Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH BABY MASSAGE TERHADAP PERKEMBANGAN BAYI Sara Herlina; Siti Qomariah; Wiwi Sartika
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 7 No 2 (2023): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v7i2.3404

Abstract

Infancy is also called the golden age or golden age as well as a critical period for the development of a baby at the age of 0-12 months. According to national data, according to the Indonesian Ministry of Health, in 2014, 13% - 18% of children under five in Indonesia experienced growth and development disorders. Developmental problems in babies can be done with stimulation, one form of stimulation that is commonly done by parents for babies is tactile stimulation in the form of baby massage. This study aims to determine the effect of baby massage on infant development. This study used a pre-experimental research design with a one group pretest and posttest research approach. The sampling technique used was purposive sampling. The sample in this study were 23 infants aged 0-12 months. The data analysis used was univariate and bivariate using the Wilcoxon pretest-posttest. The results of data analysis obtained a p-value of 0.014 (p <0.05) which indicates that Ha is accepted and Ho is rejected. Thus it can be concluded that there is an influence between baby massage on baby development in the Simpang Baru Health Center work area. It is recommended for mothers who have babies to be able to massage the baby as often as possible because the mother's touch can improve the baby's development.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI KOTA PEKANBARU Sellia Juwita; Sara Herlina; Siti Qomariah; Wiwi Sartika
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 1 (2022): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kebidanan.v11i1.2116

Abstract

Adolescence is a period of transition from children to adults. Adolescents or school age are the easiest period to experience nutritional problems because this period is a transition period from childhood to adulthood, especially in adolescent girls, the factor of eating frequency, irregular meal times, and the many types of food consumed lead to nutritional disorders in adolescent girls. . The purpose of this study was to determine the relationship between adolescent knowledge about overnutrition and the incidence of overnutrition in adolescents in Pekanbaru City. This study uses an analytical survey with a cross-sectional approach, the research was conducted online using google forms in Pekanbaru City. The sample in this study were teenagers who were in the city of Pekanbaru with a random sampling technique sampling the number of samples as many as 335 people. The results of the univariate analysis showed that 181 people (54%) had good knowledge and as many as 154 people (46%) lacked knowledge, and the results of the bivariate test showed that there was a relationship between adolescent knowledge about overweight and obesity with a P value of 0.000. From the results of the study, it was concluded that adolescent knowledge about nutrition had a greater influence on the incidence of overnutrition in adolescents in Pekanbaru City. It is hoped that to reduce the incidence of overnutrition, adolescents can increase knowledge about nutrition which can be obtained from various sources of information
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MANFAAT KOLOSTRUM TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS GARUDA PEKANBARU Wiwi Sartika; Sara Herlina; Siti Qomariah
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i1.5091

Abstract

Stunting is a public health problem that is associated with an increased risk of morbidity, death, and barriers to motor and mental growth (Rahmadhita, 2020). The incidence of stunting has increased from year to year. Global data shows that the incidence of stunting in 2018 is estimated at 21.9% or 149 million children under 5 years of age, while in Southeast Asia there are 14.4 million children under 5 years of age experiencing stunting. The aim of this research is to find out the relationship between knowledge about colostrum and the incidence of stunting at the Garuda Pekanbaru health center. This research is an analytical observational study with a cross-sectional design. The research population was all mothers who brought their toddlers to the Garuda Health Center, with a sampling technique using the accidental sampling method of 225 samples. This research was carried out at the Garuda Community Health Center from June to December 2023. The instruments used were a questionnaire and height measurement. Data collection techniques involve approaching respondents to obtain their consent as research objects. Data was collected through a questionnaire regarding demographic data and history of breastfeeding, followed by observation of the child's height adjusted for age using a z-score table. Based on the chi-square statistical test, a value of p=0.000 was obtained, which shows that there is a relationship between knowledge about the benefits of colostrum and the incidence of stunting in toddlers. It is recommended that mothers exclusively breastfeed according to the child's nutritional needs to prevent stunting. Key words: Toddlers, Colostrum, Stunting
DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SEKOLAH ALAM CEFA ISLAMIC SCHOOL Siti Qomariah; Sara Herlina; Wiwi Sartika; Putri Wulandini; Madi, Darmadi
Journal of Empowerment Community Vol. 5 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v5i1.1156

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (HB) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pada umumnya Anemia banyak terjadi pada kalangan remaja yang ditandai dengan gejala misalnya mudah, wajah pucat, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas remaja dan prestasi belajar menurun. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah alam CEFA Islamic School. Beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya, Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya, Tahap II Praktik Pemeriksaan Hemoglobin dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Anemia pada Remaja. Di Sekolah alam CEFA Islamic School. Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 peserta didik sekolah alam CEFA Islamic School terdapat 3 orang dengan anemia ringan, sedangkan 9 orang masih dalam kategori normal. Hasil evaluasi tahap 1 dengan memberikan questioner pretes dan post tes yaitu pemahanan peserta didik terkait anemia pada saat pretes yaitu 5 orang dengan nilai > 70 dan 7 orang < 70, sedangkan pada saat post tes 11 orang dengan nilai >70 dan 1 orang dengan nilai < 70. Ini menunjukkan para peserta didik mendapatkan pemahaman terkait anemia setelah paparan penyuluhan disampaikan. Kata kunci: Deteksi Dini Anemia, Remaja, Hemoglobin, Sekolah Alam.
TUMBUH KEMBANG BAYI YANG MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG BARU KOTA PEKANBARU Sara Herlina
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.866 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.2.2018.166-176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuh kembang bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel 151 orang.Metode sampling yang digunakan systematis random sampling.Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian diperoleh gangguan  tumbuh kembang sebanyak 41 orang (27%). Hasil analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan tumbuh kembang bayi adalah variabel ASI esklusif (gangguan pertumbuhan POR: 3,1 CI95% 0,9-9,8, gangguan perkembangan POR: 1,8 CI95% 0,6-5,2, gangguan tumbuh kembang POR: 3,6 CI95% 1,2-10,6), pekerjaan ibu (gangguan pertumbuhan POR: 1,4CI95% 0,4-4,9, gangguan perkembangan POR: 1,5CI95% 0,5-4,8, gangguan tumbuh kembang POR: 5,4 CI95% 1,836-15,914), pengetahuan ibu (gangguan pertumbuhan POR: 3,3CI95% 1,1-9,9, gangguan perkembangan 1,5 CI95% 0,5-4,3 , gangguan tumbuh kembang POR: 4,5 CI95% 1,6-12,8), lingkungan pengasuhan (gangguan pertumbuhan POR: 1,3CI95% 0,6-4,9, gangguan perkembangan POR: 2,5CI95% 1,3-5,0, gangguan tumbuh kembangPOR: 2,9 CI95% 1,4-5,9), konsumsi makanan  (gangguan pertumbuhan POR: 3,4CI95% 1,1-10,1, gangguan perkembangan POR 2,0CI95% 0,7-5,4, gangguan tumbuh kembang POR: 1,3 CI95% 0,4-3,7). ASI eksklusif merupakan faktor utama pada tumbuh kembang bayi dan ada faktor lain yang berhubungan yaitu pengetahuan ibu, pekerjaan ibu, konsumsi makanan dan lingkungan pengasuhan. 
DAMPAK SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) TERHADAP TINGKAT NYERI HAID PADA SISWI DI PEKANBARU Sara Herlina; Wiwi Sartika; Siti Qomariah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v8i2.4571

Abstract

Sebanyak 55% perempuan di Indonesia pada rentang usia produktif mengalami nyeri selama menstruasi. Penanganan nyeri haid dapat dilakukan melalui pendekatan menggunakan obat-obatan dan tidak menggunakan obat. Salah satu metode tidak menggunakan obat yang dapat diterapkan adalah SEFT. Pengobatan SEFT digunakan untuk mengatasi aspek emosional dan fisik dengan melakukan tapping ringan pada titik-titik meridian. Penelitian bertujuan untuk menilai dampak SEFT terhadap tingkat nyeri haid pada remaja putri. Metode yang digunakan eksperimen semu dengan desain one group pretest posttest, dan teknik pengambilan sampel dilakukan melalui total sampling dengan melibatkan 24 orang subjek. Penelitian dilaksanakan di SMK Perpajakan Pekanbaru. Alat pengumpulan data yang digunakan mencakup lembar observasi dan NRS, dengan proses pengumpulan data melibatkan editing, coding, scoring, dan tabulasi, diikuti oleh analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi terapi SEFT, mayoritas dari 24 responden (75%) mengalami nyeri tingkat sedang. Setelah intervensi terapi SEFT, mayoritas responden (54,2%), atau sebanyak 13 orang, mengalami nyeri yang dikategorikan sebagai tingkat ringan. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menggunakan SPSS  menunjukkan nilai ρ-value 0,000 < 0,05, yang artinya hipotesis alternatif diterima. Di simpulkan, SEFT berpengaruh menurunkan nyeri haid pada remaja. SEFT dapat menjadi metode bantu bagi remaja putri dalam mengurangi nyeri haid.
Optimalisasi Pengetahuan Dan Pemanfaatan Toga Sebagai Salep Herbal Melalui Kkn Di SMA Seri Rama Ylpi Pekanbaru Susi Endrini; Wulandari, Tantri; Sara Herlina; Erlangga Penggalangan; Yunita Adriana Safitri; Rima Julia Sari; Reagen; Ade Irma Putri Magdalena; Royan Kurniawan; Rosa Puspita Sari
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 8 No. 3 (2024): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v8i3.8182

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) merupakan tanaman budidaya di rumah yang berkhasiat sebagai obat. Di dalam ruang lingkup pendidikan sekolah, pemanfaatan tanaman obat tradisional sangat relevan dilakukan dalam menunjang masyarakat sekolah untuk sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Tanaman obat keluarga dapat dimanfaatkan menjadikan sediaan yang bernilai ekonomis, salah satunya adalah pembuatan salep herbal lidah buaya. Lidah buaya biasa digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuhan luka, dan perawatan kulit. Tujuan dilakukannya sosialisasi daan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i SMA SERI RAMA YLPI Pekanbaru. Metodelogi kkn UNIVRAB yang dilakukan berupa survei dan observasi, sosialisasi dan penyuluhan, serta pemanfaatan atau pengolahan TOGA. Instrument keberhasilan menggunakan penilaian pre-test dan post-test. Hasil sosialisasi dan penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa-siswi sebesar 53,7%.
DETEKSI DINI ANEMIA PADA REMAJA DENGAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN SEKOLAH ALAM CEFA ISLAMIC SCHOOL Siti Qomariah; Sara Herlina; Wiwi Sartika; Putri Wulandini; Madi, Darmadi
Journal of Empowerment Community Vol. 5 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v5i1.1156

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan ketika jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (HB) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh. Pada umumnya Anemia banyak terjadi pada kalangan remaja yang ditandai dengan gejala misalnya mudah, wajah pucat, nafsu makan berkurang, mudah mengantuk. Hal ini dapat menyebabkan aktivitas remaja dan prestasi belajar menurun. Tujuan dari pengabdian yang dilakukan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai anemia pada remaja dengan Pemeriksaan Hemoglobin di Sekolah alam CEFA Islamic School. Beberapa tahapan yang dilakukan diantaranya, Tahap I penyuluhan dan ceramah Tanya, Tahap II Praktik Pemeriksaan Hemoglobin dan Tahap III Evaluasi terhadap tentang Anemia pada Remaja. Di Sekolah alam CEFA Islamic School. Dari hasil pemeriksaan terhadap 12 peserta didik sekolah alam CEFA Islamic School terdapat 3 orang dengan anemia ringan, sedangkan 9 orang masih dalam kategori normal. Hasil evaluasi tahap 1 dengan memberikan questioner pretes dan post tes yaitu pemahanan peserta didik terkait anemia pada saat pretes yaitu 5 orang dengan nilai > 70 dan 7 orang < 70, sedangkan pada saat post tes 11 orang dengan nilai >70 dan 1 orang dengan nilai < 70. Ini menunjukkan para peserta didik mendapatkan pemahaman terkait anemia setelah paparan penyuluhan disampaikan. Kata kunci: Deteksi Dini Anemia, Remaja, Hemoglobin, Sekolah Alam.
The Effectiveness of Baby Swimming in Supporting Motor Development of Babies Aged 6-9 Months in Siak Hulu District in 2025 Sartika, Wiwi; Sara Herlina; Siti Qomariah
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i1.7132

Abstract

Introduction Motor development in children aged 6-9 months needs to be considered. If stimulation of child growth and development is not carried out, there will be deviations in growth and development that can be delayed in babies. Baby swim is a baby care by swimming in a warm pool with a temperature of 38 to 40 degrees using a float. The function of baby swimming itself is to train body functions, stimulate activity in the baby's muscles safely train the baby's motor system. The purpose of this study is the Effectiveness of Baby Swimming in Supporting Motor Development in Babies Aged 6-9 Months. This research method uses a quasi-experimental with a one group pre-test post-test research design. The sample in this study was babies aged 6-9 months, the sample size used in the study was 30 babies. Data collection was carried out by conducting observations and questionnaires that had been tested for validity and reliability. The results of the study stated that the effectiveness of baby swimming in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months obtained ap value of 0.000. So it can be concluded that there is effectiveness of baby gym in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months.
Effectiveness Of Baby Gym In Stimulating Motor Skills Rough Infants Aged 6–9 Months In Siak Hulu District In 2025 Qomariah, Siti; Sara Herlina; Wiwi Sartika
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infancy is a golden age and development period for babies. At the age of 6-9 months, the baby's gross motor skills begin by sitting without support then standing with support. Baby gym is a technique that stimulates growth, development, especially in gross motor skills for babies optimally. In Indonesia itself, 7.5% of babies experience developmental delays. Purpose This study aims to determine the effectiveness of baby gym in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months. This research method uses a quasi experiment with a pre-test post-test one group research design. The sample in this study were babies aged 6-9 months, the sample size used in the study was 30 babies. Data collection was carried out by conducting observations and questionnaires that had been tested for validity and reliability. The results of the study stated that the effectiveness of baby gym in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months was obtained with ap value of 0.000. So it can be concluded that there is effectiveness of baby gym in stimulating gross motor skills in babies aged 6-9 months.