Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMBUATAN TILIAYA BERBAGAI VARIAN RASA DI DESA BINAAN FAKULTAS PERTANIAN UNG Taha, Siswatiana Rahim; Mukhtar, Muhammad; Tine, Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah dan memanfaatkan pangan asal hewan sekitar menjadi pangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu pelatihan pembuatan Tiliaya makanan khas Gorontalo, timbulnya kesadaran dan keinginan masyarakat untuk memanfaatkan pangan yang bermuatan kearifan lokal yang melimpah menjadi pangan olahan yang lebih bervarasi, berkembangnya konsep usaha agribisnis pertanian yang terpadu antara peternakan dan pertanian, sehingga semua produk dari masing-masing bidang dapat termanfaatkan secara maksimal. Luaran yang akan dihasilkan adalah berupa Tiliaya varian rasa.  Pengabdian ini telah dilaksanakan di Desa Pentadio Timur Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Beberapa program kegiatan yang akan dilaksanakan di lokasi kegiatan adalah program pengolahan tiliaya dengan berbagai varian rasa dan pemasaran hasil. Metode yang digunakan yaitu pemberdayaan kelompok sasaran diantaranya teknik pembelajaran dalam bentuk pemberian teori dan simulasi kepada masyarakat sasaran dan selanjutnya praktek secara langsung pembuatan tiliaya varian rasa bersama mahasiswa dan masyarakat.Kata Kunci: Tiliaya, Jenis Telur, Pemberdayaan Masyarakat 
EDUKASI JAJANAN PANGAN ASAL HEWAN YANG SEHAT DAN BERGIZI UNTUK MENIGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT DI TEMPAT WISATA PENTADIO RESORT Taha, Siswatiana R; Zainudin, Srisukmawati; Tine, Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat memberikan manfaat bagi masyarakat berupa kegiatan seperti edukasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Lokasi wisata merupakan tempat yang selalu ramai di kunjungi oleh masyarakat dari semua kalangan dan selalu ramai oleh penjual berbagai makanan dan jajanan. Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang dipersiapkan atau dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-tempat umum yang langsung dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut (WHO, 2006). Jajanan sehat dan bergizi sangat penting dalam berperan memberikan asupan energi dan gizi bagi anak khususnya usia sekolah. Namun seiring perkembangan zaman semakin banyak bahan kimia yang dikembangkan dan digunakan sebagai bahan tambahan dalam jajanan dan makanan. Kasus keracunan Indonesia yang paling sering dilaporkan dari tahun 2004-2014 adalah keracunan akibat pangan jajanan dan keracunan akibat pangan olahan. Pada Tahun 2014, Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan pengujian terhadap pangan jajanan dan hasilnya adalah dari 13.536 sampel terdapat 11.871 (87,69%) sampel yang memenuhi syarat dan 1.665 (12,31%) sampel tidak memenuhi syarat (Rahayu, 2014). Pengabdian ini dilaksanakan pada hari 6 Juli 2024 bertempat di Pentadio Resort Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk ceramah dengan bantuan power point dan diskusi kepada masyarakat sebagai peserta. Adapun yang menjadi peserta adalah kelompok Ibu-ibu, Remaja dan anak-anak.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Bukit Tingki dalam Mencegah Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Pelatihan Praktis Tine, Nurhayati; Jamin, Nunung Suryana; Ningsih, Sulastya
Room of Civil Society Development Vol. 3 No. 5 (2024): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.420

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan yang serius di indonesia, termasuk di desa bukit tinggi, pohuwato distrik. permasalahan didesa ini adalah masih terdapat anak yang stanting, dan sekitar tiga atau empat balita yang mengalami stanting. kegiatan sosialisasi diadakan di kantor desa bukit tingki, distrik popayato, kabupaten pohuwato. intervension ini diharapkan dapat mengurangi tingkat yang menonjol dan mendukung perkembangan anak yang optimal melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pemerintah, petugas kesehatan, dan masyarakat. tujuan dari adalan kegiansi sosialisi edukasi gizi adalah untuk meringkatkan pemahaman masyarakat mengenai stanting pada anak, ibu menyusui dan ibu hamil. hasil pelatihan menunjukkan bahwa meskipun tingkat yang menonjol rendah, pengetahuan masyarakat tentang pergekipigan perlu ditingkatkan, dan pendidikan lebih lanjut tentang nutrisi, dan perilaku hidup lanji lebih lanjut. pelatihan ini bertjuuan tukudai pemberdadaaan masyarakat dalam pengahan yang mengejutkan mellalui pendidikan gizi dan pelatihan tentang pemberian tambahan (pmt), seperti sop lo bin (sup jagung) yang kakan krey (pmt) sopti.  
PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SPIRITUAL ANAK USIA DINI DI TK NEGERI PEMBINA KOTA TIMUR KOTA GORONTALO Nurhayati Tine; Sri Rahayu Bakari; Rapi Us. Djuko
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.18581

Abstract

This study aims to investigate the roles of parents and teachers in shaping the spiritual character of early childhood students at TK (Public Kindergarten) Pembina, Kota Timur Subdustrict, Gorontalo City. This This Study utilized a descriptive qualitative method focusing on the roles of parents and teachers in fostering the spiritual character of early childhood. The subjects comprised 6 parents and 3 teachers from class B at TK (Public Kindergarten) Pembina, Kota Timur Subdustrict, Gorontalo City. The objective is to describe their roles in shaping the spiritual character of early childhood. Data collection techniques employed were observation, interviews, and documentation. The findings illustrate that parents play a significant role in shaping the spiritual character of early childhood through five indicators: (1)Teaching honesty, acknowledging mistakes when made, (2)Teaching courag, fostering bravery and resilience againts fear, (3)Teaching Simplicity:promoting frugal living and moderation, (4)Teaching Responsibility:instilling completion of tasks, and (5)Teaching discipline:establishing simple rules. Additionally, the study highlights that teachers contribute to forming the spiritual character of early childhood throug seven indicators: (1)Educator:instilling norms and ethical values, (2)Instructor:imparting knowledge and insights, (3)Mentor:guiding and directing, (4)Advisor:providing advice and solutions in problem-solving, (5)Coach: training accompanied by praise, (6)ModelExemplar:demonstrating behavior directly, and (7)Motivator:providing encouragement, based on the findings at TK (Public Kindergarten) Pembina, Kota Timur Subdustrict, Gorontalo City, the role of parents in shaping the spiritual character of early childhood is effectively carried out by providing consistent teachings,despite varying daily life examples. Similarly, the role of tecahers in shaping the spiritual character of early childhood Keywords: Parents, Teachers,Charakter Spiritual,Early Childhood is effectively implemented within the school environment by consistenly imparting similar teachings through daily life examples.
Pengaruh Media Tutup Botol Pintar terhadap Kemampuan Mengenalkan Huruf Hijaiyah di Kelompok B, TK Pelangi Harapan Revalita S. Dos. Santos; Nurhayati Tine; Sri Rawanti
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini dan Kewarganegaraan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/paud.v2i4.707

Abstract

This study aims to determine the influence of the Smart Bottle Cap learning media on children's ability to recognize Hyaiyah letters. The research involved all students of Group B at Pelangi Harapan Kindergarten, using a total sampling technique due to the small population (fewer than 30 students). A total of 14 students were selected as the sample. Data were collected through observation and documentation, and analyzed using the t-test. The study was conducted at Pelangi Harapan Kindergarten, Kayubulan Village, Batudaa Pantai Subdistrict, Gorontalo Regency The results indicate that the use of the Smart Bottle Cap media significantly improves children's ability to recognize Hijaiyah letters. There was an increase in the mean score from 22.00 (pretest) to 32.21 (posttest). The combined t-test for the pretest and posttest showed a significanse value (sig) of 0.001 < 0.05, indicating a statistically significant influence therefore, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted.
IMPLEMENTATION OF PROJECT-BASED LEARNING FOR NATURALISTIC INTELLIGENCE AND THE INSTILLATION OF MORAL RELIGIOUS VALUES IN GROUP B Regina Putri, Adinda Anastasya; Tine, Nurhayati; Ardini, Pupung Puspa
Jambura Journal Civic Education Vol 5, No 2 (2025): Vol.5 No.2 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v6i2.33897

Abstract

study seeks to elucidate the implementation process of project-basedlearning aimed at enhancing naturalistic intelligence in Group B at MekarHulawa State Kindergarten, located in Telaga District, Gorontalo Regency.The research objectives include analyzing and evaluating the effectivenessof project-based learning in fostering naturalistic intelligence within thiscohort, as well as examining the school's approach to implementing suchpedagogical strategies. Employing a qualitative descriptive methodology,the study involved grade B teachers as subjects, with the principal and thegrade B assistant teacher serving as research informants. Data collectionwas conducted through observation, interviews, and documentation, withdata validity ensured via source and technique triangulation. The dataanalysis process encompassed (1) data condensation, (2) datapresentation, and (3) conclusion drawing. The findings reveal that theimplementation of project-based learning for naturalistic intelligence inGroup B at Mekar Hulawa State Kindergarten has been successful. Theactivities encompassed topic introduction, concept map development,learning activities, and evaluation. Children were actively engaged as thefocal point of the learning process. Observable outcomes include theenhancement of naturalistic intelligence, increased willingness to exploreand interact with the natural environment, improved ability to articulateopinions, enhanced collaboration with peers and teachers, and thedevelopment of critical thinking and creativity.
Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Anak Kelas B di TK Kartini Biyonga Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo Miftahu Rizki R. Piko; Nurhayati Tine; Nunung Suryana Jamin
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i3.6204

Abstract

This research is motivated by the importance of the role of teachers in the process of personality formation of early childhood, particularly in Kartini Biyonga Kindergarten. The purpose of this study is to identify the role of teachers in the formation of children's personalities and describe the methods used by teachers in the formation of children's characters in the school environment. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation techniques, while teachers act as the main participants in this study. The results show that teachers have a central role as role models, guides, and motivators for children in the process of forming positive behavior. Kartini Biyonga Kindergarten teachers play an active role in providing continuous guidance, training, and advice to students. In shaping children's characters, teachers use habituation strategies through activities such as talking, playing, and interacting through positive things that can be imitated and applied in everyday life. Through this approach, children learn to imitate good behavior and internalize moral values ​​naturally. This finding confirms that the role of teachers is very important in forming the foundation of personality and character of early childhood as a provision for their future development.
WUJUD IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM SIKLUS KEHIDUPAN PADA MASYARAKAT GORONTALO (STUDI PADA TRADISI PERNIKAHAN DAN TRADISI MOLONTALO (TUJUH BULANAN) Tine, Nurhayati; Pabbabari, Musafir; Susdiyanto, Susdiyanto; Ahmad, Abd. Kadir
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7028

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tentang wujud implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo terkait dengan siklus kehidupan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Gorontalo, dan difokuskan pada adat-istiadat yang masih berlaku di Gorontalo. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi, etnografi, sosio-edukatif, dan hukum Islam. Sumber data primer penelitian ini diperoleh dari individu-individu yang berkompeten dalam hal tradisi dan adat-istiadat masyarakat Gorontalo baik dari lingkungan akademisi, budayawan, tokoh adat, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat lainnya yang masih terlibat aktif dalam berbagai pelaksanaan ritus budaya di Gorontalo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara, yaitu: (1) observasi partisipasi; (2) wawancara mendalam; dan (3) penggunaan dokumen. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) instrumen utama yaitu: peneliti sendiri (human instrument); pedoman observasi; dan pedoman wawancara. Analisa data dalam penelitian ini bersifat deskriptif (deskriptif analitis) dan analisis komparatif. Untuk menarik kesimpulan, data yang dihimpun diolah melalui proses reduksi, sajian data, dan verifikasi. Wujud implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam kearifan lokal masyarakat Gorontalo terkait dengan siklus kehidupan ditemukan pada beberapa makna edukatif yang diperoleh dari prosesi adat moponika/lenggota lo pohutu (pernikahan) dan molontalo (tujuh bulanan) Masing-masing dari prosesi yang terkait dengan siklus kehidupan tersebut memuat kearifan lokal berupa: 1) perlunya meninggalkan sifat-sifat tercela; 2) penyucian diri dari dosa lahir dan batin; 3) pentingnya menjaga kehalalan dari setiap harta yang dimiliki; 4) memperkuat pendirian, keimanan dan ketakwaan; 5) mempertahankan kesucian dan kehormatan diri; 6) kerendahan hati; 7) hidup hemat; 8) penataan diri mulai dari remaja sampai berumah tangga; 9) menjaga nama baik keluarga; 10) tidak meminta-minta; 11) keberkahan dan kebahagiaan hidup sebagai sasaran akhir; 12) penghargaan terhadap tamu dan kerabat; 13) serta pentingnya kesabaran dalam menjalani kehidupan.
Rasch-Based Cognitive Diagnostic Assessment to Measure Critical Thinking Skills in Islamic Religious Education Agil Bahsoan; Nurhayati Tine; Ivan Rahmat Santoso; Neva Lionitha Ibrahim; Branislav Pupala
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v10i3.6648

Abstract

This research aimed to measure the critical thinking skills of students in the Islamic Religious Education course through the application of a cognitive diagnostic assessment based on the Rasch model. The background of this research stems from the need for an assessment instrument that not only provides summative scores but also diagnoses students’ abilities in a more specific and in-depth manner. It employed a quantitative design involving 107 students, and the developed instrument was validated using Rasch analysis to ensure validity, reliability, and item fit. The results showed that the majority of students are in the moderate category (52,34%), followed by the high category (30,84%), and the low category (16,82%). These results highlight the diversity of students’ critical thinking skills, which require adaptive teaching strategies. The novelty of this research lies not only in the application of the Rasch model in cognitive diagnostic assessment but also in its implementation in the context of Islamic Religious Education, which has traditionally been measured through conventional tests emphasizing memorization and conceptual understanding. This approach allows for a more detailed mapping of critical thinking sub-skills in values- and ethics-based courses, going beyond previous research practices that generally focus on science or technical skills. Thus, this research contributes to the development of more accurate, adaptive, contextual, and relevant assessment instruments to support improvements in the quality of learning in higher education.
PROGRAM BTQ DAN BANTHAYO LO ILIMU DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN DI DESA LIMEHE BARAT KEC. TABONGO KAB. GORONTALO Nurhayati Tine; Apriyanto A.J. Pauweni; Besse Marhawati
Jurnal Abdimas Terapan Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS TERAPAN (NOVEMBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.557 KB) | DOI: 10.56190/jat.v2i1.14

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan menjadi salah satu aspek dalam kehidupan yang mampu memberi arah jalan seorang individu dalam menjalani kehidupannya di dunia. Pendidikan akan selalu di renovasi dan diperbaiki sehingga mampu menghasilkan ilmu pengetahuan yang baru yang mampu mengadakan sebuah perubahan yang lebih baik dalam memenuhi aspek-aspek kehidupan lainnya. Melalui pendidikan baik yang bersifat formal maupun non formal anak didik akan mengalami sebuah proses perubahan dalam dirinya dan kehidupannya baik perubahan pengetahuan atapun perilakunya. Proses perubahan diri ini yang disebut dengan belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu pendorong seseorang menjadi lebih aktif dan lebih semangat dalam mengikuti pembelajaran. Oleh sebab itu, seorang individu atau peserta didik yang sedang dalam proses mengikuti jenjang sekolah akan selalu membutuhkan yang namanya motivasi belajar. Yang dengan itu membantu ia mendapatkan suasana belajar yang baik dan mampu meningkatkan keefektifsn pada proses pembelajaran.