Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Ditinjau Aktivitas Di Sekolah Yolanda Purnama Puangolo; Nurhayati Tine; Yenti Juniarti
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi keterampilan gerak halus anak usia 4–5 tahun melalui berbagai aktivitas pembelajaran di TK Negeri Melati Permata Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian menggunakan desain metode penelitian kualitatif dengan strategi deskriptif, menggunakan teknik observasi lapangan, sesi wawancara, serta peninjauan dokumen untuk mengumpulkan data yang mendalam mengenai perkembangan data penelitian menunjukkan bahwa kapasitas motorik halus pada anak dalam hal sinkronisasi mata dan tangan menjumput benda kecil, menggunting dan menempel, menggambar awal, meronce, serta melakukan aktivitas manipulatif lainnya masih bervariasi dan memerlukan stimulasi yang konsisten. Aktivitas pembelajaran seperti mewarnai, meronce, kolase, finger painting, dan permainan pola terbukti membantu meningkatkan kekuatan jari, ketepatan gerak, serta kreativitas anak. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang memberikan arahan, contoh, dan penguatan positif sehingga anak lebih percaya diri dalam menyelesaikan tugas. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan aktivitas motorik halus yang terencana dan berulang mampu memberikan perkembangan yang signifikan terhadap motorik halus anak serta mendukung kesiapan belajar pada tahap selanjutnya
Emotional Well Being Anak Speech Delay Febrianti Tungkagi; Pupung Puspa Ardini; Nurhayati Tine
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 1 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kondisi Emotional well being anak usia dini yang mengalami keterlambatan bicara (Speech Delay) di TK Cerdas Molibagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang anak dengan keterlambatan bicara, guru kelas, dan orang tua anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak menunjukkan ekspresi emosi secara nonverbal, seperti senyum, menarik tangan guru, atau bermain sendiri ketika mengalami kesulitan menyampaikan keinginan. Lingkungan sekolah yang suportif memberikan pengaruh positif terhadap kondisi emosional anak. Namun, pola asuh otoriter dari orang tua masih menjadi tantangan daam pengembangan kesejahteraan emosional anak. Penelitian ini menekan pentingnya peran guru dan lingkungan belajar dalam membentuk kondisi emosional anak dengan keterlambatan bicara secara positif dan adaptif. Kata kunci: Emotional Well Being; Speech Delay; Anak Usia Dini
Dampak Pembelajaran di Era Digital terhadap Ketercapaian Kemandirian Anak di RA Al-Hidayah Bulango Timur Pupung Puspa Ardini; Nurhayati Tine; Aprilia Kartini Mangantjo
Efektor Vol 12 No 2 (2025): Efektor Vol.12 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v12i2.25429

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi terkait dampak pembelajaran di era digital terhadap ketercapaian kemandirian anak di RA Al-Hidayah Bulango Timur. Jenis Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun yang berjumlah 13 orang anak. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran di era digital di RA Al-Hidayah Bulango Timur memberikan dampak positif terhadap kemandirian anak usia dini dalam berbagai aspek. Dari 13 orang anak yang menjadi subjek penelitian tersebut terdapat 5 orang anak berkembang sangat baik dan 8 orang anak berkembang sesuai harapan. Anak tersebut mampu belajar secara mandiri dengan melalui pemberian materi dari guru secara digital menggunakan perangkat digital dan aplikasi seperti Canva, video pembelajaran, dan media audiovisual lainnya. Anak-anak juga menunjukkan keberaniannya dalam menyelesaikan tugas tanpa selalu bergantung pada guru. Penggunaan teknologi dalam kegiatan bermain puzzle melalui smartphone meningkatkan kemampuan berpikir dan bekerjasama bagi anak. Disamping itu kepercayaan diri anak juga dapat terlihat dari keberanian mereka mempresentasikan tugas di depan kelas setelah melihat video pembelajaran. Pembelajaran melalui perangkat digital dapat menarik ketertarikan anak dalam belajar dan membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah. Namun demikian pembelajaran di era digital membutuhkan bimbingan serta pengawasan yang tepat dari guru dan orang tua agar dapat perangkat teknologi dapat digunakan secara bijak oleh anak, sehingga dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk kemandirian serta keterampilan sosial anak usia dini. 
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP NILAI MORAL DAN REGULASI EMOSI ANAK USIA DINI Nurhayati Tine; Sulastya Ningsih; Marsya Cikita
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5776

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap nilai moral dan regulasi emosi anak usia dini di TK Agropolitan Gorontalo. Kearifan lokal yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai huyula, yaitu nilai gotong royong masyarakat Gorontalo yang menekankan kerja sama, saling membantu, kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi-eksperimen dan desain nonequivalent control group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas 40 anak TK B yang dibagi menjadi kelompok eksperimen sebanyak 20 anak dan kelompok kontrol sebanyak 20 anak. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbasis kearifan lokal, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui lembar observasi terstruktur yang mengukur nilai moral dan regulasi emosi anak. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai moral dari rata-rata 47,20 menjadi 81,47, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 46,80 menjadi 54,73. Pada variabel regulasi emosi, kelompok eksperimen meningkat dari 44,40 menjadi 78,53, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 44,13 menjadi 52,13. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan. Dengan demikian, pembelajaran berbasis kearifan lokal huyula efektif dalam meningkatkan nilai moral dan regulasi emosi anak usia dini. Pembelajaran ini dapat menjadi strategi pedagogis yang kontekstual, humanis, dan relevan untuk memperkuat pendidikan karakter serta perkembangan sosial-emosional anak.. Kata kunci: Kearifan Lokal; Huyula; Nilai Moral; Regulasi Emosi; Anak Usia Dini