Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sharing Session Tentang Toxic Productivity Bagi Kesehatan Mental Himpunan Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Makassar Simanjuntak, Sri Yunita; Abdi, Fahmi Surya; Putri, Andi Rizka Eka; Tenriyola, Andi Putri; Asmansyah, Asmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4024

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manfaat sharing session tentang toxic productivity bagi kesehatan mental himpunan mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran. Kegiatan ini dilakukan di Universitas Negeri Makassar, pada tanggal 31 Januari 2026, peserta kegiatan sharing session adalah himpunan mahasiswa Pendidikan administrasi perkantoran. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sharing session yang dilakukan tentang toxic productivity terkait kesehatan mahasiwa pada tanggal 31 Januari 2026 memberikan dampak positif pada mahasiswa himpunan karena mahasiswa menyadari bahwa beberapa aktivitas yang mereka masih berlebihan dan tidak positif, sehingga dibutuhkan untuk mengelolah aktivitas lebih baik dan terstruktur lagi.
Analisis Pola Komunikasi Siswa di SMK Muhammadiyah Mariowawo pada Era Digital Vadilah, Aulia Nur; Nurhalisa, Nurhalisa; Istiqamah, Mulfah Dwi; Akmal, Nur Akifah; Simanjuntak, Sri Yunita; Sampeali, Tari Yanti Jopri
Journal of Law, Economics, and Engineering Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan instrumen krusial dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mempersiapkan siswa untuk terjun ke dunia industri secara profesional. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola komunikasi siswa SMK Muhammadiyah Marioriwawo dalam konteks era digital dan dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 30 siswa. Fokus kajian mencakup penggunaan bahasa, pemanfaatan media sosial, serta dinamika interaksi guru-siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi informal mendominasi interaksi siswa, dengan bahasa gaul sebagai perekat identitas kelompok. Terjadi transformasi digital dalam akses informasi, di mana platform visual seperti Instagram dan TikTok lebih diminati daripada media konvensional, meski berisiko memicu miskomunikasi tugas daring. Kesimpulanny kepercayaan diri komunikasi siswa paling optimal muncul saat Praktik Kerja Lapangan (PKL), menunjukkan pengaruh kuat lingkungan kerja nyata. Namun, hambatan psikologis dalam interaksi formal dengan guru masih ditemukan, sehingga tatap muka tetap dianggap paling efektif untuk konsultasi akademik. Hal ini menegaskan perlunya strategi komunikasi adaptif guna menyiapkan siswa menghadapi tuntutan profesional dunia kerja.
Analisis Pola Komunikasi Siswa SMA Negeri 7 Luwu Salsa Apriansyah; Nurul Isra Handyani; Suci Indah Wardani; Nurul Aryani Bakri; Sri Yunita Simanjuntak; Sitti Nurul Wahdaniyah
Indonesian Journal on Education (IJoEd) in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.357

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Proses komunikasi yang efektif antara siswa dengan guru maupun antar sesama siswa sangat berperan dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Pentingnya komunikasi dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran di sekolah, khususnya dalam memahami pola komunikasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi siswa di SMA Negeri 7 Luwu, baik dalam interaksi dengan guru maupun teman sebaya, serta pengaruh media komunikasi terhadap efektivitas penyampaian pesan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tatap muka lebih efektif dibandingkan komunikasi digital, terutama dalam hal kejelasan penyampaian pendapat dan meminimalisir kesalahpahaman. Sementara itu, media sosial berperan penting sebagai sumber informasi, dan penggunaan bahasa gaul terbukti meningkatkan keakraban antar siswa. Namun, masih terdapat hambatan komunikasi berupa rasa segan siswa terhadap guru.