Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Peningkatan Kemampuan Meta Level Reflection dan Critical Thinking Hardinanto, Eko; Faizi, Ahmad; Kholifatu Amalia S., Arisni; Prihatin, Yulianah; Mei Diastuti , Indah; Fatkhur Rizal , Muhammad; Setya Nugraha, Alfian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 6 No. 3 (2025): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v6i3.2890

Abstract

Abstract This community service aims to provide knowledge for teachers in improving Meta-Level Reflection and Critical Thinking Skills in MTs. Al-Amin Krian Sidoarjo Teachers to adapt and innovate in facing ever-changing challenges. Many teachers and students have not been able to correct their own mistakes, cannot determine which future should be done best because there is no ability to assess their own shortcomings, that is what must be honed in education by improving Meta-Level Reflection. The ability to critically evaluate information, understand the ethical implications of technology, and use technology responsibly and productively is part of Critical Thinking. So, critical thinking is a person's ability to critically analyze a situation, information, or problem, then make decisions or solutions based on logical and rational thinking. Armed with Meta-Level Reflection and Critical Thinking skills, it is hoped that teachers can help create an Indonesian society that is not only familiar with technology, careful in using it in this era of disruption and capable and has the awareness to correct their shortcomings. This will create a society that has hard skills and soft skills.
ANALYSIS OF STUDENT RESPONSE TO KWLA (WHAT I ALREADY KNOW, WHAT I WANT TO KNOW, WHAT I LEARNED, AND THE AFFECT OF THE STORY) STRATEGY IN THE LEARNING READING COMPREHENSION Yulianah Prihatin; Raras Hafiidha Sari
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 4 No. 5 (2020): September
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v4i5.8070

Abstract

This study aims to determine students' responses to learning to read narrative text comprehension using the KWLA strategy (What I Already Know, What I Want to Know, What I Learned, and The Affect of the Story). A collecting data in this study used a questionnaire in the form Unstructured questionnaires and interviews The results of the data were obtained and analyzed quantitatively qualitatively The data generated in the form of numbers were then described Based on the results of the study, it was found that aspects 1 to 5 that contained responses of students' interest in learning thus obtained by 90.4% included in the category very good.In aspects 6 to 10 which contain student responses to ease in understanding and learning the material obtained a percentage of 89.1% included in the very good category.In aspects 11 to 13 which contain student responses in the activity and courage to express opinions in the learning process a percentage of 87 is obtained , 9% in the category of very good, and aspects 14 to 15 which contain responses to the ease of students in concluding learning activities get an average percentage of 90.2% included in the very good category. This shows that the KWLA strategy is able to increase student interest in efforts to improve reading comprehension skills.
IMPROVEMENT OF PBSI SEMESTER STUDENTS CAPABILITY VI IN WRITING SCIENTIFIC ARTICLES THROUGH THE PROCESS APPROACH ON WRITING SKILLS Yulianah Prihatin
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 4 No. 1 (2020): January
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v4i1.7918

Abstract

The research is aimed to know the process of learning the skills to write articles by students PBSI VI semester University Hasyim Ashari thorough approach to the process, barriers s ver the process of learning as well as the effectiveness of the approach to the process in the process of learning to write. Research is shortly g using design PTK with 2 cycles. The results of the research are, first, the learning process runs according to the plans that have been prepared. In cycle 1 consists of planning, implementation (introduction, core, and closing), while in cycle II, it consists of replanning and implementation (introduction, core, and closing). The results of the second, namely, the barriers were experienced among which several references have not been prepared by lecturers, students who arrive late, students who are not active in disguise group, indoor heat, sound noisy at the outside of class. These obstacles are not the same every cycle. Third, the process approach is proven to be able to improve students' abilities in making scientific articles. Through the approach of the process, how to write the students more focused and gradual. This increase can be proven from the average value of the class which was originally 55 in the initial condition to 75 in the first cycle and 80 in the second cycle.
Pedagogi Kritis : Roman Tetralogi Buru sebagai Praksis Pendidikan Anti Kapitalisme Dandy Ashghor Dawudi; Yulianah Prihatin
Journal of Education Research Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i3.3717

Abstract

Memasuki era suprastruktur kapitalisme di era digital seperti saat ini, pendidikan anti kapitalisme diperlukan sebagai upaya merawat peradaban untuk membangun kesadaran manusia yang tidak serakah. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana roman tetralogy Buru karya Pramoedya Ananta Toer sebagai sarana praksis pedagogis untuk menanamkan kesadaran anti kapitalisme. Adapun pisau analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemikiran pendidikan pembebasan Paulo Freire dengan variabel pemahaman terkait relasi opresi dan pedagodi dialogis sebagai praksis pembebasan yang terkandung dalam roman tetralogy Buru. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogi kritis.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi berupa baca, tandai, dan klasifikasi. Teknik analisis data menggunakan interpretasi kontekstual. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa roma tetralogy Buru karya Pramoedya Ananta Toer merupakan karya sastra yang mendekonstruksi relasi opresi dalam beragam fenomena sosial khususnya kapitalisme yang terkandung di dalamnya serta pedagodi dialogis, hal tersebut tampak dari narasi yang menceritakan proses tumbuh kembang kesadaran tokoh Minke terhadap kapitalisme yang dilakukan oleh pihak kolonial Belanda di tanah Hindia, serta sepak terjang tokoh Minke untuk mendirikan Syarikat Dagang dalam rangka menghimpun kekuatan modal melawan kapitalisme kolonial. Melalui narasi tersebut pembaca dapat berdialektika dalam pikiran dan kesadaran untuk melawan kapitalisme. Simpulan dari penelitian ini adalah, roman tetralogy Buru merupakan karya sastra yang strategis sebagai medium praksis pendidikan anti kapitalisme.
PROBLEMATIKA KETERAMPILAN MENULIS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SECARA DARING Yulianah Prihatin
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika keterampilan menulis dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan menawarkan solusi pemecahannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara secara online, simak dan catat. Selain itu data juga didapatkan dari angket yang disebarkan menggunakan google form. Berdasarkann hasil peneleitian didapatkan beberapa problematika yaitu bahan ajar yang tidak menarik, gagap teknologi dan ketersediaan fasilitas, takut memulai, budaya copy paste, dan penilaian pembelajaran. Problematika tersebut tentu memerlukan solusi pemecahannya, diantaranya yaitu: penyiapan bahan ajar yang menarik, penyediaan fasilitas teknologi, dan penggunaan penilaian portofolio.
Fungsi Tindak Tutur Imperatif pada Komunikasi Guru dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Jetis Mojokerto yulianah prihatin; Heny Sulistyowati
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i1.940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi tindak tutur imperatif pada komunikasi guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Jetis Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 1 Jetis Mojokerto. Subjek dalam penelitian ini adalah tuturan guru bahasa Indonesia kelas VIII yang diindikasikan sebagai tindak imperatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Pada pengumpulan data, dilakukan dengan teknik observasi non-partisipan, teknik rekaman (audio-visual), dan teknik catat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sampai penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi data, peningkatan penekunan, dan pemeriksaan sejawat sebagai teknik pengecekan keabsahan data temuan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa fungsi tindak tutur imperatif yang muncul dalam komunikasi guru dan siswa, yaitu fungsi mengajak, mengizinkan dan mendesak.