Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kritik Terhadap Sistem Kerja dan Pola Hidup Kapitalistik Masyarakat Modern dalam Pengkhotbah 3:1-15: Studi Interdisipliner Satya Sawung Wirayudha; Rika Amelia Br. Pardede; Sulistiono
Student Evangelical Journal Aiming At Theological Interpretation Vol 3 No 1: SEJATI (Student Evangelical Journal Aiming at Theological Interpretation) 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69668/sejati.v3i1.215

Abstract

This study aims to analyze Ecclesiastes 3:1–15 as a structural theological critique against the labor system and capitalistic lifestyle of modern society. This qualitative research applies an interdisciplinary hermeneutical approach. The analytical procedure is carried out systematically through four operational stages: textual-philological exegesis of the Masoretic text, theological contextualization (Fides Quaerens Intellectum), integration of social theology, and dialectical synthesis with critical sociology and contemporary philosophy. The findings indicate a fundamental clash between divine temporality, which is cyclic and organic, and capitalistic temporality, which is linear and instrumental. Through the concepts of time (‘et), eternity (‘olam), and justice for the pursued (nirdāp), this ancient text radically deconstructs modern pathologies such as social acceleration, labor alienation, time commodification, and the burnout epidemic institutionalized by neoliberal market structures. This study concludes that the concept of time in Ecclesiastes 3:1–15 functions as a theological-political manifesto that rejects the reduction of human ontological dignity to a mere economic commodity. Consequently, churches, particularly in Indonesia, are called to correct prosperity theology and develop a humanist, prophetic, and transformative social praxis.
Pemikiran Teologis Tentang Hari Tuhan dalam Kitab Yoel dan Korelasinya  dalam Kitab Wahyu: Pandangan di Era 5.0 Sulistiono; Teguh Bowo Sembodo; Sapto Sunariyanti
Jurnal Teologi Trinity Vol. 3 No. 2 (2026): Regular Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Trinity Parapat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62494/jtt.v3i2.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran teologis tentang “Hari Tuhan” dalam Kitab Yoel, mengkaji korelasinya dengan Kitab Wahyu melalui pendekatan intertekstual dan teologi biblika, serta menjelaskan relevansinya bagi iman Kristen di tengah tantangan Era 5.0. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), kajian ini berfokus pada hermeneutika biblika terhadap teks primer Alkitab dan literatur teologis terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Hari Tuhan mengalami eskalasi progresif dari skala historis-nasional berupa penghukuman dan pemulihan kovenan dalam Yoel menjadi eskatologis-kosmik yang final dalam Wahyu. Di Era 5.0, pola ini menjadi kerangka etis dan spiritual untuk menanggapi kecemasan digital dan krisis makna. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada integrasi kesinambungan intertekstual yang membuktikan bahwa keadilan penghakiman Allah selalu bermuara pada pemulihan kualitatif seluruh ciptaan baru (kainos) secara utuh.
ANUGERAH YANG MENDAHULUI: DIALEKTIKA ANTARA KEHENDAK ILAHI DAN KESADARAN MANUSIA DALAM TEOLOGI KONTEKSTUAL INDONESIA Sulistiono Sulistiono; Sapto Sunariyanti; Teguh Bowo Sembodo
Jurnal STT Gamaliel Vol 8, No 1 (2026): Jurnal Gamaliel Vol. 8 No. 1 Maret 2026
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v8i1.430

Abstract

Penelitian ini membahas dialektika antara kehendak ilahi dan kesadaran manusia dalam teologi kontekstual Indonesia melalui konsep anugerah yang mendahului. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana anugerah ilahi bekerja sebelum kesadaran manusia terbentuk, serta bagaimana hal ini membentuk spiritualitas kontekstual umat Kristen Indonesia. Tujuan penelitian adalah menafsirkan ulang makna anugerah sebagai prinsip relasional antara kasih Allah dan tanggapan manusia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan refleksi teologis-hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anugerah bukan sekadar doktrin soteriologis, tetapi realitas yang memperbarui kesadaran iman dan praksis sosial gereja. Kesimpulannya, anugerah yang mendahului menjadi dasar bagi teologi yang hidup, dialogis, dan relevan bagi konteks Indonesia.
Pendampingan Berkelanjutan Berbasis Pemuridan Strategi Gereja Kristen Nazarene Agape dalam Menyeimbangkan Kehidupan Studi, Pelayanan, dan Peningkatan Kualitas Akademik Sulistiono; Jonidius Illu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Mangentang Vol. 2 No. 2 (2025): MANGENTANG: November 2025
Publisher : Vieka Wahana Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63248/mangentang.v2i2.163

Abstract

Abstract New students often struggle to balance academic demands, service commitments, and personal development needs. These conditions often cause stress, which affects academic achievement and character development. To address these issues, the Agape Nazarene Christian Church implemented a Continuous Discipleship-Based Mentoring program. The program aims to develop a mentoring pattern that helps new students balance their studies, service, and academic performance through a focused discipleship strategy. The research method is a descriptive qualitative case study, and the implementation methods include small group meetings, spiritual mentoring, and student involvement in social service. Activities were carried out twice a week, focusing on Bible teaching, discussion, and ministry practice. The results showed increases in discipline, time management, and academic skills, as well as a strengthening of students' spiritual character. Students also experienced growth in social awareness and positive community bonds. The program's outputs were contextual discipleship modules and program documentation that could be used to sustain the program. Thus, this program demonstrated the effectiveness of continuous discipleship as a holistic development strategy for new students while strengthening the identity of the Nazarene Church as a community that shapes Christ's disciples.  Abstrak Mahasiswa baru kerap menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik, komitmen pelayanan, dan kebutuhan pengembangan diri. Kondisi tersebut sering menimbulkan tekanan yang berdampak pada capaian studi dan pembentukan karakter. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab persoalan tersebut melalui program Pendampingan Berkelanjutan Berbasis Pemuridan di Gereja Kristen Nazarene Agape. Tujuan program ini adalah membangun pola pembinaan yang menolong mahasiswa baru menyeimbangkan studi, pelayanan, dan kualitas akademik melalui strategi pemuridan yang terarah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, sedangkan metode pelaksanaan meliputi pertemuan kelompok kecil, mentoring rohani, serta keterlibatan mahasiswa dalam pelayanan sosial. Kegiatan dilaksanakan secara rutin dua kali seminggu, dengan fokus pada pengajaran Alkitab, diskusi, dan praktik pelayanan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan, manajemen waktu, keterampilan akademik, serta penguatan karakter spiritual mahasiswa. Mahasiswa juga mengalami pertumbuhan dalam kepedulian sosial dan ikatan komunitas yang positif. Luaran kegiatan berupa modul pemuridan kontekstual dan dokumentasi program yang dapat digunakan untuk keberlanjutan kegiatan. Dengan demikian, program ini membuktikan bahwa pemuridan berkelanjutan efektif sebagai strategi pengembangan holistik mahasiswa baru, sekaligus memperkuat jati diri Gereja Nazarene sebagai komunitas pembentuk murid Kristus.
ANALISIS KRITIS TERHADAP POKOK-POKOK TEOLOGI JOHN WESLEY DARI PERSPEKTIF KRISTEN ORTODOKS TIMUR Sulistiono; Jeane Yosefa Tine
Jurnal Teologi RAI Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Teologi RAI - Edisi Agustus
Publisher : STT-RAI Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63276/jurnalrai.v3i2.155

Abstract

The theological position of John Wesley has long been debated, particularly regarding its affinity with Eastern Orthodox Christianity, which similarly emphasizes human transformation toward holiness. Although international scholarship has explored this relationship, a systematic theological evaluation of Wesley's thought from an Eastern Orthodox perspective remains scarce, especially within the context of Indonesian theological studies. This study aims to critically analyze the principal theological doctrines of John Wesley and evaluate them from the perspective of Eastern Orthodox Christianity. Employing a qualitative library research approach, the study examines John Wesley's writings, Holy Scripture, Wesleyan theological literature, the writings of the Church Fathers, and major Eastern Orthodox theological sources through descriptive and comparative analysis. The novelty of this research lies in its systematic engagement between the Wesleyan-Nazarene theological tradition and Eastern Orthodox theology within Indonesian academic discourse, while applying Holy Tradition, the teachings of the Church Fathers, and the Ecumenical Councils as evaluative theological criteria. The findings reveal significant theological convergences, particularly concerning divine love, human free will, moral transformation, and growth in holiness. Nevertheless, substantial differences remain regarding the authority of Holy Tradition, the doctrine of original sin, the theological function of religious experience, and the understanding of salvation. The study concludes that Wesley's theology demonstrates a closer affinity to Eastern Orthodox Christianity than many other Protestant traditions, yet it cannot be fully identified with Eastern Orthodoxy because fundamental structural differences require continued critical theological evaluation.