Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Desa Unggul Finansial: Pelatihan Pengelolaan Keuangan pada Generasi Muda Pelajar untuk Mendukung Usaha Desa di Bangkalan Hakiki, Moh. Saiful; Putra, Riyan Sisiawan; Mawli, Rizka Efi; Anggraini, Dwi Aprilia; Widiawan, Wahyu; Mufidha, Aulia Ulul
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024859

Abstract

Pengabdian masyarakat merupakan bagian integral dari tridharma perguruan tinggi, di mana dosen berperan aktif dalam mendukung dan membangun masyarakat melalui berbagai kegiatan. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan di Bangkalan, Jawa Timur, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan manajemen keuangan di kalangan generasi muda, khususnya pelajar. Kegiatan terdiri dari pelatihan dan penyuluhan yang menyasar sektor pertanian, peternakan, perdagangan dan UMKM. Selain itu, program ini diintegrasikan dengan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa sebagai fasilitator. Metode pelaksanaan PKM meliputi survei kebutuhan, pengembangan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan di SMA 1 Bangkalan, serta evaluasi dan pendampingan pasca-pelatihan. Evaluasi dilakukan melalui kuisioner, sesi tanya jawab, dan pemantauan berkelanjutan terhadap penerapan praktik manajemen keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengelolaan keuangan usaha desa. Topik pelatihan mencakup perencanaan dan penganggaran keuangan, pelaporan keuangan, analisis keuangan, pengendalian internal, transparansi dan akuntabilitas, serta strategi pendanaan dan pembiayaan. Metode pengajaran interaktif seperti kuliah, studi kasus, diskusi kelompok, dan latihan praktis digunakan untuk memperkuat pemahaman peserta. Tantangan yang dihadapi selama lokakarya termasuk literasi keuangan yang rendah dan keterbatasan waktu. Untuk mengatasi ini, fasilitator menggunakan bahasa sederhana dan memberikan dukungan tindak lanjut melalui sumber daya tambahan dan program mentoring. Program PKM mendukung indikator kinerja utama perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat dan pembelajaran mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas pengelolaan keuangan usaha desa di masa mendatang.
Skrining Infeksi Kecacingan pada Balita di Posyandu Griya Anugerah Fahmi, Norma Farizah; Anggraini, Dwi Aprilia; Dewi, Maharani Putri; Firdausy, Nur Bunga; Aprilia, Lintang; Aini, Qurrotu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20491

Abstract

ABSTRAK Cacingan adalah infeksi parasit yang masih umum di masyarakat namun kurang mendapat perhatian. Kelompok usia paling rentan adalah balita dan anak usia sekolah dasar. Penyakit ini termasuk kategori neglected disease karena sifatnya kronis dan gejalanya tidak langsung terlihat. Dampak jangka panjangnya mencakup kekurangan gizi, gangguan tumbuh kembang, dan penurunan kemampuan kognitif. Cacingan juga dapat menyebabkan anemia, kelelahan, serta penurunan prestasi belajar. Penyakit ini masih banyak ditemukan di Indonesia, khususnya jenis Soil Transmitted Helminths (STH) seperti cacing gelang, cambuk, kremi, dan pita. Infeksi ini dapat menurunkan kondisi gizi, kecerdasan, dan produktivitas, sehingga merugikan secara ekonomi dan sosial. Cacingan berdampak pada penurunan hemoglobin dan metabolisme otak, mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh serta gangguan fisik dan mental anak. Pencegahan dapat dilakukan melalui peran ibu dalam menjaga kebersihan serta pemberian obat cacing albendazol sebagai bagian dari program nasional sesuai PMK No. 15 Tahun 2017. Upaya promotif dan deteksi dini sangat diperlukan untuk mencegah dampak jangka panjang infeksi ini terhadap kualitas sumber daya manusia. Sasaran pengmas adalah 50 balita di posyandu Griya Anugerah. Metodenya dengan melakukan penyuluhan tentang kecacingan, pencegahan, dan cara mengatasi infeksi kecacingan pada balita, melakukan penyuluhan tentang infeksi kecacingan dan risikonya, memotong kuku balita secara bergantian, melakukan deteksi dini infeksi cacing menggunakan kuku, dan melakukan pencatatan hasil. Skrining infeksi kecacingan pada balita yang dilaksanakan di Posyandu Perum Griya Anugerah menunjukkan antusiasme tinggi dari para ibu, dengan banyak pertanyaan seputar penyebab dan pencegahan kecacingan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya telur dan larva cacing tambang pada kuku balita, yang berisiko tertelan akibat kebiasaan bermain tanah dan kurangnya kebersihan tangan. Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan mencuci tangan, memotong kuku secara rutin, memakai alas kaki, serta pemberian obat cacing secara berkala. Kata Kunci: Infeksi Kecacingan, Skrining, Parasitologi, Analis Kesehatan  ABSTRACT Worms are a parasitic infection that is still common in society but has received little attention. The most vulnerable age groups are toddlers and elementary school children. This disease is categorized as a neglected disease because it is chronic and the symptoms are not immediately visible. The long-term impacts include malnutrition, impaired growth and development, and decreased cognitive abilities. Worms can also cause anemia, fatigue, and decreased learning achievement. This disease is still widely found in Indonesia, especially the Soil Transmitted Helminths (STH) type such as roundworms, whipworms, pinworms, and tapeworms. This infection can reduce nutritional conditions, intelligence, and productivity, thus causing economic and social losses. Worms have an impact on decreasing hemoglobin and brain metabolism, resulting in decreased immunity and physical and mental disorders in children. Prevention can be done through the role of mothers in maintaining cleanliness and providing albendazole worm medicine as part of the national program according to PMK No. 15 of 2017. Promotional efforts and early detection are needed to prevent the long-term impacts of this infection on the quality of human resources. The target of the community service is 50 toddlers at the Griya Anugerah integrated health post. The method is by providing counseling on worms, prevention, and how to overcome worm infections in toddlers, providing counseling on worm infections and their risks, cutting toddlers' nails alternately, conducting early detection of worm infections using nails, and recording the results. Screening for worm infections in toddlers carried out at Posyandu Perum Griya Anugerah showed high enthusiasm from mothers, with many questions about the causes and prevention of worms. The results of the examination showed the presence of hookworm eggs and larvae on toddlers' nails, which are at risk of being swallowed due to the habit of playing in the soil and lack of hand hygiene. Prevention can be done through the habit of washing hands, cutting nails regularly, wearing footwear, and giving worm medicine periodically. Keywords: Worm Infection, Screening, Parasitology, Health Analyst.
Identification and Screening of Pathogenic Microbes in Oral Smokers Rizka Efi Mawli; Devi Anggraini Putri; Dwi Aprilia Anggraini; Nadya Dewi Arimbi; Sofiah; Eny Susanti
Journal of Health Sciences and Medical Development Vol. 4 No. 03 (2025): Journal of Health Sciences and Medical Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/hesmed.v4i03.1666

Abstract

Smoking has been shown to adversely affect the oral cavity by altering its physiological conditions, thereby promoting the growth of pathogenic microorganisms and increasing the risk of oral diseases. It also reduces salivary pH, rendering it more acidic, and facilitates plaque accumulation. This study aimed to identify the presence of pathogenic microorganisms (Staphylococcus spp., Candida spp., and Entamoeba gingivalis) in the saliva and oral cavity of individuals who smoke. An analytical survey with a cross-sectional design was conducted using 40 samples. Microbial identification was carried out through culture techniques on specific media for bacteria and fungi, while E. gingivalis was detected via direct microscopic observation using safranin staining. 40 samples were analyzed and showed 31 tested positive for at least one of the target microorganisms: Staphylococcus spp., Candida spp., or E. gingivalis, from both saliva and oral swab specimens. Staphylococcus sp. and Candida sp, detected in 13 samples. E. gingivalis was identified in 7 samples. Saliva samples yielded more comprehensive results than oral swabs, suggesting that saliva more accurately reflects the overall microbial condition of the oral cavity.
Pengaruh ekstrak etanol daun salam (syzygium polyanthum) terhadap kadar low density lipoprotein dan trigliserida mencit Dwi Aprilia Anggraini; Norma Farizah Fahmi; Moh Saiful Hakiki
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/66eec175

Abstract

Latar Belakang: Dislipidemia meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan memerlukan alternatif terapi yang lebih aman selain obat jangka panjang. Daun salam (Syzygium polyanthum) yang kaya flavonoid dan tanin berpotensi menurunkan kadar Low-Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh ekstrak etanol daun salam terhadap kadar LDL dan trigliserida pada mencit.Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 30 ekor mencit  yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak 2,1 mg/gBB, 3,13 mg/gBB, dan 4,2 mg/gBB. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANOVA.Hasil: Ekstrak daun salam berpengaruh bermakna terhadap penurunan kadar LDL (p=0,030) dan trigliserida (p=0,045). Dosis optimal untuk penurunan LDL adalah 4,2 mg/gBB, dan untuk trigliserida adalah 4,2 mg/gBB.Kesimpulan: Ekstrak etanol daun salam efektif menurunkan kadar LDL dan trigliserida pada mencit yang diberi pakan tinggi lemak.
Deteksi Kecacingan pada Peternak Sapi dengan Metode Harada Mori dan Metode Stool di Sumenep Madura Dwi Aprilia Anggraini; Norma Farizah Fahmi; Rizka Efi Mawli; Fajriatul Hasanah; Moh Saiful Hakiki
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v13i2.6837

Abstract

Intestinal nematodes are primarily transmitted through the soil. In the human body, the worms travel through the bloodstream to the heart, lungs, and throat, then are swallowed and enter the intestines. Severe worm infections can lead to malnutrition and impaired growth and development. The aim of this study was to determine the difference in effectiveness between the Harada Mori method and the stool method in measuring the association between STH infection and cattle breeders in Neggara Bungbungan Hamlet. The research method used was quantitative. This study was conducted at the Parasitology Laboratory of Noor Huda Mustofa University from April 5-19, 2025. The sample size was 25 respondents suspected of having worms, whose erythrocyte levels were then examined. Data were collected using a questionnaire and IBM SPSS 25, presented in tabular form, and then explained in narrative form. STH infection in the stool method was classified as high, with 23 eggs (92%) found, and in the Harada Mori method, 17 larvae (68%). The results of the marginal homogeneity statistical test obtained a p-value of 0.000 < 0.005. The relationship between STH infection in the stool method and eosinophil levels obtained a p-value of 0.016 < 0.005 using the Kruskal Wallis statistical test. There is a significant difference between the stool method and the Harada Mori method. There is a significant correlation between the stool method and eosinophil levels.
Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Bunga Pepaya (Carica papaya L) terhadap Bakteri Klebsiella sp dan Shigella sp Dwi Aprilia Anggraini; Norma Farizah Fahmi; Rizka Efi Mawli; Moh Saiful Hakiki
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v14i1.7746

Abstract

Klebsiella sp and Shigella sp are rod-shaped gram-negative bacteria that are often found in the context of public health. Klebsiella sp is a pathogenic bacterium and can cause diarrhea, pneumonia infections, urinary tract infections, wound infections, meningitis to bacteremia. while Shigella sp is a pathogenic bacteria that causes dysentery diarrhea characterized by acute diarrhea containing blood and mucus, accompanied by abdominal pain and tenesmus, which is spread through contaminated food and drinks. Prevention of diarrheal diseases and respiratory tract infections caused by bacteria can be prevented by using antibiotics, but excessive use of antibiotics can lead to side effects. So natural treatment is used, namely papaya flowers because papaya flowers contain saponins, tannins and flavanoid compounds. The purpose of this study was to determine the antibacterial inhibition of papaya flower extract at a concentration of 35%, 50%, 65% against Klebsiella sp and Shigella sp. This study is an experimental research using a quantitative descriptive test method. The sample of this study is papaya flower extract on the growth of Klebsiella sp and Shigella sp. bacteria. The test method used is sub-diffusion. The results showed that the concentration of 65% was the most effective concentration to inhibit the growth of Klebsiella sp and Shigella sp bacteria with a yield of 27.6 mm which was in the medium category. Papaya flower extract has antibacterial compounds (flavonoids, tannins and saponins) that are able to inhibit the growth of Klebsiella sp and Shigella sp bacteria.
Correlational Relationship between Pediculosis and Hemoglobin Levels in Female Students of the Salafiyah Addamanhuri Islamic Boarding School Dwi Aprilia Anggraini; Norma Farizah Fahmi; Rizka Efi Mawli; Shifa Fauziyah; Heri Irawan
Journal of Parasite Science Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jops.v10i1.71562

Abstract

Pediculus humanus capitis is one of the parasitic species, namely the human blood-sucking fleas. Hair lice can cause itching, scalp irritation and pediculosis. People with pediculosis can cause a lack of hemoglobin. The beginning of the transmission of pediculosis in students is the habit of borrowing personal items such as head accessories so that students easily experience pediculosis. The aim of this research is to establish the connection between pediculosis infection and hemoglobin levels in female students of the Salafiyah Addamanhuri Islamic Boarding School. This research used qualitative descriptive with  a cross sectional design of the sample used was 75 students using purposive sampling techniques. Research location was at the Salafiyah Addamanhuri Islamic Boarding School and the Microbiology Laboratory of the DIII Health Analyst Health Analyst of Universitas NHM. The examination method is the POCT method and data analysis tool is SPSS with a chi-square statistical test. The findings from this research unveil that 50 students (66.7%)  were positive for pediculosis  and 25 students (33.3%) were not infected with pediculosis. Then students with hemoglobin below normal as much as 64% and normal hemoglobin levels as much as 36%. The analysis of the relationship between pediculosis and hemoglobin levels was carried out based on a chi-square test with a significance level of P=<0.05, the analysis revealed a P=<0.004. Indicating a significant relationship between pediculosis and hemoglobin levels in female students of the Salafiyah Addamanhuri Islamic Boarding School.
Deteksi Dini Kecacingan dan Profil Golongan Darah Abo-Rhesus sebagai Upaya Promosi Kesehatan pada Siswa SMAN 1 Kwanyar, Bangkalan Norma Farizah Fahmi; Dwi Aprilia Anggraini; Maharani Putri Dewi; Moh Saiful Hakiki
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23232

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pemeriksaan golongan darah dan deteksi dini kecacingan. Pemeriksaan dilakukan di SMAN 1 Kwanyar Bangkalan dengan melibatkan 101 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan golongan darah sistem ABO dengan metode slide serta pemeriksaan kecacingan menggunakan metode pengapungan (flotasi) dengan larutan NaCl jenuh. Hasil pemeriksaan menunjukkan distribusi golongan darah sebagai berikut: golongan darah O sebanyak 38 siswa, B sebanyak 40 siswa, A sebanyak 18 siswa, dan AB sebanyak 5 siswa, seluruhnya dengan rhesus positif. Pemeriksaan kecacingan menunjukkan adanya temuan telur dan larva dari beberapa jenis cacing seperti Ascaris dan Trichuris. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat berupa data kesehatan dasar bagi sekolah, tetapi juga berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri melalui deteksi golongan darah dan pencegahan infeksi parasit. Dengan demikian, kegiatan ini berperan sebagai sarana edukatif dan promotif dalam membangun kesadaran kesehatan remaja sejak dini. Kata Kunci: Golongan Darah, Kecacingan, Pemeriksaan Laboratorium, Remaja, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT This community service activity aims to increase students' knowledge and awareness of the importance of blood type testing and early detection of worms. The examination was carried out at SMAN 1 Kwanyar Bangkalan involving 101 students as participants. The methods used include ABO system blood type testing with the slide method and worm testing using the flotation method with saturated NaCl solution. The results of the examination showed the distribution of blood types as follows: blood type O as many as 38 students, B as many as 40 students, A as many as 18 students, and AB as many as 5 students, all with rhesus positive. Examination of worms showed the presence of eggs and larvae of several types of worms such as Ascaris and Trichuris. This activity not only provides benefits in the form of basic health data for schools, but also succeeds in increasing students' understanding of the importance of maintaining personal health through blood type detection and prevention of parasitic infections. Thus, this activity acts as an educational and promotive means in building adolescent health awareness from an early age. Keywords: Blood Type, Worms, Laboratory Tests, Adolescents, Community Service.