Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Terapi Wudhu Sebelum Tidur dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Astry Ratna Afriyanti; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 1 (2025): Maret : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i1.1180

Abstract

Sleep disturbances can result in physical problems and a decrease in a person's ability to focus. Ablution can serve as a way for relaxation that helps improve sleep quality. This study aims to explore the relationship between ablution performed before bed and sleep quality among students. This type of research is pre-experimental. The data used in this study was collected through a questionnaire given directly to the respondents. A total of 50 respondents were involved as a sample in this study. The sampling method used is total sampling. To analyze the data, univariate and bivariate tests are used, where bivariate analysis is carried out by chi-square test. The results of the univariate analysis showed that 78% of respondents always performed ablution, while 22% only did it occasionally. Good sleep quality was found in 68% of respondents, while 32% experienced poor sleep quality. Most respondents were 20 years old, reaching 42%, with the lowest being 19 years old at 10%. In terms of gender, 68% of respondents were male and 32% were female. Bivariate analysis using the Chi-Square test showed that there was no significant relationship between the practice of ablution before bed and the quality of students' sleep, with a value of 0.591 which was greater than 0.005. Therefore, it can be concluded that there is no relationship between the practice of ablution before bed and the quality of sleep among students.
Hubungan Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjelajahi Hemodialisa Di RS Bhakti Asih Brebes Mochamad Abdoel Gofoer; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2429

Abstract

Kecemasan pada pasien chronic kidney disease (CKD) dapat muncul akibat kekhawatiran berlebih, takut, dan merasa terancam karena pengobatan yang dijalani. Penurunan kualitas tidur merupakan salah satu dampak akibat kecemasan yang dialami oleh pasien CKD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RS Bhakti Asih Brebes. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 37 pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RS Bhakti Asih Brebes yang diambil menggunakan teknik total sampling. Kecemasan diukur menggunakan Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS), sementara kualitas tidur diukur menggunakan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel yang diteliti. Sebanyak 20 pasien CKD (54,1%) mengalami kecemasan ringan, sebanyak 30 pasien CKD (81,1%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CKD (X2 =7,338; p = 0,025). Terdapat hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien CKD di RS Bhakti Asih Brebes. Keluarga dapat memberikan dukungan secara verbal maupun non-verbal kepada pasien untuk menurunkan kecemasan sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur pasien.
Hubungan Antara Peran Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Pasien Yang Dirawat Di ICU Di RS Bhakti Asih Brebes Adhitya Indra Maulana; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2437

Abstract

Kecemasan pada keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) akan mempengaruhi pengambilan keputusan medis yang bersifat segera. Peran perawat dapat mengurangi kecemasan keluarga melalui perilaku caring. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran perawat dengan kecemasan pada keluarga pasien yang dirawat di ICU. Studi observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 40 penunggu pasien di ICU RS Bhakti Asih Brebes dipilih menggunakan teknik total sampling. Peran perawat dan kecemasan diukur menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel. Analisis yang dilakukan menggunakan uji Spearman rank untuk mengetahui hubungan variabel. Sebanyak 20 orang keluarga pasien (50%) menilai perawat sangat berperan, dan 16 orang (40%) memiliki kecemasan ringan. Terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan kecemasan keluarga pasien(p = 0,0001; r = -0,749). Terdapat hubungan antara peran perawat dengan kecemasan pada keluarga pasien di ICU di RS Bhakti Asih Brebes. Semakin berperan seorang perawat semakin rendah kecemasan yang dirasakan oleh keluarga pasien. Perawat diharapkan dapat mengoptimalkan perannya untuk memenuhi kebutuhan psikologis keluarga pasien.
Pengaruh Healing of Magic Terhadap Tingkat Kecemasan Masyarakat Desa Manggihan Kabupaten Semarang Jawa Tengah Susanto, Wigyo; Sejati, Waluyo; Setyowati, Wahyu Endang; Rochmawati, Dwi Heppy; Febriana, Betty
Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic Vol. 3 No. 1 (2025): Volume 3 No. 1 2025
Publisher : Yayasan Healing and Healthcare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jkkhc.v3i1.100

Abstract

Excessive anxiety is one of the reasons a person can become sick (stressed), can tantrum, and can lock himself up. In order to stay relaxed and relaxed a person needs adaptive coping. Magic games have been used as a therapeutic method in rehabilitation settings since 1982 in America, and have received strong recognition as an effective method for treating anxiety in patients (Healing of magic). With the provision of healing of magic, it is hoped that the patient's anxiety can be resolved properly. This study aims to measure the level of anxiety of the residents of the Manggihan village affected by COVID-19 before and after being given an intervention in the form of Healing of magic therapy (magic therapy). The study was conducted on 18 respondents by giving a Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A) questionnaire before and after therapy. The questionnaire was then analyzed using the marginal homogeneity test, and the p value results showed the number .003, which means that there is a significant difference between the level of anxiety before therapy and the level of anxiety after therapy. So it can be concluded that healing of magic therapy is very effective in reducing anxiety levels.
Hubungan Antara Sholat Tahajud dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung Semarang Lolla Loviana Subakir; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 2 (2025): Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v3i2.4886

Abstract

Students are learners as well as part of society who are vulnerable to mental health disorders. This is due to the challenging academic journey, from the beginning of their studies to the final semester, in order to develop their ability to fulfill intellectual responsibilities. There are several simple methods that can be practiced independently to reduce anxiety symptoms, such as deep breathing techniques, avoiding alcohol consumption, sharing feelings with close ones, and strengthening spiritual connection with Allah SWT through performing Tahajud prayer. This study aims to analyze the relationship between Tahajud prayer and the level of anxiety among students at Sultan Agung Islamic University Semarang. The study employs a correlational design with a cross-sectional approach. Data were collected through questionnaires completed by 75 students using a total sampling technique. The results indicate that the majority of respondents, 65 students (86.7%), engage in Tahajud prayer regularly. However, most respondents, 50 students (66.7%), still experience high levels of anxiety. Statistical tests revealed a p-value of 0.000 (<0.05), demonstrating a significant relationship between Tahajud prayer and anxiety levels. Based on these findings, it can be concluded that there is a correlation between Tahajud prayer and students' anxiety levels. This study is expected to serve as a reference for future research and encourage students to utilize Tahajud prayer as a form of spiritual therapy in managing anxiety.
Hubungan Intensitas Shalat Dhuha dengan Tingkat Kecemasan Ibu Rumah Tangga yang Mengalami Masalah Finansial Lidya Fitrianingrum; Wigyo Susanto; Dwi Heppy Rochmawati
Jurnal Medika Nusantara Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Medika Nusantara
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/medika.v3i2.1751

Abstract

Housewives who face financial problems often feel high levels of anxiety. This is caused by various daily demands that arise, causing feelings of anxiety, worry, and restlessness. However, by performing the dhuha prayer regularly, housewives can find it easy to reduce anxiety while facilitating their fortune. This study aims to examine the relationship between the intensity of dhuha prayer and the level of anxiety in housewives who experience financial problems. This study was conducted in Morosari Village, RT 02 RW 05, Sayung District, Demak Regency, and used a cross-sectional method. Data were obtained through questionnaires that were distributed directly to 58 respondents who were housewives. The sampling technique used was total sampling, and data analysis was carried out using univariate and bivariate tests, using the Spearman correlation test for bivariate analysis. The results of the univariate analysis showed that most respondents, as many as 23 people (39.7%), rarely performed the dhuha prayer. In addition, the highest level of anxiety occurred in 27 respondents (46.6%) who were classified as experiencing severe anxiety. Most of the respondents were in the age range of 40-50 years, as many as 27 people (46.6%). Bivariate analysis with Spearman correlation test showed that there was a significant relationship between the intensity of dhuha prayer and the level of anxiety in housewives who experienced financial problems, with a significance value of 0.000.
Hubungan Body Image dengan Kejadian Bullying pada Remaja Putri, Sinta Asaliyah Annisa; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5894

Abstract

Body Image yang positif berperan penting dalam kesehatan mental remaja. Namun, remaja sering kali mengalami masalah body image yang dapat berkontribusi terhadap kejadian Bullying. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara body image dan kejadian Bullying pada remaja di Semarang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, dari total populasi sebanyak 358 kelas X, peneliti mengambil sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu berdasarkan nomor absen genap pada setiap kelas. Untuk menentukan besarnya sampel dihitung menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan total 189 responden. pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik Somers’d. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara body image dengan kejadian Bullying pada remaja, dengan nilai p < 0,05, yang menunjukkan bahwa body image yang buruk berhubungan dengan peningkatan kejadian Bullying.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan kejadian Bullying pada remaja di Semarang, yang menunjukkan pentingnya perhatian terhadap body image dalam upaya pencegahan Bullying.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Citra Diri pada Mahasiswa Dewi, Perwita Rameka; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5899

Abstract

Penampilan yang bersih dan cantik merupakan indikator penting dari keremajaan dan kesehatan seseorang. Hal pertama yang kita perhatikan tentang cerminan kepribadian seseorang adalah kerapian akan penampilanya. Di zaman modern sekarang ini, tidak sedikit kaum muda sedang lantang menampakkan kemudaan dan keelokkannya melalui wajah dan penampilan. Jika setiap adanya perubahan dari penampilan dan penampilan itu kurang ideal akan dipandang negatif. Stres dapat menjadi salah satu pemicu timbulnya citra diri yang negatif. Stres muncul sebagai respons terhadap rangsangan yang memicu reaksi di otak. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengetahui adanya hubungan antara tingkat stres dengan citra diri pada mahasiswa fakultas agama islam. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan penelitian direkrut dari mahasiswa yang terdaftar di Fakultas Agama Islam, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling dengan total 138 responden. Pengambilan data dengan cara menyebarkan link kuesioner gform dengan koordinasi melalui komting kelas kemudian di share melalui grup angkatan masing-masing. Dalam menguji korelasi, penelitian ini menerapkan uji Spearman rho. Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari 138 responden, mayoritas berusia antara 21 hingga 22 tahun, yaitu sebanyak 76 responden (55,1%), dan sebagian besar adalah perempuan dengan jumlah 116 responden (84,1%). Temuan penelitian ini juga mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam menunjukkan tingkat stres dalam kategori normal dengan jumlah 59 responden (42,8%). Dalam hal citra diri, sebagian besar mahasiswa memiliki citra diri yang positif, tercatat sebanyak 127 responden (92%). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rho menghasilkan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05) yang mengarah pada penolakan H0 dan penerimaan H1. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan citra diri pada mahasiswa Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Pola Makan pada Mahasiswa Syahrani, Nabilah; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5871

Abstract

Stres adalah faktor psikologis yang dapat memengaruhi nafsu makan dan pola makan, serta berkaitan dengan kondisi kesehatan seperti maag. Sistem pencernaan yang terganggu oleh stres dapat mengakibatkan turunnya nafsu makan. Pola makan menjadi faktor penting yang memengaruhi status gizi mahasiswa, sehingga perhatian terhadap hal ini sangat diperlukan. Tujuan: Tujuan penelitian ini guna menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan pola makan pada mahasiswa di Semarang. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa di Semarang yang dipilih menggunakan teknik total sampling sebanyak 86 mahasiswa. Data diperoleh berdasarkan kuesioner, dianalisis menggunakan uji chi-square guna mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Dari 86 responden, mayoritas berusia 19 tahun (50%). Tingkat stres yang paling dominan adalah kategori stres parah, ditemukan pada 40 responden (46,5%). Mayoritas responden mempunyai pola makan yang baik, sebanyak 75 orang (87,2%). Simpulan: Temuan penelitian membuktikan yakni adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan pola makan pada mahasiswa di Semarang (p-value < 0,05). Kondisi ini menunjukkan yakni pengelolaan stres yang baik diperlukan untuk menjaga pola makan yang sehat.
Hubungan antara Dukungan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Pratama, Raditiya Beni; Rochmawati, Dwi Heppy; Susanto, Wigyo
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5883

Abstract

Spiritual berperan penting pada keberlangsungan hidup manusia, karena seseorang dengani religiusitas apabila ia sedang bernadapan dengan suatu masalah dalam hidupnya maka ia akan mampu mengatasinya. Dukungan spiritualitas yang tinggi menyebabkan kecemasan pada mahasiswa semakin ringan. Mahasiswa dengani dukungan spiritual yang tinggi cenderung memiliki koping yang baik dalam mengelola tekanan sehingga mengalami kecemasan yang ringan. Penelitian ini dilakukan guna untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan spiritual dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa semarang. Penelitian ini menerapkan metode Kuantitatif cross sectional. Terdapat 149 responden dari 239 total mahasiswa yang diperoleh dari metode Purposive Sampling. Data diperoleh dengan mengaplikasikan lembar kuesioner yang diisi oleh responden secara sukarela dan tanpa paksaan. Penelitian ini menerapkan uji korelasi spearman rank untuk mencari korelasi antara variabel. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Hampir seluruh mahasiswa semester akhir S1 fakultas ilmu keperawatan unisula menderita kecemasan ringan. Hasil analisis juga menunjukan jika terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan spiritual dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa semarang (rho = -0,714, p 0,000 < 0,5). Dari hasil uji statistic dapat ditarik kesimpulan jika terdapat hubungan antara dukungan spiritual dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa.
Co-Authors ., Ellisa A Nur Anna AS Abrori, Abrori Adhitya Indra Maulana Agatha Alfadiazti Andria Pragholapati Aslam, Putri Latifa Astry Ratna Afriyanti Atmojo, Fajar Widhi Bakhtiar, Erwin Betie Febriana Betie Febriana Betie Febriana Betie Febriana Betie Febriana Bettie Febriana Dewi, Perwita Rameka Dhani Luthfi Hakim Dian Oktaviana Dwi Heppy Rochmawati Dwi Heppy Rochmawati Dwi Heppy Rochmawati Dwi Heppy Rochmawati, Dwi Dwi Nurul Badiah Endang Setyowati, Wahyu Ersa Putri Andini Eryanto, Bambang Fajar Widhi Atmojo Farkhah, Laeli Febriana, Betty Fendy Eko Wahyudi, Fendy Eko Firman Hidayat Hadiansyah, Tantan Haq, Baihaqi Izzul Hendrawan, Gagah Satria Hetty Catur Ellyawati, Hetty Catur Ika Chandra Putri Imas Triayani Indah Tri Ayu Irgi Ahmad Fahrezi Laili Sukmawati Laily Nafisah Leni Alfiyah Lia Khainun Nisa’ Lidya Fitrianingrum Lindawati Lindawati Lolla Loviana Subakir Masrokan Mira Santika Mochamad Abdoel Gofoer Muhammad Farhan Muhammad Safaat Agung Tubagus Muhlis Muhlis Mutiara Salsa Nabila Noviana, Aini Niswatun Nur Hidayah, Nur Hidayah Nurul Azzahrah Pratama, Raditiya Beni Putri, Mayshella Reghita Putri, Sinta Asaliyah Annisa Ratna E, Suci Rifki Sakinah Nompo Rifkya Maulana Safitri, Adilia Zulfa Setyowati, Wahyu Endang Sholekhah, Sholekhah Syahrani, Nabilah Titik Suerni Tubagus, Muhammad Safaat Agung Tyas, Lutvi Mahendra Ning Ulumuddin, Muhammad Ikmal Umi Aghni Umi Lailatussa’adah Umi Nuraini, Umi Nuraini Wahyu Endang Setiawati Waluyo Sejati Waluyo Sejati Yuliana Kholifah