Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Program E-Peken Dalam Mendukung Digitalisasi Dan Peningkatan Kesejahteraan Umkm Di Kota Surabaya Winda Dwi Cahyani; Safaura Meysa Putri Adhiatsa; Muhammad Naufal Firzatullah Jatmiko; Cahaya Fatihah; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja program E-Peken dalam mendukung digitalisasi dan pemasaran UMKM di Kota Surabaya. E-Peken adalah platform digital yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai inovasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui sistem perdagangan daring, khususnya pasca pandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan evaluasi formal dengan studi literatur, mengacu pada kriteria evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah, dokumen resmi pemerintah, dan penelitian sebelumnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program E-Peken efektif mendorong digitalisasi UMKM, memperluas akses pasar, dan meningkatkan omzet bagi pelaku UMKM yang aktif menggunakan platform ini. Namun, terdapat kendala seperti partisipasi UMKM yang masih rendah dibandingkan total sasaran, keterbatasan fitur aplikasi, kurangnya sosialisasi dan pendampingan, serta minimnya partisipasi masyarakat umum sebagai konsumen di luar Aparatur Sipil Negara. Secara keseluruhan, program ini dinilai cukup tepat dan relevan sebagai solusi transformasi digital UMKM di Surabaya serta mendukung pemulihan ekonomi lokal. Rekomendasi diarahkan untuk optimalisasi program melalui peningkatan sosialisasi, pengembangan fitur aplikasi, perkuatan kolaborasi antarinstansi, dan perluasan strategi pemasaran agar manfaat dapat dirasakan lebih luas dan merata oleh seluruh pelaku UMKM.
Evaluasi Program Feeder Wira-Wiri Sebagai Transportasi Umum Terintegrasi di Kota Surabaya Syaroni; Intan Putri; Aliza Putri Amelia; Muhammad Fauzan Al Angsyari; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6505

Abstract

Transportasi publik memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan serta mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan Program Feeder Wira Wiri Suroboyo sebagai layanan transportasi pengumpan yang bertujuan memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan konektivitas antarmoda, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target 11.2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan implementasi Program Feeder Wira Wiri Suroboyo berdasarkan pendekatan evaluasi formal menurut William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis evaluasi formatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Feeder Wira Wiri Suroboyo telah menunjukkan implementasi yang cukup efektif dalam mendukung konektivitas transportasi publik melalui 12 koridor aktif. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, seperti ketidaksinkronan jadwal antarmoda, keterbatasan armada cadangan, serta distribusi layanan yang belum sepenuhnya merata, terutama pada wilayah Surabaya Utara. Secara keseluruhan, program ini dinilai cukup efektif, efisien, memadai, merata, responsif, dan tepat sasaran, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek operasional guna mengoptimalkan kontribusinya terhadap pembangunan transportasi perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Evaluasi Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya Nur Intan Agustriani Ginting; Siti Nur Fahreza Irena; Anggi Defira Marchegiani; Nasywa Aulia Sabrina; Tauran; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6522

Abstract

Kemiskinan dan keterbatasan akses hunian layak masih menjadi persoalan di kawasan padat perkotaan, termasuk di Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan menilai keberhasilan, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan rekomendasi kebijakan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data primer (wawancara) dan sekunder (dokumen dan literatur), dikumpulkan melalui triangulasi dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Evaluasi mengacu pada enam indikator William Dunn: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil menunjukkan program sangat efektif dan responsif, dengan 100% rumah terverifikasi berhasil direnovasi dan tepat sasaran bagi warga miskin (gakin) dan pra-miskin (pramis). Namun, efisiensi, kecukupan, dan pemerataan masih terbatas akibat birokrasi panjang, anggaran yang hanya mencakup sekitar ± 60% usulan, serta distribusi bantuan yang baru menjangkau ± 25% RW dan ± 6% RT. Kendala utama lainnya adalah legalitas lahan, karena banyak rumah berdiri di atas tanah milik PT KAI. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas sektor terkait legalitas lahan, peningkatan transparansi birokrasi, perluasan pendanaan melalui CSR, serta sosialisasi yang lebih intensif.
Analisis Kebijakan Kerja Layak bagi Pekerja UMKM di Kota Yogyakrta Nathasya Aura Thirrany; Mayada Putri Lalia; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6558

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam mendukung perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya dalam membuka peluang kerja dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Dengan berkembangnya teknologi digital yang semakin pesat, UMKM perlu menyesuaikan diri agar mampu bertahan sekaligus bersaing di tengah perkembangan ekonomi modern. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan pengembangan UMKM di Kota Yogyakarta serta mengetahui kontribusinya terhadap terciptanya pekerjaan yang layak bagi tenaga kerja UMKM. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah, publikasi pemerintah, serta laporan statistik resmi selama periode 2020–2025. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan proses penyederhanaan data, penyampaian data, dan kemudian menarik kesimpulan. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa digitalisasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung perkembangan UMKM di Yogyakarta. Program pemerintah, seperti Sibakul Jogja, dinilai mampu membantu pelaku UMKM dalam memperluas pemasaran, memperoleh pendampingan usaha, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha. Jumlah UMKM yang terlibat dalam program tersebut meningkat dari 253.890 unit pada tahun 2022 meningkat 346.757 unit di tahun 2023, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya penggunaan teknologi digital. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan, seperti rendahnya kemampuan literasi digital, minimnya inovasi produk, dan koordinasi antarinstansi yang belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas digital, penguatan inovasi usaha, dan kebijakan perlindungan tenaga kerja perlu terus dikembangkan guna mendukung pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan serta terciptanya pekerjaan yang layak.
Peran Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai Instrumen Kebijakan dalam Pengurangan Kemiskinan di Kota Surabaya Attina Aulia Rahma; Sarah Nurlaily; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1337

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai instrumen kebijakan pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Surabaya. Kemiskinan masih menjadi tantangan sosial-ekonomi yang terus berlangsung di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Surabaya, terutama di tengah guncangan ekonomi seperti pandemi COVID-19 yang meningkatkan kerentanan rumah tangga dan ketidakstabilan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BLT sebagai instrumen kebijakan dalam mengurangi kemiskinan di Kota Surabaya serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menggunakan kriteria seleksi yang jelas seperti relevansi terhadap pengentasan kemiskinan, publikasi pada jurnal bereputasi atau laporan resmi pemerintah, kebaruan data, dan kredibilitas metodologi. Data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, laporan pemerintah, dan data statistik resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BLT memiliki peran signifikan dalam mendukung rumah tangga berpendapatan rendah melalui pemenuhan kebutuhan dasar, menjaga stabilitas konsumsi, dan mengurangi kerentanan ekonomi, terutama pada masa krisis. BLT juga berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang efektif untuk mencegah penurunan kesejahteraan yang lebih lanjut. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti ketidaktepatan sasaran penerima, keterbatasan dan ketidakmutakhiran data kemiskinan, serta sifat bantuan yang sementara sehingga membatasi dampak jangka panjangnya. Temuan ini mengimplikasikan bahwa meskipun BLT efektif dalam pengentasan kemiskinan jangka pendek, keberlanjutannya sangat bergantung pada integrasi dengan program pemberdayaan ekonomi, peningkatan sistem data berbasis digital, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat guna mewujudkan ketahanan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Evaluasi Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Astrella Vanindya Sheren; Annisa Hangesti Prihaningrum; Beryl Shira Filiandri; Risma Tria Syahrani; Tauran Tauran; Wilda Sumarsyah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Negeri Surabaya menggunakan kriteria evaluasi OECD Development Assistance Committee (OECD-DAC) yang meliputi enam dimensi: relevansi, koherensi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis evaluasi on-going, yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola program KIP-K di tingkat universitas serta mahasiswa penerima bantuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KIP-K memiliki relevansi yang tinggi terhadap kebutuhan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dibuktikan dengan besarnya jumlah pengusul bantuan dibandingkan kuota yang tersedia. Program ini juga selaras dengan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Meskipun demikian, implementasi program masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain ketidaktepatan sasaran penerima yang mencapai sekitar 30%, keterlambatan pencairan bantuan, belum terintegrasinya sistem informasi antara unit pengelola, serta keterbatasan sumber daya manusia. Program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan studi, motivasi akademik, dan kondisi sosial mahasiswa penerima, namun keberlanjutannya masih memerlukan penguatan pada aspek tata kelola, validasi data, transparansi informasi, dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem verifikasi data, penyederhanaan prosedur administrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola program, serta evaluasi program secara berkala dan menyeluruh.
Evaluasi Program Bus Wisata Heritage Bandar Grissee Dalam Mendukung Pengembangan Wisata Heritage Gresik Nurhayati Nurhayati; Ahmad Zaki; Oktavia Kurnia Ramadhani; Nia Nur Qur’any Agustin; Tauran Tauran; Wilda Sumarsyah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Bus Wisata Heritage Bandar Grissee dalam mendukung pengembangan destinasi wisata warisan di Kabupaten Gresik. Program ini disusun sebagai inovasi dalam layanan publik untuk meningkatkan aksesibilitas di antara destinasi wisata heritage yang terdapat di wilayah Bandar Grissee. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluasi resmi dengan jenis evaluasi formatif serta merujuk pada enam kriteria evaluasi kebijakan yang diajukan oleh William N. Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan akurasi. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa program tersebut telah membawa dampak positif terhadap kenaikan jumlah pengunjung dan kemudahan akses layanan wisata. Namun, pelaksanaan program masih mengalami berbagai tantangan, seperti jumlah armada yang terbatas, digitalisasi layanan yang belum maksimal, efisiensi operasional yang rendah, serta aksesibilitas yang belum merata untuk kelompok rentan dan lokasi dengan infrastruktur jalan yang sempit. Secara keseluruhan, Program Bus Wisata Heritage Bandar Grissee dianggap efektif dan relevan sebagai solusi transportasi wisata heritage, namun masih membutuhkan pengembangan dalam aspek integrasi layanan, peningkatan kapasitas armada, penerapan sistem digital, dan penguatan konsep mobilitas wisata yang inklusif serta berkelanjutan agar tujuan pengembangan pariwisata lokal dapat dicapai secara optimal.  
Kolaborasi Pemerintah Dan Masyarakat Dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Berkelanjutan Widyawati Widyawati; Naura Syifa Aniendhita; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.700

Abstract

Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4, yang memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata, membutuhkan upaya sinergis yang melampaui kapasitas pemerintah, sehingga menuntut partisipasi aktif dari masyarakat sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh tata kelola kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat terhadap perwujudan pendidikan berkualitas berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan dari sampel purposif yang terdiri atas komite sekolah, tokoh masyarakat, dan aparatur pemerintah. Data empiris tersebut kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif, terutama melalui dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan pemahaman bersama, memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kualitas pendidikan. Penelitian ini mengisi kesenjangan pada literatur yang didominasi oleh metode deskriptif kualitatif dengan memberikan bukti statistik yang kuat mengenai bagaimana kolaborasi lintas sektor mempercepat pencapaian target S’G 4 di tingkat daerah.
Efektivitas Implementasi Kebijakan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam Upaya Pengurangan Kemiskinan Amelya Putri Christanty; Randita Ainun Guntari; Indah Prabawati; Wilda Sumarsyah
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1480

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi efektivitas implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam menurunkan tingkat kemiskinan agar kebijakan bantuan sosial dapat tepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meringankan biaya hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui pemberian bantuan pangan secara terarah dan berkelanjutan. Program ini berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi BPNT dalam mengurangi kemiskinan di Kecamatan Ngoro. Selain itu, program ini juga relevan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-1 (No Poverty) yang berfokus pada pengurangan kemiskinan dalam segala bentuk. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui tinjauan pustaka dan analisis dokumen, seperti laporan pelaksanaan program, peraturan terkait BPNT, dan statistik kemiskinan dari lembaga resmi terkait. Selain itu, studi ini dilengkapi dengan wawancara dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mengeksplorasi pengalaman, dan persepsi mereka mengenai implementasi program BPNT.
Analisis Program Vokasional SLB Putra Mandiri Surabaya Sintya Pramitasari; Zaakira Widhiwasa; Fazrul Ilham Syahreza; Fiona Putri Tampubolon; Naila Afilliya; Tauran; Wilda Sumarsyah
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.549

Abstract

Pendidikan vokasional memainkan peran strategis dalam meningkatkan kemandirian dan kesiapan kerja Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) (Sugiyono, 2019). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program vokasional serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di SLB Putra Mandiri, Kota Surabaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program vokasional dirancang secara sistematis, disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik melalui bidang keterampilan seperti aromaterapi, desain grafis, fotografi, hortikultura, batik ciprat, pengolahan pangan, teknologi informasi dan komunikasi, serta sablon. Program ini didukung oleh kurikulum berbasis fase yang adaptif dan komitmen sekolah terhadap pendidikan inklusif (Kemendikbud, 2021). Namun, pelaksanaannya terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia kompeten, sarana prasarana yang belum optimal, serta ketidakseimbangan peningkatan jumlah SLB dengan kualitas layanan vokasional di Indonesia. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan praktis, kemandirian, dan kesiapan kerja ABK, meskipun memerlukan peningkatan berkelanjutan.
Co-Authors Ahmad Fikri Naufal Akbar Ahmad Zaki Aliza Putri Amelia Alvian Pratista Hananto Amanda Adzkiyah Amelya Putri Christanty Andi Farera Anggi Ayu Wulandari Anggi Defira Marchegiani Anggita Cahyani Setyoningrum Anita Ayu Rahmawati Annisa Aulia Rahmah Annisa Hangesti Prihaningrum Arnelita Ayu Az-zahwa Astrella Vanindya Sheren Attina Aulia Rahma Beryl Shira Filiandri Blezend Syahrira Rona MayNando Cahaya Fatihah Cahya Amalia Zahra Dewi Arimbi Burhandani Piliang Dwi Khoirotul Utami Eka Nurul Amalia Elsa Wahyu Pertiwi Evana Clairina Heriyanto Fatma Anriyani Yusuf Faylla Apriliana Putri Fazrul Ilham Syahreza Fiona Putri Tampubolon Herdiani Romadhona Indah Prabawati Intan Putri Izza Mutia Aqila Lailatul Maeda Ramadhani Legina Ayu Puspita Mahesa Prawira Marini Muharwati Mayada Putri Lalia Muhamad Fatih Eko Cahyo Muhammad Chairil Umam Muhammad Fauzan Al Angsyari Muhammad Naufal Firzatullah Jatmiko Muhammad Zuhal Mafazi Nabil Nazhif Fikri Ahmad Nadia Ayu Ardiani Naflah Hekshala Purwanto Naila Afilliya Narizky Nur Fakhry Maulidina Nasya Firdaushaumy Nasywa Aulia Sabrina Nathasya Aura Thirrany Naura Syifa Aniendhita Nazwa Ansalna Rahmania Nazwa Septiana Nia Nur Qur’any Agustin Nur Intan Agustriani Ginting Nurhayati Nurhayati Oktavia Kurnia Ramadhani Randita Ainun Guntari Revalia Setiawan Risma Tria Syahrani Safaura Meysa Putri Adhiatsa Salma Shadiyah Salwa Apsyarini Nabilah Sarah Nurlaily Silvi Rahma Dhani Khoirunnisa Sintya Pramitasari Siti Nur Fahreza Irena Syaroni Talitha Rifqi Rizqullah Tauran Tauran, T. Vaneza Ayu Dwi Kirana Verysa Virgie Rahmadhani Widyawati Widyawati Winda Dwi Cahyani Yemima Chrisnanda Prasetyo Yesha Verlita Evelin Yunita Eka Dia Safitri Zaakira Widhiwasa Zahra Salsa Billa Zeni Fradita Sari