Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA WANITA Rizki Widyan Aisya; Purbowati Purbowati; Susi Nurohmi
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2389

Abstract

Hipertensi atau sering dikenal dengan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas batas normal jika tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Faktor risiko hipertensi dipengaruhi oleh usia, genetik, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desain Cross-Sectional dengan 350 yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung, pengukuran darah dan peneliaian antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan anatar variable. Responden sebagian besar berusia 30-49 tahun (46,6%) yang memiliki latar belakang pendidikan SD (51,7%). Terdapat 16,8% respoden memiliki riwayat tekanan darah tinggi dari orang tua. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dengan berat badan lebih (65,7%). Angka kejadian hipertensi pada responden berdasarkan tekanan darah sistolik yang masuk dalam kelompok hipertensi (34.0%), sedangakan diastolik (32,6%). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia, genetik dan IMT yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita (p-value0,05). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara usia, genetik, dan IMT dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.
INDEKS GLIKEMIK PRODUK SEREAL BERBASIS PANGAN LOKAL Purbowati Purbowati; Dian Dwi Septiani
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 5, No 1 (2024): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v5i1.2223

Abstract

Produk sereal yang sering dikonsumsi masyarakat sebagai menu sarapan maupun makanan selingan umumnya terbuat dari gandum, yang mana tamanan gandum tidak dapat tumbuh di Indonesia. Sehingga perlu adanya diversifikasi pangan pembuatan sereal. Bahan pangan lokal seperti jagung, singkong, kacang hijau, kacang merah dapat dijadikan bahan sereal pengganti gandum. Bahan pangan tersebut juga mengandung serat lebih tinggi sehingga dapat menurunkan nilai indeks glikemik produk. Tujuan penelitian mendeskripsikan nilai indeks glikemik tiga produk sereal berbasis pangan lokal yaitu sereal singkong + kacang hijau (sereal 1), sereal jagung + kacang hijau (sereal 2), sereal jagung + kacang merah (sereal 3). Penelitian ini menggunakan rancangan kuasi eksperimental. Analisis nilai indeks glikemik dengan subjek manusia yaitu sejumlah 10 orang berusia 20-25 tahun, mempunyai IMT dan kadar glukosa darah normal. Setiap subjek diberikan perlakuan sebanyak 4 kali yaitu glukosa murni, sereal 1, sereal 2, dan sereal 3. Setiap perlakuan diberikan jeda waktu selama 2 hari. Pengukuran glukosa darah dilakukan 5 kali setiap perlakuan, yaitu menit ke-0 (glukosa darah puasa), kemudian glukosa darah setelah perlakuan pada menit ke-30, 60, 90 dan 120. Hasil analisis indeks glikemik sereal 1, sereal 2, dan sereal 3 secara berturut-turut yaitu 34,7; 28,68; dan 20,32. Ketiga produk sereal termasuk kategori indeks glikemik rendah (50).
POLA ASUH DAN STATUS GIZI BALITA DI MASYARAKAT Agustina Makatei; Purbowati Purbowati; Muhammad Ridwanto
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 1 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i1.3066

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan utama di Kabupaten Teluk Wondama, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Rasiei. Pola asuh ibu diduga memiliki peran penting dalam menentukan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita usia 0–59 bulan di wilayah tersebut. Desain penelitian menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan metode analitik cross-sectional. Sampel terdiri dari 132 ibu balita yang dipilih secara purposive berdasarkan status gizi balita (underweight dan normal). Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh yang diadaptasi dan pengukuran antropometri balita menggunakan KMS. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pola asuh otoriter, permisif, dan demokratis dengan status gizi berat badan menurut umur (BB/U) dan tinggi badan menurut umur (TB/U). Pola asuh demokratis memberikan dampak positif pada status gizi normal, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif terkait risiko gizi kurang dan gangguan pertumbuhan. Pola asuh dominan memiliki korelasi paling kuat dengan status gizi balita. Disarankan agar program intervensi gizi di daerah ini memasukkan edukasi pola asuh ibu untuk mendukung status gizi optimal balita dan mengurangi masalah gizi kurang di masyarakat.
SISTEM PENYELENGGARAAN MAKANAN DI PANTI ASUHAN AISYIYAH KUDUS Dewi Kusumawati; Septiani Septiani; Purbowati Purbowati
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 2, No 2 (2021): JURNAL MEDIKA INODNESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v2i2.1954

Abstract

Latar belakang: Tumbuh kembang anak harus didukung dengan makanan dalam jumlah dan mutu yang memenuhi syarat gizi. Penyelenggaraan makanan di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) diharapkan dapat menyediakan makanan bagi anak asuh yang sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar sanitasi dengan memperhatikan batas sumber dana dan fasilitas panti asuhan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyelenggaraan makanan di panti asuhan Aisyiyah kudus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24-30 Maret 2022 dengan menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan check list. Hasil : Kegiatan penyelenggaraan makanan di Panti Asuhan Aisyiyah Kudus dilakukan secara swakelola dimana Panti memiliki dapur sendiri yang  melaksanakan semua kegiatan penyelenggaraan makan. Anggaran yang disediakan ialah Rp 10.000.000,- yang berasal dari Yayasan dan para donatur. Perencanaan menu dilakukan atas diskusi bersama pengurus, pengasuh dan petugas dapur  dengan mengacu pada siklus menu 7 hari, tidak dilakukan perhitungan kebutuhan anak dan tidak memiliki standar porsi. Pembelian dan penyimpanan bahan makanan secara langsung oleh pengasuh panti asuhan. Persiapan dan pengolahan makanan dilakukan dengan mengandalkan pengalama petugas dapur. Pendistribusian makanan menggunakan sistem sentralisasi dan desentralisasi. Kesimpulan: Sistem penyelenggaraan makanan di panti asuhan anak aisyiyah kudus tergolong baik.
PENDEKATAN EDUKATIF UNTUK MENGURANGI PENGGUNAAN GADGET BERLEBIH DI SD 2 BESITO KUDUS Rosita, Melvin Dewi; Purbowati, Purbowati; Supardi, Supardi; Baiti, Nur Shabrina Al; Haq, Osama Maulana; Hadi, Syamsul; Saputra, Danang Feby; Shofia, Fahima Nur; Putri, Diva Fitriana; Purwoko, Regita Adiba Fayza; Aeni, Khuril; Sari, Dwi Maya Ratna; Faradilla, Mahardini Ayu; Salsabila, Finkanita; Rahayu, Anita Putri; Anggraeni, Putri Luthfiana; Zuwad, Mohammad Hasan; Meliasari, Desy; Althofia, Zanadira
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.2831

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan di kalangan siswa sekolah dasar menjadi tantangan dalam dunia pendidikan, termasuk di SD 2 Besito Kudus. Kebiasaan ini dapat berdampak negatif pada konsentrasi belajar, interaksi sosial, serta kesehatan fisik dan mental siswa. Pengapdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak penggunaan gadget yang berlebihan serta menerapkan pendekatan edukatif dalam mengatasinya. Pendekatan yang diterapkan meliputi sosialisasi dan edukasi, pembatasan penggunaan gadget di sekolah, peningkatan aktivitas fisik dan sosial, serta penerapan metode pembelajaran interaktif. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa siswa mulai memahami pentingnya penggunaan gadget secara bijak, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam belajar dan meningkatkan interaksi sosial. Dengan demikian, pendekatan edukatif dapat menjadi solusi efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap gadget di kalangan siswa sekolah dasar.