Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur dan Nilai Pendidikan dalam Buku Inventarisasi Cerita Rakyat Jombang Jilid 2 Prihatin, Yulianah; Sari, Raras Hafiidha; Nugraha, Alfian Setya
Journal of Education Research Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i1.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat kabupaten Jombang. Sumber data penelitian ini adalah cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Jombang yang sudah didokumentasikan dalam sebuah buku Inventarisasi Cerita Rakyat Jombang jilid dua oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dalam cerita rakyat Jombang yang terkandung di buku Inventarisasi Cerita Rakyat Jombang Jilid dua memiliki struktur intrinsik dari tema, alur, tokoh, latar dan amanat, sedangkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita Rakyat Kabupaten Jombang meliputi, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan budaya, nilai pendidikan religius, nilai pendidikan sejarah, nilai kepahlawanan  atau semangat perjuangan.
Efektivitas Pendekatan Proses dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Artikel Ilmiah bagi Mahasiswa Prihatin, Yulianah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan proses dalam meningkatkan kemampuan menulis artikel ilmiah bagi mahasiswa. Penelitian ini mengunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 siklus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar kognitif mahasiswa, diperoleh dengan menentukan nilai (skor) mahasiswa, rata-rata kelas, dan persentase ketuntasan belajar klasikal. Data kualitatif berupa data hasil observasi aktivitas mahasiswa dan keterampilan dosen dalam pembelajaran kontekstual, serta hasil catatan lapangan dengan analisis deskriptif kualitatif. Data kualitatif dipaparkan dalam kalimat yang dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan simpulan bahwa pendekatan proses terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa menulis artikel ilmiah. Peningkatan itu dibuktikan dari nilai pada setiap siklus yang naik dan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa mahasiswa sangat antusias jika proses menulis menggunakan pendekatan proses
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Pandemi Covid-19 Prihatin, Yulianah; Sari, Raras Hafiidha
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i2.1606

Abstract

Penelitian ini berawal dari banyaknya keluhan dari para pendidik dan orang tua selama proses pembelajaran jarak jauh. Masa Pandemi Covid-19 mengharuskan dilakukannya proses pembelajaran jarak jauh. Pemberlakuan Physical Distancing menjadi dasar pelaksanan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran dari rumah dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Namun, pada kenyataanya, pelaksaanaan pembelajaran secara jarak jauh menimbulkan banyak polemik dan juga permasalahan baru yang dihadapi oleh guru dan juga orang tua sebagai pembimbing di rumah. Hal ini pula yang terjadi pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa dituntut untuk menguasai dan mengembangkan empat keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat aspek berbahasa tersebut sebisa mungkin harus dikuasai dan dikembangkan oleh siswa. Fokus dalam penelitian ini yaitu problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di era pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika pembelajaran Bahasa Indonesia di era pandemic Covid-19 dan memaparkan solusi untuk mengatasi problematika tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara online dan pengisian angket menggunakan Google Formulir, teknik catat dan dokumentasi. Adapun objek penelitiannya yaitu proses pembelajaran Bahasa Indonesia secara jarak jauh dan subjek penelitiannya adalah semua bentuk problematika yang ditemukan saat pembelajaran Bahasa Indonesia secara jarak jauh. Problematika yang dimaksudkan berhubungan dengan problematika yag dihadapi oleh guru, siswa dan orang tua. Teknik analisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
PENANAMAN BUDAYA MEMBACA DONGENG MELALUI RUMAH PINTAR DI DESA MARMOYO Prihatin, Yulianah
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5843

Abstract

Abstract. The low interest in reading in Indonesia, requires educational institutions to create innovations to help increase public interest in reading. In 2011, based on data from the World’s Most Literate Nations, Indonesia ranked 60th in the population's interest in reading. The sequence is classified as low compared to other countries. Currently the government has made the National Literacy Movement as an effort to increase the percentage of people's interest in reading. But it needs to be supported by many parties. Based on this, the KKNT team in the village of Marmoyo made an innovation to establish a Smart House so that the community would be more fond of reading, especially reading stories to their children. Fairy tales are one form of folklore that develops both orally and in writing. Regions in Indonesia have thousands of fairy tales that are worth preserving, because the young generation knows and knows the developing tales. In addition, the activity of reading fairy tales to children (ndongeng) proved able to instill character and create closeness between parents and children. The method in this service is carried out by analyzing the situation of partners, reviewing literature / references related to the theme of PKM, conducting a fairytale reading training with an interesting method in Marmoyo village for two days, civilizing reading fairy tales through smart homes. The fairytale reading training program and the application of the Smart House in the village of Marmoyo proved to be able to change the mindset of the community about the benefits of fairy tales, as well as facilitate the community in finding reading material.Abstrak. Rendahnya minat baca di Indonesia, mengharuskan lembaga pendidikan menciptakan inovasi untuk membantu menaikkan minat baca masyarakat. Pada tahun 2011 berdasarkan data dari World’s Most Literate Nations, Indonesia berada pada urutan ke 60 tentang minat baca penduduknya. Urutan itu tergolong urutan yang rendah dibandingkan negara-negara yang lainnya. Saat ini pemerintah sudah membuat Gerakan Literasi Nasional sebagai bentuk upaya menaikkan persentase minat baca masyarakat. Namun hal itu perlu didukung oleh banyak pihak. Berdasarkan hal tersebut, tim KKNT di desa Marmoyo membuat inovasi untuk mendirikan Rumah Pintar agar masyarakat semakin gemar membac, terutama membacakan dongeng untuk anak-anaknya. Dongeng merupakan salah satu bentuk dari cerita rakyat yang berkembang baik secara lisan maupun tulis. Daerah di Indonesia memiliki ribuan dongeng yang patut untuk dilestarikan, hal tersebut dikarenakan agar generasi muda mengenal dan mengetahui dongeng yang berkembang. Selain itu, kegiatan membacakan dongeng pada anak (ndongeng) terbukti mampu menanamkan karakter dan menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak. Metode pada pengabdian ini dilakukan dengan cara analisis situasi mitra, Pengkajian pustaka/referensi yang terkait dengan tema PKM, pelaksanaan Pelatihan membaca dongeng dengan metode yang menarik di desa Marmoyo selama dua hari, pembudayaan membaca dongeng melalui rumah pintar. Progam pelatihan membaca dongeng dan penerapan Rumah Pintar di desa Marmoyo terbukti mampu mengubah pola pikir masyarakat tentang manfaat dongeng, serta memudahkan masyarakat dalam mencari bahan bacaan.
SUBALTERN DALAM NOVEL PROMISE, LOVE AND LIFE KARYA NYI PENENGAH DEWANTI: KAJIAN POSTKOLONIAL GAYATRI SPIVAK Prihatin, Yulianah; Mayasari, Diana
Jurnal Korpus Vol 5 No 3: Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i3.20047

Abstract

This research is motivated by the existence of colonial influences in the archipelago which are still imprinted on people's lives, to the literary works created. In the theory coined by Gayatri Spivak, it is known as subaltern, namely groups that are victims of marginalization and hegemony from groups in power and do not have access to voice. Based on this background, this study aims to describe various forms of impoverishment, violent behavior both physically and psychologically as well as in subaltern groups, employer hegemony and resistance from subalterns in the novel promise, love and live. The method used is descriptive qualitative with data collection through observation, documentation, instruments in the form of a check list table. The data analysis technique is by reviewing Gayatri Spivak's postcolonial theory in the markers of subalterns and their forms of resistance. The results of this study that the subalterns in the novel Promis, Love and Life are depicted from the character of Dewi who is never voiced and the resistance that is carried out is a tangible form that the subaltern cannot voice his opinion and is represented by certain groups with an attitude of submission to God, enthusiasm and writing skills are form of resistance that can be done. Dewanti as a form of resistance also describes the form of political ideology, so that in fact the subaltern has never been represented by its voice.
AN ANALYSIS OF ILLOCUTION SPEECH IN STUDENT COMMUNICATION AT MA'HAD AL JAMI 'AH HASYIM ASY 'ARI UNIVERSITY (PRAGMATIC STUDY OF JOHN ROGERS SEARLE)) Lilik Faizah, Lilik Faizah; Yulianah Prihatin
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i1.3817

Abstract

Komunikasi merupakan proses sekelompok orang untuk saling bertukar informasi dengan menggunakan bahasa yang di dalamnya mengandung makna tertentu. Komunikasi dalam penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa, ustadz/ustadzah, pengurus, ibu kantin, yang mana di dalam tuturan tersebut mengandung tindak tutur ilokusi. Komunikasi tersebut dilakukan pada saat kegiatan pengajian, ro’an (kerja bakti membersihkan lingkungan), memasak, interaksi jual beli di kantin, mengobrol ketika sedang di kamar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis tindak tutur ilokusi dalam komunikasi mahasiswa di Ma’had Al Jami’ah Universitas Hasyim Asy’ari. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan alasan sumber data tersebut berupa tuturan mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data dalam komunikasi mahasiswa terdapat jenis tindak tutur ilokusi yang terdiri dari asertif, direktif, ekspresif, komisif, deklaratif. Ilokusi asertif meliputi tuturan menyatakan, menyarankan dan mengeluh. Ilokusi direktif meliputi tuturan mengajak, memerintah, memohon dan menasehati. Ilokusi ekspresif meliputi tuturan meminta maaf, menyalahkan dan memuji. Ilokusi komisif meliputi tuturan ancaman dan menawarkan. Ilokusi deklaratif meliputi tuturan pasrah. Maka dari itu, perlu untuk mengkaji mengenai tindak tutur ilokusi agar dapat memahami tuturan dengan baik dan benar yang telah disampaikan oleh penutur.
Ethnosemiotics: A Literature Review Prihatin, Yulianah; Haris Supratno; Mintowati; Anas Ahmadi
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i3.5622

Abstract

Ethnosemiotics studies how meaning is interpreted within a culture. The purpose of this study is to characterise the use of ethnosemiotic theories and identify their problematic elements. A review of the literature is part of this research process. This study examines five publications that address ethnoemiotics. Reputable publications, national journals, international seminar proceedings, and dissertation research have all published the five chosen articles. The findings demonstrate that ethnosemiotics is not only regarded as a single, cohesive theory but also that some people employ it as a methodology. In addition, a number of studies view ethnosemiotics as a theory that emerges from the fusion of semiotic theory with other theories including ethnolinguistics, ethnography, and ethnology.
Struktur dan Nilai Pendidikan dalam Buku Inventarisasi Cerita Rakyat Jombang Jilid 2 Prihatin, Yulianah; Sari, Raras Hafiidha; Nugraha, Alfian Setya
Journal of Education Research Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v4i1.146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam cerita rakyat kabupaten Jombang. Sumber data penelitian ini adalah cerita rakyat yang berkembang di Kabupaten Jombang yang sudah didokumentasikan dalam sebuah buku Inventarisasi Cerita Rakyat Jombang jilid dua oleh Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan Teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dalam cerita rakyat Jombang yang terkandung di buku Inventarisasi Cerita Rakyat Jombang Jilid dua memiliki struktur intrinsik dari tema, alur, tokoh, latar dan amanat, sedangkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita Rakyat Kabupaten Jombang meliputi, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan budaya, nilai pendidikan religius, nilai pendidikan sejarah, nilai kepahlawanan  atau semangat perjuangan.
ENHANCING STUDENTS’ ABILITY IN SOCIOLINGUISTICS DURING THE COVID-19 PANDEMIC THROUGH ONLINE STAD–TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL Raras Hafiidha Sari; Yulianah Prihatin
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 4 (2021): July
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i4.8451

Abstract

This research was initiated by the lecturers’ difficulties in presenting fun learning during the Covid-19 pandemic. This study aimed to determine the improvement of students' abilities in learning Sociolinguistics during the Covid-19 pandemic by applying STAD Type Cooperative Model implemented through the Breakoutroom Zoom Application. This application facilitated lecturers to divide students in one class into small or large groups and they could still monitor the progress of the discussion. Utilizing Student Team Achievement Division (STAD) model in the Breakoutroom Zoom application aimed to achieve a good learning process. This research was a Classroom Action Research conducted in two cycles: Cycle I and Cycle II. This research was carried out in four stages: planning, acting, observing, and reflecting. The object of this research was the sociolinguistics learning and the research subjects were the fourth semester students of Indonesian Language and Literature Education at the Faculty of Education, Hasyim Asy'ari University. There were 16 students consistinf of 4 male and 12 female students. The data were calculated quantitatively and analyzed qualitatively. Based on the results of the research, it was found that there was an increase in the Sociolinguistic learning after implementing STAD type cooperative learning model which was carried out online through the Breakoutroom Zoom application in cycle I and II. The increase was marked by an increase of the students’ score obtained in each cycle.
PERAN GURU DALAM “PRESENTASI SISWA” SMP N 3 JOMBANG KELAS IX B Resdianto Permata Raharjo; Haris Supratno; Yulianah Prihatin
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 6 (2021): November
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i6.8553

Abstract

Education is mandatory for the nation's children, without education the whole community does not have the competence to lead or teach something. Schools are places where the learning process takes place, where teachers act as teachers and educators become students as learners. The learning process cannot be separated from the components that support it. One of the components is learning evaluation. Evaluation is obtained intentionally to get the desired data that can be used as a decision. Evaluation activities are carried out systematically, and structurally require a lot of data or information and are clear. For example, if the teacher wants to measure the students' ability to accept the material given, the teacher deliberately asks questions to determine the level of students' understanding. In addition, by asking questions, teachers can evaluate students in the learning process through various kinds. Learning by observing students is a way to improve the quality of learning so that the data obtained from these activities will be used so that teachers can make the right decisions. This development is also accompanied by changes in student conditions from year to year. Evaluation of learning also develops as the field conditions.