Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Gambaran Implementasi Peraturan Daerah Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada RSUD Haji dan Rumah Sakit Stella Maris di Kota Makassar Tahun 2015 Habibi Habibi; Surahmawati Surahmawati; Heriyani Sompo
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 8, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.923 KB) | DOI: 10.24252/as.v8i2.2656

Abstract

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan upaya dari pemerintah untuk melindungi dan menjamin hak setiap orang untuk menghirup udara bersih tanpa paparan asap rokok. Kota Makassar sendiri telah menetapkan PerWali No. 13 Tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang mengatur tentang area atau ruangan yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok. RSUD Haji dan Rumah Sakit Stella Maris merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan untuk melaksanakan kewajiban dan larangan sesuai dengan ketentuan Perda tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan melalui teknik wawancara mendalam. Penentuan informan dengan teknik purposive (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada RSUD Haji dan Rumah Sakit Stella Maris pada dasranya sudah diterapkan. Perlu dilakukannya evaluasi secara berkala untuk mengetahui perkembangan dari implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok yang meliputi tingkat keefektifan strategi kebijakan, keunggulan, kelemahan, peluang dan ancaman yang muncul selama pelaksanaan kebijakan. 
Gambaran Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Fungsi Manajemen Pada Program Pengendalian Penyakit Menular (P2M) di Puskesmas Tamangapa Makassar Tahun 2016 Habibi Habibi; Nurdiyanah Nurdiyanah; Surahmawati Surahmawati; Nurul Chaerunnisa
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.879 KB) | DOI: 10.24252/as.v9i1.3144

Abstract

Pelaksana kegiatan di Puskesmas adalah seorang tenaga kesehatan, dimana pelaksana melakukan kegiatan tertentu yang dinamakan dengan fungsi manajemen.Data yang di peroleh di Puskesmas Tamangapa, bahwa penyakit ISPA, Diare, dan Hipertensi mengalami peningkatan. Maka, aktifitas yang ada membutuhkan kerja sama dari tenaga kesehatan terkhusus pada unit P2M di Puskesmas untuk mengelola pelayanan kesehatan dalam fungsi manajemen dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan pelayanan kesehatan berdasarkan fungsi manajemen pada program P2M di Puskesmas Tamangapa Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif, melalui teknik wawancara mendalam.Penentuan informan dengan teknik purposive sampling dimana informan berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan, fungsi perencanaan pada Program P2M dimulai dengan mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas masalah sampai menetapkan tujuan dan kegiatan yang ingin dicapai hal ini sesuai dengan tahapan perencanaan program pada umumnya. Fungsi pengorganisasian dalam pembagian tugas dan menyusun kelompok kerja, dirumuskan bersama sesuai kompetensi pegawai, namun adanya rangkap jabatan dinilai kurang efektif. Kemampuan pimpinan dalam memberikan motivasi dalam fungsi pergerakan telah dilaksanakan. Bentuk pengawasan pada program P2M hanya melalui via telepon. Serta fungsi evaluasi untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program yang telah dilakukan, dengan melihat standar pelayanan minimal yang disusun.Saran, perlu adanya penambahan jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas dan proses pengawasan yang di tingkatkan dengan melakukan pemantauan langsung kegiatan untuk melihat kinerja pegawai terkhusus pada program P2M.  
Hubungan Tingkat Pengetahuan Faktor Risiko DM Dengan Status DM Pada Pegawai Negeri Sipil UIN Alauddin Makassar Azriful Azriful; Nildawati Nildawati; Habibi Habibi; Diah Rismayani Juddin
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.229 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i1.5420

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menjadi suatu permasalahan yang meluas di abad ini karena prevalensi dan morbiditasnya yang meningkat. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang DM mengakibatkan masyarakat terlambatmenyadari bahwa telah menderita penyakit DM. Riskesdas 2013 menunjukkanprevalensi DM cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi.Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Kota Makassar yang memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari latar belakang pendidikan tinggi.Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan faktor risiko DM dengan status DM pada pegawai negeri sipil UIN Alauddin Makassar. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan responden sebanyak 89 orangyang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan faktor risiko DM yaitu baik sebesar 41,6%, cukup sebesar 39,3%, dan kurang sebesar 19,1%. Hasil pengukuran status DM yaitu normal sebesar 24,7%, pre-diabetes sebesar 65,2%, DM sebesar 7,9%, dan DM dengan komplikasi sebesar 2,2%. Hasil uji Mann Whitneymenunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan faktor risiko DM dengan status DM pada pegawai negeri sipil UIN Alauddin Makassar dengan nilai p= 0,121 (>0,05). UIN Alauddin Makassar sebaiknya membuat program penyuluhan atau sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan pegawai negeri sipil mengenai pentingnya mencegah penyakit DM, sehingga produktifitas kerja pegawai negeri sipil dapat dijaga dan ditingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kadar glukosa darah puasa serta melakukan pengembangan variabel penelitian yang memengaruhi status DM responden. 
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Azriful Azriful; Emmi Bujawati; Habibi Habibi; Syahratul Aeni; Yusdarif Yusdarif
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 10, Nomor 2, July-December 2018
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.238 KB) | DOI: 10.24252/as.v10i2.6874

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup anak dalam mencapai titik tumbuh kembang yang optimal sesuai potensi genetiknya. Stunting berhubungan dengan risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia24-59 bulan di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik, menggunakan metode cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-59 bulan berjumlah 339 balita.Jumlah sampel adalah 183 balita, dengan Ibu dari balita sebagai responden. Pengambilansampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara panjang badan lahir (p=0,000), berat badan lahir (p=0,033), pemberian ASI eksklusif (p=0,000), dan jarak kelahiran (p=0,041) terhadap kejadian stunting. Sedangkan pemberian ASI sampai dengan usia 2 tahun (p=0,249), status imunisasi dasar (p=0.123), jumlah anak (p=0,511), dan status ekonomi keluarga (p=1,000) tidak memiliki hubungan terhadap kejadian stunting.Diperlukan intervensi fokus kesehatan ibu dan anak untuk mengurangi risiko bayi dengan berat badan lahir rendah dan panjang badan lahir rendah, serta menumbuhkan kesadaran ibu akan pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada anak melalui penyuluhan.
Analisis Postur Kerja Dan Re-Desain Fasilitas Kerja Pada Pengrajin Batu Bata di Kelurahan Kalase’rena Kec.Bontonompo Kab. Gowa Fatmawaty Mallapiang; Azriful Azriful; Habibi Habibi; Syahratul Aeni; Titi Ismawati
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 1, January-June 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.233 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i1.9419

Abstract

Sikap kerja tidak ergonomis pada pengrajin batu bata merupakan posisi kerja tidak alamiah yang diakibatkan oleh letak fasilitas kerja yang tidak sesuai dengan antropometri pekerja.Postur kerja tidak alamiah misalnya postur kerja yang selalu berdiri, jongkok, dan membungkuk, dalam waktu lama yang menyebabkan ketidaknyamanan dan berisiko menyebabkan Musculosceletal Disorder.Tujuan penelitian ini menganalisis postur kerja dengan metode RULA dan melakukanre-desain fasilitas kerja denganpengukuran antropometri pengrajinbatu batadi Kelurahan Kalase’rena Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yang berjumlah 38 responden dari60 pekerja berdasarkan kriteria inklusi: tenaga kerja laki-laki, masih aktif bekerja saat penelitian, berusia <55 tahun, dan masa kerja >1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pencetakanbatu bata dengan postur kerja bungkuk berada pada level risiko tinggi sehingga diperlukan perbaikan postur kerja sekarang juga. Sedangkan pada proses pencetakanbatu bata dengan postur kerja berdiri berada pada level risiko sedang sehingga diperlukan perbaikan postur kerja dalam waktu dekat. Oleh karena itu perlu adanya perbaikanfasilitaskerja yang ergonomis, seperti kursi kerja: tinggi 45 cm disertai baut ring sepanjang 20 cm sehingga dapat mengatur ketinggian kursi dari rentang 35-55 cm, panjang kurang lebih 29 cm, lebar kurang lebih 29 cm, tinggi sandaran kurang lebih 55 cm, lebar sandaran kurang lebih 43 cm dan meja kerja: panjang kurang lebih 200 cm, lebarkurang lebih 100 cm, dan tinggi 52 cm disertai baut ring sepanjang20 cm di bawah meja sehingga dapat mengatur ketinggian meja dari rentang 42-62 cm, sehingga pekerja dapat bekerja dengan aman, nyaman dan produktif.
Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar Syarfaini Syarfaini; Syamsul Alam; Syahratul Aeni; Habibi Habibi; Nur Asmi Novianti
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 11, Nomor 2, July-December 2019
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.156 KB) | DOI: 10.24252/as.v11i2.11923

Abstract

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar Hemoglobin (Hb)dalam darah lebih rendah dari 11 gr/dl. Angka anemia pada kehamilan di Indonesia menurut Riskesdas tahun 2013 sekitar 37,1% sedangkan di kota Makassar angka anemia dalam kehamilan tahun 2017 sebesar 7,29%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil.Penelitian ini menggunakan desain case control dengan perbandingan kasus: control 1:1. Sampel kasus adalah  ibu hamil yang anemia (n=40) yang memeriksakan kehamilan di puskesmas Sudiang Raya Kota Makassar dan sampel kontrol adalah ibu hamil yang tidak anemia (n=40). Pengambilan sampel kasus dan kontrol menggunakan metode purposive sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner dan untuk mengetahui pengaruh risiko dilakukan dengan menghitung nilai OR pada 95% CI menggunakan Statcalc pada Epi Info.Hasil penelitian menunjukkan risiko pendidikan rendah terhadap anemia ibu hamil (OR= 3,00), pengetahuan rendah terhadap ibu hamil (OR= 3,46), asupan Fe yang (OR=1,36), asupan zink (OR= 1,66), kepatuhan konsumsi tablet Fe (OR= 3,22), riwayat seksio sesarea (OR=1,88), jarak kehamilan (OR=2,78).Hasil ini diharapkan bagi institusi untuk dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan secara merata kepada ibu hamil, sedangkan untuk peneliti selanjutnya menjadi bahan rujukan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian dengan mencermati faktor-faktor lain dari penyebab anemia ibu hamil.Keyword: Anemia, ibu hamil, asupan Fe, asupan Zink, riwayat seksio sesarea
Impact of posttraumatic growth on the quality of life in woman with breast cancer Suharda Chabirah; Emmi Bujawati; Habibi Habibi; Azriful Azriful
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 1, January-June 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/as.v12i1.14564

Abstract

Cancer is an abnormal cell condition that can grow faster than usual condition which makes it difficult to control. Posttraumatic Growth is a reactive psychopathological response to traumatic events. Someone who has been diagnosed with breast cancer will experience physical, psychological, and social change as well as difficulties in both sexual and daily activities. This situation is going to be affect the quality of life of patients. This study aims to look at the relationship of posttraumatic growth and the quality of life of breast cancer patients in Makassar general hospital (RSUD). This research was quantitative research with an observational analytic approach and cross-sectional study design. The research site was in RSUD Makassar. The sampling technique used was a total sampling technique in which 34 respondents were selected. The Chi-Square test results confirmed that there were significant influences of factors such as social relationship new opportunities internal strength spiritual development the expected life value and posttraumatic growth on the quality of life of patients with Ca. Mammae. Therefore, for further research in the similar scope, it is expected for future researchers to conduct research in diverse cultural settings or by adding other psychological perspectives to be discussed in the research.
Program Eco Healthy Community Melalui Service Learning pada Komunitas Dampingan Azriful Azriful; Habibi Habibi; Nildawati Nildawati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 1 MARET 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.704 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i1.7442

Abstract

Program eco healthy community adalah program komunitas yang berbasis lingkungan, melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan pendampingan kepada masyarakat binaan UIN Alauddin Makassar yaitu masyarakat sekitar kampus dengan membuat bank sampah sebagai salah satu wadah untuk menciptakan lingkungan wilayah binaan sekitar kampus peduli dengan sampah yang berserakan yang dapat merusak estetika lingkungan bahkan menjadi sarang vektor sebagai penyebar penyakit, dengan adanya program bank sampah maka masyarakat dapat merubah paradigma tentang sampah menjadi suatu barang yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Community Based Research (CBR) dengan metode PAR Participatory Action Research (PAR). Lokasi yang dipilih sebagai tempat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar. Progress kegiatan bank sampah ini dimulai sejak bulan Agustus 2019 dan terus beroperasi hingga saat ini.  Hasil pelayanan Bank Sampah dapat dilihat dari keadaan sekitar kampus yang mulai terlihat bersih dan sampah-sampah tidak berserakan kemana-mana, juga partisipasi dari masyarakat sekitar kampus yang menjadi nasabah bank sampah hingga mencapai omset sebesarRp. 2.837.137,-. Diharapkan masyarakat kampus lebih berpartisipasi dalam mengumpulkan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis atau menjadi nasabah bank sampah guna menciptakan lingkungan kampus yang bebas sampah.
Effectiveness Of Economic Empowerment Program In Empowered Women Study Group Syamsul Alam; Hasbi Ibrahim; Nildawati; Munawir Amansyah; Syahrul Basri; Habibi; Andi Ade Ula Saswini; Krisno Bimantoro; Gunawan Rasyidi
LAA MAISYIR: Jurnal Ekonomi Islam Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lamaisyir.v9i1.26487

Abstract

One of the important elements of development that needs attention is social and economic development for women. The role of women in the development of the Islamic economic sector is now very significant. This has had many positive impacts on both sharia economic growth and the Indonesian economy in general. This study aims to determine the effectiveness of the economic empowerment program in empowered women learning groups (KBPB) which is a CSR program of PT. Pertamina Marketing Operation Region VII, Ujung Tanah District, Makassar City. This research uses descriptive quantitative research, with a total sample of 30 respondents. The results showed that 70% of respondents were able to start SME businesses independently after participating in the KBPB program, and 30% had not been able to develop their businesses independently. Based on the perceived changes that 50% of participants were able to develop productive activities in the economic field, 40% strongly agreed that after participating in the program participants were able to self-actualize, and 40% strongly agreed that they were able to collaborate with others to form a business after joining the KBPB program.
RADIATION SAFETY MANAGEMENT SYSTEM FOR EMPLOYEES IN RADIOLOGY INSTALLATIONS dr. TADJUDDIN CHALID HOSPITAL Lilis Widiastuty; Dian Rezky Wijaya; Ranti Ekasari; Zilfadhillah Arranuri; Habibi Habibi; Muhammad Azwar; Hasriani Hasriani
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 3 No 3 (2022): October
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v3i3.32444

Abstract

Background: Radiographers have duties and responsibilities related to radiation, so one must receive protection for occupational health and safety before starting work, while working or after finishing work, considering that a radiation worker's job is related to X-rays that have characteristics can cause deterministic effects (tissue damage) and genetics. Objective: This study aims to find out in-depth information about the radiation safety management system for employees at the radiology installation at dr. Tadjuddin Chalid Hospital. Method: This study uses a qualitative method. The informants of this study were the head of the room and 2 radiation protection officers, a total of 3 people. Data was collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Results: The results showed that radiation protection staff at the radiology installation of dr. Tadjuddin Chalid Hospital has attended radiation protection training organized by BAPETEN (Nuclear Energy Supervisory Agency), has a certificate and SIB (Work Permit), Initial and periodic health checks have been carried out, Radiation protection equipment owned in radiology installations is still inadequate and 5 the apron has a leak. Conclusion: It is hoped that the hospital management needs to ensure the implementation of a radiation safety management system at the radiology installation of dr. Tadjuddin Chalid Hospital, so that radiology employees have a sense of security and can work professionally.