Claim Missing Document
Check
Articles

PRINSIP MAKSIM KEDERMAWANAN DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS A’idina, Asfa; Fadli, Rusli Ilham; Prihatin, Yulianah
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.836 KB) | DOI: 10.33752/disastri.v2i1.875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan maksim kedermawanan dalam novel HatiSuhita karya Khilma Anis. Maksim kedermawanan termasuk dalam enam maksim kesantunan berahasayang didiutarakan oleh Leech yaitu maksim maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian,kesederhanaan, pemufakatan dan kesimpatisan. Pendeskripsian maksim kedermawanan diperolehmelalui dialog antartokoh dalam novel Hati Suhita. Penelitian in menggunakan metode kualitatif, jadidata yang sudah didapatkan dideskripsikan. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian iniadalah teknik studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Sedangkan teknik analisis data yangdipakai pada penelitian ini adalah teknik kajian isi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwaterdapat 24 tuturan yang termasuk dalam maksim kedermawanan.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA INTERFERENSI BAHASA INDONESIA TUTURAN MAHASISWA THAILAND PADA PEMBELAJARAN PPL DASAR DI UNIVERSITAS HASYIM ASY’ARI Ulfa, Siti Mariana; M. Basir, Udjang Pairin; Prihatin, Yulianah
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.125 KB) | DOI: 10.33752/disastri.v2i1.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya interferensi Bahasa Indonesiayang terjadi pada mahasiswa Thailand saat praktik mata kuliah PPL di Universitas Hasyim Asy’ari.Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakanteknik observasi, teknik merekam audio visual dengan menggunakan CCTV di ruang praktik, dan teknikmencatat. Untuk mendapatkan keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi data, peningkatanpenekunan dan pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi. Adapun proses analisis datanya yaitupengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Kebanyakan pada tuturan mahasiswaThailand sering terjadi interferensi pada sistem fonologi, dimana mereka masih terbawa oleh bahasapertama atau bahasa ibu (B1) yaitu bahasa Melayu. Interferensi pada sistem morfologi serta pada sistemsintaksis dapat terjadi karena mereka kurang memahami kosa kata dan susunan kalimat pada bahasaIndonesia yang baik dan benar.
IMPLEMENTATION OF THE LITERACY MOVEMENT IN SOCIETY Prihatin, Yulianah
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 2 No 3 (2020): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.341 KB) | DOI: 10.33752/disastri.v2i3.1141

Abstract

The low interest in reading in Indonesia requires educational institutions to create innovations to help increase people's interest in reading. In 2011, based on data from the World’s Most Literate Nations, Indonesia was in 60th place regarding the reading interest of its population. The order is classified as low compared to other countries. Currently, the government has created the National Literacy Movement as an effort to increase the percentage of people's reading interest. However, it needs to be supported by many parties. Based on this, the KKNT team in the village of Marmoyo made an innovation to establish a Smart House so that people love reading more, especially reading fairy tales to their children. Fairy tales are a form of folklore that develops both orally and in writing. Regions in Indonesia have thousands of fairy tales that deserve to be preserved, this is because the younger generation knows and knows the developing fairy tales. In addition, the activity of reading fairy tales to children (ndongeng) is proven to be able to instill character and create closeness between parents and children. The method for this service is carried out by analyzing partner situations, reviewing literature / references related to the PKM theme, implementing fairy tale reading training with an interesting method in the village of Marmoyo for two days, cultivating reading fairy tales through a smart house. The fairy tale reading training program and the application of the Smart House in the village of Marmoyo are proven to be able to change the people's mindset about the benefits of fairy tales, and make it easier for people to find reading material.
PROCESSES AND OBSTACLES IN LEARNING READING UNDERSTANDING USING THE KWLA STRATEGY Prihatin, Yulianah
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.238 KB) | DOI: 10.33752/disastri.v3i1.1512

Abstract

This study aims to determine the processes and obstacles in learning to read comprehension using the KWLA (Know, What, Learning, and Affect) strategy. The learning process goes through two cycles, namely cycle I and cycle II, while the intended obstacles are the obstacles experienced by lecturers, students and the environment during the learning process. This research approach uses qualitative descriptive methods. As for the object of research is learning or lecturing reading skills and the research subjects are students of third semester Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Education, Hasyim Asy’ari University, totaling eighteen people, 13 girls and 5 boys. The resulting data will be analyzed. Data collection techniques used: survey techniques, recording techniques, observation techniques and note taking techniques. Data analysis techniques used data reduction techniques, data presentation, conclusing drawing / verification. The results showed that during the learning process the obstacles experienced by lecturers, students and the environment were reduced from cycles I and II.
VARIASI BAHASA DALAM TUTURAN TNI ANGKATAN UDARA SATUAN RADAR 222 JOMBANG: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Diana Mayasari; Yulianah Prihatin
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1479.686 KB)

Abstract

Kemunculan variasi bahasa dalam masyarakat merupakan keheterogenan penutur dan kedinamisan bahasa, seperti variasi yang terdapat pada tuturan TNI angkatan udara satuan radar (TNI AU SATRAD) 222 Jombang. Bahasa dalam militer dikenal dengan bahasa yang beku, formal, dan resmi, namun hal ini berbeda dengan variasi bahasa pada tuturan TNI tersebut. Ara anggota memiliki jargon yang hanya dipahami oleh anggota satuan tersebut. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembentukan dan makna tindak tutur pada jargon angkatan Udara tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan grounded teori. Sumber penelitian adalah tuturan anggota TNI AU SATRAD 222 Jombang, data adalah tuturan yang di dalamnya terdapat jargon. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dokumentasi, transkrip, dan FGD. Instrument yang digunakan adalah catatan lapangan, table identifikasi dan klasifikasi data. Teknik analisis data dengan seleksi data memakai teknik coding, analisis data berdasarkan teori, dan penarikan kesimpulan berupa teori yang bersumber dari data. Keabsahan data diuji dengan teknik trianggulasi sumber data yakni informan, metode pengambilan, dan teori yang digunakan, pemeriksaan teman sejawat dan ekspert jugdmen. Hasil penelitian pembentukan jargon berasal dari bahasa Indonesia yang telah berubah maknanya, proses morfologis, dan akronimisasi, sedangkan tindak tutur yang ditemukan adalah bentuk asertif berupa penjelasan dan direktif berupa kalimat Tanya yang berfungsi memerintah dengan menerapkan kesantunan dan kesopanan. Pembentukan jargon dan tindak tuturnya diharapkan dapat berimplikasi terhadap pendidikan bahasa Indonesia, BIPA dan UKBI.Kata Kunci: jargon, pembentukan jargon, tindak tutur The emergence of language variations in society is a result of the heterogeneity of speakers and the dynamics of the language, such as the variations found in the speech of the Indonesian Air Force radar unit (TNI AU SATRAD) 222 Jombang. The language in the military is known as frozen, formal, and official language, but this is different from the language variations in the TNI speech. Ara members have jargon that only members of the unit understand. The purpose of the study was to describe the formation and meaning of speech acts in the Air Force jargon. This type of research is qualitative with a grounded theory approach. The source of the research is the speech of members of the Indonesian Air Force SATRAD 222 Jombang, the data is speech that contains jargon. Data collection techniques were interviews, observations, documentation, transcripts, and FGDs. The instruments used are field notes, table identification and data classification. Data analysis techniques with data selection using coding techniques, data analysis based on theory, and drawing conclusions in the form of theories sourced from data. The validity of the data was tested using the triangulation technique of data sources, namely the informant, the method of retrieval, and the theory used, peer examination and expert judgment. The results of the research on the formation of jargon come from Indonesian which has changed its meaning, morphological processes, and acronyms, while the speech acts found are assertive forms in the form of explanations and directives in the form of interrogative sentences which function to command by applying politeness and politeness. The formation of jargon and speech acts is expected to have implications for Indonesian language education, BIPA and UKBI.Keywords: jargon, jargon formation, speech act 
PRINSIP MAKSIM KEBIJAKSANAAN DALAM NOVEL HATI SUHITA KARYA KHILMA ANIS (KAJIAN PRAGMATIK) Asfa A'idina; Rusli Ilham Fadli; Yulianah Prihatin
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v8i2.1454

Abstract

Prinsip kesantunan berbahasa merupakan ujaran yang membuat orang lain dapat menerima dan tidak menyakiti perasaannya berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Leech. Novel sebagai karya tulis juga harus menggunakan tataran dan percakapan  yang mencakup prinsip kesantunan berbahasa. Salah satu bentuk prinsip kesantunan berbahasa adalah prinsip maksim kebijaksanaan. Artikel ini mendeskripsikan penggunaan prinsip maksim kebijaksanaan pada dialog antartokoh dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa dialog antartokoh dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis yang memuat prinsip maksim kebijaksanaan. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Sedangkan teknik analisis data yang dipakai pada penelitian ini adalah teknik kajian isi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 27 tuturan dalam novel Hati Suhita karya Khilma Anis yang memenuhi prinsip maksim kebijaksanaan.
STRATEGI TINDAK TUTUR IMPERATIF GURU DALAM INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 JETIS Yulianah Prihatin
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i1.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi tindak tutur imperatif yang digunakan oleh guru dalam interaksi belajar menajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Jetis Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1 Jetis Mojokerto. Subjek dalam penelitian ini adalah tuturan guru bahasa Indonesia kelas VIII yang diindikasikan sebagai tindak imperatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Pada pengumpulan data, dilakukan dengan teknik observasi non-partisipan, teknik rekaman (audio-visual), dan teknik catat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sampai penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi data, peningkatan  penekunan, dan pemeriksaan sejawat sebagai teknik pengecekan keabsahan data temuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat dua strategi tindak tutur imperatif yang diguakan oleh guru, yaitu strategi langsung dan strategi tidak langsung
VARIASI BAHASA INDONESIA MAHASISWA SASAK DI PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL QUR’AN DARUL FALAH III CUKIR-JOMBANG Ahmad Sudali; Udjang Pairin M. Basir; Yulianah Prihatin
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.007 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v8i2.1464

Abstract

Abstrak              Penelitian ini objeknya adalah mahasiswa Sasak yang ada di Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Darul Falah III yang sering memakai bahasa Indonesia ketika berbicara di forum dan ketika berbicara dengan orang yang dari wilayah lain selain Lombok Sasak, namun ketika bertutur tidak sepenuhnya memakai bahasa Indonesia yang resmi, bahkan bahasanya yang dipakai dicampur adukkan dengan bahasa jawa, bahasa Sasak, bahasa inggris, dan lain sebagainya, sehingga ketika bertutur seperti itu terjadinya variasi bahasa dikarenakan variasi bahasa terjadi oleh peutur yang asalnya bebeda, pemakaian bahasa tidak resmi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu pengumpulan data dengan empat tahap: 1. observasi, 2. perekaman, 3. wawancara, dan 4. Dekomentasi, sementara teknik analisis yang digunakan melalui empat tahapan yaitu 1. pengumpulan data, 2. Pereduksian data, 3.penyajian data, dan 4. penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pemkaian bahasa Indonesia oleh mahasiswa Sasak di Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Darul Falah III yang tidak resmi sehingga terjadinya variasi bahasa ketika bertutur bersama teman-temannya dari Lombok.  
Ragam Bahasa Pedagang di Pasar Kawasan Makam Gus Dur Tebuireng Jombang Suci Armala; Udjang Pairin M. Basir; Yulianah Prihatin
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.291 KB) | DOI: 10.32682/sastranesia.v8i2.1423

Abstract

Bahasa merupakan apresiasi dari pemikiran kita yang biasanya dituangkan dalam bentuk tulisan,suara dan lain-lain untuk mengungkapkan apa isi pikiran kita agar orang lain mengerti, karena bahasa itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam melakukan segala kegiatan sosial, seperti kegiatan sosial yang berada dipasar. Penelitian ini mengarah ke pasar  Kawasan Makam Gus Dur yang merupakan pasar wisata di Jombang lebih tepatnya berada di Tebuireng, pasar ini terletak didekat museum nusantara dimana pasar ini menyediakan barang untuk dibuat oleh- oleh jika para wistawan berkunjung ditempat ini untuk melakukan ziarah ke Makam pahlawan yang dimakamkan disini yaitu K.H. Hasyim Asyari, Gus Dur dan Gus Sholah yang semakin hari pengunjung ditempat ini semakin banyak,  pedagang disini menggunakan beberapa bahasa  dimana dalam ragam bahasa ini untuk menarik minat pembeli karena pembeli yang berada di pasar KMGD ini dari luar daerah Jombang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis ragama bahasa yang digunakan oleh pedagang di pasar KMGD Tebuireng Jombang. Ruang lingkup penelitian ini dilakukan agar mengetahui jenis ragam bahasa yang digunakan pedagang makanan, pedagang pakaian dan pedagang aksesoris yang berada di pasar KMGD tersebut. Metode penelitian ini yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan cara menggunakan teknik pengumpulan data seperti survey, rekam, simak, catat. Teknik analisis data yang digunakan yakni data collection, data reduction, data display, conclusing drawing/ verification. Hasil penelitian saya menemukan jenis ragam bahasa yang dipakai oleh pedagang di KMGD Tebuireng Jombang yakni jenis ragama bahasa santai yang biasanya digunakan untuk berbicara dengan teman atau keluarga.
GERAKAN TOKOH PEREMPUAN DENGAN TRANSENDENSI DALAM NOVEL TANAH TABU KARYA ANINDITA S. THAYF (KAJIAN FEMINSIME) Resdianto Permata Raharjo; Yulianah Prihatin
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 3 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v9i3.1996

Abstract

This study had purpose to describe the existence of women becoming transcendence with  actions of women achieving transformation in society and women follow the dominant group in the novel Tanah Tabu by Anindita S. Thayf . This study uses qualitative research. Collection techniques used library techniques by finding references or references from journals as a source of research data. Analysis techniques used qualitative research with hermeutic techniques namely reading, marking, coding and analyzing. Tanah Tabu novel is a novel that contains the values of social life set in Papua. Its society embraced a culture of patriarchy that made women under male rule. Women seem to be weak living beings, easily oppressed, unable to live independently and only obliged as housewives who serve their husbands and take care of pigs in their cages. The transcendence in the novel is demonstrated by mabel's character by being a woman achieving transformation in society and following the dominant group. Mabel's character in the novel boldly demonstrates her existence and refuses to be made an object by men. She fought for and sought to reclaim what should have been hers as a woman and a creature of God.