Claim Missing Document
Check
Articles

Onomatope dalam Buku Maneki Nek dan Auropilous Devia Ramadani; Hermandra Hermandra; Mangatur Sinaga
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 4, No 1 (2022): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtuah.4.1.p.19-27

Abstract

Sarkasme dalam Komentar Netizen Akun Instagram Minang Kocak Depita Sari; Hasnah Faizah; Hermandra Hermandra
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 4, No 1 (2022): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtuah.4.1.p.35-39

Abstract

Teachers’ Strategies to Design Media to Implement Communicative Leaning in Public Schools M. Nur Mustafa; Hermandra Hermandra; Zulhafizh Zulhafizh
Journal of Educational Sciences Vol 3, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.969 KB) | DOI: 10.31258/jes.3.1.p.13-24

Abstract

In order to implement communicative learning activities, a teacher must be able to design various means or media so that learning process keeps running well. A teacher is expected not to stutter in designing media for various learning needs. The main purpose of this study is to examine the strategies done by teachers in designing media to implement communicative learning. This research is a descriptive research in which the data were collected from teachers of Madrasah Aliyah Negeri (public Islamic senior high schools) in Pekanbaru city. The research sample was 36 teachers. The instrument used to collect the data was a scale questionnaire. The data were descriptively analyzed. Each item of the questionnaire becomes the basis and the principal of the research analysis. The research findings reveal that to implement communicative learning, the teachers designed learning media. The strategies they used are making use of e-learning and making use of various teaching and learning facilities, creating student worksheets and compiling teaching materials, and presenting slides or other media in accordance with the teaching materials. Each of the strategy is set at a very high standard. The teachers’ strategy to design media at the public schools runs well. It can be seen from the average of the strategy that is 4.48 and the average belongs to very high category. The data also clearly reveal that the teachers are creative and innovative in designing media to implement communicative learning.
Metafora Kata “Hati” dalam Bahasa Melayu Riau: Analisis Semantik Kognitif (The Metaphor of the Word “Hati” (Heart) In Malay Language of Riau: Cognitive Semantics Analysis) Hermandra Hermandra
Indonesian Language Education and Literature Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.11452

Abstract

This study aims to examine the metaphor of the word "heart" in Riau Malay. This research is a qualitative descriptive study using cognitive semantic analysis. The research data comes from the speech of the Riau Malay people who use the metaphorical word "heart". Data was collected through interviews using fishing, tapping, listening and speaking techniques accompanied by recording techniques. The results of the study show that the metaphor of the word "heart" includes: small heart, big heart, broken heart, heart, fruit, eyes of heart, the heart of stone, solar plexus, conscience, hard heart, and rotten heart. This study describes the Malay community in producing speech using figurative language to make it look more polite. The use of figurative words can make the conversation more polite.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metafora kata “hati” dalam bahasa Melayu Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis semantik kognitif. Data penelitian berasal dari tuturan masyarakat Melayu Riau yang menggunakan ungkapan metafora kata “hati”. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan teknik pancing, sadap, dan simak libat cakap disertai dengan teknik rekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora kata “hati”, meliputi: kecil hati, besar hati, patah hati, jantung hati, buah hati, mata hati, hati batu, ulu hati, hati nurani, keras hati, dan busuk hati. Penelitian ini menggambarkan masyarakat Melayu dalam menghasilkan tuturan dengan menggunakan bahasa kias agar terlihat lebih santun. Penggunaan kata kias dapat menjadikan percakapan menjadi lebih sopan.
Pemahaman Mahasiswa Angkatan 2018 Pendidikan Bahasa Jepang Angkatan 2018 tentang Kanyouku Ki (気) Jessica Natalia Sevia Situmorang; Hermandra; Intan Suri
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 8 No. 3 (2022): Pendidikan Bahasa Jepang
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa pendidikan bahasa Jepang angkatan 2018 mengenai kanyouku ki (気), khususnya pada kanyouku 気になります(ki ni narimasu), 気をつけます (ki o tsukemasu), 気がつきます(ki ga tsukimasu), 気にします (ki ni shimasu), 気がします (ki ga shimasu), 気があります (ki ga arimasu) dan 気に入ります (ki ni irimasu). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data berupa nilai tes mahasiswa. Data yang dianalisis sebanyak 33 data dan dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan yaitu pemahaman mahasiswa pendidikan Bahasa Jepang angkatan 2018 mengenai kanyouku ki (気) berada pada kategori cukup dengan persentase tingkat pemahaman sebanyak 44,61%.
MEDIA KOMIK CERITA RAKYAT MELAYU RIAU UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA Nana Rahayu; Hasnah Faizah; M. Nur Mustafa; Elmustian Elmustian; Hermandra Hermandra
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i6.8999

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman membaca bahasa Jepang pada mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jepang FKIP Universitas Riau. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan mahasiswa dan dosen pengampu lainnya, peneliti menemukan beberapa kendala bagi mahasiswa yaitu kesulitan memahami bacaan karena masih banyaknya bahasa Jepang yang belum dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan media komik dengan mengadaptasi cerita rakyat Melayu Riau pada mahasiswa angkatan 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design dengan desain Pretest dan Posttest Control Group design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yng mengambil mata kuliah membaca pemahaman yang berjumlah 40 siswa. Sampel penelitian ini adalah 20 orang mahasiswa sebagai kelas eksperimen 20 orang mahasiswa lainnya sebagai kontrol. Perlakuan dalam penelitian ini sebanyak 3 kali. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes. hasil Berdasarkan Independent Sample T Test melalui SPSS Versi 25 diperoleh nilai Sig. (2-ekor) adalah 0,001. hasilnya lebih kecil dari 0,05 yang merupakan nilai dasar pengambilan keputusan pada Independent Sample T Test, maka dapat dikatakan bahwa media komik cerita rakyat Melayu Riau yang berbahasa Jepang dapat meningkatkan pemahaman membaca mahasiswa.
PUCUK REBUNG (SPROUT OF BAMBOO SHOOT) AS A SYMBOL OF RIAU MALAY: AN INQUISITIVE SEMANTIC ANALYSIS (MOTIF PUCUK REBUNG PADA TENUN MELAYU RIAU: ANALISIS SEMANTIK INKUISITIF) Hermandra Hermandra; Anida Sarudin; Elvi Citraresmana; Silvia Marni; Piki Setri Pernantah; Zulhafizh Zulhafizh
Jurnal Gramatika Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.576 KB) | DOI: 10.22202/jg.2022.v8i1.5623

Abstract

Inquisitive semantics is defined as a framework in logic and natural language semantics. It deals with a study of meaning that leads to the process of understanding the philosophy and descriptions of Malay ways of thinking. The objective of this study is to find out the meaning of the sprout of bamboo shoot motif (Pucuk Rebung motif) as a symbol of Riau Malay and its correlation to behavior of Riau Malays. This research is a qualitative descriptive study using inquisitive semantic analysis. Inquisitive semantics combines theory, data, and nature in its analysis. The data taken are regarding with one of the motifs used as a Riau Malay symbol, the sprout of bamboo shoot motif. The data were collected by using the observation technique. The data analysis technique was carried out through 3 stages, namely script semantic analysis (to find out the meaning), cognitive semantic analysis (to find out knowledge), and inquisitive semantic analysis (to find out reasons). The research findings revealed that that the sprout of bamboo shoot motif symbolizes high commitment and optimism to achieve goals. The bamboo shoots were chosen because they are known as the batik motif with three parallel stripes and used as border design on the edge of a sarong. The motif makes a person using it confident. The findings also revealed that the Malay people are used to deal with their environment and reflect it as imagery in expressing a piece of advice. The Malay people believe that environment is the best reflection for life.
PUCUK REBUNG (SPROUT OF BAMBOO SHOOT) AS A SYMBOL OF RIAU MALAY: AN INQUISITIVE SEMANTIC ANALYSIS (MOTIF PUCUK REBUNG PADA TENUN MELAYU RIAU: ANALISIS SEMANTIK INKUISITIF) Hermandra Hermandra; Anida Sarudin; Elvi Citraresmana; Silvia Marni; Piki Setri Pernantah; Zulhafizh Zulhafizh
Jurnal Gramatika Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2022.v8i1.5623

Abstract

Inquisitive semantics is defined as a framework in logic and natural language semantics. It deals with a study of meaning that leads to the process of understanding the philosophy and descriptions of Malay ways of thinking. The objective of this study is to find out the meaning of the sprout of bamboo shoot motif (Pucuk Rebung motif) as a symbol of Riau Malay and its correlation to behavior of Riau Malays. This research is a qualitative descriptive study using inquisitive semantic analysis. Inquisitive semantics combines theory, data, and nature in its analysis. The data taken are regarding with one of the motifs used as a Riau Malay symbol, the sprout of bamboo shoot motif. The data were collected by using the observation technique. The data analysis technique was carried out through 3 stages, namely script semantic analysis (to find out the meaning), cognitive semantic analysis (to find out knowledge), and inquisitive semantic analysis (to find out reasons). The research findings revealed that that the sprout of bamboo shoot motif symbolizes high commitment and optimism to achieve goals. The bamboo shoots were chosen because they are known as the batik motif with three parallel stripes and used as border design on the edge of a sarong. The motif makes a person using it confident. The findings also revealed that the Malay people are used to deal with their environment and reflect it as imagery in expressing a piece of advice. The Malay people believe that environment is the best reflection for life.
Motif Kawung Pada Batik Tradisional Yogyakarta: Kajian Semantik Inkuisitif Hermandra Hermandra
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5219

Abstract

This study uses an inquisitive semantic approach as the main analysis. The data and sources of data in this study were obtained through interviews with sources, namely the Javanese people, especially the Yogyakarta area who lived in Siak Regency with an age range of 40-60 years. The resource persons were selected only in this age range because they have followed the journey of batik kawung from the area of origin with the manual manufacturing process until now in the transmigration area and its manufacture using a printing machine. Two different circumstances and two different processes certainly give birth to different points of view which are very interesting to study. Data collection techniques are by interviewing, taking notes, and analysis. The analysis process uses 3 stages, namely script semantics to find general meaning or a dictionary, then cognitive semantic analysis stage to understand meaning based on its relationship with the user community, and finally inquisitive semantics to find reasons for using kawung motifs in batik with high-level thinking and a combination various discipline. The results of the study explain that the kawung batik motif was chosen because it reflects on the original tree, namely sugar palm, all of which are very useful for daily life. The community hopes that the use of kawung batik cloth will be useful for many people and the surrounding environment. The kawung motif symbolizes the value of holiness, perfection, and purity for the Javanese people. This can be seen from the shape of the kawung pattern which is very neatly described in the form of four kawung seeds arranged around each other. AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan semantik inkuisitif sebagai analisis utamanya. Data dan sumber data pada penelitian diperoleh melalui wawancara narasumber yaitu masyarakat Jawa khususnya daerah Yogyakarta yang tinggal di Kabupaten Siak dengan rentang usia 40—60 tahun. Narasumber dipilih hanya pada rentang usia tersebut karena mereka telah mengikuti perjalanan batik kawung mulai dari daerah asal dengan proses pembuatannya yang manual hingga sekarang di daerah transmigrasi dan pembuatannya yang sudah menggunakan mesin cetak. Dua keadaan yang berbeda dan juga dua proses berbeda tentu melahirkan sudut pandang yang berbeda yang sangat menarik untuk diteliti. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, catat, dan juga analisis. Proses analisis menggunakan 3 tahap yaitu semantik skrip untuk menemukan makna secara umum atau kamus, kemudian tahap analisis semantik kognitif untuk memahami makna berdasarkan hubungannya dengan masyarakat pengguna, dan yang terakhir semantik inkuisitif untuk menemukan alasan penggunaan motif kawung dalam batik dengan pemikiran aras tinggi dan juga gabungan berbagai disiplin ilmu. Hasil penelitian menjelaskan bahwa motif batik kawung dipilih karena bercermin dari pohon asalnya yaitu aren yang ke semua bagiannya sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari. Masyarakat berharap bahwa pengguna kain batik motif kawung akan berguna bagi orang banyak dan juga lingkungan sekitar. Motif kawung melambangkan nilai kesucian, kesempurnaan dan juga kemurnian bagi masyarakat Jawa. Hal ini dapat dilihat dari bentuk pola kawung yang digambarkan dengan sangat rapi berbentuk empat buah biji kawung yang disusun saling mengelilingi.
Pantun Cecah Inai dalam Acara Pesta Perkawinan Masyarakat Tiga Lorong Indragiri Hulu Niken Karmila; Elmustian Elmustian; Hermandra Hermandra
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 4, No 2 (2022): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtuah.4.2.p.125-131

Abstract