Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Sharing Session Tentang Toxic Productivity Bagi Kesehatan Mental Himpunan Mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Makassar Simanjuntak, Sri Yunita; Abdi, Fahmi Surya; Putri, Andi Rizka Eka; Tenriyola, Andi Putri; Asmansyah, Asmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4024

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manfaat sharing session tentang toxic productivity bagi kesehatan mental himpunan mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran. Kegiatan ini dilakukan di Universitas Negeri Makassar, pada tanggal 31 Januari 2026, peserta kegiatan sharing session adalah himpunan mahasiswa Pendidikan administrasi perkantoran. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sharing session yang dilakukan tentang toxic productivity terkait kesehatan mahasiwa pada tanggal 31 Januari 2026 memberikan dampak positif pada mahasiswa himpunan karena mahasiswa menyadari bahwa beberapa aktivitas yang mereka masih berlebihan dan tidak positif, sehingga dibutuhkan untuk mengelolah aktivitas lebih baik dan terstruktur lagi.
Analisis Pola Komunikasi Siswa di SMK Muhammadiyah Mariowawo pada Era Digital Vadilah, Aulia Nur; Nurhalisa, Nurhalisa; Istiqamah, Mulfah Dwi; Akmal, Nur Akifah; Simanjuntak, Sri Yunita; Sampeali, Tari Yanti Jopri
Journal of Law, Economics, and Engineering Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan instrumen krusial dalam dunia pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mempersiapkan siswa untuk terjun ke dunia industri secara profesional. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola komunikasi siswa SMK Muhammadiyah Marioriwawo dalam konteks era digital dan dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 30 siswa. Fokus kajian mencakup penggunaan bahasa, pemanfaatan media sosial, serta dinamika interaksi guru-siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi informal mendominasi interaksi siswa, dengan bahasa gaul sebagai perekat identitas kelompok. Terjadi transformasi digital dalam akses informasi, di mana platform visual seperti Instagram dan TikTok lebih diminati daripada media konvensional, meski berisiko memicu miskomunikasi tugas daring. Kesimpulanny kepercayaan diri komunikasi siswa paling optimal muncul saat Praktik Kerja Lapangan (PKL), menunjukkan pengaruh kuat lingkungan kerja nyata. Namun, hambatan psikologis dalam interaksi formal dengan guru masih ditemukan, sehingga tatap muka tetap dianggap paling efektif untuk konsultasi akademik. Hal ini menegaskan perlunya strategi komunikasi adaptif guna menyiapkan siswa menghadapi tuntutan profesional dunia kerja.
Analisis Pola Komunikasi Siswa SMA Negeri 7 Luwu Salsa Apriansyah; Nurul Isra Handyani; Suci Indah Wardani; Nurul Aryani Bakri; Sri Yunita Simanjuntak; Sitti Nurul Wahdaniyah
Indonesian Journal on Education (IJoEd) in progres
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ijoed.v2i4.357

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam kehidupan manusia, termasuk dalam lingkungan pendidikan. Proses komunikasi yang efektif antara siswa dengan guru maupun antar sesama siswa sangat berperan dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Pentingnya komunikasi dalam mendukung efektivitas proses pembelajaran di sekolah, khususnya dalam memahami pola komunikasi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola komunikasi siswa di SMA Negeri 7 Luwu, baik dalam interaksi dengan guru maupun teman sebaya, serta pengaruh media komunikasi terhadap efektivitas penyampaian pesan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tatap muka lebih efektif dibandingkan komunikasi digital, terutama dalam hal kejelasan penyampaian pendapat dan meminimalisir kesalahpahaman. Sementara itu, media sosial berperan penting sebagai sumber informasi, dan penggunaan bahasa gaul terbukti meningkatkan keakraban antar siswa. Namun, masih terdapat hambatan komunikasi berupa rasa segan siswa terhadap guru.  
ANALISIS POLA KOMUNIKASI SISWA SMK NEGERI 1 JENEPONTO Saltiva, Nurul Oriza; Antakhura, Lulu; Rezky, Nur Fadila; Shylvana, Ade Nayla; Simanjuntak, Sri Yunita
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi siswa SMK Negeri 1 Jeneponto di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa lebih dominan menggunakan media sosial dibandingkan komunikasi tatap muka. Namun, komunikasi langsung tetap lebih efektif dalam menghindari kesalahpahaman. Selain itu, pengalaman praktik kerja lapangan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi secara interpersonal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan keseimbangan antara komunikasi digital dan komunikasi langsung untuk menunjang kesiapan siswa menghadapi dunia kerja.
Persepsi Siswa tentang Etika Komunikasi Profesional di Lingkungan SMK Negeri 1 Pangkep Qaila Nur Ilyas; Fadly Saputra; Arsil Abadi; Fungky Febrianti; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didorong oleh kebutuhan mendasar dalam menguasai etika komunikasi profesional bagi siswa SMK sebagai bekal utama untuk menghadapi dunia kerja, terutama di tengah tantangan komunikasi digital yang lebih bersifat informal. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana pandangan siswa terhadap pentingnya etika komunikasi tersebut dalam meningkatkan kesiapan mereka untuk mengikuti program magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pemahaman dan sikap siswa terhadap penerapan norma-norma etika komunikasi profesional dalam lingkungan sekolah. Metodologi yang diterapkan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui survei. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner daring (Google Form) yang disampaikan kepada 20-25 siswa sebagai responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan persentase untuk menganalisis kecenderungan pandangan para responden. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan profil kesiapan siswa dalam dunia kerja dari segi keterampilan komunikasi.
Persepsi Siswa terhadap Etika Komunikasi Profesional di SMK Negeri 1 Maros Sahara Jumadi; Fausia Nurul Utami; Rizki Ramadhan; Muh Aidil; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi siswa tentang pentingnya etika komunikasi profesional di sekolah sebagai persiapan menghadapi dunia magang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 27 siswa kelas X dan XI di SMK Negeri 1 Maros. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk mengukur pemahaman, sikap, dan pengalaman siswa dalam berkomunikasi dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa memiliki persepsi positif terhadap penerapan etika komunikasi profesional. Guru dinilai komunikatif, responsif, serta menggunakan bahasa santun dan mudah dipahami. Pemanfaatan media digital seperti WhatsApp dan Google Classroom juga dinilai efektif mendukung komunikasi pembelajaran. Temuan menunjukkan komunikasi beretika mampu menciptakan suasana belajar kondusif, meningkatkan kepercayaan diri siswa, dan memperkuat hubungan guru-siswa. Dengan demikian, penguasaan etika komunikasi profesional menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja dan lingkungan profesional. Penelitian menegaskan pentingnya pembiasaan etika komunikasi sejak sekolah agar siswa siap menghadapi magang, membangun profesionalisme, serta meningkatkan hubungan sosial kerja di masa depan.
Persepsi Siswa terhadap Etika Komunikasi Profesional di SMAN 2 Jeneponto sebagai Persiapan Kerja Aulia Rustam; Azya Zahra B; Muh Nabil; Nur Sabila Maudya; Sri Yunita Simanjuntak; Nasaruddin
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap etika komunikasi profesional guru di SMA Negeri 2 Jeneponto sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner skala Likert yang diberikan kepada 23 siswa kelas X–XII. Instrumen penelitian mencakup empat dimensi, yaitu kejelasan informasi, komunikasi dua arah, penggunaan media, serta empati dan etika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa secara umum berada pada kategori positif dengan rata-rata skor 3,37 dari skala 4,00. Dimensi empati dan etika memperoleh skor tertinggi (3,50), sedangkan penggunaan media memperoleh skor terendah (3,23). Temuan ini menunjukkan bahwa guru telah menerapkan etika komunikasi profesional dengan baik, namun literasi komunikasi digital masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penguatan pembelajaran komunikasi profesional sebagai bekal siswa memasuki dunia kerja.
Persepsi Siswa terhadap Etika Komunikasi Profesional di SMKN 8 Makassar sebagai Persiapan Magang Andi Arief Ilham Mappadolli; Nabila Salsabila M; Andi Azizah Nur Aulia; Muhammad Haikal; Sri Yunita Simanjuntak
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan siswa mengenai krusialnya etika komunikasi profesional di lingkungan sekolah sebagai persiapan untuk kegiatan magang. Hubungan yang baik antara siswa dan guru menjadi faktor penting untuk menciptakan interaksi yang efektif dalam pendidikan, serta mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, di mana data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara online menggunakan Google Form. Penelitian berlangsung di SMK Negeri 8 Makassar dengan 21 siswa sebagai responden. Kuesioner terdiri dari enam pertanyaan yang berkaitan dengan komunikasi antara siswa dan guru serta pandangan siswa tentang etika komunikasi di sekolah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan disajikan dalam bentuk persentase dan diagram untuk menggambarkan hasil dari tanggapan responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pandangan positif terhadap pentingnya etika komunikasi profesional sebagai persiapan untuk menghadapi dunia kerja dan kegiatan magang.
Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Hak ANDIKPAS di LPKA Kelas II Pekanbaru Simanjuntak, Sri Yunita; Elfira, Elfira; Nurfadilah, Nurfadilah
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 16 No. 1 (2026): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol16No1.pp1-8

Abstract

This study is entitled: Supporting and Inhibiting Factors in the Implementation of ANDIKPAS Rights in the Class II Pekanbaru LPKA. This study was conducted at the Class II Pekanbaru Special Child Development Institution. The purpose of this study is to analyze the supporting and inhibiting factors in the implementation of ANDIKPAS rights in the Class II Pekanbaru LPKA. The results of the study show that the supporting and inhibiting factors for the implementation of students' rights are seen from the actors involved in the implementation, namely all LPKA Class II Pekanbaru employees and do not involve actors from outside the agency, this simplifies the chain of command in implementing the policy, in terms of clarity of objectives it has been fully understood by the implementer, but is not implemented as written in the SOP because the human resources in LPKA are inadequate, then from the development and complexity of the policy, the success of the policy implementation cannot be separated from the role of parents who support the policy and the acceptance of parents so that in the future children do not feel isolated, then the participation given by stakeholders, namely the Riau Ministry of Law and Human Rights in building facilities and infrastructure and the Library and Archives Service in providing mobile libraries plays an important role in granting students' rights, and other factors are inadequate facilities and infrastructure, such as the availability of library buildings for ANDIKPAS that need to be provided and the lack of freedom for ANDIKPAS in submitting complaints directly to the KALAPAS.
STUDENT’S PERCEPTION OF ADMINISTRATIVE TECHNOLOGY COURSES IN OFFICE ADMINISTRATION EDUCATION STUDY PROGRAM Simanjuntak, Sri Yunita; Nasrullah, Muh.; Darwis, Muh.
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 2 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/at4q4w77

Abstract

This study aims to determine how students perceive the administrative technology course in the Office Administration Education study program. This study applies a qualitative descriptive approach. This study was conducted online by involving students from the Office Administration Education study program, Makassar State University, semester 3. Dominant students use Google Meet in the implementation of online lectures, then in the implementation of each material, the most preferred lecture material by students is the technology ethics material, then the least preferred material by students is the Decision support system. Then the use of Microsoft Office oord is widely used for correspondence practice, Excel for making financial reports and PowerPoint / Canva for making presentations. The use of word clouds that are most widely used by students is Google Drive and the implementation of lecture evaluations, students predominantly like the use of the quiziz application.