Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KEJADIAN KECACINGAN ASCARIS LUMBRICOIDES PADA KUKU JARI TANGAN DAN KAKI PETERNAK SAPI SEBAGAI PENCEGAHAN SINDROM LOEFFLER Dwi Aprilia Anggraini; Norma Farizah Fahmi
JURNAL PARADIGMA (PEMBERDAYAAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL PARADIGMA VOLUME 2 NOMOR 2 OKTOBER 2020
Publisher : STIKES NGUDIA HUSADA MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit cacingan masih sering dijumpai di seluruh wilayah Indonesia terutama pada kondisi sanitasi lingkungan yang buruk dan rendahnya higienitas perorangan. Salah satu penyakit cacingan yangmasih banyak terjadi pada penduduk di Indonesia disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu golongan nematode usus yang siklus hidupnya melalui media tanah. Penyakit cacingan berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan yang buruk, kebersihan pribadi yang tidak terjaga , mengkonsumsi makanan yang diduga terkontaminasi dengan telur cacing, tingkat pengetahuan dan aspek sosial ekonomi yang masih rendah serta kontak dengan tanah yang diduga terkontaminasi dengan telur cacing. Ascaris lumbricoides disebut cacing perut atau cacing gelang (Giant Intestinal Roundworm) yang berada di usus halus dan penyakit yang ditimbulkannya dinamakan askariasis. Larva cacing ini jika terdapat di paruparu menyebabkan kelainan yang disebut Loeffler syndrome Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui infeksi cacing nematoda usus pada kuku jari tangan peternak warga sebagai pencegahan Sindrom loeffler.Hasil yang di dapatkan dari 30 sampel menunjukkan sampel hasil positif telur cacing nematoda usus Ascaris lumbricoides pada kuku dengan hasil positif kecacingan sebanyak 43% dengan metode pengapungan NaCl dan 34% dengan metode sedimentasi NaOH . Bagi peternak disarankan untuk selalu menjaga personal hygiene, kebersihan lingkungan, memakai Alat pelindung diri (APD) pada saat bekerja dan konsumsi obat cacing setiap 6 bulan sekali supaya terhindar dari infeksi kecacingan.
PENGARUH VARIABEL-VARIABEL CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP FINANCIAL DISTRESS (Studi Empiris pada Perusahaan di Sektor Industri Jasa Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2022) Anggraini, Aprilia Dwi; Cahyonowati, Nur
Diponegoro Journal of Accounting Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024
Publisher : Diponegoro Journal of Accounting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effect of corporate governance variables on financial distress. Corporate governance consists of internal mechanisms and external mechanisms. The internal mechanism consists of the Board of Directors, institutional ownership, managerial ownership, Independent Commissioner, and Audit Committee. Meanwhile, an example of an external mechanism is audit quality. The population in this study are companies in the Financial Services Industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2022. Purposive sampling is the sampling method used in this study. The number of samples that fit the sample criteria and were used in this study were 77 samples. The data used in this study are secondary data in the form of company financial reports obtained through the Indonesia Stock Exchange website and the websites of each company. The hypothesis testing process in this study was carried out through the classical assumption test and hypothesis testing, namely the f test, t test, and the coefficient of determination test. The results of hypothesis testing in this study indicate that the board of directors, institutional ownership, independent board of commissioners, and audit quality have no effect on financial distress. Meanwhile, managerial ownership and audit committee have a negative effect on financial distress.
Effect of Climate Change on Mansonia Mosquitoes Distribution on Filariasis Transmission Potential (Zoonosis) in Pajaten Hamlet, Keleyan, Socah Bangkalan, Madura Anggraini, Dwi Aprilia; Fahmi, Norma Farizah; Mawli, Rizka Efi; Musthofa, Kamal
Journal of Parasite Science Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jops.v8i1.54017

Abstract

This study examines how climate change affects the distribution of Mansonia genus mosquitoes and their potential role in filariasis transmission in Pajaten Hamlet, Keleyan, Socah Bangkalan, Madura, Indonesia. Filariasis is an endemic disease in the area that is spread through mosquito bites and possibly zoonotic transmission. This study examines the biting behavior of Mansonia mosquitoes in bionomics and its relationship with environmental parameters such as temperature and humidity. The results showed an increase in the population of Mansonia mosquitoes in Pajaten Hamlet, especially during the rainy season. Morphological identification revealed the characteristics of Mansonia mosquitoes, with a focus on nocturnal biting behavior. Dissection of adult mosquitoes provided insights into the reproductive process of Mansonia mosquitoes. The influence of climate and environmental conditions on mosquito abundance was also discussed, emphasizing the correlation between mosquito prevalence and factors such as swamp water availability and vegetation. The study also highlights the importance of sanitation in the spread of filariasis and proposes control measures tailored to local conditions. This study conclude that the impact of climate change on the Mansonia mosquitoes spread and emphasizes the need for proactive measures in filariasis control. Control strategies, including habitat clearance, use of bed nets, and deworming of potential reservoirs, are suggested to break the chain of disease transmission. This study makes a valuable contribution to developing effective strategies to control filariasis in the context of climate change.
PEMERIKSAAN PERTUMBUHAN BALITA DAN PEMBERIAN PROBIOTIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Wijiastutik, Vivin; Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia
JURNAL PARADIGMA (PEMBERDAYAAN & PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol 6 No 2 (2024): JURNAL PARADIGMA VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2024
Publisher : STIKES NGUDIA HUSADA MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/pgm.v6i2.2217

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak balita yang tidak normal seperti tinggi badan atau hasil ukur panjang badan pertumbuhan anak seusianya. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh beberapa factor diantaranya gizi buruk, gizi saat ibu hamil, kondisi ekonomi, asupan gizi yang tidak mencukupi, penyakit infeksi, pola asuh ibu dan pelayanan kesehatan lingkungan. Prevalensi anak balita stunting menurut world Health Organization (WHO) tahun 2020 di Indonesia termasuk tertinggi kedua di Asia Tenggara mencapai 31,8%. Prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur yaitu Kabupaten Bangkalan sebanyak 1.931 balita. Sistem imun pada balita masih tergolong relatif lemah sehingga lebih rentan terinfeksi bakteri, virus atau parasit yang pada akhirnya dapat memicu berbagai macam penyakit dan menghambat pertumbuhan balita. Perkembangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan terjadi secara bertahap dimulai pada saat dilahirkan, dipengaruhi lingkungan dan asupan makanan setelah bayi lahir hingga dewasa. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan perbaikan gizi, terutama asupan zat gizi mikro. Stunting dalam jangka panjang kemungkinan kecil bisa diperbaiki dengan asupan gizi. Asupan gizi yang digunakan dalam Pengabdian masyarakat ini yaitu suplemen probiotik. Probiotik dapat memperbaiki fungsi usus halus dan mempengaruhi hormone nafsu makan seperti ghrelin dan GLP-1. Berdasarkan uraian diatas, tim mengupayakan pencegahan stunting dengan mengontrol pertumbuhan balita dan pemberian probiotik pada anak.
Identifikasi Taenia Saginata pada infeksi sapi madura dengan metode pengapungan NaCI Dusun Pajaten Keleyan Socah pencegahan zoonosis Anggraini, Dwi Aprilia; Fahmi, Norma Farizah; Mawli, Rizka Efi; Widyananda, Cepryana Sathalica; Hakiki, Moh. Saiful
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.743

Abstract

Latar Belakang: Taenia saginata merupakan zoonosis yang ditemukan di seluruh dunia, terutama di negara negara berkembang. Taenia saginata dapat menyebabkan taeniasis pada manusia.  Penetasan, perkembangan dan kelangsungan hidup telur cacing pita (Taenia saginata) sangat bergantung pada suhu dan kelembaban. Proses yang cepat akan terjadi jika lingkungan hangat dan melambat selama lingkungan dalam keadaan dingin. Salah satu upaya untuk mengetahui adanya cacing pita pada ternak adalah dengan cara melakukan uji feses sapi. Penelitian dilakukan di Dusun Pejaten Keleyan Socah. Metode: Penelitian dilakukan secara mikroskopik terhadap 20 sampel dengan teknik simple random sampling. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa dari 20 sampel yang diperiksa sebanyak 30% (empat sampel) positif mengandung telur Taenia saginata. Ternak Sapi di Dusun Pejaten Keleyan Socah dilakukan secara tradisional. Namun, para peternak kurang memperhatikan kesehatan Sapi dan sanitasi lingkungan dimana kandang Sapi didekat pemukiman penduduk sehingga potensi zoonosis kecacingan sangat besar terjadi.  Saran: Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan untuk mencegah dan memberantas infeksi zonoosis kecacingan yang akan terjadi.
Isolasi Candida albicans pada Urine Ibu Hamil dengan Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA) Masa Pandemi Covid-19 Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.788

Abstract

Latar Belakang: Ibu yang berada dalam kondisi hamil rentan pada gangguan keputihan yang disebabkan oleh jamur. Candida albicans yaitu  jamur polimorfik yang bisa bertumbuh dengan baik di tubuh manusia. Jamur ini menyebar banyak sebagai mikroorganisme pada organ kandidiasis, traktus intertinal kulit dan traktus gonore urineria. Keseimbangan dari flora normal bergantung pada faktor-faktor predisposisi yang bisa menambah jumlah populasi dan bisa mengakiabtkan penyakit yang di sebut kandidiasis. Kandidiasis merupakan penyakit infeksi primer atau skunder yang disebabkan oleh jamur genus Candida albicans.   Metode: Penelitian dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya jamur Candida albicans pada urine ibu hamil. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif untuk melihat keberadaan Candida Albicans di urine ibu hamil. Hasil: Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan adanya pseudohifa dan sel ragi Candida albicans setelah pewarnaan LPCB (Lactophenol Cotton Blue). Kandidiasis, yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, merupakan salah satu penyebab keputihan pada ibu hamil yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem vagina dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan seperti perasaan tidak nyaman, masalah reproduksi, hingga risiko komplikasi kehamilan. Kesimpulan: Kelompok ibu hamil rentan terinfeksi Covid-19, karena dalam kondisi hamil, tubuh berada pada kondisi imunosupresif, serta mengalami perubahan fisiologis kehamilan, yaitu meningkatnya diafragma, konsumsi oksigen, serta edema mukosa saluran pernafasan yang dapat membuat rentan terjadinya hipoksia.
Analisa perbedaan jumlah monosit dan limfosit pada pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT 2 bulan di Puskesmas Galis Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1119

Abstract

Latar Belakang: TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sebelum pengobatan, penderita TB menunjukkan peningkatan jumlah monosit dan penurunan jumlah limfosit, yang menunjukkan reaksi imun dalam proses fagositosis. OAT adalah kelompok obat TB yang dapat membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah monosit dan limfosit pada pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT 2 bulan di Puskesmas Galis.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan desainnya menggunakan satu grup pretest-posttest, sampel yang digunakan yaitu 15 sampel kemudian data dianalisis dengan melakukan uji normalitas dan uji paired t – test.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa jumlah monosit dan limfosit pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT selama dua bulan di Puskesmas Galis berbeda secara signifikan. Nilai Asymp.Sig. (2-tailed) pemeriksaan monosit adalah 0,011 dan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) pemeriksaan limfosit adalah 0,000. Hasil uji statistik paired t - pemeriksaan monosit dan limfosit menunjukkan bahwa ada nilai p <0,05, sehingga H1 diterima.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan dianalisis menggunakan uji statistik terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara jumlah monosit dan limfosit pada pasien TB paru sebelum dan sesudah pengobatan OAT 2 bulan.
Sosialisasi dan Aplikasi Eco-Enzyme dari Limbah Kulit Nanas sebagai Bahan Sabun Antiseptik Putri, Devi Anggraini; Mawli, Rizka Efi; Safitri, Arum Reyan; Anggraini, Dwi Aprilia; Kristina, Metta
Sewagati Vol 8 No 5 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i5.2178

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupakan tanaman hortikultura yang dibudidayakan terbanyak urutan kedua di Jawa Timur, Indonesia. Hal ini sejalan dengan peningkatan produksi limbah kulit nanas. Sehingga, limbah kulit nanas berpotensi untuk diaplikasikan sebagai material maju. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ekstrak kulit nanas direkomendasikan sebagai antioksidan dan antibakteri. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit nanas sebagai eco-enzyme yang selanjutnya diaplikasikan sebagai bahan pembuatan sabun antiseptik. Selain itu, aplikasi eco-enzyme ini juga disosialisasikan kepada siswa SMAN 1 Bangkalan. Metode pengabdian yang digunakan adalah sosialisasi, aplikasi, dan evaluasi. Hasil aplikasi kegiatan pengabdian diperoleh produk sabun antiseptik berbahan eco-enzyme dengan hasil uji organoleptik rata-rata sebanyak 36,43% responden menyatakan suka dengan warna, penampilan, kualitas bersih, dan busa. Kemudian, sebanyak 31,43% responden menilai netral terhadap aroma; 28,57% responden menilai agak suka dengan kelembaban; dan 31,43% responden menyatakan sangat suka dengan kekesatan sabun berbahan eco-enzyme ini. Hasil sosialisasi pengabdian diperoleh peningkatan pengetahuan responden hingga mencapai 76,11%. Hasil tersebut juga didukung dengan evaluasi kegiatan pengabdian diperoleh hasil evaluasi sangat baik terkait kebermanfaatan (80,56%); penyampaian materi (55,56%); peningkatan pengetahuan (69,44%); dan aplikasi atau keberlanjutan program (41,67%). Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat ini berpotensi untuk dikembangkan dan dilanjutkan.
Kebijakan Pemotongan Sapi di RPH (Rumah Potong Hewan) Dalam Kaitannya dengan Prinsip Manajemen Halal dan HACPP (Hazard Analysis Critical Control Point) Mail, Dwi Aprilia Anggraini; Fahmi, Norma Farizah; Putri, Devi Anggraini; Hakiki, Moh. Saiful
Halal Research Vol 1 No 1 (2021): February
Publisher : Halal Center ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.251 KB) | DOI: 10.12962/j22759970.v1i1.33

Abstract

Kebijakan merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk mencapai tujuan. Kebijakan pemerintah terkait pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) berkaitan dengan perlindungan konsumen, yaitu manajemen ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dan prinsip HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dengan identifikasi titik-titik kritis tahap penanganan dan proses produksi sudah dibentuk beberapa aturan kebijakan. Dalam prosesnya, masih ditemui beberapa kendala, seperti kebersihan kualitas daging, RPH yang kurang bersih, ataupun kontaminasi silang saat pemotongan daging sampai pengepakannya. Kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan edukasi dari tingkat RPH paling tradisional atau pada para peternak tentang pentingnya perlindungan konsumen. Contoh program kebijakan pemerintah yang dilaksanakan adalah Good Farming Practice untuk menghasilkan ternak potong yang sehat dan berkualitas. Namun, hal tersebut perlu diimbangi dengan pembentukan pengawas pangan (food inspector) dan riset untuk mendukung kebijakan tersebut agar berjalan baik. Tujuan dari jurnal review ini adalah untuk membantu pihak RPH mendapat pedoman yang sesuai kebijakan pemotongan sapi di RPH sebagai upaya perlindungan konsumen. Pencarian database yang digunakan termasuk Jurnal Veteriner, Jurnal Kesehatan Masyarakat, Jurnal Vektor Penyakit, Jurnal Studi Kasus, Jurnal, Medik Veteriner, Jurnal SainVet, Jurnal Ilmu Lingkungan, Jurnal Aplikasi Manajemen Bisnis, Jurnal Peternakan, Jurnal Teknik Industri dan Jurnal Pengkajian Teknologi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel, yaitu kebijakan kualitas daging, rumah potong hewan, pemotongan sapi, manajemen halal, HACCP, SNI, peternakan sapi, mikroorganisme, ISO, limbah RPH. Terdapat 30 artikel yang diperoleh dan 19 artikel dianalisis melalui analisis tujuan, kesesuaian topik, metode penelitian yang digunakan, ukuran sampel, etik penelitian, hasil dari setiap artikel, serta keterbatasan yang terjadi.
Secondary Metabolites of Nicotiana tabacum and Their Biological Activities: A Review Putri, Devi Anggraini; Solihah, Riyadatus; Oktavia, Rianur; Anggraini, Dwi Aprilia; Fatmawati, Sri
The Journal of Pure and Applied Chemistry Research Vol. 11 No. 2 (2022): Edition May-August 2022
Publisher : Chemistry Department, The University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpacr.%y.011.02.646

Abstract

Nicotiana tabacum (tobacco) is one of the most commercially agricultural crops in the world. Indonesia is one of the top ten tobacco producing countries in the world since 1990’s. Based on literature studies, tobacco has the main secondary metabolites such as cembranoids and flavonoids. They have fine biological activities as antiviral, antimicrobial, antioxidant, anti-HIV, anti-proliferative, anti-inflammatory, anti-parasitic, anti-termite, and cytotoxicity effects. Therefore, N. tabacum is potential for further investigation on natural products research. This review aims to provide scientific evidences related to structure activity relationship between secondary metabolites and biological activities of N. tabacum.Â