Claim Missing Document
Check
Articles

Abundance and Distribution Patterns of Sea Urchins (Echinoidea) at Lakey Beach, Hu'u District, Dompu Regency Fitriyani Fitriyani; Didik Santoso; Karnan Karnan
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 1 (2022): January - March
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i1.3119

Abstract

Sea urchins are marine biota that have many benefits for life, so there is a need for information about the existence of sea urchins. The existence of sea urchins in marine ecosystems has a significant influence on the ecological balance, one of which is for coral reefs, because sea urchins are one of the control of macroalgae populations. The purpose of this study was to determine the species abundance, diversity index, dominance index and distribution pattern of sea urchins (Echinoidea) at Lakey Beach, Hu'u District, Dompu Regency. This type of research is descriptive exploratory using purposive sampling method (chosen method) in determining the three research stations. The data obtained were analyzed using the species formula, the Shanon Wienner diversity index, the Simpson dominance index, and the Morisita index. The results showed that the highest species on the Lakey Coast were Echinometra mathei with values of 0.60 Ind/m² and Echinometra viridis with values of 0.45 Ind/m². The diversity index of sea urchins at Lakey Beach is included in the moderate criteria with a species diversity index value of H'=1.03. The sea urchin dominance index in Lakey Beach is included in the low criteria with a species dominance index of 0.42. The distribution pattern of sea urchins on Lakey Beach includes two criteria, namely flocking and uniform. Types of sea urchins that belong to a grouped distribution pattern are Echinometra mathei and Echinometra viridis. While the types of sea urchins that have a uniform distribution pattern are Diadema setosum, Echinotrix calamaris (brown striped spines), Mespilia globulus, and Tripneustus gratilia. This research can be used as a reference and source of information to see the condition of the ecosystem in Lakey Beach, Hu'u District, Dompu Regency. So that the community and can preserve marine life such as sea urchins (Echinoidea) so that their lives can be maintained.
Efektifitas LKPD Terintegrasi Nilai Ekologi Lamun Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP Pesisir Selatan Lombok Timur Kumala Ratna Dewi; Abdul Syukur; Didik Santoso
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.687

Abstract

Literasi sains adalah kebutuhan yang menjadi tujuan penting dari proses pembelajaran, dimana kompetensi ilmiah siswa dapat menghasilkan produk inovasi dari hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kevalidan pengembangan LKPD terintegrasi nilai ekologi lamun berbasis inkuiri terbimbing yang layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode preexperimental desain one group pretest posttest. Analisis validitas menggunakan rumus Aiken’s, uji efektifitas menggunakana uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan, nilai validasi LKPD sebesar 0,78 dengan kategori layak, rata-rata validasi perangkat terdiri dari silabus, RPP dan Instumen sal literasi sains sebesar 0,82 dengan kategori sangat layak,Persentase efektifitas peningkatan literasi sains sebesar 59, 12 % dengan kategori cukup efektif , skor N-Gain sebesar 0,89 kategori tinggi. Kesimpulannya pengembangan LKPD terintegrasi nilai ekologi lamun berbasis inkuiri terbimbing layak untuk digunanakan dan signifikan terhadap kemampuan literasi siswa khususnya di wilayah pesisir selatan Lombok Timur.
Penyuluhan Tentang Mitigasi Bencana Tsunami Berbasis Hutan Mangrove Di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak Lombok Timur Didik Santoso; M. Yamin; Muh. Makhrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.651 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v1i2.242

Abstract

Abstrak: Kejadian bencana selalu menimbulkan banyak kerugian baik jiwa maupun materi, karena kurangnya kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya. Bencana gempa bumi yang terjadi disertai dengan tsunami mengakibatkan wilayah pesisir rusak. Di lain sisi, wilayah pesisir Indonesia termasuk padat dengan permukiman dan pembangunan.  Pulau Lombok merupakan salah satu pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana tsunami. Hal ini dikarenakan bagian selatan Pulau Lombok berhadapan langsung dengan Samudra Hindia yang merupakan pertemuan dua lempeng benua yaitu lempeng Benua Asia dan lempeng Benua Australia. Kejadian tsunami di daerah Lunyuk Sumbawa bagian selatan pada tahun 1979 juga berdampak pada daerah-daerah selatan Pulau Lombok yaitu daerah kawasan teluk Tanjung Luar di Kecamatan Keruak dan daerah kawasan Teluk Awang di Lombok Tengah. Dalam rangka mengurangi bahaya tsunami, dan sekaligus untuk melindungi wilayah pesisir  dari ancaman abrasi, angin laut, penyusupan air  asin ke arah daratan, menyerap bahan  pencemar, serta mempertahankan produktivitas pantai dan  laut, perlu dilakukan pelestarian dan perlindungan hutan mangrove ataupun  hutan pantai.  Mangrove adalah suatu komunitas tumbuhan atau suatu individu jenis tumbuhan yang membentuk komunitas tersebut di daerah pasang surut. Hutan mangrove adalah tipe hutan yang secara alami dipengaruhi oleh pasang surut air laut, tergenang pada saat pasang naik dan bebas dari genangan pada saat pasang rendah. Ekosistem mangrove adalah suatu sistem yang terdiri atas lingkungan biotik dan abiotik yang saling berinteraksi di dalam suatu habitat mangrove. “Mangrove” adalah vegetasi hutan yang tumbuh di antara garis pasang surut. Karena karakter pohon mangrove yang khas, ekosistem mangrove berfungsi sebagai peredam gelombang dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur, dan perangkap sedimen. Disamping itu, ekosistem mangrove juga merupakan penghasil detritus dan merupakan daerah asuhan (nursery ground), daerah untuk mencari makan (feeding ground), serta daerah pemijahan (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya. Juga sebagai pemasok larva ikan, udang, dan sebagai tempat pariwisata. Kata Kunci: Mangrove, Mitigasi, Tsunami
Pengembangan Ekowisata Solusi Matapencaharian Masyarakat Lokal dan Strategi Konservasi Lingkungan di Desa Ketapang Raya Kecamatan Keruak, Lombok Timur Agil Al Idrus; Abdul Syukur; Mahrus Mahrus; Lalu Zulkifli; Didik Santoso
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.832 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.361

Abstract

Abstrak: Desa Ketapang Raya meskipun merupakan desa pemekaran tatapi telah mulai mengembangakan parawisata yaitu wisata pantai. Keberadaan wisata pantai di Desa Ketapang Raya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi baru. Dalam waku dua tahun aktivias parawisata cukup memberikan harapan yang ditandai oleh jumlah masyarakat yang matapencahirannya dari kegiatan para wisata. Desa Ketapang Raya yang merupakan desa pantai memiliki objek wisata selain wisata pantai. Namun demikian belum dikembangkan sebagai objek wisata.  Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi agar potensi lingkungan dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Pengembangan objek wisata selain wisata pantai tentunya dapat menjadi sumber matapencaharian masyarakat di Desa Ketapang Raya.  Pengembangan ekowisata di Desa Desa Ketapang Raya berdasarkan solusi dari permasalahan seperti yang telah diuraikan di atas membutuh metode pelaksanaan yang relevan. Beberapa metode yang akan digunakan adalah: Sosialisai, pada tahap ini Tim mensosialisaikan tema program pada pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan stakehoulder lainnya. Metode yang digunakan adalah diskusi. Tujuan pada program sosialisai adalah untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang pentingnya pengembangan ekowisata sebagai sumber matapencaharaian berkelanjutan masyarakat di Desa Pijot.Selain itu disampaikan luaran yang perlu dicapai dari tipa solusi permasalahan.  Metode Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer), materi terdiri dari empat bagian yang terdiri dari: (a) langkah-langkah yaitu uraian yang menjelaskan langkah demi langkah yang dapat dilakukan oleh fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pada tiap program, (b). bahan bacaan adalah materi bacaan yang dapat dijadikan referensi bagi fasilitator atau pelatih mengenai isi materi yang akan disampaikan dan (3) lembar kegiatan yang merupakan lembar aktivitas yang digunakan peserta dalam proses pembelajaran dan slide presentasi. 2. Fokus Group Diskusi (FGD) adalah metode yang digunakan berdasarkan relevansi tiap solusi, hal ini sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai beberapa pertanyaan tentang bagaiamana dan mengapa kita butuhkan ekowisata sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan bagai masyarakat di Desa Pijot Induk. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan buku ekowisata desa yang memiliki ISBN. Kata Kunci :  Ekowisata dan Matapencaharian Berkelanjutan dan Konservasi lingkunga.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Penguatan Kelembagaan Masyarakat di Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur Lombok Timur Mohammad Liwa Ilhamdi; Agil Al Idrus; Didik Santoso; Abdul Syukur; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.013 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i2.833

Abstract

Salah satu desa yang ada di Kecamatan Sakra Timur adalah desa Menceh. Desa ini termasuk desa yang belum maju sehingga banyak hal yang perlu ditingkatkan pelaksanaan kegiatan masyarakat, lembaga desa maupun pemerintah di tempat ini. Salah satu permasalahan adalah  peran dan fungsi kelembagaan masyarakat belum optimal sehingga kegiatan masyarakat baik bidang sosial dan ekonomi belum optimal. Solusinya adalah perlu pemberdayaan masyarakat untuk penguatan kelembagaan masyarakat di desa Menceh. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), Pendampingan dan pemberian bantuan sembako. Hasil pengabdian sebagai berikut 1) telah dilakukan sosialisasi penguatan kelembagaan masyarakat Desa Menceh 2) peserta kegiatan pengabdian 100% mengikuti, menanggapi, berpartisipasi aktif  dan memahami materi yang disampaikan tim pengabdian. Kesimpulan meningkatnya peran aktif masyarakat dalam rangka penguatan kelembagaan masyarakat desa Menceh Sakra Timur.
PELATIHAN PEMBUATAN AMONIASI JERAMI DI DESA MONTONG ARE KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Didik Santoso
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.009 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i1.23

Abstract

Teknologi pengolahan pakan merupakan dasar teknologiuntuk mengolah limbah pertanian, perkebunan maupun agroindustri dalam pemanfaatannya  sebagai pakan. Pengolahan pakan disini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, utamanya efektifitas cerna, utamanya untuk ternak ruminansia serta peningkatan kandungan protein bahan.  Beberapa alternatif pengolahan dapat dilakukan secara fisik (pencacahan, penggilingan dan atau pemanasan), kimia (larutan basa dan atau asam kuat), biologis (mikroorganisme atau enzim) maupun gabungannya.  Pengolahan cara fisik dan biologis memerlukan tenaga dan investasi yang cukup tinggi dan dalam skala besar, sering kali menjadi tidak berjalan.   Cara kimia dengan “amoniasi” dirasa merupakan cara yang paling tepat dalam pengolahan ini, karena mudah dilakukan, murah, tidak mencemari lingkungan dan sangat efisien. Pelatihan pembuatan amoniasi jerami dilakukan di Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan teknologi inovasi petani peternak  tentang penggunaan jerami padi sebagai pakan dan bagaimana meningkatkan kualitasnya. Kualitas jerami padi termasuk total nitrogen dan daya cerna dapat ditingkatkan dengan teknologi amoniasi menggunakan urea. Penggunaan urea adalah 4% untuk 100 kg jerami padi atau 4 kg untuk 100 kg jerami padi. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis, 30 Agustus 2018. Metode yang digunakan adalah instruksi langsung dan praktik kepada petani. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan para petani telah ditingkatkan dan para petani ingin menerapkan jerami padi yang telah diamoniasi sebagai pakan alternatif untuk ruminansia. Kata kunci: jerami padi, amoniasi urea, kualitas pakan
PELATIHAN PEMBUATAN AMONIASI JERAMI DI DESA MONTONG ARE KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT Didik Santoso; Rully Bimantoro; Ratna Sari Utami
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.057 KB) | DOI: 10.29303/jwd.v1i3.79

Abstract

ABSTRAK. Teknologi pengolahan pakan merupakan dasar teknologiuntuk mengolah limbah pertanian, perkebunan maupun agroindustri dalam pemanfaatannya  sebagai pakan. Pengolahan pakan disini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, utamanya efektifitas cerna, utamanya untuk ternak ruminansia serta peningkatan kandungan protein bahan.  Beberapa alternatif pengolahan dapat dilakukan secara fisik (pencacahan, penggilingan dan atau pemanasan), kimia (larutan basa dan atau asam kuat), biologis (mikroorganisme atau enzim) maupun gabungannya.  Pengolahan cara fisik dan biologis memerlukan tenaga dan investasi yang cukup tinggi dan dalam skala besar, sering kali menjadi tidak berjalan.   Cara kimia dengan “amoniasi” dirasa merupakan cara yang paling tepat dalam pengolahan ini, karena mudah dilakukan, murah, tidak mencemari lingkungan dan sangat efisien. Pelatihan pembuatan amoniasi jerami dilakukan di Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan teknologi inovasi petani peternak  tentang penggunaan jerami padi sebagai pakan dan bagaimana meningkatkan kualitasnya. Kualitas jerami padi termasuk total nitrogen dan daya cerna dapat ditingkatkan dengan teknologi amoniasi menggunakan urea. Penggunaan urea adalah 4% untuk 100 kg jerami padi atau 4 kg untuk 100 kg jerami padi. Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis, 30 Agustus 2018. Metode yang digunakan adalah instruksi langsung dan praktik kepada petani. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan para petani telah ditingkatkan dan para petani ingin menerapkan jerami padi yang telah diamoniasi sebagai pakan alternatif untuk ruminansia.______________________Kata Kunci: jerami padi, amoniasi urea, kualitas pakan ABSTRACT. Feed processing technology is the basis of technology for processing agricultural, plantation and agro-industrial waste in its use as feed. Feed processing here aims to improve the quality, especially the effectiveness of digestion, especially for ruminants and to increase the protein content of the ingredients. Some processing alternatives can be done physically (counting, milling and or heating), chemical (basic solutions and or strong acids), biological (microorganisms or enzymes) or a combination thereof. Processing of physical and biological methods requires a high amount of energy and investment and on a large scale, often becomes inoperative. The chemical method with "ammonia" is felt to be the most appropriate way in this processing, because it is easy to do, inexpensive, does not pollute the environment and is very efficient. The training for making ammunition for hay is carried out in Montong Are Village, Kediri District, West Lombok Regency, aimed at increasing the knowledge and technology of farmers' innovations about the use of rice straw as feed and how to improve its quality. The quality of rice straw including total nitrogen and digestibility can be improved by ammoniation technology using urea. The use of urea is 4% for 100 kg of rice straw or 4 kg for 100 kg of rice straw. This activity was carried out on Thursday, August 30, 2018. The method used was direct instruction and practice to farmers. The results of this activity indicate that farmers' knowledge has been improved and farmers want to apply amoniated rice straw as an alternative feed for ruminants.______________________Keywords: rice straw, urea ammoniation, feed quality.
Potential Carbon Content in The Coastal Mangrove Forests Area Of West Lombok District, West Nusa Tenggara Province Haryani Haryani; Muhlis Muhlis; Didik Santoso
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.3647

Abstract

Mangrove forests have very important ecological functions for coastal areas as carbon stores so this study aims to determine the potential carbon content of mangrove forests. The implementation of this research is in the coastal area of ​​West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Two locations were found, namely Sekotong Beach and Cemara Beach. This research method uses a survey method. Data were analyzed by IPCC analysis method. The results showed that at Cemara Beach the highest carbon content was produced in the mangrove species Avecennia lanata, with the total carbon content and carbon absorption being 7,456 tons C/ha and 27,364 tons CO2/ha. while at Sekotong Beach the carbon content is found in the Avecennia lanata species, with a total carbon content of 2,847.6 tons C/ha and carbon sequestration of 10,067.54 tons CO2/ha. The difference in potential carbon content on the two beaches in West Lombok district is due to because the soil conditions are different but the carbon content is still good enough for the potential carbon content in the coastal mangrove ecosystem area of ​​West Lombok Regency, West Nusa Tenggara.
Karakteristik Bioekologi Rajungan (Portunus Pelagicus) Di Perairan Dusun Ujung Lombok Timur Didik Santoso; Karnan Karnan; Lalu Japa; Ahmad Raksun
Jurnal Biologi Tropis Jurnal Biologi Tropis. Vol.16 No.2 Desember 2016
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v16i2.3813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ukuran rajungan yang tertangkap, menganalisisperbandingan jumlah rajungan jantan dan betina yang tertangkap, dan menganalisiskarakteristik habitat (salinitas, suhu, pH, dan bentuk dasar substrat perairan) di daerahpenangkapan rajungandi Dusun Ujung Lombok Timur. Jenis penelitian ini adalahpenelitian diskriptif dengan menggunakan metode survai dalam pengambilan data.Parameter yang diteliti adalah parameter biologi dan ekologi rajungan. Parameterbiologi yang diamati adalah jenis kelamin, dan lebar karapas, sedangkan parameterekologi adalah suhu, salinitas, dan pH perairam serta bentuk dasar substrat. Kondisisubstrat didominasi oleh fraksi pasir diikuti oleh fraksi lumpur dan fraksi liat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kualitas air di daerah penelitian sangat sangat layak bagikehidupan rajungan, dengan sebaran suhu antara 290C – 300C. Salinitas perairan didaerah penelitian berkisar dari 31 sampai 32 ppt, dan Nilai pH perairan di lokasipenelitian berkisar antara 7.2 sampai 7.5. Distribusi lebar karaps rajungan di dominasioleh lebar diatas 100 mm baik jantan maupun betina. Proporsi lebar karapas rajunganjantan yang tertangkap dengan lebar diatas 100 mm adalah sebesar 41,7% dan betinasebesar 48,3% dari total sampel penelitian. Nisbah kelamin antara rajungan jantan danbetina adalah 0,8 : 1. Hal ini menunjukkan bahwa rajungan jantan dapat membuahilebih dari satu rajungan betina.
Kevalidan Pengembangan LKPD Terintegrasi Nilai Ekologi Lamun Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa SMP Pesisir Selatan Lombok Timur Abdul Syukur; Kumala Ratna Dewi; Didik Santoso
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.463

Abstract

Literasi sains merupakan syarat yang menjadi tujuan penting dari proses pembelajaran, dimana kompetensi sains siswa dapat menghasilkan produk inovatif dari hasil pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas pengembangan nilai ekologi lamun terpadu LKPD berbasis inkuiri terbimbing yang layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pra eksperimen dengan one group pretest posttest design. Analisis validitas menggunakan Aiken's, uji efektivitas menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretest dan posttest berdistribusi normal dan data homogen yang masing-masing memiliki nilai signifikan p>0,005. Pengembangan bahan ajar ekosistem lamun di ketiga lokasi penelitian signifikan terhadap kemampuan literasi sains 0,000<0,005 (p<0,005). Kemampuan literasi sains siswa SMPN 1 Keruak bernilai 0,66 dalam kategori kemampuan sedang. SMP Negeri 3 Praya Barat bernilai 0,60 dengan kategori sedang. MTsN 3 Kuta bernilai 0,71 kategori Tinggi. Kesimpulannya, pengembangan bahan ajar ekologi lamun sangat penting bagi kemampuan literasi siswa khususnya di wilayah pesisir selatan pulau Lombok, Indonesia.