Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Effect of Warm Compress Therapy in Reducing Headache Intensity and Stabilizing Blood Pressure in Hypertension Patients Rohmawati, Dhian Luluh; Nisak, Raudhotun; Lukitaningtyas, Dika; Kartika, Kartika
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS5.4546

Abstract

Hypertension is a global health concern, increasing annually. Headaches in hypertensive patients indicate high blood pressure levels, affecting brain blood vessels. These headaches should be promptly evaluated and treated for significant health risks. Objective: This study investigates the impact of warm compresses on headache and blood pressure reduction in hypertensive patients. Method: The study, conducted at a community health center in Ngawi Regency, focused on hypertension patients with headaches. The researchers used a one-group pretest posttest design and measured headache pain using the NRS scale before applying a warm compress. Data analysis for this study was conducted using the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: The research results show that the average pain level decreased by 1.18, indicating a significant difference before and after the application of a warm compress. This study also shows that the average systolic blood pressure decreased by 15.87, indicating a significant difference (p-value <0.05) before and after the application of a warm compress. Additionally, the average diastolic blood pressure decreased by 13.27, indicating a significant difference (p-value <0.05) before and after the intervention. Conclusions: there is a significant effect of warm compresses on headache pain and on lowering blood pressure in patients with hypertension.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BEHAVIOR OF USING REPEATED COOKING OILS AND RECURRENCE OF HYPERTENSION Sari, Mella Novika; Rohmawati, Dhian Luluh
Journal of Vocational Nursing Vol. 2 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jovin.v2i1.25485

Abstract

Introduction: Hypertension is an abnormal increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic more than 90 mmHg. Hypertension cannot be cured as a whole, therefore hypertension can recur. One of the factors in the occurrence of recurrence is the use of repeated cooking oil. Repeated cooking oil is cooking oil that has been used repeatedly more than once. The aim of this research to determine the relationship between the behavior of repeated use of cooking oil and the recurrence of hypertension. Methods: The design repeated is correlation with cross sectional approach. The sampling technique was carried out by purposive sampling with a sample size of 82 respondents. Collecting data using a questionnaire instrument with data processing using the T-score and Chi Square statistical test. The results of this study found that 47 respondents (57.3%) behaved using repeated cooking oil and found that 42 respondents (51.2%) experienced frequent recurrence of hypertension. Result: The results showed a significant relationship between the behavior of using repeated cooking oil and the recurrence rate of hypertension (p = 0.002). Conclusion: Further researchers need to be investigated related to nutritional pattern factors, smoking history, stress and others. In addition, it can be researched regarding the knowledge of the dangers of using repeated cooking oil for health.
Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Plak Gigi pada Siswa SMK Prawoto, Edy; Rohmawati, Dhian Luluh; Hartono, Aris
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4678

Abstract

Plak gigi jika dibiarkan akan menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies gigi, bau mulut, rasa sakit, radang gusi, sampai kehilangan gigi. Pengetahuan.dan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut erat kaitannya dengan kesehatan gigi dan mulut yang mempengaruhi proses pembentukan plak. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk.mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap kejadian plak gigi pada siswa SMK Negeri 1 Kasreman. Metode: : Jenis penelitian adalah deskriptif korelasiidengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian berjumlah 159 responden dengan teknik stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, lembar observasi kejadian plak gigi. Uji statistik menggunakan chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (57%), perilaku cukup baik (90,5%) dan terjadi kejadian plak gigi (59,1%). Pada hubungan pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap kejadian plak gigi diperoleh hasil1P-Value = 0,059 (p>0,05). Pada hubungan perilaku pemeliharaan1kesehatan gigi dan mulut terhadap kejadian plak gigi diperoleh hasil P-Value = 0,000 (p<0,05) koefisien korelasi = 0,645. Kesimpulan: Ada hubungan antara perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dan kejadian plak, tetapi tidak ada hubungan tingkat pengetahuan. Diharapkan peneliti selanjutnya bisa menganalisa lebih lanjut mengenai indeks skor plak juga dapat menambahkan aspek lain yang dapat mempengaruhi dari plak gigi seperti faktor pola asuh, ekonomi dan geografi.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Melakukan Self Management untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Rohmawati, Dhian Luluh; Pariyem, Pariyem; Marwan, Marwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13016

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering disebut “the silent killer” karena penderita sering tidak memiliki keluhan. Prevalensi penyakit hipertensi akan mengalami peningkatan selama dua decade terakhir. Fenomena yang terjadi di Desa Paras, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi sebanyak 34% penduduk menderita hipertensi, dan lebih dari separuhnya belum mengerti bagaimana cara melakukan manajemen diri secara baik. Program ini bertujuan untuk melaksanakan program edukasi hipertensi berbasis komunitas dalam menerapkan self-management untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Peserta dari kegiatan ini adalah pasien dan keluarga dengan hipertensi dengan jumlah 60 orang serta Ibu kader kesehatan dan perwakilah dari Puskesmas. Kegiatan ini dilakukan dengan ceramah dan diskusi tentang manajemen diri penyakit hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidupnya yang sebelumnya telah dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan. Hasil dari pemeriksaan kesehatan didapatkan bahwa mayoritas mengalami prehipertensi (66,7%). Peserta sangat senang mengikuti kegiatan pengabdian ini karena selain mereka mengetahui kondisi kesehatannya juga mendapatkan ilmu tentang kesehatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah kuratif bagi warga yang menderita dan langkah preventif untuk warga yang tidak menderita hipertensi. Kegiatan ini sangat bermanfaat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam self management penatalaksanaan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Kualitas Hidup, Manajemen Diri  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is often called "the silent killer" because sufferers often have no complaints. The prevalence of hypertension has increased over the last two decades. The phenomenon that occurs in Paras Village, Pangkur District, Ngawi Regency is that 34% of the population suffers from hypertension, and more than half of them do not understand how to carry out good self-management. This program aims to implement a community-based hypertension education program in implementing self-management to improve the quality of life of hypertension patients. Participants in this activity were patients and families with hypertension totaling 60 people as well as health cadres and representatives from the Community Health Center. This activity was carried out with lectures and discussions about self-management of hypertension to improve the quality of life, where health examination activities had previously been carried out. The results of the health examination showed that the majority had prehypertension (66.7%). Participants were very happy to take part in this service activity because apart from knowing their health condition, they also gained health knowledge. This activity is carried out as a curative step for residents who suffer and as a preventive step for residents who do not suffer from hypertension. This activity is very useful in increasing public knowledge in self-management of hypertension management. Keywords: Hypertension, Quality of Life, Self-Management
FACTORS ASSOCIATED WITH ANTIRETROVIRAL THERAPY ADHERENCE AMONG PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS IN INDONESIA Ikhwan Amirudin; Dhian Luluh Rohmawati; Denissa Faradita Aryani; Marnila Yasni; Azizati Salmas Marsiami
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.671

Abstract

Adherence to antiretroviral therapy (ART) is a crucial determinant of successful HIV/AIDS management, as it plays a key role in viral suppression, improvement of quality of life, and reduction of morbidity and mortality. Despite the expansion of ART programs in Indonesia, suboptimal adherence remains a significant challenge influenced by individual, social, and healthcare-related factors. This study aimed to analyze factors associated with antiretroviral therapy adherence among people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Indonesia. A quantitative cross-sectional study was conducted in four provinces in Indonesia: Lampung, South Sumatra, West Java, and East Java. Participants were selected using a multistage sampling technique and met the predefined inclusion criteria. Data were collected using structured questionnaires covering socio-demographic characteristics, knowledge of ART, family support, healthcare provider support, access to health services, and ART adherence measured using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data analysis included univariate and bivariate analyses using the chi-square test, with associations expressed as Prevalence Ratios (PR). The findings indicated that ART adherence was significantly associated with knowledge of ART (0,004), family support (0,011), healthcare provider support (0,003), and access to health services (0,031) (p < 0.05). Participants who had good knowledge, strong family support, and adequate support from healthcare providers were more likely to adhere to ART. Antiretroviral therapy adherence among PLWHA in Indonesia is influenced by knowledge, family support, healthcare provider involvement, and access to healthcare services. Strengthening patient education and optimizing the role of nurses in continuous counseling and support are essential strategies to improve ART adherence.
Exploring Anxiety Levels in Hypertensive Patients with Headache: A Cross-Sectional Study Dhian Luluh Rohmawati
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v9i1.7782

Abstract

Hypertension is a chronic “silent killer” that affects over 1.4 billion people globally. Besides physical symptoms, hypertensive patients often experience anxiety, especially when accompanied by headaches. This study aimed to identify anxiety levels among hypertensive patients with headache and their implications for holistic nursing care. A descriptive quantitative study with a cross-sectional design was conducted at Puskesmas Ngawi Purba from February to May 2024. Forty-three hypertensive patients aged 35–55 years experiencing headaches were selected by accidental sampling. Anxiety was measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) and pain using the Numeric Rating Scale (NRS). Most respondents were female (69.8%), elderly (60.5%), and obese (44.2%). Moderate anxiety was found in 30.2% of participants, with 79.1% having stage 2 hypertension and 62.8% reporting moderate pain. Hypertensive patients with headache mostly experience moderate anxiety. Holistic nursing care addressing both physical and psychological aspects is essential to enhance blood pressure control and patient well-being.
Optimalisasi kesiapan fisik dan mental anggota paskibra melalui program pengabdian "Fresh Move": edukasi hidrasi dan gizi seimbang Dhian Luluh Rohmawati; Aziza Salfa Aprinita; Syahla Meidina Zhafira Safiano; Florean Izza Hanna Qonita; Dwi Ayu Lestari; Rizal Adrian Firdaus; Lusy Asmila
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39565

Abstract

AbstrakKebugaran fisik dan mental merupakan fondasi utama bagi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam menjalankan tugasnya, mengingat kegiatan ini menuntut ketahanan fisik, konsentrasi tinggi, serta kedisiplinan yang konsisten. Namun, pemahaman para anggota Paskibra terkait pentingnya asupan nutrisi dan manajemen cairan tubuh masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup sehat pada anggota Paskibra melalui program "FRESH MOVE" (Fresh Mind, Optimum Vital Energy), yakni sebuah inisiatif edukasi berbasis interaksi yang berfokus pada gizi seimbang dan manajemen hidrasi. Program dilaksanakan melalui sesi edukasi interaktif, demonstrasi pangan sehat, dan pembinaan gaya hidup sehat bagi peserta. Penilaian efektivitas program dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan yang bermakna secara statistik (p<0,05), disertai perubahan positif pada asupan cairan dan konsumsi makanan bergizi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang kesehatan fisik dan mental, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pembentukan pola hidup lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari. Keberlanjutan program perlu didukung melalui kolaborasi dengan pihak sekolah dalam mewujudkan "Paskibra Sehat" sebagai gerakan promosi kesehatan di lingkungan pendidikan. Kata kunci: edukasi kesehatan; hidrasi; gizi; Paskibra; kesiapan fisik. AbstractPhysical and mental fitness are very important for improving the performance of Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) or Flag Hoisting Troop participants, as it requires physical endurance, concentration, and discipline. However, there are still many Paskibra members who do not understand the importance of nutrition and hygiene in enhancing their physical and mental well-being. This outreach to the general public aims to increase awareness, attitudes, and healthy behaviors among Paskibra members thru the "FRESH MOVE" (Fresh Mind, Optimum Vital Energy) program, which promotes education about nutrition and hygiene. This program is implemented thru interactive exercises, healthy food demonstrations, and fostering a healthy lifestyle among students. Pre-tests and post-tests are used in evaluation to measure how much the participants' knowledge has increased. As a result, there is a significant increase in the average knowledge score (p<0.05), as well as a positive change in minimum water intake and the consumption of nutritious food. This program is effective in enhancing participants’ knowledge about physical and mental well-being, which may subsequently contribute to a healthier lifestyle when applied in their daily lives. It is hoped that the program will be successful through collaboration with the school in establishing "Paskibra Sehat" as a means of promoting health in the school environment. Keywords: health education; hydration; nutrition; Paskibra; physical readiness.
Edukasi SAFE (Strong, Active, Fit, Emergency-Ready) Sebagai Upaya Membangun Generasi Remaja Tangguh PANDAN ENGGARWATI; SRI MELFA Damanik; APRI RAHMA DEWI; NUR AMRI HUSNA; DHIAN LULUH ROHMAWATI; SEPTY AULIA HELMAWATI; ANISA DWI SYABANI; FIRLIANA BUDIMAN
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Januari
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i1.627

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar pembelajaran intrakurikuler dan dilakukan di lingkungan sekolah yang bertujuan untuk mewadahi sekaligus meningkatkan minat, bakat, keterampilan dan kemampuan serta membantu proses perkembangan fisik peserta didik. Remaja, khususnya anggota pramuka, sering terlibat dalam kegiatan luar ruangan yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan matra terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa pramuka dalam menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Dalam kegiatan ini siswa diharapkan siswa dapat belajar memahami peraturan baris-berbaris, melatih ketahanan fisik, serta menumbuhkan tanggung jawab dan keberanian. Metode: pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 13 Depok dengan memberikan edukasi kepada 30 orang siswa melalui ceramah interaktif, demonstrasi pertolongan pertama, dan simulasi penanganan kondisi darurat. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 9,37 (SD = 1,752) sebelum menjadi 13,13 (SD = 1,570) setelah edukasi. Terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 3,76 poin setelah pelaksanaan intervensi. Kesimpulan: Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan siswa pramuka SMP Negeri 13 Depok dalam menjaga kesehatan dan menghadapi situasi darurat.
PPMAKSI (Pertolongan Pertama Pada Massa Aksi) Sebagai Upaya Penanganan Keselamatan Diri Saat Demonstrasi Dhian Luluh Rohmawati; Apri Rahma Dewi; Devina Alfiah Sutanti; Euis Ginitri Nabila; Nadia Nurjihan; Adya Alqasha
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/20vntg84

Abstract

Aksi unjuk rasa di Indonesia sering menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan bagi pesertanya.  Demonstrasi besar pada Agustus 2025, misalnya, menyebabkan banyak peserta mengalami cedera akibat gas air mata, benturan, dan kondisi lapangan yang tidak aman. Situasi ini menunjukkan pentingnya penanganan cepat melalui pertolongan pertama di lokasi kejadian. Pelatihan pertolongan pertama bagi peserta atau relawan medis menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampak cedera dan meningkatkan keselamatan selama aksi berlangsung. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya mahasiswa, dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat saat aksi unjuk rasa serta demonstrasi pada cidera pada luka terbuka, luka kepala, kejang atau epilepsy, penanganan paparan gas air mata atau zat kimia, kehilangan kesadaran sementara. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan, demonstrasi, dan pelatihan keterampilan pertolongan pertama secara tatap muka. Sasaran kegiatan adalah 35 mahasiswa Gerakan Perlawanan FISIP UPN “Veteran” Jakarta. Hasilnya adalah nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 8,17 menjadi 9,91, sikap dari 29,57 menjadi 31,49, perilaku dari 26,23 menjadi 34,83, dan kesiapan dari 1,11 menjadi 2,46. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi serta mampu mempraktikkan keterampilan dasar seperti membalut luka dan recovery position dengan baik. Kesimpulannya adalah pelatihan pertolongan pertama pada massa aksi terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapan peserta. Metode demonstrasi efektif membangun keterampilan praktis. Kegiatan serupa disarankan dilakukan rutin dan diperluas ke organisasi mahasiswa lain untuk memperkuat kesiapsiagaan dan keselamatan diri.
Edukasi Kesehatan Tentang Dampak Negatif Penggunaan Gadget Terhadap Tumbuh Kembang Balita Sri Melfa Damanik; Apri Rahma Dewi; Pandan Enggarwati; Nur Amri Husna; Dhian Luluh Rohmawati; Debora Justice Valentina
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/p94cw405

Abstract

Masa balita merupakan fase golden age yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan fisik, kognitif, dan psikososial anak. Stimulasi yang tepat pada usia ini sangat menentukan kualitas pribadi di masa depan. Pengasuhan dengan paparan gadget yang tidak terkontrol berkorelasi negatif terhadap kemampuan bicara dan sosialisasi anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM)ini adalah untuk mengoptimalisasi peran orang tua melalui peningkatan literasi mengenai dampak negatif penggunaan gadget terhadap tumbuh kembang  balita di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Pelaksanaan PKM ini melibatkan 35 orang tua di Posyandu Balita RW 02 Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Pendekatan yang digunakan adalah active and participatory learning yang mencakup tahapan asesmen awal (pre-test), intervensi edukasi melalui ceramah edukatif dan diskusi interaktif, serta evaluasi akhir (post-test). Hasilnya adalah tingkat pemahaman ibu mengalami peningkatan yang signifikan setelah pemberian edukasi kesehatan yaitu sebesar 78% (pengetahuan baik), 22% (pengetahuan cukup baik) dari sebelumnya 57,14% (pengetahuan baik, 31,43% (pengetahuan cukup), 11,43% (pengetahuan kurang). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif bertanya dan terlibat dalam kegiatan diskusi interaktif. Edukasi kesehatan ini efektif dalam membekali orang tua untuk lebih bijak dalam mendampingi anak menggunakan teknologi guna mencegah risiko tumbuh kembang anak seperti keterlambatan bicara (speech delay) dan gangguan sosialisasi pada anak.