Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Tanaman Obat Sebagai Feed Additive Dalam Ransum Terhadap Performa dan Organ Pencernaan Ayam Pedaging Amir, Yurni Sari; Noor, Prima Silvia; Sujatmiko; Fati, Nelzi; Malvin, Toni
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 3 No. 2 (2020): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.319 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v3i2.272

Abstract

Penelitian broiler dengan pemberian tanaman obat sebagai feed additive dalam ransum berupa tepung daun salam, daun pepaya, daun jambu biji dan tepung daun miana untuk melihat pengaruhnya terhadap performa broiler. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yang dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang broiler Laboratorium Produksi Ternak. Broiler yang digunakan 100 ekor umur satu hari. Pakan yang diberikan ransum adukan yang terdiri dari jagung, bungkil kedele, tepung ikan, tepung mie, minyak, top mix. Perlakuan yang diberikan adalah daun salam (Eugenia polyantha Wight), daun pepaya (Carica papaya Linn), daun jambu biji (Psidium Guava L)  dan  daun miana (Coleus scutellarioides) yang dijadikan tepung. Rancangan yang digunakan adalah  RAL, dengan  5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu ransum adukan 100% sebagai kontrol (A), penambahan 0,5% tepung daun salam pada ransum adukan (B), penambahan 0,5% tepung daun pepaya pada ransum adukan (C), penambahan 0,5% tepung daun jambu biji pada ransum adukan (D) dan penambahan 0,5% tepung daun miana pada ransum adukan (E). Parameter penelitian adalah menghitung konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman obat sebagai feed additive dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P besar dari 0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.
Respon Broiler Terhadap Penambahan Daun Mint (Mentha piperita L.) Fermentasi Dalam Air Minum: Broiler Response to Addition of Mint Leaves (Mentha piperita L.) Fermentation in Drinking Fajri, Rahmad; Osseta, Amelia; Aisyah, Siti; Fitri, Emilia; Ramayanti, Putri Retno; Fati, Nelzi; Malvin, Toni
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 5 No. 1 (2022): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.047 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v5i1.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan mint (Mentha piperita L) fermentasi terhadap performa broiler meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum.  Subjek penelitian adalah DOC broiler tanpa pemisahan jenis kelamin berjumlah 100 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap pengujian terdiri dari 20 ekor. Perlakuan adalah: A0 = tanpa penambahan daun mint (Mentha piperita L) fermentasi , A1 = penambahan 0,3%  daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum, A2 = penambahan 0,6 % daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum, A3 = penambahan 0,9%  daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum, A4 = penambahan 1,2% daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum. Variabel yang diukur adalah pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh (P besar dari 0,05) penambahan daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum terhadap performa meliputi pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum.  Penambahan 0,3 % daun mint (Mentha piperita L) fermentasi/liter air minum memberikan kinerja yang lebih baik.
Potensi dan Karakteristik Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Limbah Sayur sebagai Bioaktivator dalam Fermentasi Yunilas, Yunilas; Siregar, Ameilia Zuliyanti; Mirwhandhono, Edhy; Purba, Adnan; Fati, Nelzi; Malvin, Toni
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 5 No. 2 (2022): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.755 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v5i2.540

Abstract

Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) adalah larutan hasil proses fermentasi berbagai bahan organik yang berasal dari lingkungan. Larutan MOL mengandung beragam Mikroorganisme Lokal yang potensial untuk digunakan sebagai bioaktivator dalam fermentasi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan karakteristik larutan MOL yang berasal dari limbah sayur (sawi hijau, kol, dan daun kembang kol). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Perlakuan meliputi berbagai lama fermentasi (inkubasi) MOL berbasis limbah sayur yaitu: T1 = fermentasi 7 hari, T2 = fermentasi 14 hari, T3 = fermentasi 21 hari, dan T4 = fermentasi 28 hari. Variabel yang diamati adalah karakteristik fisik (warna dan aroma), biologis (total mikroba), dan kimiawi (pH, asam laktat, asam asetat, glukosa, dan suhu). Hasil penelitian menunjukkan lama fermentasi dapat menyebabkan perubahan warna dan aroma larutan MOL. Lama fermentasi berpengaruh nyata (P kecil dari 0,05) terhadap pH, berpengaruh sangat nyata (P kecil dari 0,01) terhadap total mikroba, suhu, glukosa, dan tidak berpengaruh nyata (P besar dari 0,05) terhadap total asam laktat dan asam asetat larutan MOL. Kesimpulannya adalah larutan MOL berbasis limbah sayur berpotensi sebagai bioaktivator dalam fermentasi. Karakteristik larutan MOL berbasis limbah sayur dipengaruhi oleh lama fermentasi. MOL terbaik dihasilkan pada hari ke-14 fermentasi dengan populasi mikroba sebesar 2,24 X 10 pangkat 6.
PENAMPILAN ORGAN FISIOLOGIS AYAM PEDAGING DENGAN PENAMBAHAN MIX TEPUNG DAUN GINSENG (Talinum paniculatum Gaertn.) DALAM RANSUM Amir, Yurni Sari; Siregar, Ramond; Lutfi, Ulva Mohtar; Fati, Nelzi; Kurnia, Dihan; Malvin, Toni
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.105 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.569

Abstract

Penelitian dengan penambahan mix tepung daun ginseng (Talinum paniculatum Gaertn.) dalam ransum bertujuan untuk mengetahui responnya terhadap penampilan organ fisiologis dan bursa fabricius ayam pedaging. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang ayam pedaging Laboratorium Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini dimulai sejak DOC sampai umur 33 hari, sebanyak 100 ekor ayam dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah ransum basal 100% sebagai kontrol (A), penambahan mix tepung daun ginseng 0,5% (B), penambahan mix tepung daun ginseng 1% (C), penambahan mix tepung daun ginseng 1,5% (D) dan penambahan mix tepung daun ginseng 2% dalam ransum basal (E). Ransum basal terdiri dari jagung, bungkil sawit, bungkil kedele, tepung ikan, minyak dan top mix. Variabel yang diukur adalah persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum sampai level 2% tidak memberikan respon yang negatif terhadap penampilan organ fisiologis dan bobot bursa fabricius ayam pedaging.
PENGARUH PEMBERIAN PERSENTASE TEPUNG DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) DALAM RANSUM TERHADAP KARKAS BROILER Ul Azmi, Dinda Aulia; Nilawati, Nilawati; Fati, Nelzi; Malvin, Toni
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.15152

Abstract

This study aims to determine the effect of giving Gamal leaf flour and the best dose of giving Gamal leaf flour in the ration on broiler carcasses. The research was carried out experimentally with a Completely Randomized Design consisting of 4 treatments and 5 replications, each treatment consisting of 5 broilers. The treatments given consisted of control without giving Gamal leaf flour (A), giving 2% Gamal leaf flour (B), giving 4% Gamal leaf flour (C), and giving 6% Gamal leaf flour (D). Research parameters include carcass percentage, upper carcass percentage, and lower carcass percentage for broilers. The results of the research showed that the provision of Gamal leaf flour (Gliricidia sepium) was found to have a significant positive effect (p<0.05) on the percentage of the carcass, the percentage of the upper carcass, and the percentage of the lower carcass of broilers. The provision of gamal leaf flour (Gliricidia sepium) at a concentration of 2% gave the best results on broiler carcasses where the percentage of carcass was 69.978%, the percentage of upper carcass 44.41%, and the percentage of lower carcass 34.966%.
Effect of Addition of Pandan Leaf Infusa (Pandanus amaryllifous, R) on Carcass Weight, Carcass Percentage and Abdominal Fat of Broilers: Pengaruh Penambahan Infusa Daun Pandan (Pandanus amaryllifous, R) terhadap Bobot Karkas, Persentase Karkas dan Lemak Abdominal Broiler Sikumbang, Chairani Mukherji; Nilawati, Nilawati; Malvin, Toni; Fati, Nelzi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.5.2.205-213

Abstract

Many natural components are currently being looked for as substitute feed additives in broiler feed and drinking water to increase the effectiveness and quality of broiler production. Pandan leaves are one possible herbal component. The study's goal was to determine the optimal pandan infusion dosage for broiler carcasses, abdominal fat deposition. In this study, one hundred broiler aged one day were divided into 4 treatments and 5 replicates using a completely randomized design (CRD). The trial lasted four weeks in the Payakumbuh State Agricultural Polytechnic production laboratory's broiler stage cage.  Twenty broilers per treatmnets were given pandan leaf infusa to drinking water. The four tretamnets were as follows:  no additon of pandan infusion (A0), 1% addition (A1), 2% addition (A2) and; 3% addition (A3). The findings demonstrated that the research variables were not significantly impacted (P̃ > 0.05) by the addition of pandan leaf infusa to drinking water. The percentage of carcass ranged from 66.52% to 71.56%, and the percentage of abdominal fat ranged from 0.92% to 0.77%. These findings lead to the conclusion that adding up to 3% of leaf infusion to drinking water did not improved carcass and abdominal fat deposition.
PENGARUH PENAMBAHAN ECO ENZYME BERBASIS BAWANG DAYAK DALAM AIR MINUM TERHADAP ORGAN FISIOLOGIS DAN KARKAS BROILER: Effect of Adding Eco Enzyme Based on Dayak Onions in Drinking Water on Physiological Organs and Broiler Carcasses Ali Pazri; Toni Malvin; Nelzi Fati
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.1693

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak (Eleutherine palmifolia Merr) terhadap organ fisiologis dan karkas broiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Broiler umur 1 hari sampai umur 35 hari terdiri dari 100 ekor. Setiap pengujian terdiri dari 20 ekor. Perlakuan adalah : A0= tanpa penambahan eco enzyme bawang Dayak, A1= penambahan 1% eco enzyme bawang Dayak, A2= penambahan 1,5% eco enzyme bawang Dayak, A3= penambahan 2% eco enzyme bawang Dayak, A4= penambahan 2,5% eco enzyme bawang Dayak. Variabel yang diamati yaitu organ fisiologis dan karkas. Hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase organ fisiologis dan karkas broiler. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan eco enzyme berbasis bawang Dayak dengan level yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap organ fisiologis dan karkas broiler.   Kata kunci: Bawang Dayak, Broiler, Eco enzyme, Organ fisiologis, Karkas
Performance, Carcas And Broiler Lives With Giving Miana (Coleus atropurpureus, L) Leaves Fermentation Drink Malvin, Toni; Fati, Nelzi; Syukriani, Debby; Sari Amir, Yurni; Mohtar L, Ulva; Siregar, Ramond
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 22 No. 2 (2021): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.883 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol22-iss2/269

Abstract

The purpose of this study was  to determine the effect of adding miana (Coleus atropurpureus, L) leaf fermented drink on performance, carcass and chicken liver.  Broiler DOC without sexual segregation totaled 196 tails.  The design used was a completely randomized design consisting of 4 treatments and three replications.  Each test consisted of  16 tails. The treatments were: A0 = without fermented miana leaves, A1 = 4 ml fermented miana leaves /l drinking water, A2 = 8 ml fermented miana leaves/ l drinking water, A4 = 12 ml fermented miana leaves /l drinking water.  The parameters observed were performance, percentage of carcass and chicken liver.  The result showed that was no effect (P>0,05) of the addition of miana leaf fermentation on the performance, percentage of carcass and chicken liver. Offering 8 ml fermented miana leaves/liter provides better performance.
Lymphoid Organ Response Of Broilers With Addition Of Fermented Castor Leaves (Jatropha Curcas Lin) And Ginger (Zingiber Officinale Var) In Drinking Water Nelzi Fati; Elisa br Sitepu; Nilawati; Debby Syukriani; Toni Malvin
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.258

Abstract

This study aims to evaluate the response of the lymphoid organs of broilers with the addition of fermented castor leaves (Jatropha curcas Lin) and ginger (Zingiber officinale Var) in drinking water against the immunity of broilers, measured through the weight of lymphoid organs (bursa fabricius, thymus, and spleen) and final weight. The method used is an experiment with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 4 replications. The treatments consist of : A (control), B (Addition of 0,5% fermented castor leaves and ginger in 1 liter of water), C (Addition of 1% fermented castor leaves and ginger in 1 liter of water), D (Addition of 1,5% fermented castor leaves and ginger in 1 liter of water), E (Addition of 2% fermented castor leaves and ginger in 1 liter of water). The observed parameters include the weight of lymphoid organs (bursa fabricius, thymus, spleen) and final weight. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The research results show that the addition of fermented castor leaves and ginger has nonsignificant effect (P>0,05) on the weight of the bursa of fabricius, thymus, spleen and final weight. The conclusion of this study is that the addition of fermented castor leaves and ginger in drinking water is acceptable without producing negative effects that significantly influence the percentage of lymphoid organ weight, and thus can be considered as a feed additive in drinking water for broilers to enhance body resistance.
PRODUKSI GAS TOTAL, GAS METAN DAN NH3 PELLET PAKAN KAMBING DENGAN IMBANGAN HIJAUAN DAN BIOKONVERSI manure layer BERBEDA SECARA IN VITRO Fitri, Mahdiatul; Malvin, Toni; Ramaiyulis, Ramaiyulis
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41435

Abstract

Gas metan merupakan produk fermentasi rumen pada ternak ruminansia, merupakan gas rumah kaca utama yang berkontribusi dalam efek pemanasan  global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi gas dan persentase gas metan  pelet pakan kambing dengan berbagai imbangan hijauan dan biokonversi manure layer secara in vitro. Biokonversi dibuat dengan menfermentasi manure layer close house dengan Aspergillus niger dan Sacharomices cereviseae selama 6 hari pada suhu 30°C.  Penelitian ini mengunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan yaitu imbangan hijauan : biokonvensi manure layer dalam formulasi pelet pakan kambing yaitu:  A= 25%:75%; B= 50%:50%; C=75%:25%; dan D= 0%:100% dengan 4 ulangan. Campuran Hijauan dan biokonversi manure layer di cetak dalam bentuk pelet dan diuji secara in vitro. Hasil penelitian menunjukan bahwa imbangan hijauan dan biokonversi manure layer 50%:50% menunjukan produksi gas total 207,94 ml lebih tinggi (P<0,05) dibanding perlakuan lainnya. Persentase metan pada imbangan ini didapatkan 15,3% dan kandungan amonia cairan rumen 2,67 mM. Imbangan 50%:50% ini merupakan imbangan hijauan dan biokonversi manure layer yang tepat dalam formula pelet pakan kambing.