Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK USIA DINI Andi Asdar; Mujahidah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.1253

Abstract

This paper discusses English education for young learners (English for Young Learners – EYL). A person's ability to use English is highly essential in line with a nation's progress. Therefore, English education as an international language is now being introduced as early as possible to students in Indonesia. English education is ideally started from an early age, especially before they reach the age of 12. Early childhood refers to children aged 2–7 years. This age range is considered the golden period for language development. At this stage, children can learn any language like native speakers, making it crucial to maximize this period effectively. However, young children are still in the preoperational cognitive development stage, characterized by high egocentrism, an inability to understand abstract concepts, reliance on symbols, and pre-logical thinking. Therefore, EYL requires appropriate and effective teaching methods and processes. Several methods and techniques are suitable for teaching English to young learners, particularly in communicative contexts, including social and cultural situations, games, songs and music, storytelling, artistic experiences, crafts, and activities that emphasize physical movement. Among these methods and techniques, the approach using songs, singing, and movement has proven to be highly suitable and effective in English education for young learners
RUANG LINGKUP MANAJEMEN STRATEGIK Andi Nur Asnani Nasmin; Andi Nirmayanthi, St. Syamsudduha, Mardhiah Hasan; Mujahidah
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Vol. 1 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan dan Keguruan
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategic management is a crucial process in organizational management aimed at achieving its long-term goals. The scope of strategic management will be elaborated with a focus on the key elements involved. Firstly, the analysis of the external and internal environment forms the basis for understanding the context in which the organization operates, as well as identifying opportunities and challenges. Secondly, setting vision, mission, and core strategies provides clear direction and goals for the organization. Thirdly, operational planning details the concrete steps to implement the established strategies, including resource allocation and performance measurement. Lastly, the involvement of top management is essential in leading, motivating, and ensuring alignment between organizational strategies and long-term goals. By understanding and implementing this scope of strategic management, organizations can achieve a competitive advantage and reach their long-term objectives amidst dynamic changes in the business environment.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA TRADISI PAMALI Andi Asdar; Mujahidah
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Pesastra Edisi November 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/pesastra.v2i4.163

Abstract

The pamali tradition is part of the local wisdom of the Bugis community, containing various customary prohibitions passed down from generation to generation. This tradition is believed not only to function as a set of restrictions but also as a medium for moral and ethical development within social life. This study aims to identify the forms of pamali traditions that are still practiced by the community, the character education values embedded within them, and the application of pamali values in the lives of Bugis people in Maros Regency. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research instruments include interview guidelines, observation sheets, and documentation records. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The validity of the data was tested using triangulation of techniques, sources, and time. The findings reveal that the Bugis pamali tradition embodies character values such as religiosity, responsibility, discipline, honesty, politeness, and social awareness. The tradition continues to be practiced and transmitted through the roles of traditional leaders, religious figures, parents, and the wider community as a form of cultural preservation as well as character education for younger generations. The values embedded in the pamali tradition align with the principles of national character education and Islamic value perspectives in shaping the morals and personality of the nation’s youth.
Pappaseng Sebagai Nilai Karakter Generasi Milenial Di Kabupaten Bone: Tinjauan Sosiopragmatik: Pappaseng as a Source of Character Values for the Millennial Generation in Bone Regency: A Sociopragmatic Study Andi Asdar; Mujahidah
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Pesastra May 2026 Issue
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v3i2.181

Abstract

Penelitian ini berangkat dari melemahnya transmisi pappaseng sebagai pesan leluhur Bugis di tengah perubahan sosial dan dominasi komunikasi digital pada generasi milenial. Penelitian bertujuan menjelaskan bentuk, fungsi sosiopragmatik, dan nilai karakter pappaseng yang hidup dalam masyarakat Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan observasi partisipatif, dokumentasi teks, perekaman, pencatatan, serta analisis tematik-sosiopragmatik. Data utama berupa tiga bentuk pappaseng, yakni elong, warekkada, dan tuturan percakapan, yang diperoleh dari dokumentasi budaya dan informan milenial yang dipilih secara purposif. Hasil menunjukkan bahwa pappaseng beroperasi sebagai tuturan direktif bernilai normatif yang menanamkan religiositas, pengendalian diri, siri’, penghormatan sosial, tanggung jawab ekologis, dan keberlanjutan budaya. Bentuk tuturan menentukan strategi penyampaian pesan, sedangkan otoritas leluhur memperkuat daya ikat moralnya. Penelitian menyimpulkan bahwa pappaseng tetap relevan sebagai sumber pendidikan karakter kontekstual. Kontribusi penelitian ialah merumuskan pappaseng sebagai wacana direktif kultural yang menghubungkan bentuk bahasa, norma sosial, dan internalisasi karakter generasi muda di Bone kontemporer secara sistematis.
STRATEGI PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR PADA MASA COVID-19 Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami perubahan sejak adanya COVID-19. Penyebaran pandemi COVID-19 telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan di Indonesia. Untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dan kegiatan pendidikan dapat berjalan seperti biasanya pemeritah melakukan peraturan baru untuk mengurangi angka tersebut. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem daring yang dilaksanakan di rumah melalui melalui berbagai platform aplikasi yang tersedia seperti Zoom, Google Meet, Google Classroom merupakan media yang dapat dioptimalkan. Untuk daerah yang termasuk kedalam zona kuning maupun zona hijau diizinkan untuk pembelajaran luring maupun home visit dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Sekolah tatap muka dan tentunya tetap mengikuti protokol kesehatan. Proses pembelajaran IPA harus menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung oleh peserta didik untuk mengembang-kan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar, yang pada akhirnya mereka menemukan sendiri konsep materi pelajaran yang sedang dipelajarinya. Strategi guru dalam proses belajar-mengajar IPA pada masa pandemi Covid-19 yaitu menggunakan strategi pembelajaran mandiri pem-belajaran dilakukan pada masa pandemic Covid-19 dengan melaksana-kan program belajar dari rumah melalui program mingguan, siswa mendapat tugas untuk dikerjakan dirumah selama satu minggu, dalam program mingguan tersebut guru menggunakan pendekatan pembelajaran berorientasi pada siswa, menggunakan model pembelajaran inquiry, metode ceramah dan pemberian tugas, dengan media jenis multimedia dan menggunakan teknik serta taktik yaitu menggunakan video praktik. Kendala yang dihadapi yaitu di antaranya guru tidak dapat memantau atau mengontrol siswa secara langsung, siswa yang tidak mempunyai gadget dan susah sinyal. Selain itu pembelajaran IPA diarahkan untuk memberi pengalaman langsung sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam untuk alam sekitar
Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Perilaku Belajar Peserta Didik di Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Babul Jannah Kecamatan Marusu Kabupaten Maros Nur Khalis; Abdul Hafid; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh dampak penggunaan gadget dalam perilaku peserta didik MI Babul Jannah, penggunaan teknologi dalam pembelajaran akan menimbulkan dampak tertentu. Fokus penelitian yakni bagaimana dampak penggunaan gadget dalam perilaku peserta didik MI Babul Jannah Kec. Marusu Kab. Maros. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui penggunaan gadget peserta didik di MI Babul Jannah. 2) Untuk mengetahui perilaku peserta didik di kelas VI MI Babul Jannah. 3) Untuk mengetahui dampak positif dan negatif gadget terhadap perilaku belajar peserta didik di MI Babul Jannah. Pendekatan dan jenis penilitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik dalam pengelolaan dan analisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni daftar pertanyaan sebagai pedoman wawancara, kamera, dan smartphone. Hasil penelitian yakni 1) Dalam konteks pembelajaran, gadget bermanfaat untuk mencapai kompetensi dan materi pembelajaran, serta cocok untuk ujian berbasis komputer. 2) Kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam menyediakan akses gadget di MI Babul Jannah penting. Pengaturan penggunaan gadget yang bijak dapat menjaga interaksi sosial selama proses pembelajaran dan menunjukkan bahwa gadget bisa menjadi alat yang bermanfaat dalam pendidikan digital. 3) Penggunaan gadget dalam pendidikan memiliki dampak positif dan negatif yang signifikan. Dalam menghadapi hal ini, penting bagi guru dan sekolah untuk mengatur penggunaan gadget secara bijak, memastikan bahwa gadget hanya digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran, dan menjaga fokus peserta didik pada materi pelajaran. Kata Kunci: Dampak penggunaan gadget, Perilaku belajar
Peranan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Nurul Huda dalam membentuk Akhlak anak dilingkungan Bonto Cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros tarisa amalia; Muhammad Azmi; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah Peranan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Huda dalam membentuk akhlak anak di Lingkungan Bonto Cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Sebagai tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pengajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Huda dalam membentuk akhlak anak serta untuk mengetahui peranan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Nurul Huda dalam membentuk akhlak anak di Lingkungan Bonto Cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun dalam teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan sumber data yang diambil yaitu data primer dan data sekunder, serta teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan, terlihat bahwa di TPA Nurul Huda memiliki metode keteladanan yang memberikan sikap yang baik, guru menunjukkan kepada santri sikap positif dengan berperan sebagai model, dan memiliki metode pembiasaan yang membiasakan santri membaca Al-Qur’an, membiasakan membaca doa-doa harian. Serta memiliki peran yang membangun keimanan, menanamkan nilai-nilai akhlak, kecintaan Al-Qur’an ketakwaan kepada Allah SWT serta memberikan dukungan terhadap pendidikan anak khususnya pembinaan akhlak anak di TPA, dan memberikan lingkungan belajar yang positif dengan penuh perhatian dan contoh yang baik untuk anak-anak.
Pengaruh Literasi Baca Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas IV Nur Indah; Mujahidah; A. Syarifah Witraniyah Assaggaf
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi baca merupakan kemampuan individu untuk memahami, mengevaluasi, dan menggunakan berbagai jenis teks dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran yang sangat bergantung pada kemampuan membaca dan pemahaman teks memperlihatkan betapa pentingnya literasi baca dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh literasi baca terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SDN 213 Inpres Sanggalea Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Fokus penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan literasi baca terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran tersebut dan untuk memperkuat strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan literasi baca di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan dalam mengumpulkan data yang digunakan adalah tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Adapun teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistic inferensial, mencari hubungan korelasi antara (x) dan (y). Berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan setelah diberi perlakuan. Rata-rata nilai meningkat sebesar 28,158. Nilai t yang sebesar -9,491 dengan derajat kebebasan 18 mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang nyata, karena nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program pembiasaan literasi baca berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas IV di SDN 213 Inpres Sanggalea Kecamatan Turikale Kabupaten Maros. Kata kunci: Literasi Baca, Hasil Belajar, Bahasa Indonesia
Mirnawati Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair and Share Siswa Kelas V Mirnawati; Mujahidah; Furhaniati
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Think, Pair, and Share yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar kooperatif berpasangan yang efektif dan bermakna. Model ini mengharuskan siswa untuk berpikir secara individu terlebih dahulu terhadap permasalahan yang diberikan oleh guru (think), kemudian bekerja sama dengan pasangan untuk memecahkan masalah tersebut (pair), dan akhirnya dengan percaya diri berbagi hasil pemikiran mereka dengan kelompok kelasnya (share). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran IPAS di SDN 150 Inpres Toddopulia setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair, and Share.Metode penelitian yang digunakan dalam peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 150 Inpres Toddopulia kelas V. Data hasil belajar siswa dikumpul dengan teknik tes yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Hasil peneliti menunjukkan bahwa nilai rata-rata ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu sebesar 61,29 % pada siklus I dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu sebesar 80,64 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Think, Pair, and Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 150 Inpres Toddopulia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Think, Pair and Share dengan mata pelajaran IPAS sangat berpengaruh untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Pada Siswa Kelas IV Irma Sri Lukmana; Rahmat Rizal; Mujahidah
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teams Games Tournament (TGT) merupakan salah satu jenis model pembelajaran kooperatif yang menggunakan diskusi tim yang akan merangsang minat belajar siswa dengan cara memberikan ide kepada sesama teman dalam anggota kelompok sehingga menumbuhkan semangat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui bagaimana model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV B SD Angkasa 1 Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV B SD Angkasa 1 Kecamatan Mandai Kabupaten Maros yang berjumlah 21 orang siswa. Secara keseluruhan kinerja aktivitas guru dapat dikatakan baik. Begitu juga dengan konsep matematika siswa yang semakin meningkat dari siklus I ke siklus II. Hal ini bisa dilihat dari hasil perolehan tes konsep matematika pada siklus I siswa menunjukkan persentase klasikal sebanyak 38,95% dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu dengan persentase klasikal 80,95%.