Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Pertanian Di Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar Nurul Fajeriana
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v10i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi lahan untuk peruntukan komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi biofisik dari lahan yang dimaksud demi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar dengan kegiatan survei lapangan dan pengolahan data sekunder serta analisis sifat tanah dilakukan di Laboratorium Kimia Tanah Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin berlangsung dari Juli sampai Oktober  2015.Berdasarkan hasilvalidasi penentuan kelas kesesuaian lahan, maka pola pemanfaatan lahan yang ada di Kecamatan Polombangkeng Utara untuk Tanaman Pangan meliputi:Pertanian sawah, umbi-umbian dan kacang-kacangan disarankan untuk dilakukan penanaman pada Kelurahan Mattompodalle, Kelurahan Malewang,Manongkoki, Panrannuangku, DesaMassamaturu, Timbuseng, Barugayya,Towata, Lassang, Kampung Beru, danParang Luara. Sayuran seperti tomat dan cabe pada Deesa Barugayya, Timbuseng, dan Kelurahan Manongkoki. Sedangkan untuk Tanaman Perkebunan yakni: Kapok pada Desa Parang Luara, Towata, Barugayya, Timbuseng; Kelapa pada Desa Timbuseng, Kelurahan Manongkoki, Desa Lassang, Towata, Barugayya; Kopi pada Desa Lassang, Towata, Barugayya,  Ko’mara, Timbuseng, Kelurahan Manongkoki; Jambu Mete pada Desa Lassang, Barugayya, Kelurahan Manongkoki; Kakao pada Desa Timbuseng, Towata, Parang Luara; Tebu pada Desa Lassang, Towata, Barugayya, Massamaturu, dan  Desa Pa’rappunganta. Tanaman tebu merupakan komoditi unggulan yang ada di Kecamatan Polombangkeng Utara karena di Kecamatan ini telah ada Perkebunan tebu PTPN XIV Pabrik Gula Takalar.
Analisis Kemampuan Lahan dan Kesuburan Tanah Pada Lahan Perencanaan Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Sorong di Kelurahan Sawagumu Kecamatan Malaimsimsa Nurul Fajeriana M; Ranti Wijaya
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.893 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i3.1130

Abstract

  Kebun percobaan merupakan salah satu unsur penunjang utama dalam kegiatan akademik pada Universitas Muhammadiyah Sorong. Tidak hanya peruntukannya untuk dosen tetapi juga untuk mahasiswa dalam melakukan praktikum, penelitian, pengkajian maupun pengembangan pertanian yang ada. Kebun percobaan pada fungsinya harus mendukung segala bentuk aktifitas dalam bidang akademik, terkhusus dalam ilmu pertanian. Dalam hal ini karakteristik lahan dan juga status hara sangat penting untuk dikaji sehingga diperoleh kebijakan dalam arah pemanfaatan lahan. Penelitian ini dilakukan selama 7 bulan yang berlangsung dari bulan April hingga Oktober 2020 dengan metode survey dan pengambil sampel tanah secara Simple Random Sampling di lahan perencanaan Kebun Percobaan Universitas Muhamadiyah Sorong di Jl. Arteri Kelurahan Malaingkeidi, Kecamatan Sawagumu Kota Sorong dan olah data kesuburan tanah berdasarkan analisis kimia tanah dari Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Dari hasil status hara memiliki unsur hara untuk pertumbuhan tanaman sangat rendah hingga sedang. Dan untuk Kelas Kemampuan Lahan masuk dalam kelas V dengan faktor pembatas genangan, iklim dan darinase tanah. Oleh karena itu diberikan rekomendasi perbaikan yakni dengan pembajakan dan perataan tanah, pembuatan gundukan atau bedengan serta penutupan tanah dengan bahan organik. Hal ini dimaksudkan agar dapat memaksimalkan penggunaan lahan untuk peruntukan pertanian yang lestari.
Penghijauan Dan Penataan Taman Kampus Universitas Muhammadiyah Sorong Ponisri Ponisri; Nurul Fajeriana; Akhmad Ali; Anif Farida; Irnawati Irnawati
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2022): Juli
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v4i2.1850

Abstract

Penghijauan merupakan bentuk peran manusia dalam menjaga lingkungan dalam upaya penanggulangan degradasi dengan cara penanaman pohon disekitar atau di wilayah tertentu. Sehingga dapat memberi kesan segar dan memperindah pemandangan di tempat-tempat umum, penghijauan juga memberikan banyak manfaat bagi lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam akan mengatasi polusi yang banyak dihasilkan di jalan raya, dan memberikan suplai oksigen bagi manusia. Sedangkan penataan taman di Universitas Muhammadiyah Sorong memiliki peranan yaitu sebagai ruang publik kampus dimana sebagai pusat interaksi dan komunikasi bagi mahasiswa dan dosen baik formal maupun informal, individu maupun kelompok. Keberadaan taman bagi mahasiswa dan dosen sangat penting, karena dapat dijadikan sebagai ruang terbuka publik yang mampu mengakomodasi kebutuhan rekreasi disela kesibukan lingkungan kampus.
Pemanfaatan Nasi Basi Menjadi Pupuk Cair untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) dengan Teknik Hidroponik Rakit Apung Nurul Fajeriana; Akhmad Ali; Pricilia Defi Manda
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i3.842

Abstract

The demand for mustard plants has not met the demands of the community because its productivity is still relatively low. Agricultural land, especially in urban areas is getting narrower, less labor in agriculture, and reduced nutrient availability in the soil are the main reasons for low productivity. In addition, the use of chemical fertilizers by farmers and the high rainfall in Sorong City are also the cause of the low production so that the community's needs are not fulfilled. Therefore, research was conducted with the aim of increasing the yield and quality of mustard plants by using a floating raft hydroponic cultivation system by utilizing stale rice into liquid organic fertilizer. This study used a randomized block design (RAK) with 4 treatments each repeated 3 times. The treatment is by giving fermented stale rice, 0 gr (control), 100 gr, 150 gr, and 200 gr. The difference in the concentration of liquid organic fertilizer of stale rice has an effect on plant growth, namely the increase in plant height, number of leaves, root length, leaf area, and wet weight by the floating raft hydroponic technique. Liquid organic fertilizer treated with 200 g of fermented stale rice gave the best effect on the growth of mustard plants using floating raft hydroponics.
BUDIKDAMBER SEBAGAI AKTUALISASI KEMANDIRIAN PANGAN RUMAH TANGGA BAGI IBU-IBU MAJELIS TA’LIM Nurul Fajeriana; Ponisri Ponisri; Akhmad Ali; Muhammad Ali; Muzna Ardin Abdul Gafur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11780

Abstract

Abstrak: Modal, keterampilan, dan lahan menjadi kendala utama masyarakat dalam hal bercocok tanam sehingga dilakukan penyuluhan dan pelatihan budikdamber dengan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu-ibu tentang budidaya tanpa tanah (budidaya air) dengan integrasi 2 komoditi dalam satu wadah sebagai bentuk aktualisasi kemandirian pangan rumah tangga. Metode pelaksanaan terdiri dari penyuluhan, demonstrasi praktek, dan pendampingan pada peserta dalam mempraktekkan tahapan budikdamber. Peserta kegiatan ini adalah masyarakat non produktif (ibu rumah tangga) yakni ibu-ibu Majelis Ta’lim Nurul Huda Distrik Aimas, Kabupaten Sorong yang berjumlah 23 orang. Pre-test dan post-test menjadi metode evaluasi Tim. Hasil dari kegiatan ini telah memberikan peningkatan pengetahuan peserta akan adanya budidaya air dengan 2 komoditi dalam satu wadah sebesar 80,26% dan peningkatan keterampilan bercocok tanam rumahan dengan budikdamber sebesar 75,57% sehingga untuk menunjang ketersediaan pasokan sayur dan lauk pauk dengan aktifitas produktif ibu-ibu di rumah maka pengeluaran belanja kebutuhan pokok bisa dihemat, dan juga berkorelasi positif terhadap kelestarian lingkungan dengan pemanfaatan barang bekas menjadi wadah tanam akuaponik.Abstract: The fund, skills, and land are the main obstacles for the community in terms of farming so education and training for the budikdamber are carried out to increase the understanding and skills of mothers about landless cultivation (water cultivation) by integrating 2 commodities in one container as a form of actualization of food independence household. The implementation method consists of counseling, practical demonstrations, and assistance to participants in practicing the budikdamber stages. The participants of this activity are non-productive people (housewives), namely the women of the Ta'lim Nurul Huda Council, Aimas District, Sorong Regency, totaling 23 people. Pre-test and post-test became the team's evaluation methods. The results of this activity have provided an increase in participants' knowledge of the existence of aquaculture with 2 commodities in one container by 80.26% and an increase in home farming skills with budikdamber by 75.57% to support the availability of supply of vegetables and side dishes with productive activities of mothers. If a mother is at home, spending on basic needs can be saved, and it is also positively correlated to environmental sustainability by using used goods as aquaponics planting containers. 
Peningkatan Pemahaman Tentang Potensi Erosi: Erosivitas dan Erodibilitas Dengan Simulasi Hujan Pada Topografi dan Tutupan Lahan yang Berbeda Nurul Fajeriana; Darmawan Risal
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 5 No. 1 (2023): Januari
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v5i1.1687

Abstract

Kota Sorong terletak dibawah garis khatulistiwa tepatnya pada koordinat 0º 54' 0'' LS dan 131º 51' 0'' BT yang memiliki tipe iklim A (sangat basah) dan termasuk dalam kategori daerah panas/tropis menurut system klasifikasi Scmidt-Ferguson, dimana tingkat erosi cenderung tinggi. Erosi adalah peristiwa terkikisnya atau hancurnya agregat-agregat tanah pada lapisal top soil sehingga terjadi transformasi bahkan translokasi dari partikel-partikel tanah. Potensi erosi pada suatu tanah dipengaruhi oleh erosivitas dan erodibiltas tanah. Maka dari itu dilakukan kegiatan pendampingan lapangan sebagai bentuk aktualisasi penerapan teori tentang pengaruh erosivitas dan erodibilitas terhadap potensi erosi yang terjadi, agar pemahaman peserta tentang potensi erosi dan korelasinya dengan intensitas dan curah hujan terhadap topografi dan tutupan lahan yang berbeda semakin meningkat serta mampu menganalisis dan menentukan kategori erosi yang terjadi. Pendampingan praktek lapang dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2021 di Gunung Dozer Malanu, Klagete Distrik Sorong Utara. Dari hasil pengamatan dilapangan diketahui bahwa pada tekstur tanah, struktur tanah, porositas dan infiltrasi yang sama namun berbeda topografi dan tutupan lahan maka berbeda tingkat erosinya. Dalam pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya capaian yang positif terbukti saat kegiatan berlangsung, peserta sangat antusias dalam pembagian tugas masing-masing anggota kelompok dalam praktek simulasi serta pada saat monitoring dan evaluasi yang dilakukan peserta aktif dalam memaparkan hasil pengamatan dan aktif dalam diskusi, sehingga ada umpan balik tentang bagaimana teknik konservasi tanah yang baik untuk dapat meminimalisir erosi.
Alfisol Soil Fertility Before Planting and After Harvest as Meloon Planting Media with Bioboost Fertilization Nurul Fajeriana; Muzna Ardin Abdul Gafur
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v23i1.2278

Abstract

Soil fertility is the potential of the soil to provide nutrients in sufficient quantities in available and balanced forms to ensure optimum plant growth and production. The current availability of nutrients in the soil has decreased due to continuous land use with the use of chemical fertilizers in the cultivation process, plus leaching and erosion by rainwater, not least in Alfisol soils. Therefore, fertilization with organic materials is carried out, namely the provision of Bioboost fertilizer. Bio boost is a biological fertilizer containing superior soil microorganisms, helpful in increasing soil fertility as a result of soil biochemical processes. One of the applications of organic cultivation is the cultivation of melon (Cucumis melo L.) because melon is a plant with high economic value and is profitable to be cultivated as a source of income for farmers. Based on this, a study was conducted to determine the nutrient status of Alfisol soil before planting and after harvesting which was used as a Melon plant with various concentrations of Bioobost fertilization. Furthermore, for the analysis of soil fertility, laboratory analysis was carried out by taking 1 kg of disturbed soil samples that had been air-dried and then analyzing soil properties, namely texture, pH (H2O), C-Organic (%), Nitrogen (%), P2O5 (ppm), K (cmol kg-1), Ca (cmol kg-1), Mg (cmol kg-1), Na (cmol kg-1), Na (cmol kg-1), CEC (cmol kg-1), and base saturation (%). The application of Bio boosts fertilizer showed an increase in the nutrient status of Alfisol soil as a Melon growing from low to moderate categories before planting to medium to high categories after harvest. The more concentration of Bioboost fertilizer given, the soil nutrient status also increases. The concentration of P4 (1100ml bio boost + 400ml water) gave the highest increase in nutrient status. Keywords: Agrotechnology; organic-fertilizer; soil-chemical
PELATIHAN BUDIDAYA AKUAPONIK IKAN LELE DAN KANGKUNG PADA MAMA-MAMA PAPUA KAMPUNG KOKODA KELURAHAN MALAWELE KABUPATEN SORONG Nurul Fajeriana; Febrianti Rosalina; Sukmawati Sukmawati; Riskawati Riskawati; Salmawati Salmawati; Ponisri Ponisri; Retno Puspa Rini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14536

Abstract

ABSTRAKPelatihan Aquaponik dilrancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya teknologi tanpa tanah yang berfokus pada penggabungan budidaya perikanan dan pertanian yang ramah lingkungan dengan dengan modal yang sedikit dan dapat dengan mudah dilakukan oleh masyarakat.. Pelatihan Aquaponik ini dilakukan pada hari Sabtu, 04 Maret 2023, bertempat di  gedung aula masyarakat Kampung Kokoda, Kelurahan Malawele, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Peserta pelatihan akuaponik mempelajari cara penyemaian benih tanaman, peralatan dan bahan yang diperlukan, cara dalam merakit media tanam dan cara pemeliharaan dan pemanenan ikan dan sayur. Tujuan pelatihan akuaponik kepada masyarakat yaitu; (1) melatih masyarakat untuk produktif walau dalam keadaan lahan yang terbatas; (2) menambah wawasan dan keterampilan pada masyarakat tentang budidaya tanpa tanah yang murah dan mudah dilakukan. Metode yang dilakukan pada pengabdian kepada masyarakat  ini  berupa  kombinasi penyuluhan, pembinaan dan pelatihan secara langsung sehingga masyarakat memahami materi dan praktek budidaya dengan baik. Budikdamber atau aquaponik  dalam ember adalah cara budidaya tanpa menggunakan lahan yang luas dan tentunya lebih efisien. Sistem kerja Akuamber adalah membudidaya ikan dan sayuran dalam satu ember yang merupakan sistem aquaponik (polikultur ikan lele dan sayur kangkung). Akuamber/budikdamber tidak memerlukan lahan yang luas melainkan perkarangan sempit milik warga juga bisa dimanfaatkan, sehingga bisa melakukan budidaya dan proses perawatan yang mudah dengan produksi yang banyak sehingga membantu masyarakat dalam menghemat pengeluaran atau belanja akan sayuran dan ikan. Dalam pelatihan yang dilakukan oleh Tim, peserta yakni masyarakat Kampung Kokoda yang terdiri dari Mama-mama Papua sangat antusias dan tertarik bercocok tanam dengan sistem akuaponik. Kata kunci: akuaponik; budikdamber; mama-mama papua; kampung kokoda. ABSTRACTAquaponics training is designed to provide knowledge and skills in cultivating landless technology that focuses on combining aquaculture and agriculture that are environmentally friendly with little capital and can be easily carried out by the community. This Aquaponic training will be held on Saturday, 04 March 2023, located in the community hall building of Kokoda Village, Malawele Village, Aimas District, Sorong Regency. Aquaponics training participants learn how to sow plant seeds, the equipment and materials needed, how to assemble planting media, and how to care for and harvest fish and vegetables. The purpose of aquaponics training for the community is; (1) to train the community to be productive even in limited land conditions; (2) to add insight and skills to the community about cultivation without soil which is cheap and easy to do. The method used in community service is a combination of direct counseling, coaching, and training so that the community understands the material and cultivation practices well. Budikdamber or aquaponics in a bucket is a way of cultivating without using large areas of land and of course, it is more efficient. Akuamber's work system is cultivating fish and vegetables in one bucket which is an aquaponic system (polyculture of catfish and kale). Aquaponic does not require a large area of land but narrow yards belonging to the residents, so that it can carry out cultivation and an easy maintenance process with a lot of production so that it helps the community in saving expenses or spending on vegetables and fish. In the training conducted by the Team, the participants, namely the Kokoda Village community consisting of Papuan mothers, were very enthusiastic and interested in farming with the aquaponics system. Keywords: aquaponics; budikdamber; papuan women; kokoda village.
SISTEM AKUAPONIK IKAN LELE DAN KANGKUNG DALAM EMBER SEBAGAI SOLUSI KEMANDIRIAN PANGAN DI MASA PANDEMI Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd Kadir
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18381

Abstract

In 2020, the Coronavirus or Covid-19 outbreak in Indonesia was no exception in Sorong City, West Papua. As a result, the implementation of restricted outdoor activities (lockdown) caused a decline in the economic sector. To anticipate this, it is necessary to make efforts to maximize community activities at home every day so that they remain productive in terms of providing food supplies, where people can grow crops using the Aquaponics system, namely cultivation with a combination of aquatic animals (fish) and plants in one container. The method of implementing this service is by explaining the innovation of aquaculture by cultivating agricultural and fishery plants in one container, then conducting demonstrations on the assembly of Aquaponics in buckets, the correct method of seeding, transferring plant seeds in containers, maintaining fish and water. During the training in Klabulu Village, Malaimsimsa District, the residents who attended were enthusiastic because the costs were similar to using used goods. In addition, two commodities can be cultivated, namely plants and animals, in one container, which significantly supports food independence and nutrition fulfillment even with simple cultivation and without extra care. From the results of this activity, there was an increase in the knowledge, understanding, and skills of participants in aquaponic cultivation and participants who were able to carry out aquaponic cultivation independently and skillfully in their yards as a form of actualization of food independence during a pandemic.  ---  Tahun 2020 menjadi tahun dimana mewabahnya virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Sorong Papua Barat. Akibat dari penerapan kegiatan luar rumah yang dibatasi (lockdown) menyebabkan penurunan dalam sektor ekonomi. Untuk mengantisipasi hal ini, perlu dilakukan upaya untuk memaksimalkan aktivitas masyarakat di rumah setiap harinya agar tetap produktif dalam hal penyediaan pasokan makanan, dimana masyarakat bisa bercocok tanam dengan sistem Akuaponik yakni budidaya dengan perpaduan antara hewan air (ikan) dan juga tanaman dalam satu wadah. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini yakni dengan pemaparan mengenai inovasi budidaya air dengan pembudidayaan tanaman pertanian dan perikanan dalam satu wadah, selanjutnya dilakukan demonstrasi tentang perakitan Akuaponik dalam ember, cara penyemaian benih yang benar, pemindahan bibit tanaman dalam wadah, pemeliharaan ikan dan air. Pada saat pelaksanaan pelatihan di Kelurahan Klabulu Kecamatan Malaimsimsa, warga yang hadir sangat antusias sekali karena selain menggunakan barang bekas juga biaya yang dikeluarkan tidaklah banyak. selain itu ada 2 komoditi yang bisa dibudidayakan yakni tanaman dan hewan dalam satu wadah, dimana sangat menunjang kemandirian pangan dan pemenuhan nutrisi walau dengan budidaya yang sederhana dan tanpa perawatan yang ekstra. Dari hasil kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan peserta dalam budidaya akuaponik serta peserta/ yang ikut mampu melakukan budidaya akuaponik secara mandiri dan terampil di pekarangan rumah sebagai bentuk aktualisasi kemandirian pangan di saat pandemi.
Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Selada dengan Teknik Hidroponik Wick di Kelurahan Aimas Kabupaten Sorong Nurul Fajeriana; Muhammad Arifin Abd. Kadir
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i1.11899

Abstract

Kelurahan Aimas merupakan daerah trasmigran yang menjadi sentra produksi sayuran di Sorong Raya Papua Barat. Sayuran yang dibudidayakan bermacam-macam, namun kini yang marak yakni budidaya selada karena alasan hasil penjualan yang kian meningkat. Tetapi karena keadaan iklim di Kabupaten Sorong yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga jika melakukan budidaya secara konvensional maka akan mengeluarkan modal yang besar dalam hal pengolahan tanah, pemupukan, dan pemeliharaan tanaman, khususnya selada, sehingga mengharuskan memilih alternatif sistem budidaya yang efisien sehingga mampu tetap menjaga hasil dan pertumbuhan tanaman selada. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan dan pendampingan budidaya Hidroponik Wick dengan memanfaatkan larutan nutrisi untuk tumbuh. dengan tujuan agar mengubah pemikiran dan meningkatkan keterampilan peserta agar dapat melakukan budidaya walaupun memiliki keterbatasan dalam hal modal dan lahan karena teknik hidroponik Wick dapat dilakukan dirumah masing-masing secara mandiri dan dengan memanfaatkan barang bekas sehingga tidak memerlukan modal yang banyak. Oleh karena itu, pelatihan ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa karena tahapan budidaya yang mudah, modal yang dikeluarkan lebih sedikit, serta pemeliharaan yang praktis, sehingga peserta akan melakukan budidaya serupa di rumah mereka masing-masing yang nantinya akan menunjang aktualisasi kemandirian pangan dan ketahanan pangan di masyarakat.