Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Effect of Trichosanthes cucumerina Methanol Extract on CRP and Fibrinogen Levels in Diabetic Ulcer Rat Models Shafriani, Nazula Rahma; Astuti, Tri Dyah; Amri, Shofy Farha Aulia; Permana, Riski Aditya; Fridhoriansyah, Zuvi; Maharani, Intan
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2024.132.493-496

Abstract

Diabetic ulcers can be fatal for people with long-term diabetes. This is caused by the spread of diabetic ulcers and inadequate care for the wound, which can induce an infection and even death. This study aims to determine inflammatory markers, specifically fibrinogen and C-Reactive Protein (CRP), as indicators of healing, particularly in a rat model of diabetic ulcers treated with Trichosanthes cucumerina methanol extract. The methods used were making extracts, measuring blood glucose levels, measuring CRP, and measuring fibrinogen levels in 25 male Wistar rats. Based on the results of glucose and fibrinogen examinations in all groups before treatment and after treatment, it showed a decrease in glucose and fibrinogen levels. Meanwhile, the results of CRP examinations, before and after treatment did not show any differences. The results of statistical analysis showed that there was a significant difference of p<0.05 in pre and post glucose, as well as pre and post fibrinogen.The extract that reduced fibrinogen levels the most was group 3 with 500 mg/KgBW. Meanwhile, CRP levels before and after treatment did not show a decrease.
Perbedaan Teknik Homogenisasi Inversi 10 Kali, Teknik Angka Delapan Dan Blood Roller Mixer Terhadap Jumlah Trombosit Pada Alat Hematology Analyzer Aziizah, Nurul; Astuti, Tri Dyah; Ratih, Woro Umi
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.17228

Abstract

Homogenisasi merupakan proses pencampuran secara merata antara darah dengan antikoagulan. Beberapa laboratorium melakukan homogenisasi secara otomatis akan tetapi tidak semua fasilitas kesehatan memiliki alat automatis blood roller mixer sehingga homogenisasi sampel masih dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan teknik homogenisasi inversi 10 kali, teknik angka delapan dan blood roller mixer terhadap jumlah trombosit pada alat hematology analyzer. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 mahasiswi semester delapan D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan teknik pengambilan purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji One way anova dan Paired Sample T test. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata jumlah trombosit yang dihomogenkan dengan teknik angka delapan lebih besar yaitu sebanyak 350 x 103/mL dibandingkan dengan sampel darah yang dihomogenkan dengan teknik inversi 10 kali yaitu sebanyak 348,87 x 103/mL dan menggunakan blood roller mixer sebanyak 343,03 x 103/mL. Didapatkan nilai p > 0,05 baik dari hasil uji One way anova maupun Paired Sample T Test. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan hasil pemeriksaan  jumlah trombosit dari sampel yang dihomogenisasi dengan teknik  inversi 10 kali,  angka delapan dan blood roller mixer.
PERBANDINGAN KADAR ERITROSIT DAN HEMATOKRIT DARAH EDTA YANG SEGERA DIPERIKSA DAN DITUNDA SELAMA 1, 2 DAN 3 JAM Yanti, Okta Wilda; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43368

Abstract

Pemeriksaan hematologi dilaboratorium cukup sering dilakukan, seperti kadar darah hemoglobin, hematokrit, indeks sel darah merah, jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih dan jumlah trombosit. Pemeriksaan hematologi digunakan sebagai dasar perawatan pasien. Oleh karena itu pemeriksaan hematologi ini harus dilakukan dengan baik dan benar terutama pada sampel darah yang sudah diambil harus segera dilakukan pemeriksaan, karena stabilitas sampel dapat berubah. Waktu tunda mempengaruhi jumlah sel darah merah, dan semakin lama penundaan, semakin rendah jumlah sel, karena sel mengalami hemolisis atau kematian selama penundaan, dan sel mengalami perubahan biokimia, biomekanik dan reaksi imunologi yang menyebabkan kerusakan struktural dan morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nilai eritrosit dan hematokrit yang diperiksa segera dan ditunda selama 1,2 dan 3 jam. Peneltian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Quasi experiment design pada 10 reponden yang diambil darahnya secara Accidental sampling. Sampel yang diambil yaitu mahasiswa TLM angkatan 2017, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan hasil uji One Way Anova pada pemeriksaan eritrosit menunjukan nilai.Sig 0.417> ???? (0.05) adapun pada pemeriksaan hematokrit menunjukan nilai .Sig 0.502 > ???? (0.05). Demikian dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada pemeriksaan jumlah eritrosit dan hematokrit terhadap perlakuan sampel segera diperiksa maupun ditunda selama 1, 2, dan 3 jam.
ANALISIS KONTROL KUALITAS PEMERIKSAAN TROMBOSIT DAN LEUKOSIT Farikha, Nuzhatul Sabrina; Astuti, Tri Dyah; Hadi, Wahid Syamsul
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1091

Abstract

Latar Belakang: Pemantapan Mutu Internal (PMI) pada laboratorium dilakukan untuk mencegah dan mengurangi kejadian error atau penyimpangan agar didapatkan hasil yang tepat. Pemeriksaan darah rutin merupakan salah satu pemeriksaan yang sering dilakukan di laboratorium. Pemeriksaan ini menggunakan alat hematology analyzer yang dapat melakukan kesalahan baca pada trombosit dan leukosit. untuk mendapatkan hasil yang tepat pada pemeriksaan, maka dilakukan suatu upaya dengan kontrol kualitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil kontrol kualitas berupa akurasi, presisi, grafik kontrol levey jenning dan aturan westgard, serta nilai sigma metrik. Metode:  penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan kontrol kualitas trombosit dan leukosit pada bulan Oktober, November dan Desember 2022. Hasil: Nilai bias pada pemeriksaan trombosit adalah -5,07%, -6,69% dan -1,74%, pemeriksaan leukosit adalah -1,11%, -0,14% dan -1,97%. Nilai CV pada pemeriksaan trombosit adalah 3,97%, 2,63%, dan 3,57% sedangkan pada pemeriksaan leukosit adalah 2,53%, 2,25% dan 1,72%. Evaluasi grafik kontrol levey jenning dan aturan westgard didapatkan nilai kontrol yang keluar dari batas 2SD dan mendapatkan aturan 12S. Nilai sigma metrik pada pemeriksaan trombosit dan leukosit didapatkan nilai sigma >6. Saran:Tetap menjaga dan meningkatkan akurasi dan presisi pemeriksaan trombosit dan leukosit yang dengan selalu memeriksa kualitas bahan kontrol dan alat yang digunakan, menjaga kestabilan instrument, kestabilan suhu, melakukan kalibrasi, dan melalukan pemeriksaan dengan tepat.Kata Kunci : Kontrol Kualitas, Aturan Westgard, Sigma Metrik
Pemberian Ekstrak Methanol Trichosanthes cucumerina terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Ulkus Diabetikum Sahwahita, Milanisti Naurah; Astuti, Tri Dyah; Ratih, Woro Umi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/4k6yb202

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis dengan komplikasi seperti ulkus diabetikum dan keruskan hati, yang ditandai dengan peningkatan SGOT dan SGPT. Terapi obat oral dapat menimbulkan efek samping, sehingga penggunaan tanaman herbal Trichosanthes cucumerina menjadi alternatif. Trichosanthes cucumerina mengandung senyawa antioksidan flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, carotenoid, alkaloid, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak methanol Trichosanthes cucumerina terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus ulkus diabetikum. Manfaat penelitian ini untuk membuktikan bahwa Trichosanthes cucumerina sebagai tanaman alternatif yang memiliki efek hepatoprotektif yang didapatkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut methanol. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain pre and post nonequivalent control group dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 tikus putih (Rattus norvegicus) dibagi menjadi lima kelompok, yaitu tiga kelompok perlakuan diberi ekstrak dengan dosis 125, 250, dan 500 mg/kgBB, dengan dua kelompok kontrol. Kontrol positif (metformin 150mg/kgBB dan amoxcillin 4mg/kgBB) dan kontrol negatif. Masing-masing kelompok diberi perlakuan selama 14 hari. Pemeriksaan SGOT dan SGPT menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis Thermo Scientific Genesys 150. Data berdistribusi normal dan dianalisis dengan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan kadar SGOT dan SGPT setelah pemberian ekstrak methanol Trichosanthes cucumerina pada tikus ulkus diabetikum (p<0,05). Penurunan terjadi pada seluruh dosis ekstrak yang diberikan. Dosis 500mg/kgBB menjadi dosis paling optimal, karena kandungan senyawa antioksidan yang bersifat hepatoprotektor. Efek hepatprotektor diduga berasal dari senyawa seperti flavonoid, saponin, dan triterpenoid.
Pemberian Ekstrak Methanol Trichosanthes cucumerina terhadap Kadar Glukosa dan Prothrombine Time (PT) pada Tikus Ulkus Diabetikum Permana, Riski Aditya; Astuti, Tri Dyah; Shafriani, Nazula Rahma
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/16e50427

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi seperti ulkus diabetikum yang berujung gangguan koagulasi dan memengaruhi keseimbangan hemostasis, sehingga penderita berada dalam kondisi hiperkoagulasi. Gangguan penyembuhan luka pada kondisi ini berkaitan dengan kadar glukosa darah tinggi dan hiperkoagulasi yang ditandai dengan pemendekan PT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol Trichosanthes cucumerina terhadap kadar glukosa darah dan PT pada tikus putih (Rattus novergicus) ulkus diabetikum, sedangkan manfaat penelitian ini untuk mengetahui antidibetes dan anti inflamasi pada ekstrak metanol Trichosanthes cucumerina. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan desain pre test and post test one group design dan teknik purposive sampling. Sampel terdiri dari 30 tikus jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu tiga kelompok perlakuan (125, 250, dan 500 mg/KgBB) dan dua kelompok kontrol yaitu kontrol positif diberi metformin 150 mg/KgBB dan amoxicillin 4 mg/KgBB, sedangkan kontrol negatif tidak diberi perlakuan. Pemeriksaan  kadar  glukosa  menggunakan alat Point of care test dan PT menggunakan  alat Coagulatian Analyzer semi-otomatis MD Pacific TS6000. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak pare belut menurunkan kadar glukosa darah dan menormalkan PT secara signifikan (p<0,05). Dosis 500 mg/KgBB paling efektif menurunkan glukosa darah, sementara dosis 125 mg/KgBB efektif dalam menormalkan PT. Kesimpulan penelitian ini yakni ekstrak pare belut berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan PT pada tikus ulkus diabetikum.
fast track: Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Pare Belut (Trichosanthes cucumerina) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli Penyebab Infeksi Ulkus Diabetikum Batubara, Zalhan Abiyyu; Astuti, Tri Dyah; Probowati, Wiwit
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis diabetes melitus yang rentan mengalami infeksi oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli . Resistensi terhadap antibiotik mendorong pemanfaatan alternatif antibakteri dari bahan alam, salah satunya adalah tanaman pare belut ( Trichosanthes cucumerina ). Buah tanaman ini diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak buah pare belut terhadap S. aureus dan E. coli penyebab infeksi ulkus diabetikum. Desain penelitian ini adalah eksperimen in-vitro dengan pendekatan post-test only, menggunakan metode Kirby-Bauer. Ekstrak diuji pada konsentrasi 12,5%, 25%, dan 50%, disertai kontrol positif (Gentamisin dan Siprofloksasin) serta kontrol negatif (Aquades). Zona hambat digunakan sebagai indikator aktivitas antibakteri. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak buah pare belut lebih efektif terhadap S. aureus (kategori intermediet) dibandingkan E. coli (kategori resisten), dengan peningkatan daya hambat seiring peningkatan konsentrasi. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak sebagai antibakteri alami, meskipun efektivitasnya belum menyamai standar antibiotik. Perbandingan dengan bagian lain dari tanaman pare belut seperti biji, daun, dan batang menunjukkan zona hambat yang lebih besar. Penelitian lanjutan disarankan dengan konsentrasi di atas 50% atau kombinasi antarbagian tanaman untuk meningkatkan efektivitas antibakteri.
Identifikasi Parasit Usus pada Pekerja Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan Yogyakarta Fajri, Muhammad; Putri, Novita Eka; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi parasit usus adalah penyakit yang diakibatkan parasit seperti protozoa maupun cacing pada usus manusia. Penyakit ini bisa berkisar dari ringan hingga berat serta bisa berakibat pada kematian. Masalah yang timbul meliputi penurunan kesehatan, gizi, kecerdasan, serta produktivitas. Pekerja pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yaitu kelompok yang berisiko pada penyakit ini sebab minimnya pemakaian Alat Pelindung Diri serta kebersihan individu yang buruk sehingga memicu infeksi parasit usus. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi parasit usus pada pekerja TPA Piyungan Yogyakarta melalui metode natif dengan pengecatan eosin 2%. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif menggunakan pendekatan cross sectional serta melibatkan pekerja TPA Piyungan Yogyakarta untuk menjadi responden. Hasil penelitian menunjukkan dari 22 sampel feses, 9 (40.9%) pekerja terinfeksi Ascaris lumbricoides, 1 (4.5%) terinfeksi Entamoeba histolytica, dan 12 (54.5%) tidak terinfeksi.
Gambaran Profil Hematologi Pada Ibu Hamil di Puskesmas Pleret Iskandar, Nabilah Roja; Ismarwati, Ismarwati; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan fisiologis di dalam tubuh yang mengakibatkan terganggunya distribusi oksigen oleh darah ke seluruh tubuh. Puskesmas Pleret memiliki jumlah ibu hamil dengan anemia tertinggi sebesar 11,32% di Bantul. Berdasarkan tingginya insidensi, maka tujuan penelitian ini mendeskripsikan gambaran profil hematologi pada ibu hamil di Puskesmas Pleret. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan laboratorium darah lengkap pada tahun 2023. Sampel berjumlah 87 ibu hamil data rekam medis yang lengkap. Kadar eritrosit rendah sebagian besar ditemukan pada ibu hamil dengan kelompok usia 20-35 tahun (19,5%), berada pada usia kehamilan Trimester III (44,8%). Kadar hemoglobin rendah sebagian besar ditemukan pada ibu hamil dengan kelompok usia >35 tahun (21,8%), berada pada usia kehamilan Trimeter III (47,1%). Kadar hematokrit rendah sebagian besar ditemukan pada ibu hamil dengan kelompok usia >35 tahun (24,1%), berada pada usia kehamilan Trimester III (54,0%). Gambaran profil hematologi secara fisiologis menurun. Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai faktor penyebab anemia pada ibu hamil.
PERBEDAAN MORFOLOGI NEUTROFIL DAN LIMFOSIT PADA APUSAN DARAH TEPI METODE GIEMSA MENGGUNAKAN BUFFER FOSFAT, AQUADEST DAN NaCl FISIOLOGIS Mustafa, Arjun; Astuti, Tri Dyah; Widyantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32041

Abstract

Pewarna giemsa untuk sediaan darah menggunakan pengencer larutan buffer fosfat. Buffer fosfat dapat diganti dengan larutan pengencer lain asalkan memiliki sifat buffer dan pH yang sesuai dengan larutan penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan morfologi neutrofil dan limfosit pada apusan darah tepi dengan giemsa yang diencerkan buffer fosfat, aquadest dan Nacl fisiologis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Besar sampel yang di gunakan untuk penelitian ini adalah 1 sampel dengan 9 kali pengulangan dan 3 perlakuan yang berbeda. Analisis data dilakukan dengan uji statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk karna sampel kurang dari 50 dan didapatkan hasil terdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji kruskal wallis menggunakan SPSS. Variabel terikat penelitian yaitu neutrofil dan limfosit hasil pewarnaan. Variabel bebas penelitian yaitu larutan buffer fosfat, aquadest dan NaCl fisiologis. Hasil pengamatan morfologi neutrofil dan limfosit dengan giemsa yang diencerkan buffer fosfat ditemukan semua morfologi dalam kategori baik (100%). Giemsa yang diencerkan aquadest ditemukan morfologi neutrofil 78% dan 100% limfosit kategori baik. Giemsa yang diencerkan NaCl fisiologis ditemukan morfologi neutrofil 22% dan 44% limfosit kategori baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan hasil morfologi neutrofil dan limfosit pada apusan darah tepi dengan giemsa yang diencerkan buffer fosfat, aquadest dan NaCl fisiologis dengan nilai sig (p-value) sebesar 0,000 (<0,05).