Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN BAGI GURU SE-KECAMATAN BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR Elvrin Septyanti; Hasnah Faizah; Mangatur Sinaga; Charlina Charlina; Hermandra Hermandra; Dian Nuzulia
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 1, No 2 (2018): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v1i2.2265

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada guru se-kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau terkait program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan ini diberikan kepada guru baik guru pada jenjang SD, SMP sederajat, SMA sederajat, dan SLB. Pengembangan Keprofesian berkelanjutan yang diberikan kepada guru pada program pengabdian ini terdiri dari 3 kegiatan, diantaranya kegiatan pengembangan diri, kegiatan publikasi ilmiah, dan karya inovatif yang perlu guru lakukan. Melalui kegiatan kepada masyarakat yang diberikan, para guru diharapkan memahami program pemerintah terkait kegiatan PKB dan dapat mengimplementasikan dalam ruang lingkup kerja. Hal ini juga dapat menunjang angka kredit guru untuk kenaikan pangkat bagi guru se-Kecamatan Bangkinang.  Kata kunci: Penyuluhan, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Guru se-kecamatan Bangkinang Abstract Community service aims to educate teachers in the Bangkinang sub-district, Kampar District, Riau Province regarding the Continuing Professional Development (PKB) program. This activity is given to teachers both teachers at elementary, junior high school level, high school equivalent, and SLB. Continuous professional development given to teachers in this service program consists of 3 activities, including self-development activities, scientific publication activities, and innovative work that teachers need to do. Through the activities given to the community, teachers are expected to understand government programs related to PKB activities and can implement them within the scope of work. This can also support the teacher's credit score for promotion for teachers throughout Bangkinang District. Keywords: Counseling, Sustainable Professional Development Program, Teachers in Bangkinang sub-district
Metafora Kata Buah dalam Bahasa Melayu Dialek Mempura Kabupaten Siak: Kajian Semantik Kognitif Afriliyani Safitri; Hermandra Hermandra; Mangatur Sinaga
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v11i2.219

Abstract

AbstractMetaphor becomes a marker of language in Malay society. Metaphors are usually used to praise, insinuate, ask for, and express something. Therefore, it is necessary to conduct an analysis study of the metaphor of the word fruit in Mempura Malay language as physical parts and space of human body to reveal the meanings. The purpose of this research is to find out the metaphorical forms and meanings of the word fruit as the physical parts and space of human body in Mempura Malay language. This qualitative and descriptive research was conducted through a cognitive semantic perspective. The data of this research were collected from the utterances of the Mempura Malay community which mostly used metaphorical expressions. The techniques of data collection were by means of interviewing, evoking, listening and conversation, and recording. The data were analyzed by means of descriptive method. The result of the study shows that there are several metaphors for the word fruit as the physical parts and space of human body in Mempura Malay language to express something such as ‘buah hati’, ‘buah jakun’, ‘buah betis’, ‘buah dada’, and ‘buah cinta’. AbstrakMetafora menjadi penanda bahasa dalam masyarakat Melayu. Metafora biasanya digunakan untuk memuji, menyindir, meminta, dan menyatakan sesuatu. Hal ini mendorong dilakukan analisis metafora kata buah bagian fisik dan ruang manusia untuk mengetahui makna ungkapan yang terdapat dalam bahasa Melayu Mempura. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan bentuk dan makna metafora kata buah bagian fisik dan ruang manusia dalam bahasa Melayu Mempura.  Metode yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif kualitatif melalui perspektif semantik kognitif. Data penelitian ini diambil dari tuturan masyarakat Melayu Mempura yang banyak menggunakan ungkapan metafora. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik wawancara yang dibantu dengan teknik pancing, dan simak cakap yang disertai dengan teknik rekam. Teknik analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat metafora kata buah bagian fisik dan ruang manusia dalam bahasa Melayu Mempura untuk menyatakan sesuatu, misalnya, buah hati, buah jakun, buah betis, buah dada, buah cinta, dan lain sebagainya.
Metafora Kata Mata dalam Bahasa Melayu Riau: Analisis Semantik Kognitif Hermandra Hermandra
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.2243

Abstract

This study aims to examine the metaphor of the word "eye" in Riau Malay. This research is a qualitative descriptive study using cognitive semantic analysis. The research data was taken from the speech of the Malay community who used the metaphorical expression of the word "eye". The technique used in collecting data is an interview technique assisted by fishing, tapping, and listening to conversational techniques accompanied by recording techniques. Data analysis techniques in the form of data collection, data analysis, and drawing conclusions. The results showed that the use of the word mata can bring up various metaphorical expressions in the language of the Riau Malay community. Practically, the use of the eye can be found in the eye of the basket, knife blade, pineapple eye, hook, fish eye, ring eye, boil eye, panda eye, eye bag, ankle, head eye, and fish eye. The meanings that emerge can be understood and interpreted logically through the life experiences of the Riau Malay community. Experience as a marker that connects the meaning of the expressions conveyed by the Riau Malay community when communicating.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji metafora kata “mata” dalam bahasa Melayu Riau. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan analisis semantik kognitif. Data penelitian diambil dari tuturan masyarakat Melayu yang banyak menggunakan ungkapan metafora kata “mata”. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik wawancara yang dibantu dengan teknik pancing, sadap, dan simak libat cakap yang disertai dengan teknik rekam. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, analisis data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata mata dapat memunculkan berbagai ungkapan metafora dalam berbahasa masyarakat Melayu Riau. Secara secara praktis, penggunaan mata dapat ditemukan pada mata telanjang, mata pisau, mata nanas, mata kail, mata ikan, mata cincin, mata bisul, mata panda, kantong mata, mata kaki, mata kepala, dan mata ikan. Makna yang muncul dapat dipahami dan diinterpretasi secara logika melalui pengalaman hidup masyarakat Melayu Riau. Pengalaman sebagai penanda yang menjadi penghubung maksud dari ungkapan yang disampaikan masyarakat Melayu Riau saat berkomunikasi.
Berdaya Nalar Efektif: Tindakan Progresif Belajar Secara Daring Akibat Pandemi Covid 19 Zulhafizh Zulhafizh; Silvia Permatasari; Hermandra Hermandra
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2397

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas berdaya nalar dalam kegiatan belajar saat daring. Kegiatan bernalar mencakup disiplin diri, berpikir kritis, dam berpikir kreatif. Desain tindakan penelitian dengan metode survei. Terdapat 169 mahasiswa yang terangkum secara acak berdasarkan partisipasi responden dalam mengikuti survei, terdiri dari 19 laki-laki dan dengan persentase 11,23% dan 150 perempuan dengan persentase 88,8%. Sumber data berasal dari tanggapan para responden yang mengisi instrumen. Teknis analisis menggunakan melalui analisis faktor pada instrumen, korelasi Product Moment, deskriptif-mean dan standar deviasi, serta Anova satu arah untuk mendapatkan gambaran signifikansi faktor-faktor tersebut. Hasilnya menunjukkan tiga komponen utama yang menjadi dasar analisis dan pemetaan terhadap daya nalar di kalangan mahasiswa dalam belajar saat daring berada pada rata-rata 4,035 dengan kategori sangat tinggi. Data RMSEA 0,08 dan tidak melebihi 0,08 yang menunjukkan instrumen berkategori baik dan valid pada nilai AR di atas 0,4 dan AVE di atas 0,5. Melalui Anova diketahui nilai F 0,000 < 0,05, terdapat perbedaan yang signifikan. Masing-masing faktor tersebut memiliki karakteristik tersendiri ketika diimplementasikan dalam kegiatan belajar.
DEVELOPING DESCRIPTIVE TEXT READING MATERIALS BASED ON CONSTRUCTIVISM APPROACH Abdul Razak; Hermandra Hermandra; Elmustian Elmustian
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i3.8272

Abstract

This research and development aimed to produce descriptive text reading materials based on constructivism approach. This research was conducted through the following procedures: 1) analyzing needs; 2) designing the product; 3) developing the initial product; 4) conducting a limited trial; 5) revising the product; 6) conducting a trial on a large scale; and 7) producting the product (a prototype). The instrument in this research was a questionnaire addressed to experts, users (Bahasa Indonesia teachers), and audience (students at grade VII SMP/MTs). Besides, a cloze test was also utilized to measure the readability of descriptive texts and the main narration of the learning materials. The development of the materials was carried out based on 5 phases constructivism by Needham. The product trial was carried out grade VII junior high schools in Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau province which was not exposed to the Covid-19. This study concluded that the developed learning materials was feasible for reading descriptive text materials; it was expected that this materials provided a good contribution to the development of science in the field of education.
Pemertahanan Dialek Semarang di Perantauan Kajian Sosiolinguistik Wulan Vitasari; Hermandra Hermandra; Charlina Charlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.86 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha masyarakat Jawa mempertahankan tingkatan berbahasa dialek Semarang di Desa Tanjung Beludu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskripstif. Desa Tanjung Beludu Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu provinsi Riau merupakan tempat penelitian. Instrumen penelitian adalah mencari data pemerolehan dengan cara berdiskusi dengan alat seperti rekaman, mengklasifikasi data, memilah, dan menyusun. Teknik penelitian ini menggunakan teknik simak, libat, dan catat. Teknik analisis data digunakan dengan cara berbagai tahap-tahap pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah ditemukan 73 data dengan tingkat tutur ngoko lugu berjumlah 26, ngoko halus 10, madyo 5, kromo lugu 7, dan kromo alus 25. 73 data yang diperoleh secara langsung dari berbagai informan dan kegiatan acara di Desa Tanjung Beludu. Langkah-langkah usaha mempertahankan bahasa Jawa dialek Semarang di Desa Tanjung Beludu yaitu dengan kegiatan tradisi, keagamaan, dan komunikasi sehari-hari.
Gaya Bahasa dalam Cerita Rakyat Riau Helmi Suryani; Hermandra Hermandra; Charlina Charlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.449 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk deskriptif kualitatif jenis gaya Bahasa dan makna yang terdapat dalam Cerita Rakyat Riau.penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan sumber data dalam ini adalah menggunakan buku-buku cerita yang di bandingkan cerita Rakyat Rokan Hulu dan Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning dalam cerita rakyat Riau ada 4 Gaya Bahasa Gaya Bahasa Perbandingan, Gaya Bahasa Pertentangan, Gaya Bahasa Pertautan dan Gaya Bahasa Perulangan dalam cerita Rakyat Rokan Hulu dan Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning adalah terdapat 103 data. Gaya Bahasa dalam cerita Rakyat Rokan Hulu berjumlah 59 data dalam bentuk gaya Bahasa,sedangkan Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning berjumlah 44 data bentuk gaya Bahasa.jadi perbedaan cerita Rakyat Rokan Hulu dan Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning adalah Gaya Bahasa yang di digunakan penulis terdapat Cerita Rakyat Rokan Hulu itu Gaya Bahasa pleonasme,dan Cerita Rakyat Bumi Lancang Kuning adalah gaya Bahasa simile
Sufiks Bahasa Melayu Riau Dialek Kuantan Singingi Subdialek Benai Atno Firnando; Hermandra Hermandra; Mangatur Sinaga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.055 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi sufiks bahasa Melayu Riau dialek Kuantan Singingi subdialek Benai. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kuantan Singingi Kecamatan Benai. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik simak, libat dan cakap. Dalam penelitian ini data diabsahkan mengunakan teknik tringulasi sumber. Adapun fungsi sufiks bahasa Melayu Riau dialek Kuantan Singingi subdialek Benai terdapat 7 macam fungsi yaitu (1) fungsi membentuk kata verba transposisi dari kata nomina, (2) fungsi membentuk kata verba transposisi dari kata ajektiva, (3) fungsi membentuk kata verba dari kata verba, (4) fungsi membentuk kata nomina transposisi dari kata ajektiva, (5) fungsi membentuk kata nomina transposisi dari kata verba, (6) fungsi membentuk kata nomina dari kata nomina, dan (7) fungsi membentuk kata verba transposisi dari kata numeralia.
ISLAMIC PREACHING RHETORIC OF USTAZ ADI HIDAYAT’S (UAH) AND ITS SIGNIFICANCE AS SPEAKING MATERIALS FOR THE SECOND-YEAR SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS (RETORIKA DAKWAH USTAZ ADI HIDAYAT DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS CERAMAH KELAS XI SMA) Hermandra Hermandra; Umi Kulsum; Elvi Citraresmana
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 20, No 1 (2022): METALINGUA EDISI JUNI 2022
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/metalingua.v20i1.875

Abstract

The objective of this study is to describe a preacher of Islam, Ustaz Adi Hidayat’s (UAH) preaching rhetoric. This study focuses on the structure, methods, and strategies used by UAH to convey Islamic messages. In addition, it emphasizes on the significance of research findings as speaking teaching materials for the second-year students of senior high schools. The preaching rhetoric used by the preacher was described by using the analysis method based on the rhetoric theory of preaching. The structure of the opening section or introduction to UAH’s preaching consisted of opening greetings, praises to Allah, greetings to the Prophet Muhammad, and an introductory statement to the subject of the preaching. The main body section of his preaching consisted of elaborations of arguments referring to the Quran and Hadith cited in fluent Arabic. The closing section or the conclusion section consisted of conclusions of the preaching materials, messages to remember Allah, Islamic stories in accordance with the messages and, closing greetings. The preaching method used by UAH was Al-Mauizah Al-Hasanah. The method contained persuasive statements, elaboration, appeals, and piece of advice. He used the method well since he could speak Arabic very well and he also memorized the Quran. In addition, he used the Al-Hikmah. The method contained logical statement, factual statements, strong arguments and absolute truth. The strategies used to convey the messages, in general, was rational and emotional. The appeals conveyed by the preacher touched the listeners or viewers. He used simple words that were easily understood by the listeners or viewers. UAH’s preaching of Islam rhetoric structure used functioned as interactive multimedia teaching materials by designing learning concept maps and compiling lesson plans using the question and answer method, modelling, and exercises.
Onomatope dalam Buku Maneki Nek dan Auropilous Devia Ramadani; Hermandra Hermandra; Mangatur Sinaga
JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Vol 4, No 1 (2022): JURNAL TUAH: Pendidikan dan Pengajaran Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtuah.4.1.p.19-27

Abstract