Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Takalar Sebagai Persiapan Dunia Kerja Maghfira, Inayah Al; Mardiah, Tatyana; Adelia, Adelia; Simanjuntak, Sri Yunita
Indonesian Journal on Education (IJoEd) in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.369

Abstract

Komunikasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia yang berperan dalam menyampaikan informasi, membangun hubungan sosial, serta mengembangkan diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa SMAN 1 Takalar mengenai pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis Google Form yang melibatkan 122 responden dari kelas XI dan XII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memberikan respon “setuju” dan “sangat setuju” pada aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta etika komunikasi. Persentase setuju dan sangat setuju bervariasi antara 67%–92% pada setiap pertanyaan, menunjukkan persepsi positif siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional. Namun, sekitar 8%–33% siswa masih menunjukkan ketidaksesuaian dalam memahami komunikasi formal. Kesimpulannya, etika komunikasi profesional berperan penting dalam membentuk kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.
Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida, Hamida; Hajrul, Andi Nurfiani; Afni, Afni; Islawati, Asti; Simanjuntak, Sri Yunita
Indonesian Journal on Education (IJoEd) in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.370

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja
Presepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah Smk Negeri 1 Bulukumba sebagai Persiapan Magang Fitriani, Fitriani; Fadila, Aulia Putri; Rohana, Alya; Claudya, Cindy; Simanjuntak, Sri Yunita
Indonesian Journal on Education (IJoEd) in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.372

Abstract

Dalam dunia pendidikan tinggi, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai penghubung yang mengkaitkan berbagai unsur dalam komunitas akademik, seperti mahasiswa, dosen dan staf administrasi. Namun, masih ditemukan rendahnya penerapan etika komunikasi profesional dlaam kegiatan magang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah kuantitaif deskriptif dengan Teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada siswa SMKN 1 Bulukumba. Data dianalisis dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki persepsi positif, ditunjukkan dengan lebih dari 50% responden menyatakan sangat setuju terhadap indikator komunikasi yang santun, jelas, serta menghargai pendapat orang lain, dan sisanya sebagian besar menyatakan setuju. Hal ini menunjukkan etika komunikasi profesional berperan penting dalam meningkatkan pemahaman siswa serta membentuk sikap profesional sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
Persepsi Siswa Terhadap Pentingnya Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan Sekolah SMKN 1 Enrekang Sebagai Persiapan Magang Hamida, Hamida; Hajrul, Andi Nurfiani; Afni, Afni; Islawati, Asti; Simanjuntak, Sri Yunita
Indonesian Journal on Education (IJoEd) in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.374

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tidak hanya menguasai keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga memiliki kemampuan soft skills yang memadai, salah satunya adalah etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah SMKN 1 Enrekang sebagai persiapan magang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada 22 siswa sebagai responden. Instrumen penelitian mencakup aspek kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memberikan penilaian positif dengan dominasi jawaban sangat setuju dan setuju pada setiap aspek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa siswa SMKN 1 Enrekang memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional, dan penguatan komunikasi profesional di lingkungan sekolah berperan penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja. Saran penguatan etika komunikasi profesional di sekolah terbukti berperan penting dalam membentuk kesiapan mental dan perilaku siswa dalam menghadapi kegiatan magang dan dunia kerja.
Persepsi Etika Komunikasi Profesional Siswa SMKN 1 Makassar dalam Menghadapi Dunia Kerja Andira Basir; Irayani Payu’; Purnama Ramadani Yudistira; Rini Virliani; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah sebagai persiapan menghadapi magang. Penelitian menggunakan metode survei dengan melibatkan 48 siswa sebagai responden, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang mencakup indikator kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media pembelajaran, serta etika dan empati guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan penilaian positif terhadap komunikasi yang dilakukan guru, yang dinilai mampu menyampaikan materi dengan jelas, memberikan kesempatan bertanya, menggunakan bahasa yang sopan, serta memanfaatkan media pembelajaran secara efektif untuk membantu pemahaman siswa. Dengan demikian, komunikasi profesional di sekolah telah berjalan dengan baik dan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja, khususnya dalam kegiatan magang.
Persepsi Siswa tentang Pentingnya Etika Komunikasi Profesional sebagai Persiapan Magang SMK Negeri 3 Gowa Suci Amelia Putri; Angelicha Florecita Rua; Windira Sapni; Andi Sri Indria Latifah; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Untuk mencapai hal tersebut, siswa perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung, termasuk etika komunikasi profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pentingnya etika komunikasi profesional dalam kesiapan magang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang mencakup kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, dan etika. Data dianalisis menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi yang baik terhadap etika komunikasi profesional. Siswa menyadari bahwa komunikasi yang sopan dan efektif dapat meningkatkan kepercayaan diri, mempermudah interaksi, serta mendukung kelancaran selama magang. Dengan demikian, etika komunikasi profesional menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja dan membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan kerja secara lebih baik.
Analisis Pola Komunikasi Siswa di SMA Negeri 5 Makassar Pada Era Digital Jannah, Rihul; Rahmadani, Endah; Anwar, Fahrizal; Farhan, Muhammad; Simanjuntak, Sri Yunita; Andri, Andri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37640

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pola komunikasi siswa di SMA Negeri 5 Makassar di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner Skala Likert untuk mengumpulkan data dari 22 partisipan. Menurut temuan penelitian, pola komunikasi siswa termasuk dalam kategori cukup baik/sedang, dengan skor rata-rata 65%. Media sosial merupakan alat utama untuk memperoleh informasi, sedangkan komunikasi informal lebih efektif dalam membina keakraban antar siswa. Meskipun demikian, komunikasi formal masih memiliki masalah seperti miskomunikasi dalam kerja kelompok dan kurangnya kepercayaan diri siswa saat berbicara dengan guru. Akibatnya, peningkatan keterampilan komunikasi formal diperlukan untuk mendorong pembelajaran yang efektif di era digital.
Pengembangan Budaya Literasi Siswa Sekolah Dasar melalui Pendekatan Membaca dan Media Audiovisual di UPT SPF SD Inpres Tidung II Makassar Safitri, Nahdatul; Nasir, Nasir; Ekaputri, Andi Rizka; Simanjuntak, Sri Yunita
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 3, Desember 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/gm06k918

Abstract

Budaya literasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan akademik dan pembentukan karakter siswa sejak pendidikan dasar. Namun, rendahnya minat membaca pada sebagian siswa masih menjadi tantangan dalam upaya penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa melalui berbagai pendekatan literasi di UPT SPF SD Inpres Tidung II Makassar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pendekatan persuasif melalui komunikasi dengan guru, kegiatan membaca langsung di perpustakaan sekolah, diskusi sederhana mengenai isi bacaan, serta penggunaan media audiovisual berupa film animasi dengan teks terjemahan sebagai alternatif strategi pembelajaran. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V sekolah dasar yang dilibatkan dalam aktivitas membaca dan diskusi literasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan membaca langsung melalui pemanfaatan perpustakaan mampu menarik minat sebagian siswa yang telah memiliki kebiasaan membaca. Namun demikian, metode tersebut belum mampu meningkatkan minat membaca seluruh siswa secara merata. Penggunaan media audiovisual menunjukkan respons yang lebih positif pada beberapa siswa yang sebelumnya kurang tertarik terhadap aktivitas membaca, sehingga secara bertahap mampu mendorong ketertarikan mereka terhadap teks dan cerita tertulis. Secara umum, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan budaya literasi pada siswa sekolah dasar memerlukan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan menarik agar dapat menjangkau karakteristik siswa yang beragam. Oleh karena itu, penguatan budaya literasi di sekolah dasar perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan yang inovatif dan kolaboratif.