat sebanyak 29.806,9 ton, Produksi PT.AN sebesar 34.000 ton, dan produksi PT.SP sebesar 21.000 ton. Perputaran nilai ekonomi rata-rata dari aktivitas budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) sebesar Rp 4.028.327.750.000 dengan rincian ikan segar sebesar Rp 2.120.172.500.000,-, pakan sebesar Rp 636.051.750.000, dan benih sebesar Rp 1.272.103.500.000. Beberapa strategi pengembangan danau toba : (1) Strategi SO (Kekuatan dan Peluang) diantaranya (2) Strategi WO (Kelemahan dan Peluang) (3) Strategi ST (Kekuatan dan Ancaman) (4) Strategi WT (Kelemahan dan Ancaman). Kata Kunci, Danau Toba, KJA, Keramba
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN DENAI KECAMATAN MEDAN DENAI KOTA MEDAN Cemda, Abdul Rahman; Alqamari, Muhammad; Siregar, Aflahun Fadhly
Journal Community Service Consortium Vol 2 No 1 (2021): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v2i1.3294

Abstract

Sampah domestik dari kegiatan rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik mencemari lingkungan dan menimbulkan masalah kesehatan. Pengelolaan sampah secara komprehensif meliputi mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur-ulang (recycle) tidak hanya mengatasi permasalahan lingkungan tapi dapat mengubah nilai sampah dari barang yang tidak berharga menjadi produk komersial. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberdayaan terhadap ibu rumah tangga sebagai penghasil sampah domestik dalam pengelolaan sampah domestik. Permasalahan utama yang terjadi pada masyarakat sasaran adalah 1) kegiatan kelompok ibu-ibu belum banyak yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat, 2) Sampah limbah rumah tangga di wilayah Kecamatan Medan Denai sebagian besar belum dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi, 3) sebagian besar anggota belum mempunyai pengetahuan, wawasan dan ketrampilan dalam intensifikasi dalam pemanfaatan dan pengelolaan sampah limbah rumah tangga. Metode: Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan. Pelatihan diberikan untuk ibu-ibu Kel Denai Kec Medan Denai Kota Medan .Pelatihan yang akan diselenggarakan berupa proses belajar dan berpikir aktif tentang mengkreasikan sampah rumah tangga baik itu sampah organik atau anorganik melalui beberapa metode, yaitu ceramah, demonstrasi dan praktek.
KAJIAN PERAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DALAM MENGHADAPI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) (TINJAUAN LITERATUR) Fitria; Alqamari, Muhammad
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 6 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v6i1.1352

Abstract

Perkebunan kelapa sawit memiliki peran signifikan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global, khususnya dalam konteks pembangunan berkelanjutan di negara-negara tropis. Penelitian ini mengkaji peran perkebunan kelapa sawit dalam menghadapi berbagai target SDGs melalui tinjauan literatur komprehensif dari berbagai sumber akademis dan laporan institusional. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit berkontribusi positif terhadap beberapa SDGs, khususnya pengentasan kemiskinan (SDG 1) melalui penyerapan 2,5 juta tenaga kerja langsung, ketahanan pangan (SDG 2) dengan produktivitas 3-8 ton minyak per hektar, pertumbuhan ekonomi (SDG 8) sebagai kontributor devisa negara, dan pembangunan infrastruktur (SDG 9). Namun, sektor ini menghadapi tantangan signifikan dalam aspek lingkungan terkait penanganan perubahan iklim (SDG 13), pelestarian ekosistem laut (SDG 14), dan daratan (SDG 15), terutama isu deforestasi dan kehilangan keanekaragaman hayati. Penelitian merekomendasikan implementasi strategi berkelanjutan melalui sertifikasi RSPO dan ISPO, kebijakan zero deforestation, dan inovasi teknologi. Kolaborasi multi- stakeholder menjadi kunci mengoptimalkan kontribusi sektor kelapa sawit terhadap pencapaian agenda SDGs 2030.
Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Inovasi Bio-Integrated Farming System (Bio-IFS) Berbasis Akuaponik dan Bioflok di Desa Maredal II Kabupaten Deli Serdang Risnawati, Risnawati; Manik, Juita Rahmadani; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br; Alqamari, Muhammad; Fitria, Fitria
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i2.2411

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani di Desa Marendal II, Kabupaten Deli Serdang melalui penerapan inovasi Bio-Integrated Farming System (Bio-IFS) berbasis akuaponik dan bioflok. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya produktivitas perikanan akibat tingginya biaya pakan, keterbatasan lahan, dan rendahnya keterampilan dalam mengelola sistem budidaya terpadu. Melalui pendekatan partisipatif, tim pengabdian melaksanakan serangkaian tahapan, meliputi: (1) sosialisasi teknologi Bio-IFS, (2) pelatihan manajemen sistem akuaponik dan bioflok, (3) pembangunan instalasi kolam bioflok dan unit akuaponik, (4) pendampingan operasional dan monitoring, serta (5) evaluasi keberhasilan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani mampu mengoperasikan teknologi Bio-IFS secara mandiri dengan produktivitas ikan lele meningkat hingga 30% dibandingkan metode konvensional. Selain itu, sayuran organik yang dihasilkan dari sistem akuaponik memberikan tambahan sumber pendapatan sekaligus diversifikasi pangan keluarga. Dari aspek sosial, kegiatan ini memperkuat kerja sama antaranggota kelompok, meningkatkan kesadaran terhadap sistem budidaya ramah lingkungan, serta membuka peluang pengembangan usaha berkelanjutan. Dengan demikian, penerapan Bio-IFS berbasis akuaponik dan bioflok terbukti efektif sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan keberdayaan, produktivitas, dan kesejahteraan kelompok tani di Desa Marendal II.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETANI SAYUR PADA KELOMPOK TANI MAKMUR SEJAHTERA DI KELURAHAN DENAI KOTA MEDAN Br Kabeakan, Nana Trisna Mei; Alqamari, Muhammad; Susanti, Rini; Yusuf, Mukhtar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2953-2958

Abstract

Tanah yang subur dan terpenuhi unsur hara merupakan bagian penting dalam proses budidaya tanaman sayur, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi unsur hara pada tanah adalah proses pemupukan. Selama ini pupuk yang digunakan oleh petani merupakan pupuk kimia yang memiliki dampak kurang baik bagi lingkungan dan kesehatan, mengingat tanaman sayuran merupakan tanaman yang sehari-hari dikonsumsi oleh masyarakat. Oleh karena itu pada kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini, solusi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan sosialisasi cara pembuatan dan juga menjelasakan pengaplikasian MOL (Mikroorganisme Lokal) dan pupuk organik dalam hal ini adalah pupuk bokashi  sehingga petani lebih memahami tentang Mikroorganisme Lokal dan pupuk organik dan melakukan kegiatan pertanian yang lebih ramah lingkungan.  Kegiatan yang dilakukan adalah dengan cara sosialisasi dilanjutkan dengan praktik cara pembuatan MOL dan pupuk bokashi dan juga menjelaskan cara pengaplikasian MOL dan pupuk bokashi selanjutnya pemberian sprayer yang dapat digunakan secara elektrik dan manual untuk mempermudah petani dalam melakukan kegiatan penyemprotan guna pengendalian hama pada tanaman dan juga memberikan benih tanaman sayuran kepada petani.
PENGENDALIAN HAMA PADA TANAMAN JAGUNG DI DESA TANJUNG GUNUNG KECAMATAN LAUBALENG KABUPATEN KARO DENGAN MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI Mei Br Kabeakan, Nana Trisna; Susanti, Rini; Alqamari, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.350-354

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai bahan baku untuk sektor industri pakan ternak. Peningkatan produksi harus dilakukan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mencegah faktor yang menghambat produksi jagung, diantaranya adalah hama penggerek batang. Selama ini, petani mitra melakukan pengendalian terhadap hama penggerek batang jagung dengan menggunakan pestisida kimiawi, yang memiliki harga  cenderung tinggi dan tidak ramah terhadap lingkungan, sehingga pengenalan pestisida nabati kepada petani adalah hal yang penting untuk dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi petani jagung dalam mengatasi permasalahan mengendalikan hama penggerek batang jagung yang efektif, efisien dan aman bagi lingkungan. Model kegiatan dengan cara penyuluhan dan dilanjutkan dengan cara pembuatan pestisida nabati serta memberi tahu pengaplikasian pestisida nabati mulai dari cara hingga waktu yang tepat untuk digunakan.
PELATIHAN BUDIDAYA PORANG SEBAGAI BAHAN PANGAN PREMIUM UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI DESA SEKOCI KECAMATAN BESITANG KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA Fitria, Fitria; Rahmadani Manik, Juita; Fuadi, Misril; Alqamari, Muhammad; Said Siregar, Muhammad
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3511-3516

Abstract

Porang (Amorphophallus oncophyllus Prain.) or often referred to as iles-iles belongs to the Araceae family and is one of the biological richness of Indonesian tubers. As a plant that produces carbohydrates, fats, proteins, minerals, vitamins, and dietary fiber, porang plants have long been used as food ingredients and exported as industrial raw materials. However, the plant has not been widely cultivated. Farmers generally only take and use plants that grow wild in the forest, in the fields under bamboo clumps, along riverbanks and mountain slopes. The Community Partnership Program is implemented in Lifeboat Village, District Besitang, Langkat Regency with partners consisting of citrus farmer groups. increase income. The method used to achieve the goals of this service is to conduct counseling or socialization of porang cultivation. The expected target is for partners to be able to cultivate porang as well as understand the benefits of porang plants for alternative food crops and can increase farmers' income so as to reduce food shortages in sustainability. The activity carried out is by distributing porang seeds in the form of frogs.