Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu terhadap Status Gizi Balita Nurmaliza Nurmaliza; Sara Herlina
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v1i2.578

Abstract

This study aims to determine the relationship between knowledge and education on the nutritional status of children under five in the Rumbai Pesisir District, Pekanbaru City. This research is a quantitative analytic study with a cross sectional approach. The results of the study based on the chi square test obtained the value of Pvalue <0.05 (<0.006 <0.05) and (<0.034 <0.05). In conclusion, there is a relationship between knowledge and education on the nutritional status of children under five. Keywords: Toddler, Education, Knowledge, Nutritional Status
Hubungan Lingkungan Pengasuhan dan Pekerjaan Ibu terhadap Perkembangan Bayi 6-12 Bulan Sara Herlina
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v1i2.580

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between the caregiving environment and mother's work on infant development. The design of this study was cross sectional. The results of the study were obtained by the majority of good care environment as much as 39.7%, mothers did not work as much as 60.9%, and babies experienced normal development as much as 52.3%. Chi square test results of the relationship between the caregiving environment for infant development obtained p value <0.005, that is <0,000 the relationship between maternal work and infant development obtained p value <0.005, 0.003. Conclusion, there is a relationship between the care environment and mother's work on the development of the baby. Keywords: Caregiving Environment, Mother's Work, Development
Cuci Tangan yang Benar Mencegah Penyebaran COVID-19 di RT01/RW01 Desa Sungai Segajah Jaya Kabupaten Rokan Hilir Nurmaliza Nurmaliza; Dewi Sartika Siagian; Sara Herlina; Siti Qomariah; Wiwi Sartika; Rini Hariani Ratih
Indonesia Berdaya Vol 2, No 1: January 2021
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.202180

Abstract

Cuci tangan merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit. Cuci tangan yang benar merupakan cara yang paling sederhana dan mudah dalam mencegah penularan covid-19. Dengan cuci tangan yang benar setidaknya kita telah melakukan hal yang paling dasar dalam melakukan usaha pencegahan penularan virus yang mewabah saat ini. Dimana khasus ini terjadi secara mendunia. Program ini dilakukan dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan agar masyarakat tahu dan mau melakukan cuci tangan yang benar guna mencegah penularan covid-19, khususnya pada anak-anak dan memotivasi anak-anak agar melakukan cuci tangan yang baik dan benar sebelum dan sesudah beraktifitas, atau setelah kontak dengan orang lain. Lokasi pengadaan kegiatan ini dilakukan di RT01/RW01 desa Sungai Segajah Jaya, Kec. Kubu Kabupaten Rokan Hilir. Hasil penyuluhan tentang cuci tangan yang benar yang telah dilakukan mengalami peningkatan pengetahuan anak-anak dilihat dari nilai pre dan post tes yaitu dari 40% menjedi 80%. Hasil penyuluhan tentang cuci tangan mayoritas anak-anak mau dan bisa melakukan cuci tangan yang benar setiap kali melakukan aktivitas diluar rumah. Diharapkan bagi pihak tenaga kesehatan setempat agar melakukan penyuluhan tentang cuci tangan yang benar guna mengurangi penyebaran covid-19 baik pada anak-anak maupun pada orangtua. Abstract: Washing your hands is a healthy behavior that has been scientifically proven to prevent the spread of disease. Proper handwashing is the simplest and easiest way to prevent transmission of covid-19. By washing hands properly, at least we have done the most basic things in making efforts to prevent transmission of the virus that is currently endemic. Where this typical occurs worldwide. This program is carried out with the aim of community service so that people know and want to wash their hands properly to prevent transmission of Covid-19, especially in children and motivate children to wash their hands properly and correctly before and after activities. or after contact with other people. The location for the procurement of this activity is carried out in RT01 / RW01 Sungai Segajah Jaya Village, Kec. Rokan Hilir Regency Kubu. The results of counseling on proper handwashing that have been carried out have increased children's knowledge seen from the pre and post-test scores, from 40% to 80%. The results of counseling on handwashing, the majority of children are willing and able to wash their hands properly every time they do activities outside the home. It is hoped that local health workers will conduct counseling on proper handwashing to reduce the spread of covid-19 to both children and parents.
PENGARUH FAST FOOD TERHADAP GIZI LEBIH PADA REMAJA DI ERA PANDEMI COVID-19 Sara Herlina; Siti Qomariah; Wiwi Sartika; Sellia Juwita
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.264 KB) | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v13i2.1963

Abstract

Masalah gizi ada di tiap negara,  Prevalensi gemuk pada remaja tahun 2010 sebesar 1,4%, tahun 2013 sebesar 5,7% dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebanyak 10,8%. Prevalensi remaja dengan kategori gemuk pada tahun 2018 sebanyak 9,1%. Salah satu yang mepengaruhi gizi lebih adalah konsumsi fast food. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fast food terhadap gizi lebih pada remaja di era pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan  desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di Kota Pekanbaru dengan jumlah sampel 335 orang. Pengambilan sampel dengan metode simple random  sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawacara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisa bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian univariat sebagian besar responden jarang mengkonsumsi 192 responden (57,3%). Hasil analisa bivariat dengan  uji statistik  uji chi-square diperoleh nilai p = 0,000 (p<0,05) artinya ada pengaruh antara fast food dengan gizi lebih. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pengaruh antara fast food dengan gizi lebih pada remaja di massa pandemi covid-19.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGGUNAAN KB SUNTIK 1 BULAN DI BPM MURTINA WITA PEKANBARU Siti Qomariah; Wiwi Sartika; Sara Herlina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i1.990

Abstract

Program keluarga berencana memberikan kesempatan untuk mengaturjarak kelahiran atau mengurangi jumlah kelahiran dengan menggunakan metodekontrasepsi hormonal atau kontrasepsi nonhormonal. Upaya ini dapat bersifatsementara ataupun permanen, meskipun  masing-masing  jenis kontrasepsi memiliki tingkat efektifitas yang berbeda dan hampir sama. Penyuntikannya dilakukan setiap 1 bulan dan suntikan tersebut sangat efektif apabila rutin di berikan secara tepat waktu dan sesuai jadwal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB Suntik 1 Bulan di BPM Murtina Wita. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dimana sampel dalam penelitian ini adalah ibu- ibu yang berkunjung ke BPM Murtina Wita Pekan Baru dengan Jumlah Sampel 250 orang.  Hasil Penelitian Berdasarkan karakteristik menunjukkan sebagian besar responden memilih penggunaan kontrasepsi suntik 1 bulan, mendapat dukungan dari suami dengan pendapatan yang baik. Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor umur ibu, pendidikan ibu, informasi, jumlah anak, pengetahuan, dukungan suami, pendapatan suami, pekerjaan ibu dan peningkatan BB signifikan mempengaruhi tingginya akseptor KB suntik 1 bulan di BPM Murtina Wita. Faktor umur ibu (POR: 3,391), peningkatan BB (POR: 3,357), Informasi (POR: 2,105) dan dukungan suami (POR: 1,924), secara bersama-sama mempengaruhi tingginya akseptor KB suntik 1 bulan. Diharapkan petugas kesehatan mengetahui pola dasar pemilihan KB dan dapat membantu masyarakat khususnya WUS untuk memilih KB.
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP KEJADIAN GIZI LEBIH PADA REMAJA DI KOTA PEKANBARU Sellia Juwita; Sara Herlina; Siti Qomariah; Wiwi Sartika
Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 11 No 1 (2022): Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Sciences)
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.476 KB) | DOI: 10.35328/kebidanan.v11i1.2116

Abstract

Adolescence is a period of transition from children to adults. Adolescents or school age are the easiest period to experience nutritional problems because this period is a transition period from childhood to adulthood, especially in adolescent girls, the factor of eating frequency, irregular meal times, and the many types of food consumed lead to nutritional disorders in adolescent girls. . The purpose of this study was to determine the relationship between adolescent knowledge about overnutrition and the incidence of overnutrition in adolescents in Pekanbaru City. This study uses an analytical survey with a cross-sectional approach, the research was conducted online using google forms in Pekanbaru City. The sample in this study were teenagers who were in the city of Pekanbaru with a random sampling technique sampling the number of samples as many as 335 people. The results of the univariate analysis showed that 181 people (54%) had good knowledge and as many as 154 people (46%) lacked knowledge, and the results of the bivariate test showed that there was a relationship between adolescent knowledge about overweight and obesity with a P value of 0.000. From the results of the study, it was concluded that adolescent knowledge about nutrition had a greater influence on the incidence of overnutrition in adolescents in Pekanbaru City. It is hoped that to reduce the incidence of overnutrition, adolescents can increase knowledge about nutrition which can be obtained from various sources of information
Pengaruh Frekuensi Makan Terhadap Kejadian Gizi Lebih pada Remaja di Era Pandemi Covid-19 di Pekanbaru Siti Qomariah; Sara Herlina; Wiwi Sartika; Sellia Juwita
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.211

Abstract

Latar Belakang: Status Gizi merupakan gambaran ekspresi dari keadaan keseimbangan zat gizi sebagai akibat dari konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dikonsumsi. Menurut hasil laporan Global Health Observatory (GHO), paling sedikit 2,8 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat memiliki status gizi overweight maupun obesitas. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh frekuensi makan terhadap gizi lebih pada Remaja di masa Pandemi COVID-19. Metode: Penelitain ini menggunakan survey analitik dengan designcross sectional. Populasi dalam Penelitian ini seluruh Remaja yang ada di Pekanbaru dan sampel sebanyak 335 Remaja.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling yang mana sampel diambil secara acak sebagai responden. Instrument penelitian yang digunakan adalah berbentuk kuesioner. Hasil: Mayoritas frekuensi makan >3 kali 67 dengan (43,79%) dan minoritas frekuensi makan 3 kali sebanyak 86 orang dengan (56,20%.). Mayoritas kontrol gizi lebih sebanyak 57 (31,31%) dan minoritas kasus gizi lebih sebanyak 125 (68,68%). Ada pengaruh peran orang tua terhadap gizi lebih pada remaja dengan nilai p value 0,000. Simpulan: Terdapat pengaruh frekuensi makan terhadap gizi lebih pada remaja di era pandemi COVID-19 di Pekanbaru.
Pengaruh Asupan Lemak Terhadap Gizi Lebih pada Remaja di Masa Pandemi Covid-19 Sara Herlina; Wiwi Sartika; Siti Qomariah; Sellia Juwita
Jurnal SMART Kebidanan Vol 9, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/sjkb.v9i1.554

Abstract

The Effect of Fat Intake towards Adolescent with Nutritional Excess in Pandemics ABSTRAKIndonesia merupakan salah.satu negara berkembang yang menunjukkan kecenderungan peningkatan gizi lebih pada remaja. Prevalensi remaja dengan kategori gemuk pada tahun 2013 sebesar 5,7% dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebanyak 10,8%. Salah satu yang mempengaruhi gizi lebih adalah asupan lemak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh asupan lemak terhadap gizi lebih pada remaja di masa pandemi covid-19. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan  desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Pekanbaru pada tahun 2020 dengan jumlah sampel 335 orang. Teknik pengambilan sampel dengan metode simple random  sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi klinis dan wawancara. Instrumen yang digunakan kuesioner. Gizi lebih diukur dengan menggunakan pengukuran antropometri. Data asupan lemak di peroleh melalui food recall 2 × 24 jam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil penelitian mayoritas responden mengkonsumsi lemak lebih 147 responden (43,9%), memiliki genetik gizi lebih sebanyak 214 responden (63,9%), mayoritas aktifitas fisik ringan sebanyak 208 responden ( 62,1%) . Hasil uji chi- square diperoleh nilai p = 0,003 (p<0,05). Ada pengaruh antara asupan lemak terhadap gizi lebih pada remaja di masa pandemi covid-19. Kata Kunci: asupan lemak; gizi lebih; remaja ABSTRACTIndonesia is one of the developing countries that shows a tendency to increase over nutrition in adolescents. The prevalence of adolescents in the obese category in 2013 was 5.7% and increased in 2018 by 10.8%. One that affects over nutrition is fat intake. The purpose of this study was to determine the effect of fat intake on overnutrition in adolescents during the COVID-19 pandemic. This type of research was quantitative with a cross sectional research design. This research was conducted in Pekanbaru in 2020 with a sample of 335 people. The sampling technique used simple random sampling method. Data collection was done by clinical observation and interviews. The instrument used is a questionnaire. More nutrition is measured by using anthropometric measurements. Data on fat intake was obtained through food recall 2 × 24 hours. Data analysis was carried out descriptively and bivariately using the chi-square test. The results of the study the majority of respondents consumed more fat 147 respondents (43.9%), had genetic excess nutrition as many as 214 respondents (63.9%), the majority of light physical activity were 208 respondents (62.1%). The results of the chi-square test obtained p value = 0.003 (p <0.05). There is an influence between fat intake on overnutrition in adolescents during the COVID-19 pandemic. Keywords: fat intake, nutritional excess; adolescents 
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU POSTPARTUM DI KLINIK PRATAMA YUSNIMAR PEKANBARU Rini Hariani Ratih; Sara Herlina Herlina
Ensiklopedia of Journal Vol 2, No 2 (2020): Vol 2 No 2 Edisi 2 Januari 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.945 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v2i2.417

Abstract

The puerperium begins after parturition is over, and ends after about 6 week Changes in these genetical organs in their entirety are called involution. Post partum post partum mothers experience uterine involution, where the muscles of the uterus contract so that blood vessels that are opened due to attachment of the placenta will be pinched, so that post partum hemorrhage can be prevented, uterine involution is influenced by three things namely autolysis, muscle activity and ischemia. Early mobilization is very important for postpartum mothers to accelerate the decline in the height of the fundus of the arteries. This study aims to determine the Effect of Early Mobilization on Uterine Involution in Post Partum Mothers in the Pratama Yusnimar Pekanbaru Clinic. The sample in this study was Post partum mothers, which fit the researchers' inclusion criteria. This study used a pre-experimental design with a One Group Pretest-Posttest design. The subject group was held pretest before being given treatment then measured by posttest after treatment. The results of the study using the Wilcoxon test with a significance level α ≤ 0.05 comparing the pre-test and post-test values obtained a significance level of P-Value = 0,000 which is smaller than α ≤ 0.05 means Ho is rejected. It can be concluded that there is an effect of early mobilization on uterine involution in post partum mothers in the Pratama Yusnimar Pekanbaru Clinic.
DUKUNGAN SUAMI DAN PENDAPATAN SUAMI TERHADAP PENGGUNAAN KB SUNTIK 1 BULAN DI BPM MURTINA WITA PEKANBARU Sara Herlina; Siti Qomariah; Wiwi Sartika
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.497 KB)

Abstract

KB Suntik 1 bulan adalah metode kontrasepsi hormonal yang mengandungeterogen. Kontrasepsi ini bekerja dengan mencegah pengeluaran sel telur sehinggahtidak akan terjadi pembuahan sel telur oleh sperma. Penyuntikannya dilakukan setiap 1 bulan dan suntikan tersebut sangat efektif apabila rutin di berikan secara tepat waktu dan sesuai jadwal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Dukungan suami dan Pendapatan suami dengan penggunaan KB Suntik 1 Bulan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dimana sampel dalam penelitian ini adalah ibu- ibu yang berkunjung ke BPM MurtinaWita Pekan Baru dengan Jumlah Sampel 250 orang. Hasil Penelitian Berdasarkan karakteristik menunjukkan sebagian besar responden memilih penggunaan kontrasepsi suntik 1 bulan, mendapat dukungan dari suami dengan pendapatan yang baik. Dari hasil uji chi-square didapatkan nilai ? untuk dukungan suami ? = 0.00 lebih kecil dari ? = 0,05, nilai ? untuk pendapatan ? = 0,03 lebih kecil dari ? = 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dan Pendapatan suami dengan penggunaan KB Suntik 1 Bulan di BPM Murtina Wita Pekanbaru.